Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum ke-14

m.k. Farmakologi Ikan

Hari/ tanggal
Kel/Shift
Dosen
Asisten

: Senin/ 11 Desember 2016


: 2/ 1
: M. Arif Mulya, SPi
: Januar Setiaputra P, AMd
Fierta F. Ratnasari, AMd

PENGARUH KESALAHAN PENANGANAN OBAT


Disusun oleh :
Fanni Qurrotu Aini
J3H114015

PROGRAM KEAHLIAN
TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN BUDIDAYA
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Obat-obatan adalah senyawa atau campuran senyawa yang dipakai untuk
mengurangi gejala penyakit atau untuk menyembuhkan penyakit. Obat-obatan
termasuk pestisida pada budidaya ikan digunakan untuk mencegah dan mengobati
atau menyembuhkan penyakit ikan yang disebabkan oleh hama dan berbagai
penyakit infeksi (parasite) penggunaan obat-obatan dianggap sangat praktis,
efektif, dan murah. Tetapi obat-obatan kebanyakan tidak spesifik dan dapat
menimbulkan strain bakteri yang resisten dan menimbulkan pencemaran
lingkungan (Taufik, 1994).
Penyakit yang menyerang biota akuatik salah satunya disebaban oleh
penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur (Nurdianto, dan
Sumartono 2006). Salah satu cara mengobati (menyembuhkan) penyakit ikan
yaitu dengan menggunakan obat antibiotik atau obat herbal. Contoh antibiotik
yang biasa digunakan di dalam kegiatan akuakultur adalah Oxytetracycline,
Streptomycine, furazolidone, dan lain lain. Sedangkan untuk obat herbalnya yang
biasa digunakan dalam kegiatan akuakultur adalah sirih, sambiloto, meniran,
mahkota dewa, dan lain-lain.
I.2. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui efek dari penggunaan obat yang
telah lama disimpan.
II
METODOLOGI
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Pengaruh Kesalahan Penanganan Obat dilaksanakan pada tanggal
17 Desember 2015 di ruang CA BIO 1, Program Diploma, Institut Pertanian
Bogor.
2.2 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah cawan petri,
mikropipet, mikrotip, penggaris, spidol, bunsen, batang penyebar, tabung reaksi.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah media TCBS, inokulan
bakteri Aeromonas hydrophila dan Escherichia coli., ekstrak kunyit lama dan
baru, ekstrak daun sambiloto lama dan baru, probiotik lama dan baru,
oxytetracycline, furazolidone lama dan baru, korek api, plastic wrap, label,
alkohol, larutan fisiologis, dan tisu.
2.3 Prosedur Kerja
Pertama-tama disiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Kemudian tangan
serta meja dan alat-alat disemprot dengan alkohol agar steril. Lalu diambil
Inokulan bakteri Aeromonas hydrophila dan Escherichia coli menggunakan
mikropipet sebanyak 100l kemudian diletakkan di cawan petri berisi media, lalu
inokulan bakteri yang sudah diletakkan di cawan petri disebar secara merata

menggunakan batang penyebar. Setelah itu cawan petri berisi inokulan bakteri
dibagi menjadi empat bagian lalu, kertas cakram diambil dan dicelupkan ke
bahan-bahan yaitu ekstrak kunyit lama dan baru, ekstrak daun sambiloto lama dan
baru, probiotik lama dan baru, oxytetracycline, furazolidone lama dan baru dan
larfis. Namun pada larfis, sesudah kertas cakram dicelupkan pada larfis lalu
diletakkan pada tengah cawan petri.. Setelah selesai, cawan petri ditutup rapat dan
diinkubasi selama 18-24 jam dalam suhu ruang.

III HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil
Berikut ini merupakan hasil pemeriksaan efektifitas obat lama dan baru
terhadap bakteri Aeromonas hydrophila dan Escherichia coli

Tabel 1. Pengukuran zona hambat pada beberapa obat.


