Anda di halaman 1dari 13

KODE ETIK SMK PONPES AN NUR SLAWI

BAB I
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN UMUM
Kode Etik [ Standar Perilaku ] Siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI adalah pedoman tertulis
yang merupakan Standar Perilaku bagi Siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI dalam
berinteraksi dengan civitas akademika dalam lingkup kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan
aktivitas lainnya serta interaksi dengan masyarakat pada umumnya. Kode etik siswa di SMK PONPES AN NUR SLAWI dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa dalam bersikap,
berucap, bertindak dan melaksanakan kegiatan sehari hari di sekolah dalam rangka menciptakan
iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif.
B. LATAR BELAKANG
Pada hakikatnya SMK - PONPES AN NUR SLAWI selalu berusaha untuk mengikuti
perkembangan pendidikan dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, khususnya dalam
rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan nilai nilai islami,
berdaya saing nasional dan global tanpa meninggalkan keluhuran akhlaqul karimah dan budi
pekerti.
Kemandirian SMK - PONPES AN NUR SLAWI ditujukan untuk mewujudkan visi SMK PONPES AN NUR SLAWI TELADAN DALAM AKHLAKUL KARIMAH, UNGGUL
DALAM PRESTASI. Dengan mengemban misi menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran
agama Islam melalui Pondok Pesantren sehingga menjadi pedoman dalam berperilaku, Menggali
dan mengembangkan potensi siswa berdasarkan nilai-nilai Islami, Menumbuhkan semangat
berkreasi, berkompetisi, dan berprestasi kepada seluruh warga sekolah, Menegakkan disiplin,
keamanan,

kebersihan,

keindahan,

keserasian,

dan kerindangan, Mengefektifkan kegiatan

pembelajaran dan bimbingan, Menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif, inovatif dan
Islami, Menerapkan manajemen sekolah yang partisipatif dan terbuka, Mengembangkan sekolah
dengan wawasan lingkungan, Mengantarkan anak menuju manusia baru yang cerdas dalam
pemikiran, terampil dalam tindakan dan berakhlakul karimah , Meningkatkan kesadaran dan
kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, Meningkatkan kerjasama dengan berbagai elemen
masyarakat/organisasi.
Dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuannya, SMK - PONPES AN NUR SLAWI telah
mengupayakan pembenahan dalam bentuk serangkaian kebijakan yang pada dasarnya adalah
upaya konkrit untuk menuju transformasi pengelolaan SMK - PONPES AN NUR SLAWI yang
lebih mandiri, transparan, akuntabel, responsible, dapat dipertanggungjawabkan, wajar dan taat
terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Rangkaian tindakan transformasi di tubuh SMK - PONPES AN NUR SLAWI layak dicapai
apabila terdapat komitmen penuh dari seluruh individu ataupun institusi yang terkait dengan

pelaksanaan kegiatan di Sekolah. Salah satu komponen penting yang berpengaruh terhadap
pencapaian visi, misi dan tujuan SMK - PONPES AN NUR SLAWI adalah siswa. Siswa SMK PONPES AN NUR SLAWI adalah duta SMK - PONPES AN NUR SLAWI di tengah masyarakat
yang merefleksikan proses pendidikan di lingkungan Sekolah. Oleh karena itu, sudah merupakan
tekad bagi SMK - PONPES AN NUR SLAWI untuk tidak saja mempersiapkan siswa sebagai
bagian dari masyarakat intelektual yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan tetapi juga
memiliki kompetensi dalam arti yang lebih luas, termasuk di dalamnya perilaku dan akhlak yang
mulia.
C. DASAR HUKUM
a. UU RI No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
b. UU RI No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan
c. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
d. PP No. 25 Tahun 2000 tentang Otonomi Daerah
e. PP No. 19 Tahun 2005 bagian ketiga pasal 10 dan 11 tentang Beban Belajar dalam
bentuk Sistem Paket dan Sistem SKS
f. Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
g. Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
h. Permendiknas No. 6 tahun 2007, sebagai penyempurnaan Permendiknas No. 24 tahun
2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006
i. Hasil Rapat pengelola Sekolah dan Ponpes Annur Slawi tanggal 16 Juli 2016
D. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud penyusunan Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI
adalah untuk memberikan pedoman bagi seluruh siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI untuk
berperilaku yang baik dalam melaksanakan aktifitas di lingkungan SMK - PONPES AN NUR
SLAWI dan di tengah masyarakat pada umumnya.
Tujuan yang ingin dicapai melalui peyusunan dan pelaksanaan Kode Etik [Standar
Perilaku] Siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI adalah :
1. sebagai komitmen bersama siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI untuk mewujudkan visi,
misi dan tujuan SMK - PONPES AN NUR SLAWI
2. terbentuknya siswa yang bertaqwa, berilmu dan berbudi luhur
3. menciptakan proses pendidikan yang tertib, teratur dalam iklim akademik yang kondusif
4. membentuk siswa yang berdisiplin, beretika, dan patuh pada norma hukum dan norma-norma
lainnya yang hidup di tengah masyarakat ;

