Anda di halaman 1dari 24

PEDOMAN PENGEMBANGAN

KEPROFESIAN BIDAN INDONESIA


( CONTINUING PROFESSIONAL
DEVELOPMENT)

Tim Penyusun :
Hj. Endang Suwartiningsih, Amd.Keb
Hj. Sumarsih, S.SiT, MH
Hj. Runjati, M.Mid
Hj. Ristiyah, S.SiT
Hj. Dwi Sulistyo R, SKM, S.SiT
Hj. Titik Sapartinah, S.SiT, S.Kep, M.Kes

PD IBI PROVINSI JAWA TENGAH


Alamat: JL. Jembawan RAYA NO 3 Semarang
TELP. 024 7611850, EMAIL : ibi_jateng@yahoo.co.id

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
berkah dan rahmat-Nya sehingga buku Pedoman Pengembangan Keprofesian Bidan
Indonesia (Continuing Professional Development) ini dapat terselesaikan. Sebagaimana
diketahui bahwa pengembangan keprofesian bidan harus segera dilaksanakan mengingat
perpanjangan STR merupakan keharusan bagi setiap anggota bidan.
Buku ini sengaja disusun secara sistematis untuk memudahkan pemahaman bagi
pembaca, yang meliputi pendahuluan, pendidikan berkelanjutan dan pengembangan
keprofesian bidan. Pendidikan berkelanjutan untuk menjamin kompetensi bidan dalam
memberikan pelayanan kebidanan, sedangkan pengembangan keprofesian bidan dilaksanakan
untuk perpanjangan STR melalui pengumpulan 25 SKP.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku
ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan buku ini masih banyak kekurangan, sehingga
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan.
Harapan kami semoga buku ini dapat bermanfaat dan bisa membantu anggota
bidan dalam melaksanakan pengembangan keprofesian bidan khususnya dalam rangka
perpanjangan STR.

Semarang, 14 Oktober 2015


Tim Penyusun

DAFTAR ISI
2

Halaman Judul .......................................................................................... ........


Kata Pengantar .................................................................................................
Daftar Isi.............................................................................................................
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Maksud dan Tujuan
C. Ruang Lingkup
D. Pengertian
E. Dasar Hukum
BAB II: SISTEM PENDIDIKAN BERKELANJUTAN BIDAN
A. Input
1. Rekruitment peserta
2. Kurikulum
3. Pelatih/pendidik
4. Biaya
5. Instrument
6. Langkah-langkah dalam melaksanakan pendidikan berkelanjutan
7. Sumber Daya Pendidikan Berkelanjutan
8. Pengelolaan pendidikan Berkelanjutan
9. Metode Pembelajaran
10. Penilaian dan penghargaan hasil belajar
11. Permohonan akreditasi pendidikan berkelanjutan

1
2
3

B. Proses
1. Jenis
2. Metode
3. Pengorganisasian
4. Penghargaan Sistem Kredit dan level KKNI
5. Jenis Kegiatan
6. Kewenangan pemberian nilai SKP
7. Penyelenggara pendidikan berkelanjutan bidan
8. Persyaratan Pendidikan berkelanjutan bidan
9. Struktur Organisasi
10. Uraian tugas
11. Tata Kerja Organisasi pendidikan Berkelanjutan Bidan
12. Pelembagaan
C. Output
1. Pemeliharaan dan peningkatan kompetensi
D. Outcome
1. Jenjang karir
2. Reward sistem
E. Indikator
1. Ijazah
2. Sertifikat
F. Pemantauan dan evauasi pendidikan berkelanjutan bidan
G. RESERTIFIKASI KOMPETENSI BIDAN
A. Penilaian resertifikasi
B. Masa peralihan
C. Penilaian/evaluasi resertifikasi
D. Pengajuan resertifikasi kompetensi
E. Persyaratan resertifikasi
F. Tata cara pengajuan resertifikasi
3

G. Biaya
BAB III REGESTRASI DAN REREGESTRASI
A. Bentuk Kegiatan
B. Penghargaan sistem Kredit
C. Mekanisme
BAB V PENUTUP
Lampiran :
1. Alur tata cara permohonan akreditasi pendidikan berkelanjutan Bidan
2. Formulir Aplikasi Akreditasi Pendidikan Berkelanjutan Bidan
3. Dokumen bukti mengikuti pendidikan berkelanjutan Bidan
4. Contoh Format bukti kegiatan profesional bidan
5. Formulir pengajuan resertifikasi
6. Alur tata cara pengajuan berkala pendidikan berkelajutan bidan
7. Resume hasil pencapaian nilai SKP sementara
8. Alur tata cara pengajuan resertifikasi kompetensi
9. Hasil penilaian resertifikasi kompetensi
10. KKNI
11. Standar Kompetensi

BAB I
PENDAHULUAN
4

A. Latar belakang
Bidan sebagai mitra perempuan merupakan tenaga professional strategis yang
berhubungan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Berdasarkan
data profil Kemenkes RI pada bulan September tahun 2013 jumlah bidan di Indonesia
adalah 136.489 orang yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan dan
pendidikan (Rumah sakit, Puskesmas, RSAB, bidan Desa, BPS, institusi pendidikan dan
institusi lain).
Untuk menyiapkan bidan yang mampu menyiapkan generasi penerus bangsa,
tanggap terhadap situasi terkini serta mampu mengatasi berbagai situasi kompleks yang
dihadapi perempuan sepanjang siklus reproduksinya serta bayi dan balita sehat,
dibutuhkan bidan yang kompeten dan selalu memelihara kompetensinya agar sesuai
dengan perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan/kebidanan.
Seiring dengan perkembangan dalam era globalisasi, ilmu pengetahuan dan
teknologi, kompleksnya berbagai issue strategis terkait pelayanan kebidanan.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan bidan merupakan suatu keharusan bagi
profesi bidan. Sehingga perlu disusun

suatu pedoman Pengembangan keprofesian

berkelanjutan bidan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di masyarakat.