Cawan
NO.1
NO.2
NO.3
NO.4
NO.5
(mm)
(mm)
(mm)
(mm)
(mm)
A1
1,6
2,6
0
A2
2,3
5,5
0
B1
1
1,5
0
B2
8
21,6
0
Keterangan :
NO.1 = Kunyit baru
NO.2 = Sambiloto baru
NO.3 = Probiotik baru
NO.4 = Furazolidone baru
NO. 5 = larutan fisiologis
K
= Kunyit lama
SMB = Sambiloto lama
Pi = Probiotik lama
An = Furazolidone lama
A1 = cawan bakteri Aeromonas hydrophila 1
A2 = cawan bakteri Aeromonas hydrophila 2
B1 = cawan bakteri Escherichia coli 1
B2 = cawan bakteri Escherichia coli 2

K
(mm)
0
1
-

SMB
(mm)
2,5
1
-

Pi
(mm)
0
7,2

An
(mm)
5,5
16,3

Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil bahwa bahan ekstrak kunyit


baru, sambiloto baru, probiotik baru, dan furazalidone baru menghasilkan zona
hambat lebih besar dibandingkan dengan bahan ekstrak kunyit lama, sambiloto
lama, probiotik lama, dan furazalidone lama.

3.2 Pembahasan
Bentuk penanggulangan penyakit ikan, bentuk pencegahan dengan
menerapkan metode budidaya ikan yang tepat, mulai dari memilih lokasi, wadah
budidaya, benih, hingga pemeliharaan dan seluruh aspek-aspek terkait, masih
dianggap lebih unggul. Sebab penggunaan obat-obatan belum menjamin
keberhasilan 100% penggunaan obat-obatan juga mempunyai efek samping dan
beberapa kelemahan. Hendaknya menggunakan obat dari bahan kimia merupakan
pilihan terakhir. Ocytetracycline, mempunyai kelemahan atau efe samping yaitu
dapat menghambat pembekuan darah secara normal, residu pada kulit, serta
berkurangnya jumlah bakteri akan diikuti pertumbuhan jamur yang hebat.
Furazolidone, ditemukan sejak tahun 1948 dan sekarang sudah ada yang resiten
atau kebal (Taufik, 1994).
Memakai bahan obatan kimia pasti meninggalkan residu alangkah lebih
baik menggunakan bahan-bahan alami seperi kunyit. Kunyit merupakan bahan
herbal yang mengandung zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa
diarilheptanoid
3-4%
juga
terdiri
dari curcumin,
dihidrokurkumin,
desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin. Selain itu, kunyit juga
mengandung minyak atsiri 2-5%, tannin, dan mineral. Kegunaan kunyit untuk
akuakultur berkhasiat mematikan kuman dan menghambat aktifitas karsinogen
serta menghambat aktifitas inflamasi tinggi. (Lestari, 2010).
Dapat juga menggunakan sambiloto yaitu bahan herbal yang mengandung
zat aktif utama andrographolide. Zat ini paling banyak tada pada daun (2,39%).
Beda dengan bagian biji memiliki zat andropholide yang sangat rendah.
Kegunaan sambiloto dalam akuakultur adalah untuk melindungi sel hati, zat
tokisik, dan memproduksi sel darah putihyang menyerang bakteri.

IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, efek samping dari penggunaan
obat yang telah lama disimpan yaitu dapat mengurangi kinerja obat dan khasiat
obat.
4.2 Saran
Disarankan pada praktikum selanjutnya alat-alat dilengkapi kembali agar
praktikum berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA
Effendi, I. 2012. Dasar-DasarAkuakultur. Jakarta: Penebar Swadaya.
Lestari, Tyas Ayu. 2010. Profil Kimiawi Ekstrak Ramuan Kunyit, Temulawak,
Dan
Meniran
Berdasarkan
Aktivitas
Antioksidan. Departemen
Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bogor :
Institut Pertanian Bogor.
Nurdiyanto dan Sumartono. 2006. Model Distribusi Monogenea Pada Ikan Nila

(Oreochromis niloticus) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas.

LAMPIRAN

Penampakan bawah
cawan

Cawan E. Colli

Cawan A. hydrophila

Pengukuran zona
hambat