BAB II
DEFINISI
Dalam Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI yang dimaksud
dengan :
1. Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI adalah pedoman
tertulis sebagai norma dan azas yang diterima sebagai landasan ukuran tingkah laku bagi
Siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI dalam berinteraksi dengan civitas akademika
dalam lingkup kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan aktivitas lainnya serta interaksi
dengan masyarakat pada umumnya.
2. Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat dipakai sebagai panduan, tatanan dan
pengendalian yang sesuai dan berterima.
3. Sekolah adalah SMK AN NUR SLAWI sebagai Badan Hukum Milik Yayasan Kawit Annur
Slawi yang menyelenggarakan pendidikan menengah kepada masyarakat.
4. Ponpes adalah PONDOK PESSANTREN AN NUR SLAWI sebagai Badan Hukum Milik
Yayasan Kawit Annur Slawi yang menyelenggarakan pendidikan kepesantrenan sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dengan sekolah kepada masyarakat.
5. Guru/Asatidz adalah tenaga pendidik pada Sekolah/MDA/Ponpes yang khusus diangkat
dengan tugas utama mengajar.
6. Siswa/Santri adalah peserta didik yang terdaftar secara sah pada salah satu program
akademik di SMK dan terdaftar sebagai santri mukim di Ponpes Annur Slawi
7. Ujian adalah bentuk penilaian hasil belajar yang dapat diselenggarakan melalui ujian tengah
semester, ujian akhir semester atau ulangan kenaikan kelas.
8. Sivitas Akademika adalah satuan yang terdiri dari guru/asatidz, karyawan dan siswa di
Sekolah.
9. Pembelajaran adalah proses yang terjadi dalam perencanaan dan penyajian materi belajar
mengajar di sekolah serta evaluasi atas proses-proses itu berserta produk dan unsur yang
terlibat.
10. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah seperangkat kegiatan aktivitas di luar kurikulum guna
meningkatkan kemampuan siswa di bidang akademik dan profesionalitas yang dilandasi
dengan akhlak yang mulia.
11. Etika Siswa adalah nilai-nilai, azas-azas akhlak yang harus dipraktekkan dalam kehidupan
sehari-hari oleh siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWIberdasarkan norma- norma yang
hidup dalam masyarakat.

BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN SISWA/SANTRI
A. HAK SISWA/SANTRI
1. Siswa/Santri berhak mendapat perlakukan yang sama dalam hal pembelajaran baik di SMK
maupun di Pondok

