Anda di halaman 1dari 22

PENETAPAN.

Nomor : 465/Pid.Sus/2015/PT.MDN.-

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ;

Pengadilan Tinggi Medan, yangmemeriksa dan mengadili perkara pidana


dalam peradilan tingkat banding, telah menetapkan sebagai berikut dalam perkara
terdakwa :
Nama lengkap

: TERDAKWA

Tempat lahr

: Rantauprapat

Umur/taggal lahir

: 56 tahun/tahun 1958

Jenis kelamin

: Perempuan

Kebangsaan

: Indonesia

Alamat

: Desa Dusun Mabangi Desa Muara Hutaraja,


Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupeten Tapanuli
Selatan ;

Agama

: Islam

Pekerjan

: Tani

Terdakwa tidak ditahan


Terdakwa dipersidangan didampingi oleh Penasehat hukumnya yaitu
H.Hamonangan Pane,SH.MH, Ismail MarzukiHsibuan,SH, Dipo Alam Siregar.,SH.,
para advokad-pengacara-konsultan hukum pada kantor Hukum ERPI J Samudera
Dalimunthe & rekan yang berkantor di Jalan Imam Bonjol o.2 Tugu Siborang Kota
Padang sidempuan, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 20 Pebruari 2015;
Pengadilan Tinggi tersebut ;
Telah membaca Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal
6 Agustus 2015 Nomor 465/PID.SUS/2015/PT.Mdn serta berkas perkara
Pengadilan

Negeri

Padang

Sidempuan

tanggal

26

Mei

2015

Nomor

183/Pid.Sus/2015/PN.Psp dan surat- surat yang bersangkutan dengan perkara


tersebut;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 1 dari 22 hal

Menimbang, bahwa Terdakwa dihadapkan ke depan persidangan oleh


Penuntut

Umum

dengan

surat

dakwaannya

38/EP.1/PSP/04/2015 tanggal 14 April

No.

Reg.

Perk

PDM-

2015 yang pada pokoknya didakwa

melakukan tindak Pidana sebagai berikut :


Pertama :
Bahwa ia Terdakwa TERDAKWA pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2014
sekira pukul 16.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu

waktu pada

tahun

2014, bertempat di Desa Muara Huta Raja Kecamatan Muara Batang Toru
Kabupaten Tapanuli Selatan, atau setidak-tidaknya

pada suatu tempat

yang

masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Padangsidimpuan


dengan sengaja

melakukan kekerasan

atau ancaman

kekerasan

atau

penganiayaan terhadap anak, yang dilakukan dengan cara sebagai berikut:


Pada waktu dan tempat seperti tesebut diatas, Terdakwa

terlibat

pertengkaran dengan NURSAIMAH Br. LUBIS (kakak Saksi Korban), melihat


hal tersebut

lalu Saksi Korban bermaksud melerai pertengkaran tersebut

dengan menarik tangan Terdakwa namun


dan memincit alat kelamin

tiba-tiba Terdakwa

Saksi Korban lalu Terdakwa

memegang

mendorong Saksi

Korban hingga tangan Terdakwa mengenai mata sebelah kiri Saksi Korban ;
Bahwa Terdakwa

telah

melakukan penganiyaan

terhadap

Saksi

Korban yang masih berumur 12 (dua belas) tahun yang pda tanggal 07 April
2002 dan akibat perbuatan Terdakwa tersebut, Saksi Korban MENGALAMI
LUKA-LUKA dan terhalang untuk melakukan

kegiatan

sehari-hari sesuai

Visum Et Repertum Puskesmas Batang Toru No.146/VER/VII/2014 tanggal 17


Juli 2014 yang ditandatangani oleh dr. Agustina Evayanti yang menerangkan
sebagai berikut :
Umum :
Kepala :
-

Wajah

: Luka memar dikelopak mata bawah sebelah


kiri, bengkak (+) P. : 1CM, L : 1 Cm .

Leher

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Anggota Badan

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Anggota Gerak

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Anggota Kelamin

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 2 dari 22 hal

Kesimpulan :
-

Luka memar dikelopak mata bawah sebelah kiri, bengkak (+) yang
diakibatkan oleh benturan benda tumpul .
Sebagaimana

diatur

dan diancam pidana dalam Pasal 80 Ayat (1)

UU.RI No.23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak .


Atau
Kedua:
Bahwa ia Terdakwa pada
16.00

hari Rabu tanggal 16 Juli 2014 sekira pukul

Wib atau setidak-tidaknya pada suatu

bertempat

di Desa

Muara

Huta

waktu pada

Raja Kecamatan

Kabupaten Tapanuli Selatan, atau setidak-tidaknya

Muara

tahun 2014,
Batang Toru

pada suatu tempat

yang

masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Padangsidimpuan


dengan sengaja melakukan penganiayaan,

yang dilakukan

dengan cara

sebagai berikut:
Pada waktu dan tempat seperti tesebut diatas, Terdakwa

terlibat

pertengkaran dengan NURSAIMAH Br. LUBIS (kakak Saksi Korban), melihat


hal tersebut

lalu Saksi Korban bermaksud melerai pertengkaran tersebut

dengan menarik tangan Terdakwa namun


dan memincit alat kelamin

tiba-tiba Terdakwa

Saksi Korban lalu Terdakwa

memegang

mendorong Saksi

Korban hingga tangan Terdakwa mengenai mata sebelah kiri Saksi Korban ;
Bahwa Terdakwa

telah

melakukan penganiyaan

terhadap

Saksi

Korban yang masih berumur 12 (dua belas) tahun yang pda tanggal 07 April
2002 dan akibat perbuatan Terdakwa

tersebut, Saksi

LUKA-LUKA dan terhalang untuk melakukan

kegiatan

Korban MENGALAMI
sehari-hari sesuai

Visum Et Repertum Puskesmas Batang Toru No.146/VER/VII/2014 tanggal 17


Juli 2014 yang ditandatangani oleh dr. Agustina Evayanti yang menerangkan
sebagai berikut :
Umum :

Kepala :
-

Wajah

: Luka memar dikelopak mata bawah sebelah


kiri, bengkak (+) P. : 1CM, L : 1 Cm .

Leher

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 3 dari 22 hal

Anggota Badan

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Anggota Gerak

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Anggota Kelamin

Tidak dijumpa tanda-tanda kelainan.

