Anda di halaman 1dari 5

Judul

Pengarang
Penerbit
Tahun terbit

: Edensor (Buku ketiga tetralogi Laskar Pelangi)


: Andrea Hirata
: Bentang
: Oktober, 2008 (Cetakan ke-17)

Quick Review:
Buku ini menceritakan pengalaman Ikal, tokoh utama dalam tetralogi Laskar Pelangi, selepas
menyelesaikan sekolah lanjutnya. Dengan menggunakan alur maju mundur, Andrea memulai dengan
menceritakan kejadian-kejadian unik yang terjadi sepanjang masa kecil Ikal dan Arai yang ternyata
memiliki koneksi dengan peristiwa yang menimpai Ikal dan Arai dewasa. Novel ini secara
keseluruhan berfokus pada petualangan Ikal dan Arai menempuh studi di Sorbonne serta perjalanan
berkeliling Eropa sebagai pengamen jalanan.
Pekerjaan itu tidak memberiku kelimpahan, tapi memberi keamanan finansial dan kehidupan yang
itu-itu saja, demikian gampang diramalkan kesudahannya. Aku terjamin secara sederhana,
terlindung oleh sistem, stabil secara psikologis, mapan secara sosial, dan semua tu membuatku
bosan. Aku merasa seperti tupai yang menggendong pinangnyam, kura-kura yang mengerut ke
dalam tamengnya, atau siput yang sembunyi di balik cangkangnya.
Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara
bahaya, dan memecahkan misteri dan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu
terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba
kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan
molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang,
terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh,
menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku
dengan membaca bintang-gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin
melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin
kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari
pati hidup!
Jalanan adalah karya seni instalasi yang sempurna. Ia lurus, berhiaskan lampu dan bunga,
menikung, menanjak, dan kadang-kadang buntu. Ia mengarahkan, meloloskan, menjebak, dan
menyesatkan.
Jalan tempat berparade, [amer kejayaan, juga tempat menggelandang. Jalan tempat lari dari
kenyataan, tempat mencari nafkah. Orang hilir mudik di jalan, mereka bergerak indah, melamun,
riang dan berduyun-duyun, siapa mereka? Ke manakah mereka?
Jalanan seperti panggung dengan dengan kemungkinan konfigurasi dekorasi yang amat luas. Semua
kemungkinan seni dapat ditampilkan di jalanan. Seniman jalanan menghadapi tantangan seni
terbesar.
Puisi untuk satu-satunya cinta dalam hidupku! Zakiah Nurmala...
Di sini! Disaksikan pusara Jim Morrison, kukatakan padamu!

Rampas jiwaku!
Curi masa depanku!
Jarah harga diriku!
Rampok semua milikku!
Sita!
Sita semuanya!
Mengapa kau masih tak mau mencintaiku?!
Kami ingin backpacking, tidur dalam sleeping bag di stasiun, di terminal, emper toko, dan tamantaman. Kami ingin mengunjungi tempat-tempat yang tak dikunjungi turis, menelusuri jalur yang
bukan jalur wisata. Kami ingin melihat inti sari kehidupan bangsa-bangsa Eropa sampai ke
pelosoknya. Kami tak mengharapkan perjalanan yang mudah. Kami ingin tantangan yang
menggetarkan. Inilah esensi petualangan.
Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.
Tertawalah, seisi dunia akan tertawa bersamamu. Jangan bersedih, karena kau hanya akan
bersedih sendirian.
Judul
Pengarang
Penerbit
Tahun terbit

: Semesta Sebelum Dunia


: Fahd Djibran
: Noura Books
: April, 2013 (Cetakan ke-1)

Quick Review:
Novel ini menganalogikan mengenai kehidupan yang dialami setiap manusia sebelum dilahirkan ke
dunia. Di mulai dengan perjalanan dari Alam Roh ke Alam Rahim dengan menggunakan kereta super
cepat dari Stasiun Peralihan, kehidupan di Alam Rahim dimulai. Dari umur 4-38 minggu dalam
kandungan, berbagai peristiwa yang terjadi pada calon manusia diceritakan dengan analogi yang
unik.
Jangan berfokus pada tempat kau berangkat, berfokuslah pada tempat yang akan kau tuju. Orangorang selalu berpikir dari mana mereka berasal, tanpa pernah berpikir ke mana mereka akan pergi.
Memberi adalah mendapatkan lebih
Bayangkan kita berdua berada dalam suatu ruangan gelap tanpa ada cahaya sedikit pun. Masingmasing dari kita memiliki sebuah lilin, tapi hanya aku yang mempunyai korek. Ketika aku menyalakan
lilinku dengan korek yang aku miliki, ruang tempat kita berada menjadi sedikit lebih terang. Tapi apa
yang terjadi jika aku juga memberikan api dari korekku padamu? Maka lilinmu akan ikut menyala.
Ruangan pun akan menjadi lebih terang daripada hanya dengan menggunakan sebuah lilin milikku.
Rasa adalah persepsi, Tuan Bayi yang Botak. Ia memiliki batasnya sendiri. Dalam ukuran tertentu ia
bisa menjadi enak, tetapi dalam ukuran yang lain ia bisa jadi sangat tidak enak.

