Anda di halaman 1dari 6

Hindawi Publishing Corporation

Dermatology Research and Practice


Volume 2014, Article ID 705402, 5
pages
http://dx.doi.org/10.1155/2014/705402

Studi Klinis
Perbandingan Khasiat Fluconazole dan Terbinafine Pada Pasien
Dermatitis Seboroik Sedang Hingga Berat.
Narges Alizadeh,1 Hamed Monadi Nori,1 Javad Golchi,1 Shahriar S. Eshkevari,1
Ehsan Kazemnejad,2 and Abbas Darjani1
1

Departemen kulit Rumah Sakit razi, Universitas Guilan of Medical Sciences, Rasht 41448, Iran
Departmen Pencegahan dan Pengobatan Masyarakat Medicine, Guilan University of Medical
Sciences, Rasht, Iran
2

Korespondensi harus ditujukan kepada to Narges Alizadeh; narges. alizadeh7


@gmail.com
diterima 21 October 2013; Direvisi 11 December 2013; Disetujui 4 January 2014; Dipublikasi 18 February
2014
Editor Akademik: Luigi Naldi
Copyright 2014 Narges Alizadeh et al. Ini Merupakan artikel akses terbuka didistribusikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution, yang
memungkinkan penggunaan tak terbatas, Distribusi,dan reproduksi,dalam media apapun,asalkan karya asli dikutip dengan benar
Latar Belakang.Agen Topikal dapat menjadi pilihan untuk terapi jangka panjang pada pasien dermatitis seboroik sedang hingga berat.terapi
antifungal sistemik merupakan alternatif lain dalam pengobatan Aim.Studi ini dilakukan untuk membandingkan efikasi dari
fluconazole dan terbinafine oral dalam penatalaksanaan Dermatitis Seboroik. Metode. 64 pasien dengan Dermatitis Seboroik
(DS) sedang hingga berat,terdaftar secara acak, pada studi kelompok-paralel .Satu kelompok studi menggunakan terbinafine
250 mg setiap hari (n= 32) dan yang lain fluconazole 300 mg (n = 32) tiap minggu selama 4 minggu.Indeks Area keparahan
Dermatitis Seboroik (SDASI) dan intensitas gatal dihitung sebelum dan sesudah pengobatan dan dua minggu setelah pengobatan.
Hasil. Kedua obat mengurangi keparahan dari Dermatitis Seboroik secara signifikan (P < 0.001). Regresi linear Multivariate
menunjukan bahwa efikasi dari terbinafine lebih dari fluconazole ( < 0.01, 95% CI (0.634.7)). Selain itu masing-masing, index
keparahan DS berkurang 0.9 kali pasca pengobatan. ( < 0.002, 95% CI (0.81.02)). Tingkat kegatalan berkurang secara signifikan (
< 0.001); bagaimanapun,secara statistik tidak terdapat perbedaan antara kedua obat ini.Kesimpulan.Kedua terapi antifungal
sistemik dapat mengurangi index keparahan dari DS. Namun, terbinafine menunjukan pengurangan yang lebih pada intensitas
penyakit.Dengan kata lain semakin tingggi intensitas primer penyakit, maka semakin banyak penguranganya.percoabaan ini
terdaftar dengan.201102205871N1.

1. Definisi
Dermatitis Seboroik (DS) adalah gangguan inflamasi kronis
kulit.Ter b a t a s p a d a a r e a ya n g s p e s i f i k s e p e r t i
k u l i t k e p a l a , w a j a h , b a d a n b a gi a n a t a s d a n
l i p a t a n . Ter d a p a t h u b u n g a n a n t a r a p r o d u k s i
s e b u m ya n g b e r l e b i h d a n s p e s i e s r a g i Malassezia,
yang terdapat pada tubuh [1].
Terdapat perbedaan obat topikal untuk meringankan DS.
Mengenai perkembangan penyakit dan tidak ada respon
pada terapi topikal, pasien harus menerima pengobatan
oral.Alternatifnya obat anti jamur dengan atau tanpa
terapi adjuvan. Ini cukup utk memenuhi pedoman yang
terbaik untuk penyakit yang berat dan menetap. Terbinafine
adalah pilihan yg bagus untuk mengurangi keparahan
DS.Namun ada obat alternativ untuk pilihan ini.Studi tbaru
menunjukan bahwa fluconazole merupakan fungistatic
spektrum luas dapat digunakan dalam pengobatan.

dermatitis seboroik. Meskipun bukti keuntungan


fluconazole and terbinafine d a l a m p e n go b a t a n
dermatitis seboroik,adekuat dan studi yang terkontrol baik ,
memperhatikan perbandingan dari fluconazole dan
terbinafine oral langka [28]. Tujauan dari studi ini adalah untuk
membandingkan khasiat dua obat anti jamur dalam pengobatan
dermatitis seboroik sedang hingga berat.