B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Pedoman Pengembangan keprofesian berkelanjutan bidan

disusun

bertujuan untuk memberikan arah dan acuan bagi IBI dalam perencanaan dan
pelaksanaan Pengembangan keprofesian berkelanjutan bidan.
2.

Tujuan Khusus
a. Sebagai

acuan

untuk

memelihara,

meningkatkan,

mengembangkan

pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku bidan.


b. Sebagai pedoman dalam pemberian SKP dan

penerbitan Sertifikat

Kompetensi yang diperlukan untuk registrasi ulang profesi bidan.


c. Sebagai pedoman dalam pengurusan STR ulang (registrasi ulang profesi
bidan).

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman Pengembangan keprofesian berkelanjutan bidan

ini

terdiri dari pendahuluan, sistem pendidikan berkelanjutan, dalam rangka menjamin


kompetensi bidan,

melalui pengumpulan 25 SKP ( resertivikasi ) dan pengurusan

regestrasi ulang bagi bidan (perpanjangan STR).


D. Pengertian
5

1.

Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui
pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta
memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara

2.

sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.


Standar profesi Bidan adalah nilai-nilai profesi kebidanan yang harus digunakan
sebagai petunjuk dalam kegiatan profesi, yang terdiri dari standar pendidikan,

3.

standar kompetensi, etika profesi dan standar pelayanan.


Pengembangan Keprofesian berkelanjutan, adalah suatu usaha pembinaan
secara sistematis bagi bidan yang bertujuan memelihara dan meningkatkan
kompetensi baik pengetahuan, keterampilan serta mengembangkan sikap
profesionalisme. Pendidikan berkelanjutan wajib diikuti oleh setiap bidan sebagai

4.

bagian dari pembinaan melalui mekanisme sertifikasi, registrasi, dan lisensi.


Pendidikan Berkelanjutan, adalah suatu usaha pembinaan bersistem bagi bidan
yang

bertujuan

pengetahuan,

untuk

memelihara

keterampilan

guna

dan

meningkatkan

menjamin

kualitas

kompetensi
pelayanan

baik

kepada

masyarakat sesuai perkembangan dalam era globalisasi, ilmu pengetahuan dan


teknologi. Pendidikan berkelanjutan wajib diikuti oleh setiap bidan sebagai bagian
5.

dari pembinaan melalui mekanisme sertifikasi.


Kegiatan pendidikan dalam konteks Pedoman pendidikan berkelanjutan Bagi
Bidan adalah berbagai kegiatan yang dijalani oleh seseorang dalam kapasitasnya
sebagai Bidan, yang memberikan kesempatan baginya untuk menambah
pengetahuan

6.

dan

keterampilan

profesionalnya,

serta

mempertahankan

profesionalismenya.
Kredit adalah satuan yang digunakan untuk mengukur kemampuan/kompetensi
seorang bidan yang diperolehnya dengan menjalani kegiatan yang diakui sebagai

7.

kegiatan Pengembangan Keprofesian berkelanjutan.


Satuan Kredit Profesi adalah jumlah kredit partisipasi yang harus dikumpulkan
oleh seorang bidan dalam suatu kurun waktu tertentu yang menjadi prasyarat

8.

untuk mendapatkan perpanjangan sertifikat kompetensi.


Sertifikasi, adalah proses pemberian surat keterangan pengakuan dari IBI
kepada bidan untuk menyatakan bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan

9.

kegiatan Pengembangan Keprofesian berkelanjutan yang diakui profesi.


Sertifikat kompetensi bidan adalah surat tanda pengakuan terhadap
penguasaan kompetensi setelah bidan mengikuti rangkaian Pengembangan

Keprofesian berkelanjutan .
10. Validasi sertifikat adalah proses penilaian sertifikat kompetensi yang dimiliki
bidan dalam jangka waktu berlakunya STR (5 tahun) untuk mendapatkan
rekomendasi perpanjangan STR .

11. Rekomendasi Organisasi Profesi adalah pernyataan tertulis yang dikeluarkan


oleh IBI bagi bidan untuk keperluan pengurusan izin praktik dan perpanjangan
STR.
12. Regestrasi adalah proses pengakuan yang diberikan oleh Menteri kepada bidan
melalui registrasi.
13. Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang
diberikan oleh Menteri kepada bidan yang telah diregistrasi.
14. Lisensi/pemberian izin adalah proses administrasi yang dilakukan oleh
pemerintah berupa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB) yang diberikan kepada bidan
untuk melakukan praktik kebidanan.
E. Dasar Hukum
1.

