Anda di halaman 1dari 3

KETENTUAN PERSEBARAN TITIK GCP DAN ICP

A. Sebaran Titik Kontrol Tanah


Identifikasi Titik Kontrol Tanah dan Titik Uji Akurasi adalah tahapan menentukan distribusi titik kontrol dan
titik uji yang tersebar merata dengan komposisi yang optimal sesuai dengan area pekerjaan.
a. Titik Kontrol Tanah
Titik ini merupakan titik kontrol tanah yang digunakan dalam koreksi citra orthorektifikasi. Syarat
penentuan sebaran titik kontrol tanah adalah sebagai berikut:
- Pada sisi perimeter area citra;
- Pada tengah area/scene;
- Pada wilayah perbatasan/overlap scene citra;
- Tersebar secara merata dalam area citra
- Menyesuaikan kondisi terrain
b. Titik Uji Akurasi
Titik kontrol tanah yang akan digunakan sebagai titik uji hasil orthorektifikasi. Syarat persebaran ICP
adalah sebagai berikut:
-

Obyek yang digunakan sebagai titik uji harus memiliki sebaran yang merata di seluruh area yang
akan diuji, dengan ketentuan sebagai berikut:
Pada setiap kuadran jumlah minimum titik uji adalah 20% dari total titik uji.
Jarak antar titik uji minimum 10% dari jarak diagonal area yang diuji yang diilustrasikan pada
gambar 1

Gambar 1. Distribusi dan Jarak ideal antar titik

Untuk area yang tidak beraturan, pembagian kuadran dilakukan dengan membagi wilayah
kelompok data menjadi empat bagian, dimana setiap bagian dipisahkan oleh sumbu silang.
Pembagian kuadran dibuat sedemikian rupa sehingga jumlah dan sebaran titik uji
merepresentasikan wilayah yang akan diuji. Ilustrasi kondisi ini ditunjukkan pada gambar 2 berikut.

(a) Distribusi ideal titik uji

(b) Jarak ideal antar titik uji

Gambar 2. Distribusi dan Jarak antar titik uji (untuk area yang tidak beraturan)

Jumlah titik uji untuk mendapatkan ketelitian dengan tingkat kepercayaan 90% ditunjukkan pada Tabel
A.1.
Tabel Error! No text of specified style in document..1 Jumlah Titik Uji Akurasi Berdasarkan Luasan

Luasan (km)

Jumlah titik uji


untuk
ketelitian
horizontal

Jumlah titik uji untuk ketelitian vertikal


Area nonvegetasi

Area
vegetasi

Jumlah
total titik

< 250

12

250 500

20

20

25

501-750

25

20

10

30

751-1000

30

25

15

40

1001-1250

35

30

20

50

1251-1500

40

35

25

60

1501-1750

45

40

30

70

1751-2000

50

45

35

80

2001-2250

55

50

40

90

2251-2500

60

55

45

100

Jumlah titik uji untuk ketelitian geometri bertambah sejumlah 5 titik untuk setiap penambahan luasan
sebesar 250 km.

Daerah pertampalan

Gambar 3 Ilustrasi Sebaran Titik GCP dan ICP

KETENTUAN PEMILIHAN TITIK GCP


Syarat penentuan objek untuk titik kontrol (GCP maupun ICP) adalah sbb:
1. Obyek yang dijadikan GCP harus dapat diidentifikasi secara jelas dan akurat pada citra dalam resolusi
tersebut.
2. Obyek harus berada pada permukaan tanah.
3. Obyek bukan merupakan bayangan.
4. Obyek tidak memiliki pola yang sama.
5. Obyek merupakan permanen dan diam serta diyakini tidak akan mengalami perubahan atau
pergeseran pada saat pengukuran GNSS.
6. Bentuk obyek harus jelas dan tegas.
7. Warna obyek harus kontras dengan warna disekitarnya.
8. Terdapat akses menuju lokasi GCP.
9. Bangunan dapat dipilih menjadi objek titik kontrol tanah dengan syarat adalah sebagai berikut:
- Tidak ada objek lain selain bangunan
- Merupakan bangunan konkrit / bukan bangunan sementara
- Bukan bangunan bertingkat. Ketinggian bangunan maksimal 3 meter.
- Objek yang diukur merupakan sudut atap dan bukan sudut tembok bagian dalam bangunan