Anda di halaman 1dari 21

Melihat Lebih Dekat Ke Jantung

Industri Hulu Migas: Kegiatan


Eksplorasi Migas
17 Maret 2015 14:46:47 Dibaca : 250

Petroleum System

Berikut Fakta Menarik Tentang Industri Migas Saat ini Sehingga Kegiatan
Ekplorasi Migas Menjadi Sangat Vital dan Urgent:
Proyeksi kebutuhan energi dari tahun 2010 hingga tahun 2050 ternyata masih
didominasi oleh bahan bakar migas.

Gambar 1. Kurva proyeksi energi mix global *

Gambar 2. Diagram distribusi energi mix menuju 2050 *

Dari kurva dan diagram diatas terlihat terjadi peningkatan kebutuhan energi global
maupun nasional dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduk
yang diprediksi meningkat 1/3 dari total populasi sekarang. Selain energi dari migas,
terjadi peningkatan signifikan jumlah penggunaan energi alternatif (nuklir dan energi
terbarukan lainnya) namun belum bisa menggantikan kebutuhan energi fosil/migas.
Secara persentase terlihat adanya penurunan minyak dan gas dari 61% menjadi 44%
pada tahun 2050, penurunan persentase secara signifikan terjadi pada minyak(oil) dari
49% menjadi 24% sedangkan gas relatif stabil. Meskipun demikian secara keseluruhan
kebutuhan energi di masa mendatang masih sangat didominasi oleh energi migas dan
cenderung terus menigkat secara kuantitas/jumlah.
Cadangan, Produksi, Serta Sumberdaya Migas Indonesia
Sebelum berbicara tentang angka angka terlebih dahulu dipahami makna istilah berikut
ini:

Gambar 3. Klasifikasi Potensi cekungan migas(sumber: www.spe.org)

Sumberdaya migas(resources) adalah perkiraan volume sumberdaya potensial


cebakan hidrokarbon (migas) yang ada pada suatu daerah cekungan tertentu.
Dihitung berdasarkan basis informasi data tidak langsung berupa data geologi
regional yang menunjukan adanya potensi cebakan migas yaitu adanya
cekungan sediman yang mendukung sistem minyak bumi(petroleum system)
namun belum dilakukan pemboran dan ekplorasi lanjutan.

Cadangan migas(reserves) adalah perkiraan volume hidrokarbon (migas) yang


telah ditemukan (discovered) yang dapat diproduksi nantinya serta bernilai
ekonomis yang telah melalui penilaian berdasarkan data geologi dan geofisika
maupun data engginering dari berbagai yang mendukung geologi baik
permukaan maupun bawah permukaan dari data ekplorasi baik pemboran
ekplorasi maupun seismic 2D dan 3D, serta analisis laboratorium sehingga
memiliki tingkat keyakinan tinggi untuk dilanjutkan ke tahap
pengembangan(depelovement) agar bisa dilanjutkan ke tahap produksi.
Cadangan(reserves) masih dapat diklasifikasikan lagi berdasarkan tingkat
keakuratan perhitungn cadangan dari paling akurat yaitu proved

reserve/cadangan terbukti dan unproved reserve/cadangan belum


terbukti(probable reserve dan posible reserve)

Produksi migas(lifting): adalah jumlah volume hidrokarbon yang telah ditemuakan


yang sudah bisa dihitung nilai komersialnya yang sudah/siap dialirkan(lifting) dari
sumur migas ke permukaan untuk disalurkan kepada konsumen berupa minyak
mentah ataupun gas alam yang siap dijual atau diproses lebih lanjut di kilang
kilang migas.

Trend Produksi Migas di Indonesia

Gambar 4. Profil Produksi Migas Indonesia 1966-2017.*

Berdasarkan kurva profil produksi migas di Indonesia terlihat trend produksi minyak
bumi Indonesia mencapai puncak(peak oil) pada tahun 1977 dan tahun 1995, dan
semenjak saat itu (setelah tahun 1995) terjadi kecenderungan trend penurunan produksi
minyak (decline) hingga sekarang ini. Hal Ini berbanding terbalik dengan produksi gas
yang cenderung meningkat terus menerus hingga tahun 2001 angkanya melebihi
produksi minyak bumi dan trend peningkatan ini terus terjadi hingga saat ini. Sehingga