Kesimpulan :
-

Luka memar dikelopak mata bawah sebelah kiri, bengkak (+) yang
diakibatkan oleh benturan benda tumpul .
Sebagaimana

diatur

dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1)

KUHP ;
Menimbang, bahwa

atas Dakwaan Penuntut Umum tersebut,

Penasihat Hukum Terdakwa telah mengajukan keberatan secara tertulis


sebagaimana termuat dalam keberatan Penasehat Hukum terdakwa tanggal 4 Mei
2015, yaitu :
I.ALASAN KEBERATAN :
Pengajuan keberatan oleh Terdakwa dan/atau Penasihat Hukumnya sering
dinilai

sebagai

upaya

yang mengada-ada seakan-akan

bertujuan

untuk

mengulur-ulur waktu sidang. Ada pula sementara orang yang menilai bahwa
pengajuan keberatan sebagai
Penasihat Hukum

suatu kebodohan

untuk memperkuat

dakwaannya. Terlepas

dari

segala

Terdakwa atau Penasihat Hukumnya


Penasihat Hukum

strategi

guna

penilaian

menggolkan

yang mengurangi

untuk mengajukan keberatan

bagi Terdakwa

dalam surat Dakwaan

semangat
tersebut,

terdapat

untuk mengajukan keberatan


kekurangan-kekurangan

kekeliruan yang bersifat yuridis yang akan menyebabkan


membela

surat

dan Penasihat Hukumnya untuk

mengajukan keberatan, tiada lain bermaksud

dapat

atau

berkeyakinan bahwa ketantuan Pasal 156 KUHAP yang

memberikan kesempatan

apabila

dari Terdakwa

dirinya atau dibela

Terdakwa

atau
tidak

oleh Penasihat Hukumnya dengan

sebaik-baiknya dan seadil-adilnya di depan sidang pengadilan .


Kami
dengan

yakin Majelis Hakim akan menilai

positif

dan akan

memperkatikan

cecara bijak dan objektif keberatan kami ini. Kami juga tidak akan

kecewa bila saudara Penuntut Umum memanfaatkan keberatan kami ini untuk
mengatur dan mengembangkan strategi yang lebih baik untuk mempertahankan
surat dakwaannya, karena

kami berprinsip bahwa peradilan yang baik, jujur

dan adil itu harus ditunjang

dengan upaya optimal dari seluruh

penegak

hukum berperan di Pengadilan.


Substansi keberatan adalah mengenai masalah cukup alasan atau tidak suatu
surat

dakwaan

yang diajukan

oleh Penuntut Umum itu

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

ditujukan

atau

Halaman 4 dari 22 hal

diarahkan
manusia

kepada

Terdakwa

ciptaan Tuhan yang

dalam kedudukannya
memiliki

seperti semua orang keberatan pada

sebagai

seorang

harkat, martabat dan kehormatan

hakekatnya tidak hanya merupakan

suatu keberatan untuk kepentingan si Terdakwa yang didudukan pada posisi


lemah

di depan Pengadilan, melainkan

kepentingan

manusia

kita semua

yang ada

yang

tidak

merupakan

dan kemanusiaan

yang lebih

keberatan

untuk

luas termasuk untuk

di ruang sidang ini. Suatu dakwaan

bagi seseorang

bersalah adalah sama dengan serangan resmi terhadap

martabat dan

kehormatan manusia pada umumnya. Sehingga

suatu putusan

sela dari

Majelis Hakim yang menyatakan

apabila ada

suatu dakwaan

Penuntut Umum tidak dapat diterima atau batal demi hukum, hal
hakekatnya suatu kemenangan
yang bersangkutan, yang

bagi semua penegak

berhasil

itu pada

hukum di Pengadilan

menegakkan martabat dan kehormatan

manusia dan kemanusiaan .


Majelis Hakim yang kami Muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat.
Makna langsung keberatan adalah untuk mengoreksi tata urutan penyusuanan
sebuah
impikasi

dakwaan yang tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap dengan
yuridis

berupa batalnya sebuah dakwaan sebagaimana

yang

dimaksud Pasal 143 Ayat (3) KUHAP ,


Selain

itu, walaupun

keberatan tersebut tidak diterima, akan tetapi tetap

mempunyai makna yaitu dapat dijadikan sebagai pembuka tabir permasalahan


kasus yang tertuang

dalam dakwaan tersebut, atau setidak-tidaknya sejak

awal telah dapat dilihat

warna yuridis yang profesional atau tidak Jaksa

Penuntut Umum dalam meneliti dan menyimak kasus yang tertuang

dalam

dakwaan tersebut .
Menurut M. Yahya Harahap Eksepsi dengan alasan dakwaan

tidak diterima

adalah berupa

yang diajukan

keberatan

yang berisi

bahwa dakwaan

Penuntut Umum terhadap Terdakwa tidak tepat, karena apa yang didakwakan
merupakan sesuatu
sasaran

yang tidak tepat

dakwaan. Oleh

karena

Terdakwa atau Penasihat Hukum


diajukan

oleh Terdakwa

itu

baik mengenai
dakwaan

harus

dinyatakan oleh

diterima., bahwa kalau keberatan yang

atau Penasihat Hukum diterima berupa dakwaan

tidak dapat diterima

atau surat

pemeriksaan

sudah selesai, maka

perkara

dasar hukum dan

dakwaan

dibatalkan berati
perkara

tadi sudah

kelanjutan
berakhir

pemeriksaannya dan telah diputus berdasarkan putusan dari segi formil.

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 5 dari 22 hal

Pendapat tersebut sesuai dengan apa yang dimaksud dalam Pasal 156 Ayat
(1) KUHAP sebagaimana kami kutip sebagai berikut :
Dalam hal Terdakwa atau Penasihat Hukum mengajukan keberatan

bahwa

Pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya atau dakwaan tidak dapat


diterima

atau surat

dakwaan

harus dibatalkan, maka

setelah

diberi

kesempatan keapada Penuntut Umum untuk menyatakan pendapatnya, Hakim


mempertim-bangkan

keberatan

tersebut

untuk selanjutnya

mengambil

keputusan
II.SURAT DAKWAAN TIDAK DAPAT DITERIMA :
Majelis Hakim yang kami Muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat.
Dan sidang Pengadilan yang kami muliakan ;
Dalam

KUHAP tidak dijelaskan

mengenai ukuran

atau kriteria apa saja

yang dapat dijadikan alasan untuk menilai suatu surat dakwaan

harus

dinyatakan

perlu

tidak dapat

diperhatikan

pendapat

diterima

Dalam

M. Yahya

hal demikian

Harahap

kiranya

yang menyatakan

bahwa

keberatan mengenai Dakwaan tidak dapat diterima


Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum bertentangan denga Azas Hukum Lex
Spcialis

Derogate Lex Generalis, artinya peraturan

yang lebih

spesifik

dengan pengkhususan mengenyampingkan peraturan yang umum .