Sistem Kesehatan Nasional, Depkes RI, 2009

2.

Undang- Undang RI no 36 tahun 2009, tentang Kesehatan (Ps 23,24,63)

3.

UU No 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian,penerapan dan


pengembangan pengetahuan dan teknologi (ps 12 ayat 2)

4.

Peraturan Pemerintah no 32 tentang Tenaga Kesehatan

5.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 01 tahun 2008 tentang


Jabatan Fungsional Bidan

6.

Peraturan Menteri Kesehatan no 1464/2010 tentang Ijin Penyelenggaraan Praktik


Bidan

7.

Keputusan Menteri Kesehatan no 369/2007 tentang Standar Profesi Bidan

8.

Keputusan Menteri Kesehatan no 938/Menkes/SK/8/2007 tentang Standar Asuhan


Kebidanan;

9.

Keputusan Menteri Kesehatan No 741 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan


Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota.

10. Naskah akademik pendidikan profesi bidan


11. Standar Nasional Pendidikan Bidan
12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 46 tahun 2013 Tentang
Registrasi tenaga

BAB II
SISTEM PENDIDIKAN BERKELANJUTAN BIDAN
A. Peserta
Peserta pendidikan berkelanjutan adalah bidan yang ingin
pengetahuan

dan

keterampilan

profesionalnya,

serta

menambah

mempertahankan

profesionalismenya. Jumlah dan kriteria peserta yang akan dilatih disesuaikan dengan
standar pelatihan .
Promosi penerimaan peserta dapat dilakukan melalui surat edaran ke institusi
pelayanan, pendidikan, dan organisasi profesi. Selain itu dapat juga diumumkan melalui
media masa elektronik dan cetak.
B. Kurikulum
8

Kurikulum

Pendidikan berkelanjutan mengacu pada standar profesi Bidan

Indonesia (Kepmenkes No 369/2007), standar kompetensi bidan, standar asuhan


kebidanan (Kepmenkes No 938/2007).
C. Pelatih/Pendidik/Fasilitator
Nara sumber/pelatih/fasilitator adalah seorang ahli dalam bidangnya yang melatih atau
memfasilitasi kegiatan pelatihan. Pelatih memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai
standar pelatihan.
1.

2.

Asal nara sumber/pelatih/fasilitator berasal dari :


a. Institusi Pelayanan
b. Institusi Pendidikan
c. Organisasi Profesi
d. Organisasi Masyarakat/LSM
e. Lembaga pemerintah /non pemerintah
Prasyarat Pelatih/Fasilitator
a. Bagi pelatih klinik, tersertifikasi sebagai Training Of Trainers (CTS/ATS/MT)
di bidangnya
b. Menguasai kompetensi sesuai bidangnya
c. Memiliki integritas
d. Mampu bekerja dalam tim

D. Biaya
Biaya penyelenggara pendidikan berkelanjutan dapat diperoleh dari Swadana, Donor,
mitra kerja dan lainlain yang sesuai dengan kaidah dan peraturan yang berlaku.
E. Langkah-langkah dalam melaksanakan pendidikan berkelanjutan
1.

Membangun sistem

2.

Menyiapkan sarana prasarana dan SDM

3.

Membangun jejaring kerja sama

4.

Menyusun program pendidikan/pelatihan (jenjang dan jenis)

F. Sumber Daya Insani


Kegiatan pendidikan berkelanjutan bagi bidan akan dilaksanakan oleh unit kerja khusus
(unit Diklat) di PP / PD IBI yang terdiri dari :
1. Tim manajemen pendidikan berkelanjutan Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
2.
3.

adalah

bidan yang ditunjuk oleh ketua PP-IBI/PD-IBI.


Tim pelatih
Monev yang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan pelatihan.

G. Metode dan bentuk Pembelajaran


1. Metode pembelajaran yang digunakan

harus mengacu pada prinsip pendidikan

orang dewasa. Metode yang digunakan dalam pendidikan berkelanjutan adalah :


9

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Kuliah interaktif
Diskusi kelompok
Brain storming
Studi kasus
Simulasi klinik/demonstrasi/
Role play
Education Games
Peer assesment
Coaching
Praktik klinik
E-learning

2. Bentuk
a. Seminar/simposium
b. Pelatihan/ workshop
H. Sarana Pra sarana
Sarana pra sarana meliputi ruangan, alat bantu belajar, flipchart, model, Audio
Visual Aids (AVA) dan sebagainya perlu disiapkan dalam pendidikan berkelanjutan
disesuaikan dengan kebutuhan dan standar yang berlaku.
I.

Pengelolaan Pendidikan berkelanjutan


Pendidikan berkelanjutan terdiri dari tiga tahap yaitu; tahap persiapan, pelaksanaan dan
evaluasi.

J.