total produksi hidrokarbon(migas) Indonesia belakangan ini didominasi oleh gas alam
dan masih ada beberapa lapangan gas yang sementara dalam tahap
pengembangan(belum produksi).
Kebutuhan Energi Nasional
Pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati produksi lifting gas bumi dalam RAPBN-P
2015 sebesar 1,221 juta barel setara minyak per hari(MMBoe/d) dan target lifting minyak
menjadi sebesar 825.000 barel per hari sehingga total target lifting lifting migas(minyak
+ gas) adalah 2,046 juta barel setara minyak per hari(MMBoe/d) atau setara 746,79 juta
barel setara minyak per tahun. Namun, kebutuhan BBM secara nasional 1,5 juta barel
per hari sehingga masih defisit 625.000 barel per hari yang harus diimpor setara 228,12
juta barel per tahun dan untuk pasokan gas masih terpenuhi karena terjadi surplus
produksi. Trend produksi dan konsumsi migas nasional dapat dilihat pada gambar kurva
dibawah ini.

Gambar 5. Kurva Produksi vs komsumsi yang menunjukan produksi dan komsumsi minyak bumi berbanding
terbalik.*

Ketua Umum IPA 2014, Lukman Mahfoedz (dalam Konfrensi IPA ke 38 di JCC 21/5/14)
menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan 6% per tahun,
akan menyebabkan permintaan energi yang semakin besar di masa mendatang.
Kebijakan energi nasional memproyeksikan konsumsi energi tiga kali lipat pada tahun
tahun 2025 dimana kebutuhan migas menjadi 7,7 juta barel setara minyak per
hari(MMbeo/d).
Namun melihat kenyataan sekarang dengan memproduksi minyak yang hampir sejuta
barel sehari atau sekitar 2,04 juta setara minyak (minyak + gas), maka Indonesia telah
memproduksi migas sekitar 746,79 juta barrel setara minyak(MMBoe/year). Untuk
mempertahankan produksi migas maka Indonesia harus mendapatkan
cadangan(reserves) sebesar 746,79 juta barrel setara minyak(MMBoe) dalam satu
tahun, ini dikenal dengan istilah Oil & Gas Reserves Replacement Ratio minimal 1:1
atau 100%. Kenyataannya Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini hanya menemukan
sekitar 50 juta barel ekivalen setahunnya. Artinya hanya menemukan seper limabelas
dari yang dibutuhkan. Jadi kalau ingin memenuhi cadangan yang seharusnya kita miliki
harus dengan kerja keras minimal 15 kali dari yang sekarang.

Gambar 6. Rasio Penemuan Cadangan terhadap Jumlah Produksi Migas (Oil & gas Reserves Replacement
ratio/RRR)*

Potensi Sumber daya Migas Nasional


Terdapat 60 cekungan sedimen (basin) yang tersebar di hampir seluruh wilayah
Indonesia yang memiliki sumberdaya migas. Sudah 38 cekungan yang dieksplorasi
sedangkan sisanya sama sekali belum dilakukan eksplorasi. Dari total yang telah
dieksplorasi, 16 cekungan sudah memproduksi hidrokarbon, ada 9 cekungan belum
diproduksi walaupun telah diketemukan kandungan hidrokarbon, sedangkan 15
cekungan sisanya belum ditetemukan kandungan hidrokarbon. Hal ini menunjukan
bahwa peluang eksplorasi di Indonesia sangat besar, khususnya dari 22 cekungan yang
belum pernah dieksplorasi yang sebagian besar berlokasi di laut dalam (deep sea)
terutama di Indonesia bagian Timur. Ditinjau dari rasio penemuan cadangan, Indonesia
termasuk wilayah yang cukup menjanjikan dibanding negara-negara di Asia Tenggara,
yaitu mencapai rata-rata sekitar 30%. Faktor keberhasilan (Success Ratio) dari kegiatan
eksplorasi, termasuk deliniasi rata-rata mencapai 38%, sedangkan keberhasilan untuk
sumur taruhan (wild cat) rata-rata lebih tinggi dari 10%.

Dari total cekungan sedimen yang ada, diestimasi volume hidrokarbon/minyak bumi
memiliki potensi sumberdaya(resources) sekitar 87,22 miliar barel, cadangan (reserves)
sebesar 7,76 miliar barel dan yang telah diproduksi 346 juta barel per tahun. Estimasi
volume potensi sumberdaya(resources) Gas Alam sebesar 594,43 TSCF (102,47 Miliar
Barel setara minyak/tahun), volume cadangan (reserves) sebesar 157,14 TSCF (27,09
Miliar Barel setara minyak/tahun), dan produksi sebesar 2,90 TSCF (499,96 Juta Barel
setara Minyak per tahun), sedangkan volume potensi sumberdaya(resources)
CBM( coal base methane/gas dari batubara) sekitar 453 TSCF(78,09 Miliar Barel setara
minyak/tahun).

