Anda di halaman 1dari 12

ISOLASI dan IDENTIFIKASI PATOGEN TUMBUHAN

( Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum )

Oleh
Cahyadi Prayuda
1014121082

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011

I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua
pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme,
memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja.
Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba.
Di alam populasi mikroba tidak terpisah sendiri menurut jenisnya, tetapi terdiri dari
campuran berbagai macam sel. Di dalam laboratorium populasi mikroba ini dapat
diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat dipelajari
morfologi, sifat dan kemampuan biokimiawinya. Untuk dapat menelaah
mikroorganisme khususnya dalam skala laboratorium, maka terlebih dahulu kita
harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya
terdapat mikroba yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba
lain. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. Untuk
melakukan hal ini, haruslah di mengerti jenis- jenis nutrien yang disyaratkan dan juga
macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan
mikroba tersebut .
Untuk mencirikan dan mengidentifikasi suatu spesies mikroorganisme tertentu,
pertama-tama mikroorganisme tersebut harus dapat dipisahkan dari mikroorganisme
lain yang umum dijumpai dalam habitatnya, lalu ditumbuhkan menjadi biakan murni.
Biakan murni adalah biakan yang sel-selnya berasal dari sel tunggal. Biakan murni
diperlukan karena semua metode mikrobiologis yang digunakan dalam menelaah
dan mengidentifikasi mikroorganisme memerlukan suatu populasi yang terdiri dari
satu macam mikrorganisme saja.

B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu mengenal dan mengetahui cara-cara isolasi
patogen tumbuhan.dan mengidentifikasinya.

II.TINJAUAN PUSTAKA

Isolasi yaitu suatu usaha untuk memisahkan suatu jenis mikroorganisme dari
campurannya sehingga diperoleh kultur murni. Teknik isolasi dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan strain unggul yang diinginkan serta memelihara kultur
isolasi tersebut dalam metode isolasi dan pemeliharaan kultur hasil isolasi. Dalam
teknik biakan murni tidak saja diperlukan bagaimana memperoleh suatu biakan yang
murni, tetapi juga bagaimana memelihara serta mencegah pencemaran dari luar.
Media untuk membiakkan bakteri haruslah steril sebelum digunakan. Pencemaran
terutama berasal dari udara yang mengandung banyak mikroorganisme. Pemindahan
biakan mikroba yang dibiakkan harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur
laboratorium agar tidak terjadi kontaminasi(Agrios,1996).
Di alam populasi mikroba tidak terpisah sendiri menurut jenisnya,tetapi terdari dari
berbagai macam sel.Di dalam laboratorium populasi bakteri ini dapat di isolasi
menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat di pelajari
morfologi,sifat,dan kemampuan biokimianya.Media pertumbuhan mikroorganisme
adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan yang diperlukan
mikroorganisme untuk pertumbuhannya.Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi
media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen
sel.Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi
kultur dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhan(Semangun1996).

Yang dimaksud patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada
inangnya. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Umumnya istilah
ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan
multiselular. Namun, patogen dapat pula menginfeksi organisme uniselular dari
semua kerajaan biologi. Umumnya, hanya organisme yang sangat patogen yang dapat
menyebabkan penyakit, sementara sisanya jarang menimbulkan penyakit. Karena
banyaknya penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri yang patogennya tidak
dapat diidentifikasi, maka isolasi patogen perlu dilakukan(Pracaya,1999).

III. METODElOGI PERCOBAAN

A.Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktiu ini adalah tanaman cabai yang
sakit,mikroskop,cawan petri,jarum ose,alcohol,aquades,pinset,lampu
Bunsen,tissue,media PDA,silet.
B.Cara Kerja
Cara isolasi pada patogen:
1.Bagian antara tanaman sehat dan sakit dipotong
2.Dicuci dengan aquades,Naocl 0,5%,alcohol 70% selama 1 sampai 2 menit
3.Dicuci kembali dengan aquades
4.Keringkan dengan tissue dan letakkan di media PDA

Cara penuangan media:


1.Semprotkan alcohol 70% ke tangan
2.ambil cawan petri dan panaskan diatas Bunsen
3.masukkan cairan media kedalam cawan petri lalu tutup
4.panaskan kembalik diatas Bunsen dan .letakkan dimeja kerja

Cara identifikasipada patogen:


1.Ambil bagian pathogen yang telah diisolasi
2.Dilihat di mikroskop
3.Identifikasi pathogen yang terlihat