2. Siswa/Santri berhak mendapat bantuan fasilitas belajar, beasiswa atau bantuan lain sesuai
dengan persyaratan dan kemampuan sekolah
3. Siswa/Santri berhak memperoleh hasil belajar
4. Siswa/Santri berhak memberikan kritik, saran dan masukan kepada pihak sekolah/pondok
sesuai kaidah yang ditentukan
5. Siswa/Santri berhak mendapat layanan bimbingan konseling
B. KEWAJIBAN SISWA/SANTRI
1. Siswa/Santri Wajib mengikuti seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai jadwal dan
waktu yang telah ditentukan.
2. Siswa/Santri wajib menghormati pimpinan pondok/sekolah dan ustadz/guru Annur Slawi.
3. Siswa/Santri wajib Menghormati Siswa/Santri yang lebih tua dan menyayangi Siswa/Santri
yang lebih muda.
4. Siswa/Santri wajib Bersikap sopan dan santun terhadap seluruh warga sekolah/pondok dan
yayasan serta masyarkat.
5. Siswa/Santri wajib ikut memelihara dan menjaga sarana dan prasarana sekolah/pondok
6. Siswa/Santri wajib ikut memelihara dan menjaga 7 K (Kebersihan, Keindahan, Kerindangan,
Keamanan, Ketertiban, Kekeluargaan, dan Kesehatan)
7. Siswa/Santri wajib nama baik dan almamater sekolah/pondok baik di dalam maupun di luar
sekolah/pondok
BAB IV
IBADAH DAN MUAMALAH
1. Siswa/Santri wajib melaksanakan sholat lima waktu dengan berjamaah awal waktunya di
masjid/mushola dilanjutkan berdzikir.
2. Siswa/Santri wajib melaksanakan sholat sunah rowatib qobliyah badiyah kecuali waktu
maghrib setiap senin dan kamis.
3. Siswa/Santri wajib melaksanakan qiyamul lail setiap hari dan/atau sholat tarawih pada bulan
Ramadhan
4. Siswa/Santri wajib melaksanakan sholat dhuha dan pembacaan Q.S. Waqiah pada saat sebelum
jam KBM pertama masuk
5. Siswa/Santri wajib melaksanakan puasa sunnah yang ditetapkan pondok,
6. Siswa/Santri wajib mengikuti kegiatan belajar mengaji sesuai dengan progam pondok,
7. Siswa/Santri wajib setor hafalan surat sesuai waktu yang ditentukan oleh Asatidz
8. Khusus Siswa//Santri Putra wajib mengikuti talqin setiap bada Sholat Jumat.
9. Siswa wajib Menghormati semua guru/Asatid dan karyawan serta sesama siswa tanpa
membedakan suku, agama, ras, dan tidak didasari atas perasaan suka atau tidak suka.
10. Siswa wajib membudayakan Senyum Sapa dan Salam setiap ketemu dengan Guru/Asatidz dan
sesama siswa
11. Bersikap sopan santun terhadap semua guru dan sesama siswa dalam interaksi baik di dalam
lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah
12. Menjaga nama baik guru/asatid dan karyawan juga sesama siswa serta keluarganya
13. Tidak menyebarluaskan informasi yang tidak baik dan belum tentu benar mengenai salah seorang
warga sekolah/pondok kepada pihak lainnya, kecuali terhadap pelanggaran hukum dan etik yang
diwajibkan berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan di lingkungan Sekolah.
14. Santun dalam mengemukakan pendapat atau mengungkapkan ketidak sepahaman pendapat tentang
keilmuan yang disertai dengan argumentasi yang rasional
15. Tidak mengeluarkan ancaman baik secara langsung maupun dengan menggunakan orang lain
terhadap guru.
16. Mematuhi perintah dan petunjuk guru/pengasuh pondok sepanjang perintah dan petunjuk tersebut

tidak bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat.
17. Berani mempertanggungjawabkan semua tindakannya terkait interaksi dengan guru
18. Tidak mengajak atau mempengaruhi siswa lain untuk melakukan tindakan tidak terpuji yang
bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat.
19. Melakukan perbuatan yang meninggikan citra baik Sekolah di tengah masyarakat.
20. Menghindari perbuatan yang melanggar norma-norma yang hidup di tengah masyarakat, baik
norma hukum, norma agama, norma kesopanan, dan norma kepatutan.
BAB V
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Ketentuan Kegiatan Belajar Mengajar di SMK - PONPES AN NUR SLAWI diatur sebagai berikut
:
1. Siswa/Santri hadir di sekolah paling lambat jam 06.45 wib
2. Bagi siswa yang membawa kendaraan untuk menempaatkan kendaraannya ditempat yang telah
ditentukan dalam keadaaan terkunci.
3. Siswa/Santri mengikuti KBM SMK mulai Pukul 07.10 sampai dengan pukul 13.30 wib
kemudian dilanjutkan KBM MDA sampai pukul 15.30 wib
4. Siswa yang terlambat sampai di sekolah wajib melapor ke guru piket/BK dan harus mendapat
ijin sebelum masuk kelas
5. Pintu gerbang sekolah