Jawaban Dari Persoalan Industri Migas Indonesia: Eksplorasi...! Eksplorasi..!


dan Eksplorasi...!!
Bedasarkan data dan fakta tentang kondisi industri migas Indonesia, jelas bahwa
Indonesia sudah berada dalam krisis/darurat migas dimana cadangan dan produksi
yang semakin menurun dari tahun ke tahun sedangkan kebutuhan akan energi migas
masih sangat tinggi sampai yang diperdiksi masih terus meningkat hingga 30 tahun
kedepan. Jadi solusinya hanyalah peningkatan kegiatan eksplorasi berkali kali lipat dari
yang sudah dilakukan sekarang.
Eksplorasi Migas(eksplorasi hidrokarbon) adalah kegiatan mencari untuk
mendapatkan cebakan hidrokarbon seperti minyak dan gas bumi dibawah permukaan
bumi oleh para ahli geologi perminyakan dan ahli geofisika atau geosaintis.
Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang dan kompleks
yang melibatkan disiplin ilmu kebumian yaitu geologi dan geofisika. Ini adalah suatu
proses pencarian sumber daya minyak dan gas di cekungan sedimen(sedimentary
basin). Proses ini bergantung pada metode aplikasi teknologi oleh geosaintis kreatif
untuk mengarah pada prospek yang layak dilanjutkan dengan pemboran(drilling) yaitu
pengeboran ekplorasi dan pemboran pengembangan. Ekplorasi Migas merupakan suatu
bentuk komitmen dengan modal dalam jumlah yang besar dengan hasil yang belum
pasti.

Gambar 8. Alur Kegiatan Hulu Migas*

Gambar 9. Diagram Estimasi waktu periode ekplorasi s/d produksi*

Dari skema serta diagram tahapan kegiatan idustri hulu migas jelas terlihat bahwa
ekplorasi adalah hal paling fundamental dalam industri hulu migas. Membutuhkan waktu
minimal 5-10 tahun tahapan ekplorasi dan dilanjutkan ke tahapan
pengembangan(depelovement) yang 5-10 tahun bahkan ada yang lebih lama untuk bisa
ke tahapan produksi. Hal Ini jelas membuktikan bahwa proses ekplorasi hingga
mendapatkan temuan baru(dicovered) adalah suatu proses yang panjang yang
melibatkan kajian yang kompleks. Hal ini disebabkan migas terbentuk jauh dibawah
permukaan bumi yang tidak dapat dilihat langsung, dan tiap daerah memiliki
karakteristik geologi yang unik berbeda satu dan lainnya. Makanya dalam eksplorasi
suatu cekungan sedimen dilakuakan banyak studi geologi-geofisika dari berbagai aspek
dan aplikasi teknologi dan juga perkembangan keilmuan geologi. Tahapan ekplorasi
tidak seperti tahapan produksi ketika diberi target lifting tingkat keberhasilan mendekati
100% karena sudah merupakan cadangan terbukti(proven reserves) tinggal mengelola
dan mengembangkan reservoir migas.

Tahapan Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi (Hidrokarbon)

Gambar 10. Tahapan Eksplorasi -Eksploitasi Migas*

Gambar 11. Perkiraan Waktu dan tahapan eksplorasi(sumber: www.cairnenergy.com)

Tahapan Persiapan
Pada tahapan ini berupa studi pendahuluan dan perencanaan. Survey secara umum
dan penyiapan wilayah kerja dan penawaran wilayah kerja kepada calon kontraktor
(KKKS) oleh pemerintah. Namun wilayah yang ditawarkan merupakan wilayah yang
sudah diketahui memiliki potensi sumberdaya hidrokarbon(migas). Berdasarkan studi
geologi pendahuluan diyakini memiliki potensi minyak bumi atau memiliki sistem
hidrokarbon (petroleum system) yang terdiri dari adanya batuan sumber, migrasi,
reservoar, batuan penutup(seal rock), dan perangkap reservoar.

Batuan Sumber (Source Rock), merupakan batuan yang menjadi bahan baku
pembentukan hidrokarbon. biasanya adalah serpih (Shale). Batuan ini kaya akan
kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang - cangkang fosil

yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama
dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon

Tekanan dan Temperatur, untuk mengubah fosil tersebut menjadi


hidrokarbon(Generation), tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan.
Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada
dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.

