Anda di halaman 1dari 3

Model Atom Bohr

Kata Kunci: Bohr, model atom


Ditulis oleh Budi Utami pada 18-12-2011
Pada tahun 1913, Niels Bohr menggunakan teori kuantum untuk menjelaskan spektrum unsur.
Bohr memilih hidrogen sebagai model untuk teorinya, hal ini mudah dimengerti karena hidrogen
mempunyai atom yang paling sederhana (satu proton dan satu elektron) (James E. Brady, 1990).
Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa unsur-unsur menghasilkan spektrum garis di mana
tiap unsur mempunyai spektrum yang khas. Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa
elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan-lintasan dengan tingkat energi tertentu.
Pada lintasan itu, elektron dapat beredar tanpa pemancaran atau penyerapan energi. Lintasan
elektron tersebut berupa lingkaran dengan jari-jari tertentu yang disebut sebagai kulit atom.
Pada keadaan normal, elektron akan mengisi kulit-kulit dengan tingkat energi terendah, yaitu
dimulai dari kulit K, L, dan seterusnya. Keadaan di mana elektron mengisi kulit-kulit dengan
tingkat energi terendah disebut tingkat dasar (ground state). Jika atom mendapat energi dari luar
(misalnya dipanaskan, diberi beda potensial), maka elektron akan menyerap energi yang sesuai
sehingga berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Keadaan di mana ada elektron yang
menempati tingkat energi yang lebih tinggi disebut keadaan tereksitasi (excited state).

Model atom niels bohr

Perpindahan elektron dari tingkat energi lebih rendah ke tingkat energi lebih tinggi disertai
penyerapan energi. Sebaliknya, perpindahan elektron dari tingkat energi lebih tinggi ke tingkat
energi lebih rendah disertai pelepasan energi, yaitu berupa radiasi elektromagnet. Elektron dapat
berpindah dari satu lintasan ke lintasan lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah
tertentu energi, yang harganya sama dengan selisih kedua tingkat energi tersebut.
DE = Ef Ei

dengan:
DE = energi yang menyertai perpindahan elektron (joule)
Ef = tingkat energi akhir (joule)
Ei = tingkat energi mula-mula (joule)
Dari percobaan yang dilakukan, Bohr merumuskan sebagai berikut.
1. Elektron bergerak mengelilingi inti atom dengan lintasan (orbit) tertentu, dengan momen sudut
kelipatan dari
h/2.h = ketetapan Planck.
2. Selama elektron bergerak pada lintasannya, maka energinya akan tetap, sehingga tidak
memancarkan energi.
3. Selama bergerak mengelilingi inti, elektron dapat berpindah naik atau turun dari satu lintasan
ke lintasan yang lain.
Karena perpindahan elektron berlangsung antara kulit yang sudah tertentu tingkat energinya,
maka atom hanya akan memancarkan radiasi dengan tingkat energi yang tertentu pula. Dengan
demikian dapat dijelaskan penyebab spektrum unsur berupa spektrum garis. Bohr menggunakan
atom hidrogen sebagai model, dan dia berhasil merumuskan jari-jari lintasan dan energi elektron.
Jari-jari lintasan ke-n dalam atom hidrogen memenuhi rumus:
rn = n2a0
dengan:
n = kulit ke-1, 2, dan seterusnya
a0 = 0,53 (53 pm) (1 pm = 1012 m)
Energi elektron pada lintasan ke-n adalah:
En=-RH/N2
dengan: RH = tetapan (2,179 1018 J)
Teori atom Bohr berhasil diterapkan untuk atom hidrogen, akan tetapi tidak dapat digunakan
untuk memperkirakan spektrum atom lain (yang mempunyai elektron lebih dari satu) (James E.
Brady, 1990).

Model atom hidrogen menurut Niels Bohr