Bahwa

dakwaan Jaksa Penuntut

Umum

terhadap

Terdakwa ASNAH

HUTAGALUNG melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP, sebagaimana dalam


Dakwaan tertanggal 14 April 2015, yang telah dibacakan

pada tanggal 27

April 2015 adalah bertentangan dengan Azas Hukum Lex Specialis Derogate
Lex Generalis artinya peraturan
mengenyampingkan

yang lebih spesifik dengan pengkhususan

peraturan

yang

umum,

dimana

seharusnya

Terdakwa ASNAH HUTAGALUNG didakwa dengan UU No. 23 Tahun 2002


tentang Perlindungan Anak, bukan seperti yang tercantum dalam dakwaan
Jaksa Penuntut Umum yang didakwakan

melanggat

UU.No.23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak,


tercantum dalam

dakwaan

Pasal 80

ayat

(1)

bukan seperti yang

melanggar Pasal 80 ayat (1) UU.No.23 Tahun

2003 hal ini jelas bahwa UU. No. 23 Tahun 2003 adalah tentang Pemilihan
Umum Presiden dan Wakil Presiden;
Bahwa dengan berlakunya UU.RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan
Anak, Pasal dakwaan kedua
Pasal

Jaksa Penuntut dalam

351 Ayat (1) KUHP telah dikesampingkan

perkara ini melanggar

dengan

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

adanya

peraturan

Halaman 6 dari 22 hal

perundang-undangan yang mengkhususkan tentang

tidak pidana

anak yaitu

UU..RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ;


Bahwa dengan demikian surat dakwaan

kedua terhadap Terdakwa ASNAH

HUTAGALUNG tentang

melakukan penganiayaan tidaklah

dapat dituntut

dengan sengaja

berdasarkan Pasal 351 Ayat (1) KUHP dan Pasal 80 Ayat (1)

UU No. 23 tahun 2003 sebagaimana

tertulis dalam

surat Dakwaan Jaksa

Penuntut Umum tersebut diatas, tidak dapat diterima


adalah

tentang Pemilihan

Umum Presiden

karena UU tersebut

dan Wakli Presiden,

demikian surat dakwaan Jaksa Penuntu Umum

dengan

haruslah dinyatakan tidak

dapat diterima (Niet on vankelijke verklaarrd) .


III.SURAT DAKWAAN HARUS DIBATALKAN :
Majelis Hakim yang kami Muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat.
Dan sidang Pengadilan yang kami muliakan ;
Di dalam KUHAP tidak dijelaskan
dibatalkan

dalam

akan tetapi dengan tegas

hal apa

disebutkan

surat

dakwaan

harus

dalam Pasal 143 Ayat (3)

bahwa surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan Pasal 143 Ayat (2)
huruf b KUHAP adalah batal demi hukum .
M. YAHYA HARAHAP menyatakan bahwa Pada dasarnya alasan yang dapat
dijadikan

dasar

hukum

dibatalkan

apabila

mengajukan

keberatan

surat dakwaan tidak memenuhi

agar

surat dakwaan

ketentuan Pasal 143

KUHAP atau melanggar ketentuan Pasal 144 Ayat (2) dan (3) KUHAP .
Bertitik tolak dari pengertian yuridis tentang keberatan tersebut di atas, kami
berpendapat

dakwaan

yang dikemukakan oleh saudara Jaksa Penuntut

Umum disusun secara tidak cermat, tidak jelas dan lengkap (Obscuur Libel).
Sehingga berdasarkan Pasal 143 Ayat (3) KUHAP, dakwaan Penuntut Umum
harus dibatalkan .
Menurut Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.492 K/Kr/1981 tanggal 8
Januari 1983 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin tanggal 20 April
1981 No.18/81/Pid.B/PT/Bjm,
rumusan

materil surat dakwaan adalah adanya

secara lengkap, jelas dan tepat, mengenai perbuatan-perbuatan

yang didakwakan
mengancam

syarat

kepada Terdakwa, sesuai

perbuatan-perbuatan

itu

dengan rumusan

delik

yang

dengan hukuman (pidana). Dengan

demikian maka dalam surat dakwaan, tidak

boleh tidak, harus memuat

uraian atau rumusan yang cermat, jelas, dan lengkap mengenai


yang dilakukan oleh Terdakwa yang keseluruhannya

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

perbuatan

dapat mengisi

secara

Halaman 7 dari 22 hal

tepat dan benar, semua unsur dari semua delik yang ditentukan
undang yang didakwakan
Berdasarkan

ketentuan

undang-

terhadap Terdakwa .
KUHAP, Yurisprudensi

ahli

tersebut diatas, maka

kiranya dapat disimpulkan bahwa yang harus diuraikan

secara cermat, jelas

dan lengkap di dalam Surat Dakwaan itu adalah mengenai :


-

Rumusan

dan unsur-unsur delik atau tindak pidana yang didakwakan,

sesuai dengan ketentuan undang-undang dan ;


-

Rumusan perbuatan-perbuatan materil atau fakta mengenai perbuatan


yang dilakukan

oleh

Terdakwa

yang keseluruhannya dapat mengisi

secara tepat dan benar semua unsur dan delik

yang ditentukan dalam

pasal Undang-undang yang didakwakan kepada Terdakwa tersebut ;


Adapun dakwaan

Jaksa Penuntut Umum tidak disusun secara cermat, jelas

dan lengkap secara garis besar seperti uraian dibawah ini :


Dakwaan
tindak

Pertama

Jaksa

Penuntut Umum menguraikan

cara

melakukan

pidana tidak diuraikan dengan jelas, cermat dan lengkap, ketidak

jelasan dan ketidakcermatan dan ketidak lengkapan yang kami maksudkan


adalah sebagai berikut :
Bahwa

uraian Jaksa Penuntut Umum

HUTAGALUNG

terlibat

Korban), melihat
bermaksud melerai

pertengkaran

hal tersebut

lalu

atas perbuatan Terdakwa ASNAH


dengn NURSAIMAH
Saksi

(kakak

Saksi

Korban ALDIANSYAH LUBIS

pertengkaran dengan menarik

tangan Terdakwa namun

tiba-tiba Terdakwa memegang dan memincit alat kelamin Saksi Korban lalu
Terdakwa

mendorong Saksi

Korban hingga tangan Terdakwa

mengenai

mata sebelah kiri Saksi Korban ;


Bahwa uraian yang sangat singkat ini, membuat tidak jelas dan tidak lengkap
serta tidak cermat surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum karena banyak fakta
dan kejadian yang tidak diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum seperti :
1. Bahwa

yang

mendasari

kejadian

tindak pidana

antara Terdakwa

dengan Saksi Korban adalah tindak pidana perkelahian bersama-sama


yang dilakukan oleh Korban adalah tindak pidana perkelahian bersamasama yang dilakukan oleh
(ASNAH

keluarga MURNI HUTAGALUNG , DKK yaitu

HUTAGALUNG, DEMIATI NASUTION, NURAHMI NASUTION)

penyerangan dan perkelahian yang dilakukan oleh DARMA HASIBUAN,


WARDINAH, SALMA, MARISA, RENA Br BATUBARA dan ALDIANSAH

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 8 dari 22 hal

Alias

UCOK yang

Pengadilan

penanganan

Negeri

kasusnya

Padangsidimpuan

692/Pid.B/2014/PN.Psp atas nama


BATUBARA Alias RENA

telah

disidangkan

dengan

Terdakwa

di

Reg.