Pengorganisasian
Pengorganisasian program pendidikan berkelanjutan tenaga bidan meliputi: struktur
organisasi, uraian tugas dan tata kerja organisasi. Struktur organisasi

pelaksana

program pendidikan berkelanjutan adalah unit kerja khusus (unit diklat) PP IBI/PD IBI
yang melaksanakan kegiatan pendidikan berkelanjutan yang terdiri dari tim manajemen
pendidikan berkelanjutan, tim pelatih dan tim monitoring dan evaluasi yaitu sebagai
berikut:
a. Tim manajemen pendidikan berkelanjutan
Tim manajemen pendidikan berkelanjutan baik di PP/PD IBI bertanggung jawab
langsung kepada ketua unit diklat PD/PP IBI dengan uraian tugas sebagai berikut:
1) Menerima usulan kegiatan pendidikan/pelatihan dari panitia penyelenggara.
2) Melakukan verifikasi terhadap usulan kegiatan
3) Mengusulkan akreditasi kegiatan kepada PP/PD IBI/Kemenkes RI/Dinkes
Prop.
4)

Mengeluarkan sertifikat pendidikan/pelatihan setelah dilakukan penilaian


akreditasi kegiatan oleh PP/PD IBI/ Kemenkes RI/Dinkes Prop.
10

5) Bertanggung jawab terhadap Urusan administrasi umum (tenaga, keuangan,


sarana dan fasilitas).
b. Tim pelatih
1) Menyusun kurikulum pendidikan/pelatihan
2) Menyusun/menyiapkan bahan pembelajaran/modul dan evaluasi
3) Menyiapkan alat bantu pembelajaran, bekerja sama dengan tim manajemen.
4) Menyimpan/dokumentasi bahan pembelajaran/modul dan evaluasi
5) Menyiapkan bahan evaluasi pembelajaran
6) Melakukan evaluasi pembelajaran dan penyelenggaraan

c. Tim Monitoring dan Evaluasi


1) Melakukan
monitoring
2)

dan

evaluasi

terhadap

penyelenggaraan

pendidikan/pelatihan, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.


Melakukan supervisi fasilitatif dalam penyelenggaraan kegiatan.

K. Penilaian dan penghargaan hasil belajar


Penilaian pendidikan berkelanjutan terdiri dari penilaian terhadap aspek
pengetahuan dan ketrampilan. Untuk penilaian pengetahuan dapat dilakukan melalui
kegiatan pre test, kuis tengah dan post test. Nilai batas lulus uji pengetahuan adalah
85%. Sedangkan penilaian terhadap ketrampilan dapat dilakukan melalui ujian simulasi
pada model dan jika memungkinkan dilanjutkan pada situasi nyata. Semua peserta
dinyatakan lulus bila mencapai kemampuan/ketrampilan klinik 100%.
L.

Permohonan akreditasi pendidikan berkelanjutan


Kegiatan Pendidikan berkelanjutan dalam bentuk seminar skala Internasional,
permintaan rekomendasi akreditasi harus diajukan selambatlambatnya 12 (dua belas)
minggu sebelum acara berlangsung. Jawaban atas permintaan rekomendasi tersebut
akan dikirimkan kepada pemohon selambatlambatnya 14 (empat belas) hari kerja
setelah permintaan diterima. Sedangkan untuk kegiatan skala Nasional dan Lokal/
wilayah, permintaan rekomendasi akreditasi harus diajukan selambatlambatnya 8
(delapan) minggu sebelum acara berlangsung. Jawaban atas permintaan rekomendasi
tersebut akan dikirimkan kepada pemohon selambatlambatnya 7 (tujuh) hari kerja
setelah permintaan diterima.
Semua permintaan akreditasi untuk kegiatan pendidikan berkelanjutan harus
dilengkapi dengan dokumen yang diminta (lihat lampiran) dan dikirimkan melalui
pos/faksimili/email. Manajemen pendidikan berkelanjutan PP /PD IBI/ Kemenkes

RI/Dinkes

Prop

hanya

akan

memproses

pengajuan

yang

sudah

lengkap

persyaratannya. Dalam materi promosi (leaflet, poster, atau sejenisnya) tidak


diperkenankan menyebutkan akreditasi sedang diajukan sebelum SK akreditasi
dikeluarkan.
11

M. Tatacara permintaan akreditasi :


Panitia Penyelenggara mengajukan surat permintaan akreditasi kepada PP/PD
IBI/ Kemenkes RI/Dinkes Prop dengan melampirkan : Kerangka Acuan, Susunan panitia
pelaksana, Acara lengkap dengan rincian waktu, topik, nama pembicara dan moderator
serta Curriculum Vitae Pembicara
1.

Selanjutnya PD/PP IBI akan mengirim ke tim manajemen pendidikan berkelanjutan


PD/PP IBI untuk melakukan penilaian SKP bagi peserta, pembicara, panitia dan

2.

moderator.
Tim manajemen pendidikan berkelanjutan PP IBI melakukan penilaian SKP bagi

3.

peserta, pembicara, panitia dan moderator.