2. Metode
2.1. Populasi Studi. Dalam studi klinis kelompok paralel acak
terbuka ini, 64 pasien mencari obat untuk dermatitis
seboroik sedang hingga berat di Departemen Dermatologi,
Guilan University of Medical Sciences, yang terdaftar di RS
RAZI.Empat pasien tidak melanjutkan studi dan enam puluh
pasien (28 pria dan 32 wanita) ikut serta dalam studi ini. Mereka
disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin dalam dua kelompok.

2
Dermatology
Research and Practice

Dermatology Research and Practice


2

Table 1: Perbandingan rata-rata SDASI dalam tiga fase studi.


Obat
Fluconazole
Terbinafine

Sebelum pengobatan
Mean SDASI SD
27.07 11.20
25.64 8.2

Setelah pengobatan
Mean SDASI SD
6.64 5.05
3.81 2.81

Dua minggu stlah pengobatan


Mean SDASI SD
7.17 3.51
5.05 3.83

SDASI: seborrheic dermatitis area severity index.

< 0.001 (Tukey-kramer -test).

Studi ini dimulai October 2008 sampai Maret 2011 dan


membutuhkan waktu tiga tahun dan untuk eliminasi dampak
musiman, studi ini dilakukan di musim gugur dan musim
dingin.
Protokol penelitian disetujui oleh Institusi Local Review
Board of Guilan University of Medical Sciences.
Sebelum rekrutmen telah diterima perstejuan inform
consent. Pasien terdaftar tidak memiliki riwayat pemakaian
obat steroid, anti jamur, atau terapi sistemik dan topikal lain
untuk paling tidak dua minggu sebelum masuk dalam
penelitian (washout time).
Semua subjek diperiksa dahulu oleh dua ahli kulit
dengan persetujuan interexaminer sekitar 90% dan
formulirnya diisi oleh peneliti. Subjek dikeluarkan apabila
mereka memiliki hal berikut ini: riwayat penyakit dahulu
seperti CKD, gagal hepar, psoriasis, tercatat infeksi HIV
dan atau sensitif pada fluconazole dan terbinafine, hamil
dan menyusui.Pemeriksaan laboratorium termasuk CBC,
BUN, Cr, AST, ALT, and ALK-Ph diminta untuk semua
pasien dan hasilnya dikontrol dan direkam oleh pemeriksa
2.2. Mengukur Dermatitis Seboroik (Severity Index). Titik
akhir dari penelitian adalah index area keparahan dermatitis
seboroik dan gatal. Sistem skoring yang dipakai untuk
menilai SDASI oleh Baysal et al (2004) digunakan [9].
Kulit kepala, wajah, dada diperiksa pada pasien tingkat eritem,
papul, dan skala (0= tidak ada; 1= ringan; 2=sedang; 3=berat).
Area yang termasuk dinilai dengan skala 1 sampai 5 (1=
kurang dari 10%; 2= 11-30%; 3=31-50%; 4=51-70%;
5=lebih dari 70%) [9]. Keparahan Dermatitis Seboroik dibagi
menjadi tiga kelompok berdasarkan skor SDASI (ringan=0-7.9,
sedang= 8-15.9 dan berat > 16).
Tingkat gatal dikutip oleh Comer (0 = tidak ada; 1 =
Ringan; 2 = moderate; 3 = Berat) [2]. Titik akhir kedua dari
penelitian adalah menilai efek samping dari fluconazole dan
terbinafine.
2.3. Ukuran sampel. Kami memilih sebuah uji sati-sisi, 5% tingkat
signifikan dengan kekuatan 90% dan ukuran efek absolut 0.75,
DS= 1.2 pada terbinafine dan DS =0.65 pada kelompok
fluconazole berdasarkan penelitian scaparro et al. Dan Comert
etal. Ukuran sampel dari 28 pasien tiap kelompok ditentukan.
Untuk mengantisipasi tingkat dropout 10% selama tiga fase
penelitian , 64 pasien terdaftar dalam penelitian.[2, 7].
2.4.Penatalaksanaan . komputerisasi acak alokasi
digunakan denagan perbandingan 1:1 alokasi menggunakan
bloke ukuran acak 4. Obat di segel dengan nomor
berselubung sesusai alokasi penyelubung. Alokasi
penyembunyian

