Anda di halaman 1dari 5

Pemuda Islam Ideal = Persamaan Newton

Bismillahirrohmanirrohiim.
Pemuda Islam.
Inilah label yang sekarang ini kita sandang. Hakikatnya pemuda Islam itu adalah orangorang yang memiliki semangat dan keberanian yang tinggi yang bisa mengubah dunia menjadi
lebih maju dan lebih baik. Kita bisa lihat bagaimana seorang Muhammad Al-Fatih, dengan
semangatnya yang tinggi mampu menaklukkan Konstatinopel saat beliau masih berusia muda.
Atau kita bisa ingat kembali tentang kisah Ibrahim pada masa mudanya yang telah diabadikan
ALLAH SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 60-67, dimana ia dengan beraninya menentang
penyembahan kepada patung-patung yang tidak bisa berbicara, tidak bisa memberi manfaat
maupun mudhorat. Kita sebagai pemuda Islam memiliki andil yang besar dalam kehidupan
bangsa, Negara, dan Agama. Potensi yang dimiliki oleh pemuda, khususnya pemuda Islam
sangatlah besar bagi kemajuan. Kita selayaknya dapat memanfaatkan apa-apa potensi
kepemudaan yang kita miliki ddengan baik dan tepat. Rasulullah pernah bersabda Tidak akan
beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang lima
perkara : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia habiskan,
tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang
telah dia amalkan dari ilmunya. (HR. At-Tirmizi). Jelas sekali bahwa masa muda harus diisi
dengan hal-hal positif, khususnya untuk kepentingan agama, karena status kita sebagai pemuda
kelak di hari akhir akan dipertanggungjawabkan.
Tinta emas tentang keberhasilan pemuda Islam telah banyak ditorehkan, mereka semua
adalah pemuda-pemuda Islam seperti kita pada umumnya yang benar-benar memanfaatkan masa
muda dengan baik. Perjuangan Rasulullah SAW juga tidak lepas dari peran pemuda. Mereka
semua dilandasi semangat Islam sehingga dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Akhir-akhir
ini kita bisa lihat juga dalam pemberitaan di media mengenai runtuhnya pemerintahan di Negaranegara Arab, dimana ini juga tidak lepas dari peran pemuda yang menginginkan adanya

perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Maka tidaklah heran jika pemuda itu disebut sebagai
agent of change, karena dengan potensi yang dimilikinya ia bisa menjadi seorang peubah kearah
yang lebih baik. Status sebagai pemuda Islam (Mahasiswa) memang mrupakan potensi yang
benar-benar potensial untuk kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan potensi ini harus kita
jalankan mulai sekarang. Karena tidak ada waktu untuk terlalu banyak berfikir mengenai
kepastian status kita sebagai pemuda, kita adalah pemuda, dan nyatanya memang sekarang ini
kita adalah pemuda.
Sudahkah kita melaksanakan peran kita sebagai pemuda Islam?
Pemuda itu adalah orang yang seharusnya bisa menjadi pengubah kearah yang lebih baik.
Sekarang kita lihat, apakah kita sebagai pemuda Islam sudah bisa menjadi pengubah itu. Jika kita
perhatikan sekarang ini pemuda Islam kita bukan menjadi pengubah, tapi malah mereka yang
menjadi orang yang diubah, dan biasanya diubah oleh budaya-budaya barat yang di anggap
modern. Betapa banyak saat ini pemuda Islam yang mengaku Islam tetapi kelakuannya tidak
mencerminkan sebagai pemuda Islam. Virus sekulerisme mungkin adalah salah satunya, dimana
di golongan pemuda (Mahasiswa) sering memisahkan urusan agama dengan urusan kuliahnya.
Bahkan ada saja pemuda Islam yang malah lebih memfokuskan pada urusan kuliah, sedangkan
urusan agama sekedarnya saja. Naudzubillahimin Dzalik.
Para pemuda yang biasanya identik dengan intelektual yang tinggi dan bersikap kritis
merupakan dambaan masyarakat yang diharapkan bisa menjadi generasi penerus yang luarbiasa.
Masyarakat akan terbantu dengan peran pemuda khususnya pemuda Islam yang pro rakyat.
Potensi pemuda yang luarbiasa ini bisa memicu perubahan yang juga luarbiasa, namun dengan
catatan apabila potensi ini memang benar-benar kita gunakan sebagaimana mestinya. Dulu
Pemuda kita pernah meruntuhkan rezim Soeharto. Tinggallah kita sebagai pemuda Islam saat ini
harus juga berperan dalam meruntuhkan kebobrokan akhlak yang sekarang melekat pada diri
pemuda itu sendiri. Inilah yang menyebabkan banyak pemuda yang tidak sadar bahwa dia adalah
pemuda, dikarenakan dia tidak melaksanakan fungsinya sebagai pemuda. Malah bersikap acuh.
Kalau ditelisik lebih dalam,maka sikap pemuda bisa kita bagi sebagai berikut:

Pertama adalah pemuda yang tahu bahwa dirinya pemuda, tetapi tidak melaksanakan fungsinya
sebagai pemuda. Golongan ini saya rasa adalah golongan yang paling banyak diantara golongan
pemuda yang ada sekarang ini. Golongan pemuda seperti ini mengetahui secara pasti bahwa ia
adalah pemuda, tapi ia tak mau repot, ia tidak mau bahkan tidak berniat untuk memanfaatkan
potensi kepemudaannya, akibatnya masa kepemudaannya hanya diisi dengan hal-hal yang kurang
berguna. Golongan selanjutnya adalah golonngan pemuda yang tidak tahu atau tidak menyadari
bahwa dirinya adalah pemuda, dan ia tidak melaksanakan tugasnya sebagai pemuda. Golongan
ini merupakan golongan yang paling parah. Biasanya mereka hanya mementingkan kepentingan
dirinya sendiri atau dengan kata lain egois. Padahal pemuda itu seharusnya juga memikirkan
kepentingan umat, dan egois bukanlah sifat pemuda. Kemudian ada lagi golongan yang tahu dan
sadar bahwa dirinya pemuda dan ia juga melaksanakan fungsinya sebagai pemuda. Inilah
kelompok pemuda yang terbaik, dimana mereka benar-benar menjalankan fungsi
kepemudaannya, mereka memikirkan kepentingan umat disamping kepentingan mereka sendiri.
Bagaimana menjadi Pemuda Muslim yang ideal?
Pemuda Islam diharapkan bisa menjadi orang-orang yang mampu mengubah keadaan
menjadi lebih baik. Oleh karena itulah, pemuda kita dituntut menjadi Pemuda Islam yang ideal.
Lalu bagaimana cara untuk menjadikan diri sebagai pemuda ideal?. Banyak cara yang bisa
dilakukan untuk menjadi seorang pemuda Muslim yang ideal. Dan yang paling utama adalah
harus memiliki akidah yang kuat. Mungkiin kalau dianalogikan dengan bahasa ilmiah, maka
menjadi pemuda Islam yang ideal itu adalah seperti ketiga persamaan hukum Newton yang kita
semua sudah tahu.Persamaan pertama adalah

F=0

, dimana F adalah Force atau kekuatan,

kekuatan itu melambangkan akidah atau keimanan. Persamaan itu bisa diartikan pemuda Islam
ideal harus memiliki akidah yang kuat, dimana akidah yang kuat itu tingkat kesyirikannya
adalah 0. Kemudian persamaan kedua adalah

F=ma

. Ini bisa diartikan bahwa pemuda

Islam ideal harus memiliki akidah yang kuat dengan cara ma, atau Marifat Allah
(mengenal Allah). Kemudian sebagai pemuda Muslim ideal yang syarat utamanya memiliki
akidah yang kuat dan bersih, kita harus waspada terhadap persamaan Newton yang ketiga ini, F =

F , bisa diartikan bahwa kita harus menyadari bahwa dengan akidah yang kuat maka
godaan untuk menggoyahkan akidah kita itu juga kuat (dilambangkan dengan

F).

Mengenai hal ini maka seyogyanya kita selalu berdoa agar selalu memiliki akidah yang bersih
dan senantiasa dalam jalan yang lurus, sehingga bisa menjalankan fungsi kepemudaan kita
dengan benar-benar ideal.
Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya
mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta), dan
Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (Q.S. Al-Kahfi : 13)
Mulai saat ini kita sebagai pemuda Islam harus bisa menjalankan apa-apa yang
seharusnya kita lakukan,sehingga masa kepemudaan ini tidak terbuang percuma. Dan juga
dengan menguatkan akidah kita,maka kita bisa menjadi Pemuda Islam yang benar-benar ideal,
wabilkhusus ideal di mata Allah SWT.

Identitas Pengirim:
Nama: Haidir
NIM: 03121003094
Fakultas: Teknik
Jurusan: Teknik Kimia
Alamat: Jl. Mataram rt.06 rw.02 No.398 Kelurahan Kemas Rindo Kertapati Palembang,
Indonesia
CP: 085769269995