No.

ROHANAN

Br.

dan No. 693/Pid.B/2014/PN.Psp atas nama

Terdakwa DARMA Br. HASIBUAN ;


2. Bahwa terhadap calon Tersangka lainnya

berdasarkan hasil

gelar

perkara di Polres Tapanuli Selatan sedang dilakukan penyidikan oleh


Polsek Batangtoru ;
3. Bahwa surat Dakwaan yang dirumuskan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak
Konsisten berdasarkan
karena

berkas

perkara yang diajukan

beberapa fakta dan bukti

yang dihilangkan

dari keterangan

yang seharusnya

diminta tambahan keterangan Saksi


kejadian perkara akan tetapi

hal

oleh Penyidik

Saksi-Saksi banyak

oleh Jaksa Penuntut Umum wajib


fakta yang

ada

di tempat

ini tidak dilakukan Jaksa Penuntut

Umum
4. Bahwa Saksi fakta yang kami maksudkan adalah sebanyak 10 (sepuluh)
orang minimal yang

terlibat langsung dalam perkelahian di tempus dan

lokus delictie yang sama yaitu Terdakwa sendiri

dan Saksi Korban

serta 8 (delapan) orang lainnya yang ada ditempat kejadian perkara


ternyata hasil penyidikan Polisi

yang diterima bulat dan mentah

Jaksa Penuntut Umum yang dijadikan

oleh

Saksi dalam perkara ini hanya 6

(enam) orang yaitu BANGUN LUBIS sebagai Pelapor, yang tidak berada
di tempat kejadian

perkara saat kejadian, ALDIANSYAH sebagai Saksi

Korban, NURSAIMAH LUBIS (kakak Saksi Korban), ROHANA BATUBARA


(istri dari Pelapor) kemudian

2 (dua) orang lainnya SADDAM HUSEIN

HARAHAP dan ERLINA Br. SIPAHUTAR telah mencabut keterangannya


dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan mengundurkan diri
sebagai Saksi ;
5. Bahwa rumusan perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara
mendorong Saksi Korban dengan tangan dengan akibat luka memar pada
dikelopak mata bawah sebelah kiri bertentangan dengan logika

karena

perbuatan mendorong tidak masuk akal mengakibatkan luka memar


karena

benturan

mengakibatkan luka

yang terjadi

dengan cara

mendorong

memar, luka memar akan terjadi apabila

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

tidak
terjadi

Halaman 9 dari 22 hal

benturan dua benda dengan jarak

dan kecepatan benturan yang sangat

cepat ;
6. Bahwa Terdakwa mendorong Saksi Korban hingga

tangan Terdakwa

mengenai mata sebelah kiri Saksi Korban, tidak mungkin langsung mata
sebelah kiri

Saksi Korban mengalami luka memar karena perbuatan

Terdakwa mendorong Saksi Korban dengan spontan/ repleks mengenai


mata sebelah kiri dari saksi Korban ;
7. Bahwa tindakan yang dilakukan
adalah tindakan

membela

ASNAH HUTAGALUNG (Terdakwa)

diri dari serangan yang dilakukan oleh

NURSAIMA Br. LUBIS yang dibantu

dan

bersama-sama dengan Saksi

Korban (ALDIANSYAH) ;
8. Bahwa

berdasarkan Pasal 1 ayat (2), (3), (4), (5), (6)

dan (7) Undang-

undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, wajib
dilakukan

diversi

sementara

dalam perkara

a quo

belum

pernah

dilakukan diversi ;
Berdasarkan

uraian-uraian

dan argumentasi hukum tersebut diatas, maka

jelaslah secara hukum surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak cermat
dan tidak jelas (kabur) tentang cara melakukan
sehingga secara

membuat surat Dakwaan

perbuatan tindak pidana,

Jaksa Penuntut Umum tidak

memenuhi syarat materil suatu surat dakwaan .


Selanjutnya

kami

selaku

Penasihat

HUTAGALUNG dengan ini mohon


mengadili dan memutus

Hukum Terdakwa

ASNAH

kepada Majelis Hakim yang memeriksa

perkara

ini agar berkenan

menetapkan

dan

memutuskan sebagai berikut :


1. Menerima keberatan (eksepsi) dari Penasihat Hukum Terdakwa ASNAH
HUTAGALUNG ;
2. Menyatakan dakwaan

Jaksa

38/Ep.1/PSP/04/2015, tidak

Penuntut Umum No.Reg.Perkara : PDMmemenuhi

dasar hukum

sebagaimana

dimaksud pada Pasal 143 Ayat (2) Sub a dan b KUHAP dan karena itu
berdasarkan

ketentuan Pasal 143 Ayat (3) KUHAP harus dinyatakan

batal demi hukum ;


3. Menyatakan

demi

hukum

dakwaan

Jaksa

No.Reg.Perkara : PDM-38/Ep.1/PSP/04/2015, tidak

Penuntut

Umum

dapat diterima (Niet

Onvankelijke Verklaard) ;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 10 dari 22 hal

4. Membebankan biaya perkara kepada Negara ;

Menimbang, bahwa terhadap dalil keberatan/ekesepsi

Penasihat

Hukum Terdakwa, Jaksa Penuntut Umum mengajukan tanggapan/Replik secara


tertulis tanggal 11 Mei 2015, yaitu :
I.PENDAHULUAN .
Mengawali persidangan hari ini, marilah

kita sama-sama memanjatkan

rasa puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh karena berkat
rahmat

dan

Terdakwa

perkenannya
ASNAH

sehingga

HUTAGALUNG

persidangan
dapat

perkara

dilaksanakan

atas

nama

dengan

lancar

sebagaimana yang kita harapkan bersama.