dibuka

setelah

semua

siswa

selesai

mengikuti

kegiatan

pembelajaran di sekolah/pondok
6. Siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan upacara lain sesuai jadwal yang
telah ditentukan.
7. Siswa tidak diperkenankan berada di luar kelas saat KBM berlangsung kecuali ada izin dari
guru kelas.
8. Siswa hanya diperkenankan menerima tamu di ruang tunggu sekolah dengan izin guru piket.
9. Siswa tidak diperkenankan melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan pelajaran.
10. Waktu KBM dan tempat pelaksanaan KBM di luar sekolah diatur oleh sekolah sesuai dengan
kesepakatan dengan instansi terkait.
11. Pada waktu jam pelajaran berlangsung tidak diperkenankan keluar masuk kelas, kecuali ada
izin guru yang bersangkutan atau panggilan dari Kepala Sekolah, BK, Guru Piket, atau Wali
Kelas.
12. Siswa tetap tinggal di kelas bila ada guru yang berhalangan mengajar dan Ketua Kelas segera
menghubungi guru piket.
13. Siswa harus mempergunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya untuk makan, minum, dan
beristirahat.
14. Siswa yang berhalangan mengikuti pelajaran wajib mengirim surat dari orang tua/wali murid
dan/atau pengasuh pondok bagi yang mukim. Yang sakit lebih dari tiga (3) hari harus
menyerahkan surat dokter yang disampaikan kepada wali kelas.
15. Siswa yang meninggalkan sekolah selama pelajaran, untuk suatu keperluan harus membawa
surat izin dari sekolah melalui guru piket dan diserahkan kembali kepada guru piket setelah
ditandatangani oleh orang tua/wali siswa.
BAB VI
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
1. Siswa/Santri wajib mengikuti kegiatan ekstra kurikuler wajib pramuka dan satu ekstrakurikuler
pilihan sesuai dengan minat dan bakat
2. Siswa/Santri hadir pada setiap kegiatan ekstra kurikuler sesuai pilihan dengan jadwal waktu yang
telah ditentukan

3.
4.
5.
6.

Jika berhalangan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler wajib membuat surat izin.
Siswa/Santri wajib melengkapi atribut dan perlengkapan ekstra kurikuler sesuai dengan ketentuan
Siswa/Santri menjaga, merawat dan memeliihara perlengkapan kegitan ekstra kurikuler.
Ketidakikutsertaan siswa pada ekstrakulikuler wajib dan pilihan akan mempengaruhi proses
kenaikan kelas.
BAB VII
ETIKA BERPAKAIAN DAN MAKAN

1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.

Siswa/Santri berpakaian sopan, rapi, sederhana dan menutup aurat baik didalam maupun diluar
pondok/sekolah
Siswa/Santri mengenakan seragam sekolah sesuai ketentuan sekolah
a. setiap hari Senin dan Selasa memakai Seragam OSIS bersepatu hitam dan kaos kaki putih
b. setiap Rabu dan Kamis Seragam batik bersepatu hitam dan kaos kaki putih
c. setiap Jumat dan Sabtu memakai Seragam pramuka lengkap bersepatu hitam dan kaos kaki
hitam
d. pada jam olahraga wajib memakai seragam olahraga sekolah
e. Semua jenis seragam khusus untuk putri baju atasan tidak dimasukan
f. Siswa putra berpeci hitam dan siswa putri berjilbab sesuai ketentuan sekolah
Pakain seragam siswa harus dilengkapi dengan atribut yang ditentukan sekolah seperti topi,
sabuk, bagdedan dasi)
Siswa putri wajib membawa mukena sendiri untuk keperluan sholat dhuhur dan ashar
berjamaah di Sekolah
Siswa putra tetap memakai seragam sesuai waktu dan hari yang telah ditentukan dalam
melaksanakan sholat dhuhur dan ashar berjamaah pada jam sekolah
Siswa/Santri berambut pendek, rapi dan sopan.
Siswa/Santri diwajjibkan makan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh pondok
dengan memperhatikan syariat.