Dilakukan oleh peneliti independen.dan juga pendaftaran


partisipan dan administrasi obat dilakukan oleh dua resident
kulit . tidak ada dari mereka yang memiliki keterlibatan
dalam percobaan. Dalam satu grup (32 pasien), fluconazole
300mg tiap minggu selama empat minggu digunakan dan
pada grup lain (32 pasien), terbinafine 250mg tiap hari
diterima. Empat pasien tidak melanjutkan studi dan tidak di
follow up. Paseien dievaluasi selama empat minggu selama
pengobatan dan dua minggu setelah pengobatan dan
penilaian dicatat.
Uji laboratorium sesuai efek samping diminta pada
setiap pasien saat waktu visit.
2.5. Analisa Statistik. Data analisis menggunakan software
SPSS versi 16. Semua data di analisa secara statistic oleh
independen t-test: tes Tekey-Kramer, Mann-Whitney,
Wilcoxon test, dan analisa diulang analisa variance
(ANOVA). Model regresi multivariat dilakukan
signifikasi satatistik di atur p<0.05.

3. Hasil
Dalam penelitian ini , 60 pasien di evaluasi 32 terbinafine
dan 28 pada kelompok fluconazole.
Pada tes Kolmogorov-Smimov SDASI menunjukan
perubahan distribusi normal.
Table 1 cmenunjukan perbandingan dari SDASI pada 3
fase penelitian.oleh tes Tukey-Kramer, SDASI berubah
secara signifikan selama periode antara sebelum dan sesudah
pengobatan sama baiknya seperti setelah pengobatan dan dua
minggu setelah pengobatan pada kedua obat (p<0.001),
sementara tidak ada perubahan signifikan antara setelah
pengobatan dan 2 minggu setelah pengobatan.
By repeated measure analysis, the trend of changes were
followed similarly in both drugs and there was a
significant downward trend ( < 0.001) (Figure 1).
Independent -test is applied for comparison of SDASI
between two drugs in each phase; there were no significant
differences between two drugs (Table 2).
By using multivariate linear regression, the mean
decrease of SDASI in terbinafine group was 2.7 indexes
more than fluconazole ( < 0.01, 95% CI (0.634.7)).
Moreover, each index of SD severity reduced 0.9 times
after treatment ( < 0.002, 95% CI (0.81.02)) (Table 3).
Table 4 shows that itching was resolved by two drugs
and Mann-Whitney test revealed both drugs had similar
effect in each phase.
We exert Wilcoxon test to figure out the effect of
drugs on itching during study and there was a significant
decrease

Table 2: The effects of terbinafine and fluconazole on decreasing of


SDASI.
Fluconazole
Mean SD
20.42 12.34
0.53 4.5
19.89 10.51

Mean decrease of SDASI


Before and after treatment
After treatment and two weeks after treatment
Before and two weeks after treatment

Terbinafine
Mean SD
21.65 6.58
1.25 2.89
20.4 6.34

value
0.64
0.48
0.82

Independent -test.

(Constant)
Primary SDASI
Terbinafine versus fluconazole

Table 3: The effects of primary SDASI and drugs on decreasing of


SDASI.
Unstandardized coefficients
95% confidence interval for
value

Std. error
Lower bound
Upper bound
6.987
2.256
0.003
11.504
2.471
0.913
0.054
0.000
0.806
1.021
2.691
1.029
0.011
0.632
4.751
Table 4: Comparison of itching in three-phase study.