Bahwa kami Jaksa Penuntut Umum menyampaikan banyak
kepada Majelis Hakim
kepada kami untuk
terhadap
gigih

yang kami hormati


menyusun dan

atas kesempatan yang diberikan

menyampaikan

eksepsi/ keberatan dari Penasihat Hukum

menunjukkan kesungguhan

kebenaran

dan keadilan

terima kasih

untuk turut

tanggapan/pendapat

Terdakwa yang dengan

serta dalam upaya menggali

melalui penegakkan

dan penerapan

hukum

walaupun dalam hal ini Penasihat Hukum Terdakwa ASNAH HUTAGALUNG


berdiri

pada posisi yang subjektif

semangat dan kesungguhan

atau

pada pihak

Terdakwa, dimana

usaha Penasihat Hukum Terdakwa tersebut

telah diwujudkan/ditunjukkan didalam eksepsi/ keberatan .


Setelah

kami mempelajari

eksepsi/ keberatan

dari

Penasihat

Terdakwa ASNAH HUTAGALUG tersebut

pada dasarnya

uraian materi yang

pembahasannya dapat kami tarik

kesimpulan

sikemukan

serta

bila

Hukum

dilihat dari

bahwa tidak ada hal-hal yang secara prinsipal dapat

dijadikan

alasan untuk dapat diterima kami Jaksa Penuntut Umum .


II. TINJAUAN YURIDIS .
Bahwa kami Jaksa Penuntut Umum
(eksepsi)

akan memberikan tanggapan keberatan

yang diajukan oleh Penasihat Hukum

Terdakwa

dan sebelum

membahas eksepsi dari Penasihat Hukum Terdakwa, maka yang pertama-tama


seperti harus disimak adalah apakah materi keberatan tersebut memenuhi
objek eksepsi yang diatur dalam Pasal 156 Ayat (1) KUHAP, yaitu :

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 11 dari 22 hal

a. Apakah

Pengadilan

tidak

dihubungkan dengan Pasal

berwenang

mengadili perkaranya, jika

84, 147 dan Pasal 148 KUHAP

maka yang

dimaksud disini adalah kompetensi mengadili oleh Pengadilan Negeri,


atau ;
b. Apakah dakwaan tidak dapat diterima, yang oleh karena Undang-undang
menjelaskan apa yang dimaksud

dengan surat

dakwaan

tidak dapat

diterima, maka harus dicari dalam dakwaan atau Yurisprudensi ;


Menurut Van Bemmelen, hal itu terjadi jika tidak ada hak untuk menuntut
misalnya dalam delik aduan tidak ada Pengaduan atau delik itu dilakukan
pada waktu dan tempat dimana Undang-undang pidana tidak berlaku atau
hak menuntut telah hapus dan harus diperhatikan bahwa jika apa yang
termuat

dalam surat dakwaan

bukan delik, bukan termasuk

tuntutan

Penuntut Umum tidak dapat diterima tetapi termasuk lepas dari tuntutan
hukum (DR.Andi Hamzah.,SH, Pengantar Hukum Acara Indonaesia, Ghalia
Indonesia, 1985, Hal.214), atau ;
c. Apakah Surat dakwaan harus dibatalkan, yaitu tidak memenuhi ketentuan
Pasal 143 Ayat

(2) huruf b KUHAP, yang mensyaratkan Penuntut Umum

membuat surat dakwaan yang berisi tanggal dan ditandatangani serta


berisi uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidan yang
didakwakan dengan menyebut waktu dan tempat pidana yang dilakukan.
Menurut Yurisprudensi Mahkamah Agung RI tanggal 23 Agustus 1969
Nomor : 36 K/Kr/1968 menurut kaedah walaupun surat tuduhan

tidak

menyebutkan

yang

dituduhkan

fakta
tidak

dan keadaan

yang

menyertai

secara lengkap tergambar, tidak

perbuatan

dengan sendirinya

mengakibatkan batalnya tuduhan.


Bahwa untuk lebih memudahkan uraian diatas dapat disimpulkan sebagai
berikut :
-

Yang menentukan batalnya surat dakwaan, terserah kepada penilaian


Hakim.

Sebagai

ulasan objektif yang harus dipakai Hakim dalam melakukan

penilaian surat dakwaan antara lain didasarkan kepada kenyataan :


-

Apakah benar-benar hak Terdakwa dirugikan untuk melakukan


pembelaan,

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 12 dari 22 hal

Apakah benar surat dakwaan tidak jelas


unsur

tindak pidana yang

memuat elemen atau

didakwakan atau isi

dakwaan antara yang satu

rumusan surat

dengan yang lain saling bertentangan

atau surat dakwaan tidak merinci secara jelas bagaimana tindak


pidan

dilakukan

Terdakwa, atau

mencantumkan secara jelas

surat dakwaan

waktu dan

tidak

tempat tindak pidana

dilakukan (M.Yahya Harahap.,SH Pembahasan Perumusan dan


Penerapan KUHAP, PT. Sarana Bakti Semesta , 1985, Hal. 423424.)
Bertitik tolak pada ketentuan yang terdapat dalam Pasal 156 Ayat (1)
KUHAP yang merupakan
uraikan

ruang lingkup dari keberatan yang telah kami

tersebut diatas, maka

dalam rangka

melaksanakan

system

peradilan tepat, benar dan fokus, maka alasan keberatan yang berada
diluar koridor ketentuan Pasal 156 Ayat (1)
diuraikan

diatas tidak

KUHAP, sebagaimana

telah

akan kami berikan pendapat/ tanggapan secara

mendetail, apalagi bilamana keberatan sudah menjangkau pokok perkara


yang diperiksan dipersidangan .
III.SISTEMATIKA

EKSEPSI

PENASIHAT

HUKUM DAN TANGGAPAN

PENUNTUT UMUM .
Setelah mempelajari, meneliti dan menelaah
keberatan

yang

diajukan

secara seksama

oleh Penasihat Hukum

alasan

Terdakwa

ASNAH

HUTAGALUNG, yang pada pokoknya berpendapat Dakwaan Jaksa Penuntut


Umum tidak memenuhi 143 Ayat (2) KUHAP dengan alasa sebagai berikut :

Surat Dakwaan Tidak Dapat Diterima

Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan bahwa dakwaan

Jaksa

Penuntut Umum terhadap Terdakwa ASNAH HUTAGALUG melanggar


Pasal 351 ayat (1) KUHP sebagaiman dalam Dakwaan tertanggal 14 April
2015 adalah bertentangan
lex Generalis, dimana

dengan Azas Hukum Lex Specialis Derogate

seharusnya

Terdakwa

ASNAH

HUTAGALUNG

didakwa dengan UU. NO.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bukan
seperti yang tercantum dalam surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

yang

didakwakan melanggar Pasal 80 Ayat (1) UU.RI No.23 Tahun 2003 .