Dan kau tahu, cinta pada mulanya selalu tentang mendengarkan: ibu yang mendengarkan anaknya,
anak yang mendengarkan orangtuanya, pasangan yang saling mendengarkan, Raja Semesta yang
mendengarkan doa-doa umatnya, manusia yang mendengarkan pesan dan cinta Tuhannya.
Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut, yang membuat mereka indah
sesunguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang
membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata, kan? Selalu ada sesuatu.
Sesuatu yang misterius, tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan ... keindahan
bukanlah yang kau dengar atau kau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam
hati.
Apakah hidup semacam pertunjukkan sirkus yang harus dilihat oleh hati yang menyala? Apakah
melihat hidup harus dibarengi dengan keinginan menemukan keagungan di balik seluruh gerak?
Melihat siapa yang menciptakan dan memiliki seluruh gerak?
Kau tahu, sebenarnya kelahiran hanyalah nama bagi peralihanmu dari Alam Rahim ke Alam Dunia.
Kau tidak dilahirkan dalam pengertian yang sebenarnya. Kau hanya mengalami peralihan, dari rahim
ibumu menuju rahim yang lebih besar lagi, rahim semesta.
Sesungguhnya, di Alam Dunia, kau sedang dikandung dalam sebuah rahim mahabesar yang akan
membentuk dan mematangkan dirimu dan kesadaranmu ... dalam rahim semesta ini, pesannya
sama seperti yang kau dapatkan di Alam Rahim ketika kau bersemayam di rahim ibumu: pelajarilah
banyak hal, sebarkanlah kebaikan-kebaikan, jauhilah keburukan-keburukan, dan jangan boros
dengan waktumu ... sampai kelak, bila waktunya tiba, kau akan mengalami masa peralihan
berikutnya ...
Judul
Pengarang
Penerbit
Tahun terbit

:2
: Donny Dhirgantoro
: Grasindo
: November, 2011 (Cetakan ke-4)

Quick Review:
Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikt pun tidak pernah
...
Manusia selayaknya percaya, sebuah impian akan membawa kamu ke tempat-tempat yang luar
biasa. Manusia selayaknya percaya kalau sesuatu yang luar biasa bisa terjadi.
Laki-laki sejati akan selalu ada untuk keluarganya, di saat semua kebahagiaan merekah atau layu, ia
akan berdiri di depan memasang badannya untuk kebahagiaan dan kesedihan yang datang. Menjadi
pedang dan perisai untuk keluarganya.
Mungkin semuanya menjadi berbeda saat kamu melangkah dan menginjak tanah tempat kamu
berdiri, mungkin kadang manusia harus kembali menjejakkan kakinya di atas tanah tempat ia berdiri

sekedar untuk menghitung jejak dan langkah kakinya, sejauh mana ia telah berjalan dengan
langkahnya. Sejauh mana masa lalu ada untuknya, sejauh mana ia akan meninggalkan masa lalunya
untuk melangkah maju, melangkah lebih cepat lagi dalam hidupnya? Setiap manusia akan selalu
menjalani takdir baiknya, setiap manusia akan selalu mempunyai kekuatan untuk bangkit kembali
setelah ia jatuh. Tetapi pertanyaannya, seberapa cepat ia bangkit lagi dari jatuhnya? Seberapa cepat
ia melangkah lagi ... ia pasti bangkit, tetapi seberapa cepat ia bangkit?
Tidak ada hidup yang sempurna, hanya seorang pengecut yang menginginkan kehidupan yang
sempurna.

It aint over till its over

Kamu
Di saat orang lain bercerita tentang betapa bahagianya hubungan mereka karena mereka telah
menyambangi beragam jenis resto dan kafe terkenal, menyecap kopi dan gelato yang harganya
mampu membuat dompet makin tipis, bertandang ke negri-negri nan romantis, apalah saya yang
hanya mampu bercerita bagaimana kita telah merasakan sensasi bertukar hati di atas motor yang
sedang melaju di bawah rintik lembut hujan, hanya karena terlalu malu untuk bertatap muka.
Bagaimana manisnya tercebur got bersama, bagaimana kita melepas lelah dengan menumpang
tidur di musholla pom bensin, bagaimana syahdunya titik-titik es yang turun di puncak gunung
lawu... yah, apalah saya

IM FINE
Im fine,
Im fine with my ill,
Im fine with my lost,
Im fine with my past.
Im fine with my skin colour,
Im fine with my pimples,
Im fine with my complexion,
Im fine with my dry skin.
Im fine with my body,
Im fine with my weigth,
Im fine with my height,
Im fine with every scar on it.
Im fine with my incomplete teeth,
Im fine with my not-so-sharp nose,
Im fine with my blackened lip,
Im fine with my chubby cheek.
Im fine with my ex,
The pain that they left,
The joy that didnt last,
The memory we made.
Im fine, truthfully, because they all make me, me.