Migrasi, hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat
berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk
diproduksi(bermigrasi ke resevoir). Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan
tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak
terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting
untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.

Reservoir, adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk


berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan
batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar
untuk tersimpannya hidrokarbon ataupun batuan jenis lainnya yang memiliki
rekahan rekahan(fracture reservoir). Reservoar sangat penting karena pada
batuan inilah minyak bumi terakumulasi dan diproduksi.

Cap Rock/Seal Rock/batuan penutup, Minyak dan atau gas terdapat di dalam
reservoir, untuk dapat menahan dan melindungi fluida tersebut, maka lapisan
reservoir ini harus mempunyai penutup di bagian luar lapisannya. Sebagai
penutup lapisan reservoir biasanva merupakan lapisan batuan yang rnempunyai
sifat kekedapan (impermeabel), yaitu sifat yang tidak dapat meloloskan fluida
yarg dibatasinya. Jadi lapisan penutup didefinisikan sebagai lapisan yang berada
dibagian atas dan tepi reservoir yang dapat dan melindungi fluida yang berada di
dalam lapisan di bawahnya.

Perangkap Reservoir (Reservoir Trap), merupakan unsur pembentuk reservoir


sedemikian rupa sehingga lapisan beserta penutupnya merupakan bentuk yang
konkap ke bawah, hal ini akan mengakumulasikan minyak dalam reservoir. Jika
perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang
berarti ke ekonomiannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali.

Gambar 12. Petroleum System/ Sistem Hidrokarbon (sumber: www.petroleumsupport.com)

Tahap Eksplorasi Awal

Studi geologi, melakukan survey geologi permukaan yaitu pemetaan geologi


pada permukaan secara detail yang dapat dilakukan jika memang terdapat
singkapan. Pemetaan geologi dikombinasikan dengan citra satelit/foto udara.
Tujuan pemetaan geologi yaitu untuk memetakan persebaran batuan dan formasi
batuan, umur batuan, kandungan mineral, fosil, geokimia, stratigrafi dan
sedimentologi serta struktur geologi. Dari peta geologi akan direncanakan titik
lokasi pemboran ekplorasi yang tetap yang bisa menggambarkan kondisi bawah
permukaan dan lebih efektif dalam ekplorasi selanjutnya yang mendukung
kelengkapan dan akurasi data G & G (Geology & Geophysic /Geoscience)

Studi Geofisika, melakukan survey seismik merupakan ekplorasi yang


dilakukan sebelum pengeboran, kajiannya meliputi daerah yang luas. Dari hasil
kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan di dalam bumi. Untuk survey
detail, metode seismik merupakan metode yang paling teliti dan dewasa ini telah
melampaui kemampuan geologi permukaan. Metode yang digunakan adalah
khusus metode refleksi. Walaupun pemetaan geologi detail terhadap tutupan
telah dilakukan, pengecekan seismik selalu harus dilaksanakan, untuk penentuan
kedalam objektif pemboran serta batuan dasar dan juga lapisan yang akan
menghasilkan minyak. Selain survey seismik perlu juga dilakukansurvey
gravitasi detail yang kadang-kadang juga digunakan untuk mendetailkan adanya
suatu tutupan (closure), terutama jika yang diharapkan adalah suatu intrusi
kubah garam (salt dome) atau suatu terumbu, diharapkan adanya kontras dalam
gravitasi antara lapisan penutup dengan batuan reservoir atau kubah garam.
Metode ini sudah agak jarang digunakan karena teknologi sismik sudah semakin
maju.

Gambar 13. Contoh hasil Seismik (Sumber: rovicky.wordpress.com)

Pemboran Eksplorasi, dalam pemboran eksplorasi untuk mengetahui dengan


pasti litologi(jenis batun) lebih detail antar lapisan(stratigrafi detail) serta
pengambilan contoh core(sample batuan) untuk analisis lebih lanjut di
laboratorium. Selain itu dilakukan wireline logging untuk mengambil data:
1. Data resistivity, prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori
akan diisi oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas.
Membedakan kandungan fluida di dalam batuan salah satunya dengan
menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida air memiliki nilai
resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak, demikian pula nilai
resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa
membedakan resistan rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida
karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar
analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida di dalam batuan daerah
tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data
resistiviti yang kita miliki
2. Data porositas
3. Data berat jenis, data ini diambil dengan menggunakan alat logging
dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma.
Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat
kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi
hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang berbeda.