BAB VIII
KEBERSIHAN, KEINDAHAN, KERINDANGAN, KEAMANAN, KETERTIBAN,
KEKELUARGAAN DAN KESEHATAN
(7 K)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Siswa/Santri wajib menjaga 7K diri, kamar/kelas dan lingkungan sekolah/pondok


Siswa/Santri wajib melaksanakan piket sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Siswa/Santri mencuci dan menjemur pakaian di tempat yang telah disediakan.
Siswa/Santri menyimpan pakaian kotor dengan rapi ditempatnya.
Siswa/Santri menyimpan barang-barang miliknya dengan rapi.
Siswa/Santri harus Meletakkan sandal dan sepatu di tempat yang telah ditentukan
Siswa/Santri harus menjaga barang pribadi dengan hati-hati, jika perlu dititipkan ke
pondok/sekolah
8. Siswa/Santri bertanggung jawab atas keamanan pondok/sekolah dan wajib melaporkan hal-hal
yang diduga dapat menimbulkan gangguan keamanan.
9. Siswa/Santri wajib melapor kepada pihak pondok/sekolah apabila kehilangan atau menemukan
barang milik orang lain.
10. Siswa/Santri tidur malam selambat-lambatnya jam 22.00 WIB
11. Siswa/Santri tidur dengan memakai pakaian yang aman dari kemungkinan terbukanya aurat.
12. Siswa/Santri wajib menghormati ustadz/guru, pegawai,dan keluarga besar pondok, Serta berlaku
sopan kepada sesama teman maupun tamu.
13. Siswa/Santri wajib saling menghargai dan tolong-menolong dalam kebaikan.
14. Siswa/Santri bertanggung jawab atas barang yang dipinjamnya dan mengembalikan sesuai dengan
batas waktu yang ditentukan, dan apabila rusak/hilang harus mengganti.
15. Siswa/Santri harus memberi salam apabila masuk kamar, kelas dan bertemu maupun berpisah

dengan sesama siswa/santri maupun dengan pengajar.


16. Siswa/Santri wajib membantu meringankan penderitaan sesama Siswa/Santri yang sakit/terkena
musibah.
17. Siswa/Santri wajib memelihara dan meningkatkan ukhwah islamiyah.
18. Siswa/Santri wajib menggunakan air mandi dengan hemat.
19. Siswa/Santri wajib memiliki dan membawa peralatan mandi masing-masing.
20. Siswa/Santri keluar dan masuk dari kamar mandi dengan pakaian lengkap yang menutup aurat.

BAB IX
PERIJINAN DAN JAM KUNJUNGAN
1. Siswa/Santri keluar-masuk pondok melalui pintu gerbang pondok/sekolah yang telah ditentukan.
2. Siswa/Santri menunjukkan surat izin keluar pondok/sekolah kepada petugas piket di sekolah
dan/atau pengurus pondok.
3. Siswa/Santri wajib kembali ke pondok/sekolah tepat waktu dan segera setelah keperluan ijinnya
selesai.
4. Siswa/santri harus melaporkan kepulangannya setelah kembali dari ijin keluar ke pngurus pondok
dan/atau petugas piket di Sekolah
5. Siswa/Santri diperbolehkan pulang pada saat libur sekolah dan MDTA, kecuali piket pondok
6. Perijinan pulang diluar libur sekolah atau MDTA hanya ditentukan 2 kali dalam satu tahun
sebanyak-sebanyaknya 3 hari dalam satu kali kepulangan
7. Siswa/Santri hanya boleh diijinkan pulang jika dijemput oleh keluarga/wali/mahromnya dengan
menunjukkan identitas si penjemput demikian pula pada saat kembali lagi ke pondok
8. Siswa/Santri wajib mengarahkan tamu wali Siswa/Santri untuk lapor pengurus atau petugas piket
pada saat berkunjung dan/atau menjemput serta pada saat mengantarkan kembali ke pondok