Setelah dilakukan penilaian akreditasi,
akreditasi,

4.

kemudian

mengirimkan

PP/PD IBI mengeluarkan sertifikat

sertifikat

akreditasi

kepada

panitya

penyelenggara.
Jumlah SKP yang tertuang dalam akreditasi dicantumkan pada sertifikat/piagam
penghargaan, leaflet serta poster kegiatan Pendidikan Bidan Berkelanjutan dengan
menyebutkan nomor SK Akreditasi IBI.
Tabel 2.1 Penghitungan batas bobot kredit profesi pendidikan dan pelatihan

Kegiatan
Pendidikan dan
Pelatihan
Waktu (Jam)
Pembicara*
Simposium/
Moderator**
Seminar
Peserta
(Kognitif)
Panitia
Pembicara/
Instruktur*
Workshop/
Moderator**
Course
(Psikomotor)
Peserta
Panitia

SKALA
Nasional
Internasional

Lokal / Wilayah
4-8
3
2
2
2

812
3
2
2
2

>12
3
2
2
2

4-8
3
2
2
2

812 >12
4
4
3
3
3
3
3
3

2
2
3

2
3
3

2
3
3

3
2
4

3
4
4

4-8
5
4
4
4

812
5
4
4
4

>12
5
4
4
4

3
4
4

4
4
5

4
5
5

4
5
5

Keterangan :
*
**

= untuk setiap makalah


= untuk satu kegiatan

12

BAB III
PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BIDAN
A. Bentuk Kegiatan
Program pengembangan keprofesian bidan terdiri dari berbagai kegiatan sebagai
berikut :
1. Kegiatan Profesional
Kegiatan Profesional mencakup kegiatan pelayanan kebidanan pada praktik mandiri
dan/atau institusi pelayanan kesehatan.
2. Kegiatan Pendidikan/Pelatihan Kebidanan
Kegiatan Pendidikan/Pelatihan kebidanan mencakup semua kegiatan untuk menambah
pengetahuan dan keterampilan kebidanan sesuai dengan standar profesi bidan.
Kegiatan ini

berupa kegiatan simposium, seminar, pertemuan ilmiah tahunan (mis.:

sidang ilmiah dalam RAKER dan Kongres Nasional IBI), kegiatan pelatihan
(workshop/course). Peran serta anggota sebagai pembicara dalam forum ilmiah, baik
lokal, nasional maupun internasional juga masuk dalam kategori ini.
Kegiatan pendidikan/pelatihan dapat dilaksanakan ditingkat wilayah/Pengurus Daerah,
nasional dan internasional.
a. Kegiatan ditingkat wilayah adalah: kegiatan yang dilakukan ditingkat propinsi dan
kabupaten kota dengan lingkup peserta diwilayah setempat.
b. Kegiatan di tingkat Nasional adalah kegiatan yang dilakukan dengan sasaran
peserta tingkat regional dan nasional.
c. Kegiatan ditingkat Internasional adalah kegiatan yang dilakukan dengan sasaran
peserta antar negara dengan bahasa pengantar bahasa Inggris.
Peserta yang mengikuti pembelajaran Teori melalui e-learning dapat memperoleh nilai
kredit sebesar 1 SKP bila peserta telah menyelesaikan dua buah modul yang terdiri dari
4 sub modul.
3. Kegiatan Pengabdian Masyarakat/Profesi
Kegiatan Pengabdian Masyarakat/Profesi mencakup kegiatan: penyuluhan, menjadi
pengurus di organisasi, keikutsertaan dalam susunan panitia pertemuan ilmiah,
tergabung dalam tim medis dalam penanganan bencana, dan kegiatan sosial yang
berhubungan dengan pelayanan kebidanan.
4. Kegiatan Pengembangan Keilmuan dan Publikasi Ilmiah
Kegiatan Pengembangan Keilmuan adalah kegiatan

mengajar

di

institusi

pendidikan/pembimbing klinik (CI) secara terstruktur diluar tugas utama sebagai


pengajar yang menjadi tanggung jawabnya.
5. Kegiatan Publikasi ilmiah
Kegiatan publikasi ilmiah adalah kegiatan dalam memberikan bimbingan karya
ilmiah/tesis/disertasi, penerbitan karya ilmiah, seperti penelitian, tinjauan pustaka,
proceding, ataupun laporan kasus, baik di jurnal atau majalah tingkat lokal, nasional
13

dan internasional. Penerbitan buku/monograf baik yang bersifat ilmiah/ilmiah populer


(fokus pada kebidanan) juga berhak mendapatkan nilai SKP.
B. Penghargaan Sistem Kredit
Penghargaan

Sistem Kredit Profesi pada pendidikan berkelanjutan adalah sebagai

berikut: Tabel 1 . Perolehan Sistem Kredit Profesi


NILAI KREDIT YANG DIPERLUKAN : 25 per 5 TAHUN
KateKegiatan
Nilai Kredit Total
Catatan
gori
5 tahun
A
Kegiatan Profesional
Tanpa minimal
Maksimal 15
B
Kegiatan Pendidikan/Pelatihan
Minimal 5
Maksimal 10
Pengetahuan/seminar 40%
Psikomotor/worshop/pelatihan 60%
(Pelatihan klinik dibuat proporsi)
C
Kegiatan Pengabdian Masyarakat / Profesi
Minimal 5
Maksimal 10
D
Kegiatan pengembangan ilmu
Tanpa minimal
Maksimal 5
E
Publikasi Ilmiah
Tanpa minimal
Maksimal 5

Keterangan:
1. Nilai SKP yang harus diperoleh selama 5 tahun adalah 25 SKP atau 5 SKP/tahun.
2. yang dimaksud dengan nilai minimal pada tabel di atas adalah perolehan nilai SKP yang
harus dicapai oleh peserta.
3. Yang dimaksud dengan nilai maksimal pada tabel di atas adalah perolehan nilai SKP
sebanyak-banyaknya yang harus dicapai oleh peserta, bila perolehan nilai SKP melebihi
batas maksimal, tidak diperhitungkan atau diperhitungan dengan jumlah maksimal tersebut.
Contoh:
Bidan A bertugas di BPM, ia telah memperoleh sebanyak 5 SKP pada kegiatan pendidikan
pelatihan 2 SKP seminar dan 3 SKP pelatihan. Selain itu sebagai bidan praktisi ia melakukan
pelayanan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB sebanyak 20 SKP selama 5
tahun. Namun ia tidak melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, pengembangan ilmu dan
publikasi ilmiah.

