Anda di halaman 1dari 2

Kunci pada perakitan colloid

Kata Kunci: koloid, mekanisme, partikel, pembuatan mesin


Ditulis oleh Awan Ukaya pada 05-01-2012

Para peneliti dari Amerika Serikat telah mengembangkan mekanisme tipe


lock-and-key sederhana yang menggerakkan perakitan dengan sendirinya dari partikel colloid.
Mereka mengatakan bahwa pekerjaan mereka memberikan suatu pendekatan baru dalam
pembuatan mesin yang sangat kecil dengan bagian bagian yang dapat dipindahkan.
Menurut pimpinan penelitian yaitu Stefano Sacanna dari New York University, skema perakitan
tim ini sangatlah sederhana dan hampir memalukan. Alat ini berpusat pada dua tipe partikel
suatu lesungan lock dan lingkaran key, yang sesuai satu sama lainnya guna membentuk
sesuatu yang menyerupai suatu bola fleksibel dan stop kontak gabungan. Ini hanyalah suatu
geometri, kata Sacanna. Interaksi antara beberapa bagian tersebut tergantung pada seberapa
bagus kesesuaiannya, dan kemudian semuanya akan dating bersama sama secara alamiah.
Bagaimanapun, ada komponen yang lebih penting lagi suatu polymer yang disebut depletant,
dalam hal ini adalah poly(ethylene oxide), yang mempengaruhi jangkauan pendek perhatian
antara kedua bagian tersebut. Sebagaimana apa yang dijelaskan Sacanna bahwa timnya memilih
polymer yang sensitive terhadap panas dimana akan mengganti ukuran dalam kaitannya
terhadap pergantian udara, memungkinkan mereka mengontrol mekanismenya. Lock dan key ini
melekat bersama sama secara tak beraturan, namun jika suhunya naik, maka mereka akan
terpisah. Selanjutnya mekanisme ini tidak hanya fleksibel, namun juga dapat membalik dengan
baik juga.
Suatu system yang sederhana berdasarkan mekanisme lock dan key memungkinkan beberapa
partikel colloidal dengan bentuk yang saling melengkapi menuju perakitan dengan sendirinya
kedalam kluster komposit dari bentuk berbeda
Kemungkinan bagian yang paling menantang dari proses ini, kata Sacanna, adalah membuat lock
nya. Para peneliti mensintesis dari 3-methacryloxypropyl trimethoxysilane (TPM), yang mem
polymerisasi guna membentuk kerangka luar yang keras dan berseberangan mengelilingi
sekitar inti yang mengerut. Saat inti mengalami kontraksi, kerangka ini akan melengkung seperti
bola sepak yang memiliki lubang angina keluar. Tim Sacanna mengatur dengan baik property
mekanikalnya dari kerangka tersebut dengan sedemikian rupa ketimbang menghancurkan
semuanya bersama sama, kerangka tersebut memperoleh suatu lesungan.

Saya membaca makalah ini dan berkata, Ya ampun, ini benar benar keren, kata Charles
Zukoski, seorang ahli colloid pada University of Illinois di Urbana-Champaign. Aspirasi baru
baru ini dari kebanyakan tim adalah formasi sekumpulan yang teratur. Makalah ini menunjukkan
suatu mekanisme. Dia menambahkan bahwa prinsip penggunaan depletant polymers membuka
berbagai kesempatan guna membangun suatu galaxy dari struktur baru dan fungsinya berguna.
Batasan yang ada hanyalah imajinasi, menurut Sacanna. Namun untuk sekarang ini, hal yang
baru adalah pada pendekatannya dari pada aplikasi dalam kehidupan nyata. Idenya adalah
mendesain suatu skema perakitan yang dapat memberikan anda kebebasan dalam mendesain
kluster ini dengan suatu cara yang sederhana, katanya. Saya kira seperti aplikasi praktis, anda
dapat berpikir mengenai mendesain mesin yang sangat kecil dengan bagian bagian yang dapat
dipindah pindah atau fleksibel.
Dikarenakan beberapa komponennya tidak dipegang bersama sama oleh ikatan kimiawi
hanya dengan tekanan dari depletant polymer ini juga mungkin untuk menggambarkan
pengkombinasian locks dan keys dengan permukaan bahan kimiawi berbeda, tambahnya.
Hayley Birch
Referensi