Atas

eksepsi

tersebut

kami

Penuntut Umum menanggapinya

sebagai

berikut :
-

Bahwa

dakwaan

dakwaan Alternatif

yang kami susun

terhadap

dengan pertimbangan

Terdakwa

karena timbul

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

adalah
keraguan

Halaman 13 dari 22 hal

untuk menentukan bahwa Korban sudah dewasa atau masih anak-anak.


Dengan demikian

tidaklah menjadi dakwaan tidak jelas dan merugikan

Terdakwa sebagaimana disebutkan oleh Penasihat Hukum Terdakwa.


Lagi pula dalam dakwaan
bahasa

telah diuraikan secara kronologis dengan

yang mudah dimengerti, dengan membaca atau mendengar

dakwaan

yang dibacakan Penuntut Umum

gambaran

tentang

siapa yang

Terdakwa akan mendapat

melakukan

tindak

pidana, tindak

pidana yang dilakukan, kapan dan dimana tindak pidana itu terjadi,
bagaimana kejadiannya. Hal ini telah memenuhi syarat dakwaan yang
jelas menurut Selamat Purba yang
menjadi

menyebutkan Agar dakwaan itu

terang ataupun jelas, susunan redaksi diuraikan secara

kronologis dengan bahasa yang mudah

dimengerti, dengan membaca

atau mendengar dakwaan yang dibacakan Penuntut Umum

Terdakwa

akan mendapat gambaran tentang siapa yang melakukan tindak pidana,


tindak pidana yang dilakukan, kapan dan dimana
terjadi, bagaimana kejadiannya, apa

akibat

tindak pidana

perbuatan

itu

itu
dan

sebagainya (Selamat Purba.,SH, mencegah batalnya Surat Dakwaan


Demi Hukum, Sumber Ilmu Jaya, hal.5).
-

Bahwa

Penulisan

UU.RI No.23

Jaksa Penuntut Umum

Tahun 2003 dalam

Surat Dakwaan

merupakan salah pengetikan (Human Error)

semata .
-

Bahwa oleh

karena yang

terserah kepada penilaian

menentukan

batalnya

Surat Dakwaan,

Hakim, maka sebaiknya perkara ini lebih

baik diperiksa terlebih dahulu secara keseluruhan .


IV.KESIMPULAN .
Majelis Hakim yang terhormat,
Sdr. Penasihat Hukum yang kami hormati,
-

Surat Dakwaan

Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini sudah disusun

secara cermat, jelas dan

lengkap sesuai

dengan Pasal 143 Ayat (2)

KUHAP;
-

Keberatan dari Penasihat Hukum Terdakwa tidak didukung dengan dasar


hukum dan argumentasi yang kuat dan meyakinkan ;

Keberatan dari Penasihat Hukum Terdakwa tidak berdasar pada Pasal 156
Ayat (1) KUHAP yang merupakan koridor dalam mengajukan keberatan;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 14 dari 22 hal

Keberatan dari Penasihat Hukum Terdakwa

sudah

memasuki pokok

perkara ;
Berdasarkan uraian

yang kami kemukakan dalam tanggapan

atas

keberatan yang diajukan Penasihat Hukum Terdakwa ASNAH HUTAGALUNG,


maka kami Jaksa Penuntut Umum berpendapat bahwa keberatan Penasihat
Hukum Terdakwa tidak dapat diterima .
Untuk itu kami mohon kiranya
dan memutuskan batal

Majelis Hakim yang berwenang menilai

tidaknya surat dakwaan maupun dakwaan

tidak dapat

diterima dalam perkara ini berkenan memutuskan dan menetapkan :


1. Menolak semua keberatan Terdakwa/ Penasihat Hukum Terdakwa ;
2. Menyatakan

surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tanggal 14 April 2015

adalah sah dan memenuhi syarat seperti diatur dalam Pasal 143 Ayat (2)
KUHAP ;
3. Melanjutkan

memeriksa

dengan surat dakwaan

perkara

Terdakwa ASNAH

HUTAGALUNG

Jaksa Penuntut Umum yang telah dibacakan dalam

persidangan sebagai dasar pemeriksaan

perkara dan memerintahkan

untuk menghadirkan Saksi-saksi pada persidangan berikutnya ;


Menimbang,
Penuntut

Umum,

bahwa selanjutnya Penasihat Hukum Terdakwa dan Jaksa


menyatakan

masing-masing

tetap

pada

pendirian

argumentasinya dan selanjutnya mohon Putusan Sela ;


Menimbang, bahwa dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP, definisi eksepsi tidak
dirumuskan secara jelas, istilah yang digunakan adalah keberatan, pengertian
keberatan yang disebut dalam Pasal ini, lebih dekat pengertiannya dengan
Objection dalam sistem Common Law, yang berarti perkara yang diajukan
terhadap terdakwa mengandung tertib acara yang improper (tidak tepat) atau
illegal (tidak sah) (Vide Harahap, M. Yahya, 1985. Pembahasan Permasalahan
dan Penerapan KUHAP, pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi dan
Peninjauan Kembali. Jakarta : Sinar Grafika, hal. 123) ;
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 156 ayat (1) KUHAP dan
perundang-undangan yang lain serta dalam praktek peradilan ada beberapa jenis
eksepsi atau keberatan sebagai berikut :
a. Eksepsi Kewenangan Mengadili
Eksepsi ini mengandung arti pengadilan yang dilimpahi tidak berwenang
mengadili, yang diklasifikasi

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 15 dari 22 hal

1) Tidak berwenang secara absolut


2) Tidak berwenang secara relatif
b. Eksepsi Kewenangan Menuntut, Gugur
Yang dikategorikan eksepsi kewenangan menuntut gugur adalah :
1) Exceptio judicate atau nebis in idem (Pasal 76 KUHP)
2) Exceptio in tempore atau daluwasa (Pasal 78 KUHP)
3) Terdakwa meninggal dunia (Pasal 77 KUHP)
c. Eksepsi Tuntutan Penuntut Umum Tidak Dapat Diterima
Yang dikategorikan eksepsi tuntutan Penuntut Umum Tidak Dapat Diterima
adalah :
1) Eksepsi pemeriksaan penyidikan tidak memenuhi syarat ketentuan Pasal 56
ayat (1) KUHP.
2) Eksepsi pemeriksaan tidak memenuhi syarat klacht delict
d. Eksepsi Lepas dari Segala Tuntutan Hukum
Eksepsi ini dikonstruksi dari ketentuan Pasal 67 KUHAP, yang
memperkenalkan bentuk putusan Pengadilan Negeri lepas dari segala tuntutan
hukum atau onslag van rechtsvervolging. Selanjutnya apa yang disebut dalam
Pasal 67 KUHAP tentang eksepsi ini, dipertegas lagi dalam Pasal 191 KUHAP,
yang memberi patokan tentang arti putusan lepas dari segala tuntutan hukum,
yakni : Jika perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti, tetapi
perbuatan itu tidak merupakan sesuatu tindak pidana.
Dalam praktek, pada umumnya yang sering menjadi dasar untuk menjatuhkan
lepas dari segala tuntutan hukum, apabila tindak pidana yang didakwakan
mengandung sengketa perdata sehingga apa yang didakwakan pada
dasarnya termasuk sengketa perdata yang harus diselesaikan melalui proses
peradilan perdata.
e. Eksepsi Dakwaan Tidak Dapat Diterima
Jenis eksepsi dakwaan tidak dapat diterima, meliputi :
1) Eksepsi subjudie, tindak pidana yang didakwakan sedang tergantung