14

Maka nilai SKP yang diperoleh oleh bidan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan pendidikan/pelatihan

: 5 SKP

b. Kegiatan Profesional

: 15 SKP (batas maksimal hanya 15 SKP)

c. kegiatan pengabdian masyarakat : d. Kegiatan pengembangan ilmu

:-

e. Kegiatan Publikasi ilmiah

:-

________________________________________
Jumlah : 20 SKP
Sehingga bidan tersebut belum memenuhi persyaratan untuk perpanjangan STR. Maka tim
verifikasi memberikan rekomendasi untuk penambahan 5 SKP.
Tabel 3. Penghitungan Bobot Kredit Jenis Kegiatan Profesional
JENIS KEGIATAN
Memberikan pelayanan pada ibu Hamil
100 - 150 kunjungan ibu hamil
151- 200 kunjungan ibu hamil
>200 kunjungan ibu hamil
Memberikan pelayanan pada ibu bersalin dan BBL
12 - 24 ibu bersalin
25 50 ibu bersalin
> 50
Memberikan pelayanan pada ibu nifas
12 - 24 ibu nifas
25 50 ibu nifas
> 50 ibu nifas
Memberikan pelayanan imunisasi pada bayi, anak
balita dan anak sekolah
12 - 24 bayi/balita/anak sekolah
25 50 bayi/balita/anak sekolah
> 50 bayi/balita/anak sekolah
Memberikan pelayanan keluarga berencana (KB baru
dan KB Ulangan)
12 - 24 kunjungan akseptor
25 50 kunjunganakseptor
> 50 kunjungan akseptor

KREDIT

KETERANGAN

1
2
3

per tahun
per tahun
per tahun

1
2
3

per tahun
per tahun
per tahun

1
2
3

per tahun
per tahun
per tahun

1
2
3

per tahun
per tahun
per tahun

1
2
3

per tahun
per tahun
per tahun

15

Tabel 4 Kegiatan Pengabdian Masyarakat


Jenis Kegiatan

Kepanitiaan / kepengurusan (terkait dengan


pelayanan kebidanan/kesehatan)
Pengurus IBI ranting/cabang/daerah/pusat
Kelompok kerja (POKJA)
Pos bakti Bidan
Tim bencana
Penyuluhan kesehatan
Mendapat penghargaan
Mendapat penghargaan
Mendapat penghargaan

Kredit

Keterangan

0,25

per kegiatan

2
0,25
1
1
0,25
0,5
1
2

Per periode
per kegiatan
per kegiatan
per kegiatan
per kegiatan
Kab/kota/propinsi
Nasional
internasional

Tabel 5 Kegiatan Publikasi Ilmiah


Jenis Kegiatan
Jurnal/Majalah Bidan
o Penelitian
o

Laporan kasus/menulis artikel

Jurnal lain terakreditasi

Jurnal lain tidak terakreditasi

Jurnal ilmiah internasional

Menulis buku/modul/menerjemahkan
buku kebidanan
Mengedit buku

Karya ilmiah populer

Mengasuh 16Rubric di media massa

Kredit

Keterangan

2 (penulis utama 60%,


anggota 40%)
1 (penulis utama 60%,
anggota 40%)
3 (penulis utama 60%,
anggota 40%)
2 (penulis utama 60%,
anggota 40%)
3 (penulis utama 60%,
anggota 40%)
3 (penulis utama 60%,
anggota 40%)
3 (penulis utama 60%,
anggota 40%)
2 (penulis utama 60%,
anggota 40%)
2

per artikel
per kasus
per artikel
per artikel
per artikel
Per buku
Per buku
per artikel
per tahun

Bukti fisik dapat menggunakan kegiatan yang dilakukan untuk pemenuhan kredit jabatan
fungsional.
Tabel 6. Kegiatan Pengembangan Ilmu Dan Pendidikan
Jenis Kegiatan
Bimbingan mahasiswa (Laporan
Tugas Akhir, Skripsi, tesis)
DIII
DIV/S1
S2

Kredit

Keterangan

1
2
2

Minimal 6 orang mahasiswa


Minimal 6 orang mahasiswa
per 1 orang mahasiswa
16

S3
Mengajar (menjadi narasumber dari
profesi)
Penguji Praktik Klinik Kebidanan
C. MEKANISME PERPANJANGAN STR