(%)
(%)
(%)
(%)
Mean itching SD
Without itching Mild itching Moderate itching Severe itching
Fluconazole (28)
0 (0%)
15 (53.6%)
6 (21.4%)
7 (25%)
1.71 0.85
0.459
Terbinafine (32)
1.84 1.019
4 (12.5%)
7 (21.9%)
11 (34.4%)
10 (31.2%)
Fluconazole (28)
15 (53.6%)
10 (35.7%)
3 (10.7%)
0 (0%)
0.57 0.69
0.220
Terbinafine (32)
15 (46.9%)
6 (18.8%)
11 (34.4%)
0 (0%)
0. 87 0.90
Fluconazole (28)
16 (57.1%)
9 (32.1%)
3 (10.7%)
0 (0%)
0. 53 0.69
0.773
Terbinafine (32)
18 (56.2%)
14 (43.8%)
0 (0%)
0 (0%)
0. 43 0.50
Drugs

Before treatment
After treatment
Two weeks after treatment

Mann-Whitney test.

25.00

( < 0.001). In comparison to fluconazole, terbinafine


showed persistent effect on resolving itching after
treatment ( < 0.008). There were no adverse drug effects.
Flow dia- gram of this study is shown in Figure 2.

20.00

4. Discussion

Estimated marginal means of measure 1

Estimated marginal means

30.00

15.00
10.00
5.00
0.00
1

SDASI total
(1) Before treatment

Drug
Fluconazole
Terbinafine

(2 )The end of treatment


(3) Two weeks after the end of treatment

Figure 1: The reduction of SDASI parameters in two drugs.

between before and after treatment in fluconazole ( < 0.001)


and terbinafine group ( < 0.001) as well as between before
treatment and two weeks after treatment in both drugs

In this study, both drugs (terbinafine and fluconazole)


were effective as an independent treatment, while
terbinafine reduced SDASI more than fluconazole. Also
the severity of the disease or higher indexes was another
determinant. It means that SD cases with higher index
responded better during drug therapy and one SDASI may
decrease 0.9 times in the end of treatment.
Both drugs are antifungal and fluconazole has broad
spectrum antifungal activity while terbinafine is not only
antifungal but also anti-inflammatory with high lipophilic
properties which can be distributed into sebum. Regarding
response, contribution of multiple factors rather than fungi
in seborrheic dermatitis was inferred, though we eliminated
seasonal impact. There are few studies regarding comparison of efficacy of systemic antifungal agents in seborrheic
dermatitis. However different studies emphasize that onemonth systemic therapy could delay recurrence and
resolving persistent disease [58, 10]. Its better to point
that we prescribed fluconazole with higher dose to reach
the optimal minimal inhibitory concentration (MIC) [11]. It
was showed that the maximum maintenance effect of
drugs was for

Enrollment

Assessed for eligibility ( n = 65)

Excluded ( n = 1)

Randomized ( n = 64)

Allocated to intervention (n = 32)


Received terbinafine (n = 32)

Allocation

Allocated to intervention ( n =
32) Received fluconazole ( n =
32)

Follow-up
Lost to follow-up (n = 0)
Lost to follow -up (n = 4)

Analysis
Analysed (n = 32)

Analysed (n = 28)

Figure 2: CONSORT 2010 flow diagram.

two weeks after treatment with a slightly increasing


SDASI after this time, while itching was more plausible to
improve without recurrence; however, terbinafine was more
effective. Though findings revealed that fluconazole had
advantages in decreasing severity of seborrheic dermatitis,
consuming once every week is more pleasant for patients.
We have to keep in mind that terbinafine and fluconazole
could not resolve disease completely, but both reduce
indexes.
Fortunately there were not any adverse effect during the
period of study; however, some authors reported adverse
reactions by therapy [2, 8].
Based on cultural factors, we considered short followup period as one of the limitations of this study. Also,
the assessment of itching was subjective and based on
patients opinions.
Totally, although there is no definite guideline to treat
moderate to severe seborrheic dermatitis, oral antifungal
agents with anti-inflammatory effect may have reasonable
response to disease.

Conflict of Interests
The authors declare that there is no conflict of interests
regarding the publication of this paper.