IV.Hasil dan Pembahasan

A.Hasil Pengamatan

No

Gambar

Keterangan
Pathogen yang sedang di
isolasi

Pathogen dilihat dengan


mikroskop

B.Pembahasan

Penyakit antraknosa termasuk salah satu jenis penyakit penting yang menyerang
tanaman cabe. Daya rusak penyakit ini sangat tinggi dan penularanya juga sangat
cepat sehingga sangat merugikan petani / pengusaha agribisnis apabila tidak dikenali
dan dikendalikan dengan tepat dan cepat. Bahkan yang paling ekstrem bisa
menggagalkan usaha agribisnis ini.
Penyebab penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabe ini adalah cendawan
terutama cendawan Colletotrichum capsici Butl, Colletotrichum
gloeosporioides,dan Gloesporium piperatum Ell.et Ev. Penyakit antraknosa ini
biasanya menyerang tanaman cabe pada saat kondisi kelembaban yang tinggi (95%)
pada suhu yang rendah berkisar 32 derajat celcius. Penyakit antraknosa juga
menyerang tanaman cabe yang ditanam pada lahan dengan drainase yang tidak
dikelola dengan baik, sehingga banyak genangan air di sekitar tanaman.
Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens,
penyakit antraknosa atau patek ini merupakan momok bagi para petani cabai karena
bisa menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim hujan,
cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat
pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32
derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah
ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti
oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam. Sedangkan pada biji
dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat
menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati
pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan
busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman.
Biasanya cendawan C. capsici menyerang tanaman dengan menginfeksi jaringan
buah dan membentuk bercak cokelat kehitaman yang kemudian meluas menjadi
busuk lunak. Serangan yang berat menyebabkan buah mengering dan keriput seperti
jerami. Pada bagian tengah bercak yang mengering terlihat kumpulan titik-titik hitam
dari koloni cendawan.

Sedangkan cendawan G. piperatum menyerang tanaman cabe pada saat buah masih
berwarna hijau dan menyebabkan mati ujung (die back). Ciri-ciri yang dapat dikenali
akibat serangan cendawan ini adalah buah yang terserang terlihat bintik-bintik kecil
berwarna kehitaman dan berlekuk. Bintik-bintik ini pada bagian tepi berwarna
kuning, membesar dan memanjang. Pada kondisi lembab, cendawan memiliki
lingkaran memusat berwarna merah jambu.
Penyakit antraknosa atau yang biasanya dikenal dengan nama penyakit patek ini
sangat menakutkan karena daya rusaknya yang sangat tinggi dan dapat menggagalkan
pertanaman secara keseluruhan. Seluruh pertanaman pada satu lokasi bisa hancur
karena serangan antraknosa yang ganas ini.
Oleh karena itu penyakit antraknosa ini harus dikendalikan dengan tepat mulai
sebelum tanam sampai dengan tanaman berbuah. Tindakan pengendalian sebelum
tanam dapat dilakukan dengan pembuatan sistem drainase yang baik sehingga
nantinya lokasi pertanaman akan terbebas dari genangan air yang tidak diperlukan.
Selain itu benih cabe yang akan ditanam harus kita perhatikan betul-betul, belilah
benih yang terbebas dari patogen dan tanyakan dengan penjualnya / sumbernya
mengenai patogen ini
Pada Prkatikum yang telah dilakukan terdapat kontaminan. Kontaminan disebabkan
karena beberapa hal, yaitu mungkin tangan prkatikan belum benar-benar steril ketika
disemprot dengan alkohol yang disebabkan seluruh tangan belum tersemprot dengan
alkoho, atau mungkin juga ketika memindahkan patogen ke cawan petri tidak di
dekatkan dengan bunsen, atau pada saat melakukan reisolasi praktikan terlalu banyak
bicara dan juga udara yang masuk.

V.Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah:
1. Isolasi merupakan kegiatan memisahkan mikroorganisme dari lingkungannya
dialam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam media buatan.
2. Reisolasi merupakan cara memindahkan mikroorganisme kemedium yang baru
agar didapat biakkan murni.
3. Terjadinya kontaminan dapat disebabkan oleh adanya udara yang masuk dan
kesalahan dari praktikan.
4. Agar tidak terjadi kontaminan maka baik perlakuan maupun lingkungannya harus
dalam keadaan steril.

DAFTAR PUSTAKA
Agrios. 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.
Pracaya.1999. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta : PT. Penebar Swadaya.
Semangun, Haryono. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta.