Anda di halaman 1dari 6

RESUME

INSTRUMENTASI TEHNIK AV SHUNT


PADA NY.S DENGAN CKD STADIUM V
KAMAR OPERASI 14 PAVILIUN

Oleh :
EMY JAMILAH

PELATIHAN INSTRUMENTATOR KAMAR OPERASI


RUMAH SAKIT DR. SAIFUL ANWAR MALANG
2015

1. PENGERTIAN
1) Teknik instrumentasi AV Shunt
Yaitu merupakan suatu cara melakukan pengelolaan instrumen pada operasi av
shunt.
2) Av shunt
Adalah Suatu cara untuk membuat akses yang permanen pada pembuluh darah
yaitu dengan membuat anastomosis antara arteri dan vena yang biasa disebut cimino
broschia fistula atau dengan menghubungkan arteri dan vena lewat pembuluh darah
tambahan ( graft ), daerah yang dipilih biasanya pembuluh darah di lengan
bawah(http://www.wikiblog.com).

3) CKD (Chronic Kidney Disease) Stadium V


Adalah gangguan ginjal yang progresif dan irreversibel, dimana kemampuan tubuh
gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,
menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah)
Disebut juga fase kegagalan atau insufisiensi ginjal progresif ditandai dengan
azotemia (peningkatan kadar BUN dan kreatinin serum) disebabkan oleh penurunan GFR
yang cepat, yang pada akhirnya menyebabkan berkembangnya ESRD dan membutuhkan
dialisis atau transplantasi ginjal.Kelainan ginjal dengan LFG<15 mL/menit/1,73 m2 atau
gagal ginjal terminal. Ginjal kehilangan fungsinya setiap bulan hingga 3%.
(http://patofisiologi.wordpress.com)
2. INDIKASI
Pasien yang akan di lakukan tindakan haemodialisa.
3. KONTRAINDIKASI
Tanda tanda vital tidak normal
Hasil pemeriksaan laborat tidak normal / ada kelainan
Keadaan umum pasien jelek.
4. PERSIAPAN
4.1 Persiapan Pasien
- Persetujuan tindakan operasi ( Inform Consent )
- Pasien memakai baju khusus pasien operasi
- Memasang plat diathermi / arde pada tungkai kaki kiri
- Pasien menanggalkan semua perhiasan yang dipakai bila ada.
- Mencuci pasien pada area yang akan dilakukan incisi dengan sabun disinfektan
4.2 Persiapan Lingkungan
- Mengatur dan mengecek suhu ruangan fungsi mesin couter, lampu operasi, meja
operasi.
- Menyiapkan tempat sampah medis dan non medis.
- Memasang perlak dan doek pada meja operasi. sarung meja mayo, mempersiapkan
linen steril dan instrument yang akan digunakan.
- Menempatkan tempat sampah pada tempat yang sesuai sehingga mudah digunakan.
- Pasien diposisikan pada posisi supinasi dengan lengan yang akan di insisi di letakkan
di samping meja operasi.

4.3 Persiapan Alat


4.3.1 Instrumen Operasi
a. Instrumen di Meja Mayo
Hanvant Mess (Scalpel Blade and Handle) No.3 / 7
Gunting metzenbaum
Gunting benang
Pinset anatomi (bebek)
Pinset Cirugi (bebek)
Pinset vaskuler
Desinfektan Klem
Duk klem
Mosquito klem
Klem 90
Klem sepatu (Rubber Klem)
Hak kombinasi (sen miller)
Gunting vaskuler
Needle Holder vaskuler
Klem satinsky bengkok
Buldog klem
Needle holder
Klem pean lurus kecil
Klem pean bengkok tanggung
Tegel nelaton biru dan merah

1/1
1
1
2
2
2
1
5
3
1
1
2
1
1
1
1
1
1
3
1/1

b. Instrumen di meja Instrumen


Gown (scort) / duk tebal besar
Duk sedang (panjang) / duk kecil
Handuk kecil / sarung meja mayo
Kasa
Deppers
Couter
Kom kecil berisi betadin / heparin / Ns
Hand scoun / Under pad steril
c. Troli Washkom
Baskom Besar / Bengkok
Kom Besar

5/2
2/4
5/1
10
10
1
1/1/1
4/1

2/2
3

d. Instrumen Penunjang
Elektro Surgical Unit / ESU
4.3.2

Set Linen

Scort / Gown
Duk Besar
Duk Kecil
Sarung Meja Mayo
Handuk kecil
4.3.3

BAHAN HABIS PAKAI

6
5
4
1
6

Handscoon steril
Mess no 15/11
Nacl 0,9 % / Under pad steril
Povidon iodin
Spuit 10 cc / 3 cc
Premiline 7.0 dengan 2 jarum / premiline 4.0
Zeide 3.0
Pehacain
Marcain 0,5 %
Heparin 0,5 cc + Ns 0,9 % 50 cc
Kassa
Deppers
Sufratul
Selang Ngt no 5
Hepavix

Sesuai kebutuhan
1/1
500 cc / 1
Secukupnya
2/1
1/1
1
2 Amp
4 cc
2500 iu
10
10
1
1
Secukupnya

5. INSTRUMENTASI TEKNIK
Sign In ( konfirmasi identitas pasien, inform consent pasien,sign mark area incisi )
1. Pasien datang, mengecek kelengkapan pasien
2. Menulis Identitas pasien di buku register dan buku kegiatan
3. Membantu pasien pindah dari brankart ke meja operasi
4. Setelah itu perawat sirkuler mencuci araea operasi dan mengeringkan dengan duk steril.
5. Memasang ground diatermi pada tungkai kaki kiri pasien
6. Instrumen melakukan cuci tangan bedah (surgical scrub), memakai scort (gowning) dan
sarung tangan steril secara tertutup(gloving)
7. Instrumen membantu memakaikan scort dan sarung tangan steril pada tim operasi.
8. Berikan kepada operator bengkok yang berisi povidone iodine 10 % dan deppers steril dan
desinfeksi klem untuk desinfeksi area incisi.
9. Membantu drapping area operasi dengan memasang Drapping : Under pad steril dialasi
duk kecil diatasnya untuk area tangan. Duk kecil segitiga untuk lengan bagian atas
melingkar dejepit dengan duk klem. Duk kecil untuk bagian telapak tangan melingkar
dejepit dengan duk klem Duk sedang untuk bagian tubuh atas. Duk besar untuk menutupi
bagian atas sampai kaki.
10. Mendekatkan meja mayo dan meja instrumen, pasang kabel monopolar dan difiksasi
dengan kasa dan duk klem
Time Out ( Perkenalan tim operasi dan tugas masing-masing, konfirmasi nama,jenis
tindakan dan area operasi, pemberian antibiotik profilaksis, antisipasi kejadian kritis dan
kebutuhan instrumen radiologi bila perlu dan doa )
11. Berikan kasa pada operator untuk membersihkan sisa dari providon iodin kemudian
berikan spuit 10 cc yang berisi ( pehacain + marcain + Ns 0,9%) kepada operator, untuk
local anathesi pada area yang akan dilakukan incisi.
12. Berikan pincet bebek cirurgi untuk tes anesthesi.
13. Berikan handle mess no.15 dalam bengkok pada operator untuk insisi dan pincet bebek
cirurgi , berikan kasa dan mosquito pada asisten untuk merawat perdarahan dan juga
pincet bebek cirurgi.
14. Berikan gunting metzenbaum + pinset cirurgis pada operator & pinset cirurrgis lagi untuk
asisten untuk membebaskan jaringan lemak, lalu rawat perdarahan dan berikan couter
pada asisten.
15. Berikan haak kombinasi pada asisten untuk memperluas lapangan operasi.
16. Setelah terlihat vena, berikan klem 90 dan tegel warna biru pada operator untuk dilakukan
teugel guna membebaskan vena dari jaringan disekitarnya.

17. Berikan klem mosquito pada operator untuk menjepit vena bagian distal dan berikan
buldog klem untuk menjepit vena proximal, kemudian berikan gunting metzenbaum untuk
memotong vena diantara klem mosquito dan buldog.
18. Berikan benang ziede 3.0 dengan dijepit dengan mosquito klem pada operator untuk
ligasi vena bagian distal dan berikan gunting benang pada aasisten.
19. Setelah vena terpotong berikan cairan heparin yang telah di oplos dengan Ns 0,9 % ( 0,5 :
50cc ) pada operator dalam spuit 10cc dan disambung dengan selang NGT no 5 untuk
dilakukan dilatasi pada vena proximal untuk mengecek apakah ada sumbatan atau tidak,
setelah itu berikan buldog kembali untuk klem vena proximal.
20. Setelah selesai berikan klem 90 pada operator dan haak kombinasi pada asisten untuk
mencari & membebaskan arteri.
21. Berikan kasa + pinset bebek anatomis serta couter untuk merawat perdarahan.
22. Setelah arteri ditemukan berikan tegel warna merah untuk dilakukan tegel dan dijepit
dengan klem.
23. Setelah arteri dibebaskan klem dengan klem satinsky bengkok , berikan handle mess no 11
dalam bengkok pada operator untuk insisi arteri sebelum dilakukan penyambungan
dengan vena.
24. Berikan gunting vaskuler untuk memperlebar incisi agar sesuai dengan vena yang akan
disambungkan.
25. Berikan nald holder vasculer dan benang premiline no 7.0 dengan 2 jarum pada operator
untuk dilakukan penyambunagan antara vena proximal dengan arteri.
26. Berikan spuit 10 cc yang berisi ns 0.9 % pada asisten untuk membasahi tangan operator
dan asisten supaya tidak licin.
27. Setelah penyambungan selesai berikan gunting benang pada aasisten
28. Setelah tersambung lepas buldog dan klem stastinky.
29. Setelah selesai, rawat perdarahan bila ada
Sign Out ( Jenis tindakan, Kecocokan jumlah instrumen, kassa jarum sebelum dan
sesudah operasi, Permasalahan pada alat dan Perhatian khusus pada masa pemulihan)
30. Penutupan luka operasi pada kulit dengan menggunakan premilene no.4 0.
31. Membersihkan daerah incisi dengan kassa di basahi NS lalu dikeringkan dengan kasa
kemudian tutup dengan sufratul, kassa kering dan fiksasi dengan hipavik
32. Setelah merapikan pasien, pasien lalu di bawa ke ruang RR
33. Semua instrumen di dekontaminasi dengan larutan zidesym kurang lebih 2 menit lalu cuci
kemudian di keringkan dan packing kembali, kemudian di lakukan sterilisasi
34. Merapikan kamar operasi dan menginventaris bahan habis pakai pada Depo Farmasi
35. Operasi selesa

Pebimbing OK 14

Siti Kayatun, Amd Kep