3
2

per 1 orang mahasiswa


per kegiatan

per kegiatan

Sudah menjadi keharusan bahwa tenaga kesehatan dalam hal ini bidan dalam
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, wajib menjamin keselamatan klien.
Dalam rangka pemberian izin praktek dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang
diberikan pada tenaga kesehatan maka negara perlu mengatur registrasi tenaga kesehatan.
Yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 46 tahun 2013
Tentang Registrasi tenaga kesehatan sebagai penyempurnaan / perubahan dari Peraturan
Menteri

Kesehatan

Nomor 1796 / Menkes / Per / VIII / 2011

Tenaga Kesehatan.
Sesuai Permenkes RI no 46 tahun 2013 Setiap Tenaga

tentang

Registrasi

Kesehatan

yang akan

menjalankan praktik dan/atau pekerjaan keprofesiannya wajib memiliki izin dari Pemerintah.
Untuk memperoleh izin dari Pemerintah diperlukan STR. Yang dikeluarkan oleh MTKI dan
berlaku secara nasional. Untuk memperoleh STR Tenaga Kesehatan harus memiliki Sertifikat
Kompetensi. Untuk menjamin kompetensi bagi bidan maka PP IBI mengatur dalam
pengembangan keprofesian bidan melalui 25 SKP. Masa berlaku STR adalah 5 tahun, dan
dapat

diperpanjang setiap 5 tahun sekali setelah

memenuhi persyaratan. PP IBI

mensyaratkan untuk perpanjangan STR adalah 25 SKP ( Satuan Kredit Profesi) yang
dikumpulkan dalam waktu 5 tahun (resertifikasi).
Mekanisme proses perpanjangan STR sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Nilai
SKP yang diperoleh anggota IBI pada setiap kegiatan pengembangan keprofesian diperlukan
untuk reregestrasi STR. Meliputi : Penilaian Reregestrasi. Jumlah SKP yang harus dipenuhi
oleh setiap anggota IBI untuk Perpanjangan STR (reregestrasi STR) adalah minimal 25 SKP/5
tahun. Pengajuan permohonan resertifikasi harus sudah dilakukan paling lambat 6 bulan
sebelum masa berlaku STR habis. Adapun persyaratan permintaan reregestrasi STR ulang
yang diajukan setiap 5 (lima) tahun sekali adalah :
a. Fotokopi kartu anggota IBI yang masih berlaku
b. Fotokopi STR sebelumnya
c. Borang Data Diri Pemohon (lihat dalam buku Log)
f. Foto terbaru ukuran 4 x 6 berwarna latar merah sebanyak 4 lembar
g. Borang Resertifikasi selama 5 tahun :
1)
2)
3)
4)
5)

Kinerja Pendidikan / Pelatihan (lihat buku Log)


Kinerja Profesional (lihat buku Log)
Kinerja Pengabdian Masyarakat/Profesi (lihat buku Log)
Kinerja Pengembangan Keilmuan (lihat buku Log)
Kinerja Publikasi Ilmiah (lihat buku Log)
17

Tatacara Pengajuan : Perpanjangan STR (5 tahun sekali)


1. Anggota IBI mengirimkan pengajuan perpanjangan STR beserta berkas persyaratan
kepada PD IBI lewat PR dan atau PC IBI Kab/Kota.
2. PR dan atau PC IBI Kab/Kota memeriksa kecukupan jumlah SKP yang telah dicapai
oleh anggota yang bersangkutan beserta buktibuktinya.
3. Bila persyaratan belum terpenuhi PC IBI akan memberitahukan kepada anggota yang
bersangkutan agar dipenuhi.
4. PC IBI Kab/Kota membuat resume hasil penilaian dan meneruskan ke PD IBI. ( resume
hasil penilaian dan logbook yang telah di verifikasi Tim PR dan PC).
5. Selanjutnya PD IBI memeriksa ulang kecukupan jumlah SKP yang telah dicapai oleh
anggota yang bersangkutan beserta buktibuktinya (resume hasil penilaian dan logbook
yang telah di verifikasi Tim PR dan PC)
6. Bila semua persyaratan telah terpenuhi, PD IBI akan memberikan rekomendasi untuk
perpanjangan STR dan meneruskan usulan reregestrasi kepada MTKP.
7. MTKI akan menerbitkan STR sesuai ketentuan yang berlaku melalui MTKP.
Biaya Pengurusan reregestrasi STR meliputi :
1. Biaya yang harus disetor ke MTKI besarnya sesuai ketentuan yang berlaku. ( untuk
tahun 2015 Rp. 100.000,-)
2. Biaya yang harus disetor ke MTKP besarnya sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Biaya

penghitungan dan pengurusan

sertifikasi kompetensi besarnya adalah

Rp.100.000,- dengan proporsi sebagai berikut :


a. Pengurusan di Ranting 20 %
b. Pengurusan di Cabang 50 %
c. Pengurusan di Propinsi/Daerah 30 %

BAB IV
18

PENUTUP
Semoga panduan ini dapat memberikan gambaran, pedoman sebagai acuan bagi para bidan
dalam mengajukan reregestrasi STR (perpanjangan STR). Sebagai suatu sistem yang masih
baru, tentunya hal ini masih perlu pembenahan dan pentahapan dalam penerapannya. Untuk
selanjutnya jika diperlukan akan ditinjau ulang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang
berlaku.
Sumber :
1. Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013 tentang
Regestrasi Tenaga Kesehatan
2. Petunjuk Teknis Pendidikan Berkelanjutan Bidan Indonesia tahun 2013

Lampiran 1
ALUR TATACARA PERMINTAAN
AKREDITASI KEGIATAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN BIDAN
19

Kolegium/ Ketua
Bidang II PP IBI

IBI Pusat/Daerah cq.