BAB X
LARANGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Siswa/Santri dilarang masuk asrama selama jam KBM Sekolah/MDA berlangsung kecuali sakit
Siswa/Santri dilarang meninggalkan kelas tanpa izin guru pada saat pelajaran berlangsung
Siswa/Santri dilarang keluar kelas waktu pergantian jam pelajaran kecuali seizin guru piket.
Siswa/Santri dilarang berlaku curang/menyontek pada waktu tes/ ujian
Siswa/Santri dilarang berambut gondrong
Siswa/Santri dilarang menindik dan menyemir rambut.
Siswa/Santri dilarang berkuku panjang, bertato, memakai cutex pada kuku serta bersolek yang
berlebihan bagi putri
8. Siswa/Santri Dilarang menggunakan tempat wudlu untuk mencuci piring atau baju
9. Siswa/Santri dilarang merusak dan mencorat-coret fasilitas pondok/sekolah
10. Siswa/Santri Dilarang menjemur handuk, keset, pakaian maupun yang lain selain di tempat
menjemur
11. Siswa/Santri dilarang membawa dan memakai pakaian yang tidak islami, ketat, transparan,
celana atau baju jeans, celana bersaku lebar, celana cutbray
12. Siswa/Santri dilarang membuat gaduh/kerusuhan/keributan di dalam lingkungan
pondok/sekolah
13. Siswa/Santri dilarang makan dan minum di dalam kelas kecuali keadaan tertentu
14. Siswa/Santri dilarang menyimpan uang tunai melebihi Rp 25.000,00
15. Siswa/Santri dilarang menerima tamu/orang lain di dalam asrama kecuali dengan izin pengasuh
16. Siswa/Santri dilarang menggunakan fasilitas pondok/sekolah tanpa seizin pengasuh/guru
17. Siswa/Santri dilarang tidur dalam satu ranjang/selimut

18. Siswa/Santri dilarang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu orang lain yang sedang
tidur.
19. Siswa/Santri dilarang tidur di dalam kelas dan/atau dalam masjid
20. Siswa/Santri dilarang berbicara saat berada di kamar mandi kecuali udzur syari.
21. Siswa/Santri dilarang mandi bersama dalam satu kamar mandi dengan alasan apapun
22. Siswa/Santri dilarang mengadakan/mengikuti kegiatan di luar kecuali dengan seizin
pondok/sekolah
23. Siswa/Santri dilarang membuat agenda album kenangan dan sejenisnya serta seragam angkatan
antara putra dan putri tanpa seizin pengasuh pondok/pihak sekolah
24. Siswa/Santri dilarang mengadakan perayaan ulang tahun dipondok/sekolah dalam bentuk
apapun.
25. Siswa/Santri dilarang mengadakan pertemuan putra dan putri seperti rapat pengurus, rapat
kepanitiaan dan sejenisnya tanpa didampingi seizin guru/pengurus
26. Siswa/Santri dilarang melakukan kegiatan sendiri maupun secara bersama-sama, baik di dalam
maupun di luar pondok dengan tujuan atau untuk kepentingan pribadi, golongan atau pihak lain
yang secara langsung atau tidak langsung merugikan pondok/sekolah
27. Siswa/Santri dilarang melakukan tindak asusila baik di dalam maupun di luar pondok/sekolah
28. Siswa/Santri dilarang membawa/memiliki/menyimpan/menyalahgunakan senjata api, senjata
angin, senjata tajam, dan minuman keras atau sejenisnya
29. Siswa/Santri dilarang membeli, membawa, menyimpan dan menghisap rokok
30. Siswa/Santri dilarang membawa/ memakai barang elektronik kecuali kalkulator
31. Siswa/Santri dilarang memberikan keterangan palsu dan atau berbohong
32. Siswa/Santri dilarang menghina/mengejek/merendahkan dan membuka aib orang lain.
33. Siswa/Santri dilarang membuat atau mengikuti kelompok-kelompok gank, perkelahian dan/atau
tawuran dengan alasan apapun dan bentuk apapun.
34. Siswa/Santri dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada perjudian dan kemusyrikan
dalam bentuk apapun.
35. Siswa/Santri dilarang mencuri, menipu, menggelapkan uang dan tindak kejahatan lainnya.
36. Siswa/Santri dilarang mengintip dan mengganggu kenyamanan Siswa/Santri lain (privasi orang
lain).
37. Siswa/Santri dilarang memakai hak orang lain tanpa izin pemiliknya (Ghosob)
38. Siswa/Santri dilarang berpacaran baik didalam atau diluar pondok/sekolah
39. Siswa/Santri dilarang berhubungan intim dengan sesama jenis.
40. Siswa/Santri dilarang berunjuk rasa, demo atau dalam bentuk apapun terhadap pondok/sekolah.