References
[1] J. Berth-Jones, Seborrheic dermatitis, in Tony Burns.
Rooks Text Book of Dermatology, vol. 23, pp. 2931, Blackwell,
London, UK, 7th edition, 2010.
[2] A. Comert, N. Bekiroglu, O. Gu rbu z, and T. Ergun,
Efficacy of oral fluconazole in the treatment of seborrheic
dermatitis: a placebo-controlled study, American Journal of
Clinical Derma- tology, vol. 8, no. 4, pp. 235238, 2007.
[3] A. K. Gupta and R. Bluhm, Seborrheic dermatitis, Journal
of the European Academy of Dermatology and Venereology,
vol. 18, no. 1, pp. 1326, 2004.
[4] J. R. Schwartz, Treatment of seborrheic dermatitis of the
scalp,
Journal of Cosmetic Dermatology, vol. 6, no. 1, pp. 1822, 2007.
[5] G. Plewig and T. Jansen, Seborrheic dermatitis, in
Fitzpatricks
Dermatology in General Medicine, K. Wolff, Ed., pp. 219225,
McGraw-Hill, New York, NY, USA, 7th edition, 2008.
[6] L. G. Zisova, Fluconazole and its place in the treatment
of seborrheic dermatitisnew therapeutic possibilities,
Folia Medica, vol. 48, no. 1, pp. 3945, 2006.
[7] E. Scaparro, G. Quadri, G. Virno, C. Orifici, and M. Milani,
Evaluation of the efficacy and tolerability of oral terbinafine
(Daskil) in patients with seborrhoeic dermatitis. A
multicen- tre, randomized, investigator-blinded, placebocontrolled trial, British Journal of Dermatology, vol. 144, no. 4,
pp. 854857, 2001.

[8] N. Cassano, A. Amoruso, F. Loconsole, and G. A. Vena,


Oral terbinafine for the treatment of seborrheic dermatitis in
adults, International Journal of Dermatology, vol. 41, no. 11,
pp. 821822,
2002.
[9] V. Baysal, M. Yildirim, C. Ozcanli, and A. M. Ceyhan,
Itracona- zole in the treatment of seborrheic dermatitis: a
new treatment modality, International Journal of
Dermatology, vol. 43, no. 1, pp. 6366, 2004.
[10] G. A. Vena, G. Micali, P. Santoianni, N. Cassano, and E.
Peruzzi, Oral terbinafine in the treatment of multi-site
seborrhoic der- matitis: a multicenter, double-blind placebocontrolled study, International journal of immunopathology
and pharmacology, vol. 18, no. 4, pp. 745753, 2005.
[11] K. C. Miranda, C. R. de Araujo, C. R. Costa, X. S. Passos, O.
de Fatima Lisboa Fernandes, and M. do Rosario Rodrigues
Silva, Antifungal activities of azole agents against the
Malassezia species, International Journal of Antimicrobial
Agents, vol. 29, no. 3, pp. 281284, 2007.

MEDIAT
ORS
of

INFLAMMATION

The Scientific
World Journal
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi.c om

Volume 2014

Gastroenterology
Research and
Practice
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi.com

Journal of

Hindawi Publishing Corporation


http://ww w.hind awi.com

Volume 2014

Diabetes
Research
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w.hindawi.com

Volume 2014

Disease Markers
Hindawi Publishing Corporation
ht t p: //www .hin daw i.com

Journal of

International Journal of

Immunology
Research
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi.c om

Volume 2014

Volume 2014

Endocrinology
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w.hindawi.com

Volume 2014

Volume 2014

Submit your manuscripts


at http://www.hindawi.com
BioMed
Research International

PPAR Research
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w.hindawi.com

Hindawi Publishing Corporation


http://ww w.hindawi.com

Volume 2014

Volume 2014

Journal of

Obesity

Journal of

Ophthalmology
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi.c om

Volume 2014

ells
International
Stem
C
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w.hindawi.com

Volume 2014

Evidence-Based
Complementary
and Alternative
Medicine
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi .com

Journal of

Hindawi Publishing Corporation


http://ww w.hindawi.com

Volume 2014

Oncology
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi.com

Volume 2014

Volume 2014

Parkinsons
Disease

Computational and
Mathematical
Methods in Medicine
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi.c om

Volume 2014

oural
ogy
Behavi
Neurol
Hindawi Publishing Corporation
h ttp://ww w.hinda wi.c om

AIDS

Volume 2014

Hindawi Publishing Corporation


http://www.hindawi.com

Volume 2014

Oxidative Medicine and


Cellular Longevity

Research and
Treatment
Hindawi Publishing Corporation
http://ww w .hindawi.com

Hindawi Publishing Corporation


http://ww w.hindawi.com

Volume 2014

Volume 2014