Semua data yang diperoleh diintegrasikan dalan studi G&G (geology &geophysic) untuk
memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi.
Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran merupakan cerminan kondisi
dan sifat-sifat batuan di dalam bumi. Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan
tersebut memiliki sifat - sifat sebagai batuan sumber, reservoir, dan batuan perangkap
atau hanya batuan yang tidak penting dalam sistem hidrokarbon. Sebagai tambahan
semua prospek yang telah dipilih serta dinilai dalam suatu sistem penilaian, kemudian
dipih untuk dilakukan pemboran eksplorasi lanjutan terhadapnya. Maka semua prospek
ini haruslah diberi prognosis. Yang dimaksud Prognosis adalah rencana pemboran
secara terperinci serta ramalan-ramalan mengenai apa yang akan ditemui waktu
pemboran dan pada kedalaman berapa.
Tahap Ekplorasi Lanjut/Tahap Detail

Pada tahap ini kegiatannya hampir sama dengan ekplorasi sebelumnya namun
dilakukan lebih mendetail dan aplikasi teknologi yang menghasilkan data yang lebih
detail namun secara keseluruhan antara lain: Geologi Permukaan detail Pemboran
Struktur(pemboran dangkal) Seismik Detai(Refleksi) 2D dan 3D Gravitasi Detail
Pemboran pemboran stratigrafi (dalam)
Hasil tahap eksplorasi lanjut adalah berupa data geologi bawah permukaan detail
termasuk reservoir, serta evaluasi prospek prognosis untuk rencana ke tahap appraisal
driilling(sumur uji) untuk menentukan cadangan(reserves), dan selanjutnya persiapan
untuk fase pengembangan jika ada sumur yang discovered(ditemukan hidrokarbon).

Tantangan Eksplorasi Migas Nasional

Gambar 14. Tantangan Eksplorasi di Indonesia terutama di Indonesia Timur dengan kemungkinan terdapatnya
gas di daerah laut dalam (Sumber: rovicky.wordpress.com)

Indonesia masih memiliki sumber daya migas yang belum dimanfaatkan. Belum
lagi potensi migas non konvensional seperti.CBM dan shale gas. Namun potensi
migas itu 75% berada di laut dalam di kawasan Indonesia Timur yang
memerlukan keahlian tertentu dan pendanaan yang lebih besar.

Selain itu, sekitar 85% kandungan hidrokarbon berupa gas. Sedangkan minyak
hanyalah 15%. Hal ini membuat dibutuhkan infrastruktur gas dalam
pengembangannya. Ada pula hidro karbon yang memiliki kadar CO2 yang cukup
tinggi. Dengan kondisi potensi migas seperti ini, maka pengembangannya
memerlukan dukungan teknologi yang lebih maju, biaya investasi yang lebih
besar dan memerlukan SDM yang memiliki keahlian.

Tantangan utama pengembangan industri migas di Indonesia, antara lain tingkat


penggantian cadangan minyak yang rendah yaitu sebesar 47%. Hal ini
sebenarnya bisa diperbaiki dengan meningkatkan eksplorasi. Meski demikian,
kompleksitas struktur geologi cekungan-cekungan baru di Indonesia makin rumit
sehingga penemuan-penemuan migas baru justru semakin berkurang.

Tantangan lainnya adalah biaya pengeboran eksplorasi yang semakin tinggi.


Biaya rata-rata pengeboran sumur eksplorasi telah meningkat hampir 5 kali lipat
dalam waktu 10 tahun terakhir berdasarkan data investasi eksplorasi KKKS di
indonesia 2014 mencapai US$ 1,412 Miliar dan biaya paling rendah adalah US$
53,3 Juta, yang mana itu tidak dimasukan dalam cost recovery.

Gambar 15. Daftar Pembiayaan Ekplorasi Migas Perusahaan KKKS di Indonesia 2014*

Tantangan untuk eksplorasi yaitu bagaimana meningkatkan akselerasi


percepatan eksplorasi khususnya daerah Indonesia Timur. Dengan
meningkatkan jumlah riset riset G & G yang pastinya ketika banyak data data
baru yang menyesuaikan dengan perkembangan metode metode baru diyakini
akan meningkatkan rasio potensi penemuan lapangan baru. Mengingat migas
nasional yang semakin menipis jika tanpa penemuan penemuan baru maka
Indonesia akan 100 % mengimpor migas nantinya.

Kalau batu bisa bersuara pasti dia juga bakal ngomong


"ayo...Ekspolasi...eksplorasi... eksplorasi....!"

Anda mungkin juga menyukai