BAB XI
PENEGAKAN KODE ETIK [ STANDAR PERILAKU ]
A. PEMANTAUAN PELAKSANAAN
Pelaksanaan Kode Etik [Standar Perilaku] diawasi oleh Petugas dari Sekolah/Pondok
B. PELAPORAN
1. Setiap orang yang mengetahui adanya pelanggaran atas Kode Etik [ Standar Perilaku] memiliki
hak untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang di sekolah dengan disertai bukti yang
cukup. Atas pertimbangan pengawas [ pihak yang berwenang di sekolah ] identitas pelapor
dapat dirahasiakan, kecuali terhadap pelapor dari luar Sekolah wajib menyertakan identitas diri
dan bukti-bukti yang cukup.
2. Pihak yang berwenang di sekolah wajib mencatat semua laporan dan bukti-bukti yang
diserahkan oleh pelapor serta dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang di sekolah
C. SANKSI

1. Setiap pelanggaran terhadap Kode Etik akan mendapatkan poin sesuai dengan yang telah
ditetapkan beserta dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkatannya
2. Pemberian sanksi terhadap pelanggar Kode Etik [ Standar Perilaku] dilakukan oleh pihak yang
berwenang di sekolah/pondok tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
3. Pemberian sanksi dilakukan setelah ditemukan adanya bukti-bukti terhadap terjadinya
pelanggaran Kode Etik [ Standar Perilaku ]
4. Pemberian sanksi dapat berupa teguran lisan, peringatan tertulis, dan rekomendasi skorsing
bahkan sampai dengan dikembalikan kepada orangtua tergantung kepada pertimbangan pihak
yang berwenang di sekolah/pondok dengan memperhatikan berat ringannya pelanggaran yang
dilakukan
5. Sebelum dijatuhkan sanksi, pelanggar kode etik diperbolehkan membela dirinya pada proses
pemeriksaan
6. Jika terjadi pelanggaran yang belum tercantum dalam tata tertib beserta sanksi yang belum
diatur maka harus dikoordinasikan dengan sekolah/pondok.

BAB V
PENUTUP
Kode Etik [ Standar Perilaku ] ini diberlakukan sama sekali tidak untuk mengurangi hak- hak normatif
siswa, tetapi untuk lebih mengarahkan potensi siswa kepada hal-hal yang lebih baik. Penyusunan Kode
Etik [ Standar Perilaku] pada dasarnya merupakan bagian dari serangkaian tindakan transformasi di
SMK - PONPES AN NUR SLAWI yang dinilai relevan dengan visi, misi dan tujuan sekolah.
Sangat diharapkan Kode Etik [ Standar Perilaku] dapat menunjang terbentuk iklim akademik yang
kondusif yang berbasis pada etika atau akhlak yang baik dari siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI.

Seiring perjalanan waktu dan terjadinya perkembangan dalam perilaku siswa SMK - PONPES AN
NUR SLAWI, maka Kode Etik [ Standar Perilaku] dapat disesuaikan. Untuk itu kepada seluruh siswa
diharapkan dapat memberikan masukan demi terbentuknya siswa SMK - PONPES AN NUR SLAWI
yang beretika dan berakhlak terpuji. Hal- hal yang belum diatur dalam Tata Tertib ini akan diatur
kemudian.
Demikian Kode Etik ini disusun dan dibuat berdasarkan pada nilainilai ketaqwaan, keluhuran akhlak,
budi pekerti, sopan santun, kedisiplinan, dan kerapihan untuk mengikat kehidupan dan kegiatan
Siswa/Santri sehari-hari selama mengikuti pendidikan di SMK - Pondok Pesantren Annur Slawi.
Slawi, 18 Juli 2016
Mengetahui;
Komite SMK ANNUR SLAWI

Kepala SMK ANNUR SLAWI

SAMSUL MAARIF

MUHAMMAD JAFARUDIN, S.Pd


NIPY. 2012071401001

Kordinator Pengasuh Ponpes Annur Slawi

Ketua Yayasan Kawit Annur Slawi

UST. MUH. AKHFASY

AKHMAD WILDAN KHOTAMI, S.E


NIPY.