pemeriksaannya.
2) Eksepsi in personan, yaitu orang yang diajukan sebagai terdakwa keliru
3) Eksepsi keliru sistematika dakwaan subsidairitas
4) Eksepsi keliru bentuk dakwaan yang diajukan.

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 16 dari 22 hal

f. Eksepsi Dakwaan Batal


1) Dakwaan tidak memuat tanggal dan tanda tangan.
2) Dakwaan tidak menyebut secara lengkap identitas terdakwa (Pasal 143 ayat
(2) huruf a KUHAP.
3) Dakwaan tidak menyebut locus delicti dan tempus delicti (Pasal 143 ayat (2)
huruf b KUHAP.
4) Dakwaan tidak cermat, jelas dan lengkap uraian mengenai tindak pidana
(Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP.
(Vide Harahap, M. Yahya, 1985. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan
KUHAP, pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi dan Peninjauan
Kembali. Jakarta : Sinar Grafika, hal. 125-133) ;
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan uraian atau rumusan Surat
Dakwaan yang cermat, jelas dan lengkap merupakan persyaratan Materiil suatu
Surat Dakwaan memang tidak kita temukan dalam penjelasan Umum dari Pasal
143 KUHAP, akan tetapi dari beberapa literature Pembahasan Permasalahan
dan Penerapan KUHAP Yahya Harahap Sinar Grafika 2001 Edisi kedua,
halaman 374 atau dari beberapa Ahli yang telah diakui dan di ikuti dalam praktek
Peradilan serta Yurisprudensi tetap Mahkamah Agung, diperoleh pengertian
sebagai berikut :
1. Dakwaan tidak cermat: Yang dimaksud dengan cermat adalah ketelitian
jaksa penuntut Umum dalam mempersiapkan dan merumuskan surat
dakwaan, sehingga tidak adanya kekurangan atau kekeliruan yang dapat
mengakibatkan batalnya surat dakwaan atau tidak dapat dibuktikan dakwaan
itu sendiri ;
2. Dakwaan tidak jelas: Yang dimaksud dengan jelas adalah jaksa penuntut
umum harus mampu merumuskan unsur-unsur delict yang didakwakan dan
dipadukan dengan uraian perbuatan material yang dilakukan Terdakwa
dalam Surat Dakwaan ;
3. Dakwaan tidak lengkap adalah uraian surat dakwaan harus mencakup
semua unsur yang ditentukan undang-undang jangan sampai terjadi adanya
unsur yang tidak dirumuskan secara lengkap atau tidak diuraikan perbuatan
materilnya secara tegas dalam dakwaan, yang dapat berakibat perbuatan itu
bukan merupakan tindak pidana.Rumusan dari perbuatan-perbuatan yang
dilakukan harus dirumuskan secara tegas dan dijelaskan unsur-unsur yang
subjektif dan objektif ;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 17 dari 22 hal

Menimbang,

bahwa

Pengadilan

Negeri

Padang

Sidempuan

telah

menjatuhkan putusan Sela tanggal 26 Mei 2015 yang amarnya sebagai berikut ;
1. Menyatakan nota keberatan/eksepsi Penasehat Hukum Terdakwa dikabulkan
untuk seluruhnya ;
2. Menyatakan Dakwaan

Jaksa

38/Ep.1/PSP/04/2015, tidak

Penuntut Umum No.Reg.Perkara : PDM-

memenuhi

dasar hukum

sebagaimana

dimaksud pada Pasal 143 Ayat (2) Sub a dan b KUHAP dan karena itu
berdasarkan ketentuan Pasal 143 Ayat (3) KUHAP harus dinyatakan batal
demi hukum ;
3. Menyatakan demi hukum Dakwaan Jaksa Penuntut Umum No.Reg.Perkara :
PDM-38/Ep.1/PSP/04/2015, tidak

dapat

diterima (Niet Onvankelijke

Verklaard) ;
4. Membebankan biaya perkara kepada negara ;
Membaca :
1. Akta permintan banding Nomor :28/Akta.Pid/2015/PN-PSP yang diperbuat dan
ditanda tangani oleh H.Muhammad Amin.SH, Wakil Panitera Pengadilan Negeri
Padang Sidempuan yang menerangkan bahwa terhadap putusan Sela tanggal
1 Juni 2015, Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan permintaan banding
terhadap

putusan

tersebut

diatas,

permintaan

banding

mana

telah

diberitahukan dengan sempurna kepada terdakwa pada tanggal 11 Juni 2015 ;


2. Surat pemberitahuan untuk mempelajari berkas perkara bertanggal 9 Juli 2015
Nomor :W2.U.5/1122/HN.01.10/VII/2015 yang menerangkan bawa kepada
Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa telah diberitahukan akan haknya untuk
mempelajari berkas perkara di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Padang
Sidempuan tertanggal 9 Juli 2015 s/d 23 Juli 2015 ;
Menimbang, bahwa permintaaan banding yang diajukan oleh Jaksa
Penuntut Umum telah diajukan dalam tenggang waktu dan dilakukan dengan cara
serta telah memenuhi syarat-syarat

sebagaimana yang ditentukan menurut

Undang-undang, maka permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum tersebut


secara formil dapat diterima ;
Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak ada mengajukan memori
banding ;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 18 dari 22 hal