Ketua Bidang II PP IBI
(Pendidikan, Pelatihan
dan penelitian)

Menghitung jumlah SKP


untuk pembicara,
moderator, instruktur
dan peserta

Mengesahkan jumlah
SKP yang telah
dihitung oleh
Kolegium/ Ketua
Bidang II PP IBI dalam

Panitia
penyelenggara

Mencantumkan no SK IBI
dan besarnya SKP bagi
kegiatan pendidikan
berkelanjutan tersebut ke
dalam leaflet, poster dan
sertifikat kehadiran

Lampiran 2
DOKUMEN BUKTI MENGIKUTI KEGIATAN
20

PENDIDIKAN BERKELANJUTAN BIDAN


Jenis kegiatan
Bukti dokumen
KEGIATAN PENDIDIKAN DAN PELATHAN
Diklat e-learning
KEGIATAN PROFESIONAL BIDAN
Memberikan pelayanan pada ibu Hamil
100 - 150 kunjungan ibu hamil
151- 200 kunjungan ibu hamil
>200 kunjungan ibu hamil
Memberikan pelayanan pada ibu bersalin dan BBL
12 - 24 ibu bersalin
25 50 ibu bersalin
> 50 ibu bersalin
Memberikan pelayanan pada ibu nifas
12 - 24 ibu nifas
25 50 ibu nifas
> 50 ibu nifas
Memberikan pelayanan imunisasi pada bayi, anak balita
dan anak sekolah
12 - 24 bayi/balita/anak sekolah
25 50 bayi/balita/anak sekolah
> 50 bayi/balita/anak sekolah
Memberikan pelayanan keluarga berencana (KB baru
dan KB Ulangan)
12 - 24 kunjungan akseptor
25 50 kunjungan akseptor
> 50 kunjungan akseptor
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Kepanitiaan / kepengurusan

Kepengurusan IBI

Kelompok kerja (POKJA)

Pos bakti Bidan

Tim bencana

Penyuluhan kesehatan
KEGIATAN PUBLIKASI ILMIAH
Jurnal/Majalah Bidan
Penelitian
Laporan kasus/menulis artikel
Jurnal lain terakreditasi
Jurnal lain tidak terakreditasi
Jurnal ilmiah internasional
Menulis buku/modul/menerjemahkan buku kebidanan
Mengedit buku
Karya ilmiah populer
Mengasuh rubrik di media massa
KEGIATAN PENGEMBANGAN ILMU DAN
PENDIDIKAN
Jenis Kegiatan
Bimbingan mahasiswa (Laporan Tugas Akhir, Skripsi,

Foto copi setifikat, kehadiran


Foto copi sertifikat e- learning
Kohort Ibu dan Dokumentasi SOAP

Dokumentasi SOAP dan partograf

Dokumentasi SOAP

Kohort bayi

Dokumentasi SOAP

SK kepanitiaan
SK IBI
SK Pokja
Laporan Kegiatan
SK dan Laporan kegiatan
SAP penyuluhan dan laporan
kegiatan
Jurnal/majalah asli
Jurnal/majalah asli
Jurnal/majalah asli
Jurnal/majalah asli
Buku asli
Buku asli
Karya ilmiah asli
Rubrik media massa asli

Cover, lembar pembimbing, abstrak


21

tesis)
DIII
S1
S2
S3
Mengajar (menjadi narasumber dari profesi)
Penguji Praktik Klinik Kebidanan

dan daftar pustaka

Surat tugas dan jadwal mengajar


Surat tugas dan menguji

Lampiran 3
ALUR TATACARA PENGAJUAN PENILAIAN BERKALA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN
BIDAN

Kolegium/ Ketua
Bidang II PP IBI
menilai formulir yang
telah diisi

22

Input data
jumlah
nilai SKP
anggota ke

Resume Hasil
Pencapaian Nilai
SKP
Sementara

Anggota IBI memulai


penilaian berkala

Lampiran 4
ALUR TATACARA PENGAJUAN RESERTIFIKASI KOMPETENSI
Sesuaikan dengan permenkes baru
Anggota IBI
memulai proses
pengajuan
resertifikasi

23

PC IBI memeriksa
kecukupan SKP dan
bukti pendukung

Sudah
memenuhi
syarat
minimum
jumlah
Ya nliai
SKP ?
PD IBI
Memvalidasi
sertifikat yang
masuk

Memberikan usulan
kepada Ketua
Umum PD IBI untuk
memberikan
rekomendasi

Tidak

Anggota IBI memenuhi


kekurangannya

Hasil Penilaian Pencapaian


Nilai SKP
Borang data pemohon
Bukit transfer biaya
administrasi ke rekening
Sertifikat Kompetensi
Fotokopi sertifikat yang
dilegalisir asli
Resume hasil penilaian dan
catatan khusus kolegium

MTKI menerbitkan
STR melalui MTKP

Anggota
IBI

24

Anda mungkin juga menyukai