PENETAPAN PERATURAN
SANKSI DAN PEMBERIAN POIN TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK
SMK - PONDOK PESANTREN ANNUR SLAWI
A. Sanksi dan Poin yang Berlaku Selama Satu Tahun Pelajaran
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
12
1
2
3
4
5

PELANGGARAN
Tidak mengikuti KBM tanpa izin (alpa)
Meninggalkan jam pelajaran tanpa ada alasan yang jelas / bolos
Meletakkan / menggunakan sesuatu tidak pada tempatnya
Tidak melaksanakan tugas atau tanggung jawab tanpa adanya
alasan atau halangan yang jelas
Memakai barang yang bukan miliknya tanpa seizin pemiliknya
(Ghosob)
Mengeluarkan pakaian ketika berada di lingkungan
pondok/sekolah (Khusus Putra)
Pelanggaran terhadap etika Siswa/Santri, yaitu,berbicara jorok,ejekan,
hinaan, merendahkan dan membuka aib orang lain
Memakai pakaian tidak menutup aurat atau merubah model
pakaian / seragam yang tidak diperkenankan
Mengganggu keharmonisan dan kenyamanan Siswa/Santri maupun
lingkungan sekitar
Tidak memakai atribut yang telah ditetapkan
Tidak menjalankan puasa sunah yang telah ditetapkan pondok
Membawa senjata tajam yang digunakan untuk melukai / membahayakan
orang lain
Meninggalkan kegiatan rutin yang diadakan oleh pengurus antara lain:
Telambat datang ke pondok pada waktu perizinan
Tidak mengikuti tahfidz dan murajaah
Meninggalkan sholat berjamaah

SANKSI

SKOR
5
3
2
5
5
3
5
5
5
5
3
10
10
10
10
10

6
7
8
9
10

Menindik dan menyemir rambut


Panjang rambut lebih dari 2 cm bagi ikhwan
Membawa, menempel dan atau menyimpan foto idola yang tidak islam dan
lain jenis
Membawa atau menggunakan barang elektronik, seperti
HP, radio, MP3, MP4, setrika, heater dll
Meninggalkan pondok tanpa izin

10
10
10
20
50

B. Sanksi dan Poin yang Berlaku Selama Menjadi Siswa/Santri Annur Slawi

NO

PELANGGARAN

SANKSI

SKOR

Memeras/mengompas yang disertai dengan ancaman atau Kekerasan

100

Merokok

100

Mencuri

100

Berkelahi

100

Menjadi anggota dan atau membuat gank

100

Berhubungan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya (mis. pacaran)

Berhubungan intim dengan sesama jenis (Liwath)

200

Memakai/mengedarkan berbagai macam jenis NARKOBA

200

Memakai dan atau menjual belikan minuman keras

200

10

Melawan atau menentang ustadz/ustadzah/pengasuh

200

11

Melawan atau menentang kebijakan pondok

200

12

Mencemarkan nama baik pondok


Menyimpan, membawa sesuatu yang mengandung unsur pornografi
dan melakukan pornoaksi

200

13

CATATAN :
1. Bagi Siswa/Santri yang telah mencapai akumulasi 50 poin maka wali Siswa/Santri akan dipanggil dan Siswa/Santri dan diberi SP I
2. Bagi Siswa/Santri yang telah mencapai akumulasi 100 poin maka wali Siswa/Santri akan dipanggil dan Siswa/Santri dan diberi SP II serta skorsing satu
minggu
3. Bagi Siswa/Santri yang telah mencapai akumulasi 150 poin maka wali Siswa/Santri akan dipanggil dan Siswa/Santri dan diberi SP III serta skorsing dua
minggu
4. Bagi setiap Siswa/Santri yang telah mencapai akumulasi 200 poin maka wali Siswa/Santri akan dipanggil dan Siswa/Santri akan diberi SP IV sekaligus

dikembalikan kepada walinya

200

Beri Nilai