Menimbang, bahwa dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum


terhadap terdakwa ASNAH HUTAGALUNG
pertama melanggar pasal

adalah

dakwaan alternatif yaitu

80 ayat (1) UURI no.23 tahun 2003 tentang

Perlindungan anak atau kedua melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP ;
Menimbang, bahwa yang menjadi pokok persoalan dalam perkara ini ialah
tentang surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang oleh Penasehat hukum
terdakwa telah mengajukan keberatan/eksepsi, sebagaimana terurai dibawah ini
yaitu :
1. Bahwa Penasehat Hukum terdakwa mempermasalahkan tentang surat
dakwaan Jaksa Penuntut Umum yaitu tentang pasal 351 ayat (1) KUHP dan
pasal 80 ayat (1) UU No.23 tahun 2003 yang didakwakan terhadap terdakwa
dimana menurut Penasehat Hukum, terdakwa tidak dapat dihukum berdasarkan
pasal tersebut, karena pasal 80 ayat (1) UU No.23 tahun 2003 adalah tentang
pemilihan presiden dan wakil presiden sementara pasal 351ayat 1 berlaku azas
lex specialis derogat lex generalis, sehingga dakwaan tersebut harus
dinyatakan tidak dapat diterima ;

2. Bahwa selanjutnya permasalahan kedua yang diajukan Penasehat hukum


terdakwa ialah tentang keterangan saksi-saksi serta keterangan terdakwa yang
tidak menurut kejadian yang sebenarnya ;

Menimbang, bahwa tentang keberatan Penasehat Hukum tersebut pada


bagian nomor 1 diatas majelis Pengadilan Tinggi berpendapat sebagai berikut :
- Bahwa dasar pemeriksaan perkara pidana dipersidangan adalah surat
dakwaan,

dimana

surat

dakwaan

tersebut

harus

memenuhi

syarat

sebagaimana yang diatur dalam pasal 143 ayat 2 (a) dan (b) KUHAP dan
apabila tidak memenuhi syarat tersebut diatas maka surat dakwaan batal demi
hukum ;
Menimbang, bahwa surat dakwaan pertama yang diajukan Jaksa Penuntut
Umum terhadap terdakwa adalah melanggar pasal 80 ayat (1) UU No.23 tahun
2003 tentang perlindungan anak ;

Menimbang, bahwa

yang dipermasalahkan Penasehat hukum terdakwa

dalam hal ini adalah tentang UU No.23 tahun 2003 yang seharusnya adalah

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 19 dari 22 hal

tahun 2002

sebab dakwaan pertama tersebut Jaksa Penuntut Umum

menyebutkan juga tentang Perlindungan anak dan bukan tentang pemilihan umum
Presiden dan wakil Presiden ;
Menimbang, bahwa setelah majelis memperhatikan uraian dakwaan Jaksa
Penuntut Umum tentang cara membuat surat dakwaan yang telah memenuhi
syarat sebagaimana yang diatur dalam pasal 143 ayat (2) KUHAP sehingga
uraian dakwaan tersebut telah tepat dan benar sehingga dapat dijadikan dasar
untuk pemeriksaan selanjutnya, sementara tentang tahun pasal yang didakwakan
dimana yang tertulis pasal 80 ayat (1) UU RI No.23 tahun 2003 tentang
Perlindungan anak, tentang Perlindungan anak seharusnya menjadi pasal 80 ayat
(1) UURI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak;
Menimbang,

bahwa

dari

uraian-uraian

tersebut

diatas

majelis

berkesimpulan bahwa hal itu terjadi bukan karena disengaja akan tetapi karena
salah ketik saja dan tidak menjadi alasan untuk membatalkan dakwaan tersebut,
sebab penguraian surat dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum tersebut
telah tepat dan benar;
Menimbang, bahwa selanjutnya mengenai keberatan kedua yaitu tentang
keterangan saksi-saksi dan terdakwa yang menurut Penasehat hukum terdakwa
tidak menurut keterangan yang sebenarnya dst,;
Menimbang bahwa

mengenai keberatan kedua dari Penasehat hukum

tersebut yaitu keberatan tentang keterangan saksi-saksi dan terdakwa maka


dalam hal ini Pengadilan Tinggi tidak menanggapinya lagi lebih lanjut karena
materinya

sudah menyangkut pokok perkara, jadi akan diputus bersamaan

dengan pemeriksaan pokok perkara ;


Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut
diatas , Pengadilan Tinggi tidak sependapat dengan pertimbangan Majelis Tingkat
pertama, sehingga karenanya putusan tersebut harus dibatalkan;
Menimbang, bahwa

mengenai ongkos perkara dalam hal ini akan

ditetapkan bersamaan dengan pemeriksaan pokok perkara ;


Memperhatikan pasal 80 ayat (1) UURI No.23 tahun 2002 tentang
Perlindungan anak jo pasal 143 ayat (1) dan (2) KUHAP serta peraturan-peraturan
lain yang berhubungan dengan perkara ini ;
MEN ETAPKAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 20 dari 22 hal

- Menerima permintaan banding dari Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Padang


Sidempuan ;
-

Membatalkan

putusan

Pengadilan

Negeri

Padang

Sidempuan

Nomor

183/Pid.Sus/2015/PN-Psp tanggal 26 Mei 2015 atas nama terdakwa ASNAH


HUTAGALUNG ;
DAN DENGAN MENGADILI SENDIRI :
1. Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tanggal 14 April 2015
Nomor Regiter perkara:PDM-38/EP.1/PSP/04/2015 atas nama terdakwa
telah tepat dan benar;
2. Menyatakan lagi bahwa dasar dakwaan yang melanggar pasal 80 ayat (1)
UURI No.23 tahun 2003 seharusnya menjadi pasal 80 ayat (1) URI No.23
tahun 2002 tentang perlindungan anak ;
3. Memerintahkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padang Sidempuan untuk
melanjutkan pemeriksaan pokok perkara atas nama terdakwa tersebut ;
4. Menunda pembayaran ongkos perkara sampai selesai pemeriksaan pokok
perkara ;
Demikian ditetapkan dalam permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan
Tinggi Medan pada hari SENIN tanggal 16 Nopember 2015, oleh Kami : BANTU
GINTING,SH Hakim Pengadilan Tinggi

Medan sebagai Hakim Ketua Majelis,

JANNES ARITONANG,SH.MH, dan Dr.RIDWAN RAMLI,SH.MH. masing-masing


sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut
ditingkat banding berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan
tanggal 6 Agustus 2015, No. 465/ PID.SUS / 2015 / PT - MDN, penetapan mana
telah diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari RABU tanggal 2
Desember 2015 oleh Ketua Majelis dengan didampingi Hakim-Hakim Anggota
tersebut serta LUHUT BAKO, SH. Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi
Medan tanpa dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum maupun Terdakwa ;

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 21 dari 22 hal

HAKIM ANGGOTA,

1.JANNES ARITONANG,SH.MH.

HAKIM KETUA,

BANTU GINTING,SH

2.RIDWAN RAMLI,SH.MH
PANITERA PENGGANTI,

LUHUT BAKO, SH.

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 465/ Pid/ 2015/ PT.Mdn

Halaman 22 dari 22 hal