Anda di halaman 1dari 6

Tambahan Daftar Pustaka Case Report Session: Vertigo

1.11

Terapi Rehabilitasi Vestibular


Terapi Rehabilitasi Vestibular atau Vestibular rehabilitation therapy (VRT)

merupakan suatu latihan yang berbasis program terapi dan didesain untuk menghasilkan
adaptasi dan substitusi terhadap vestibular. Tujuan dari VRT yaitu:

Meningkatkan keseimbangan

Meminimalkan jatuh

Menurunkan sensasi subyektif pusing

Meningkatkan stabilitas selama pergerakan

Mengurangi ketergantungan pada input visual dan somatosensorik.

Mengurangi ansietas dan somatisasi akibat disorientasi vestibular.

Latihan inti untuk VRT adalah pergerakan mata-kepala dengan berbagai gerakan tubuh,
dan diseimbangkan dengan menurunkan berbagai orientasi dari kepala dan tubuh, selain itu
juga dilakukan berbagai tes untuk ekstremitas atas, pergerakan yang berulang-ulang untuk
memunculkan vertigo, pemaparan berbagai rangsangan sensoris dan motoris lingkungan yang
bertahap kepada pasien. Latihan untuk rehabilitasi vestibular dapat dikelompokkan menjadi
dua tipe:
1.
2.

Terapi fisik untuk hipofungsi vestibular


Terapi reposisi kanal untuk benign paroxysmal positional vertigo (BPPV).

Indikasi VRT diindikasikan untuk kondisi di bawah ini:


1. Lesi vestibular stabil, dimana VRT diindikasikan untuk beberapa kondisi yang
dikarakteristikan oleh sebuah dfisit vestibular stabil, yang mana evaluasinya
diungkapkan tanpa sebuah bukti dari proses progresif dan proses kompenasasi pasien
alami berlangsung tidak lengkap.
2. Lesi sentral atau campuran antara lesi sentral dan perifer
3. Cedera Kepala, dimana pasien dengan cedera kepala akan menderita penurunan
kesadaran yang signifikan karena gejala vestibular. Hal iini seringkali mempengaruhi
vestibular sentral dan kognitif sepanjang komponen perifer, teknik VRT digunakan
sebagai bahan untuk sebuah perbandingan terhadap berbagai ilmu pada cedera kepala

4. Vertigo Psikogenik dimana pasien dengan penyakit kecemasan dan gaduh gelisah
seringkali mencari terapi untuk mengobati keluhan vestibular yang diderita. Jika
komponen kecemasan signifikan, dan jika panik sering menyerang, terapi psikiatri
juga dibutuhkan.
5. Vertigo dengan etiologi yang tidak pasti
6. BPPV (Beningn Positional Perifer Vertigo)

Banyak variasi prosedur rehabilitasi yang ditawarkan sebagai terapi rehabilitasi


vestibuler. Macam terapi rehabilitasi vestibular terdiri dari:
I.

Terapi rehabilitasi vestibuler pada BPPV terdiri dari:


Intervensi yang dipertimbangkan:
1. Manuver yang efektif untuk memperbaiki BPPV kanalis posterior :

Canalith reposisioning procedure (CRP)

Manuver Semont.
2.Latihan sendiri dengan latihan Brandt-Daroff atau latihan habituasi.

Intervensi yang dipertimbangkan, tetapi tidak dianjurkan:


1.Latihan sendiri manuver Semont atau CRP;
2.Manuver untuk memperbaiki BPPV kanalis posterior yaitu

o Lempert supine roll maneuver (barbecue roll)


o Manuver Gufoni
o Manuver Vanucchi-Asprella liberatory
o Forced prolonged positioning
3.Manuver atau CRP untuk BPPV kanalis posterior
4.Manuver untuk memperbaiki BBP kanalis horizontal
5.Manuver untuk memperbaiki BPPV kanalis anterior
Terapi rehabilitasi vestibuler pada BPPV dapat dilakukan pada tempat dan waktu
yang berbeda, yaitu:
1. Pengobatan BPPV oleh dokter di praktek
Terdapat 2 pengobatan BPPV yang biasanya dilakukan di praktek dokter. Kedua
pengobatan tersebut sangat efektif, angka penyembuhan sekitar 80%. Gerakan ini sesuai
dengan nama penemunya, bermaksud untuk menggerakkan debris atau ear rocks keluar
dari bagian telinga yang sensitif (posterior canal) ke tempat yang kurang sensitif.

Manuver Semont (Semont maneuver) juga disebut liberatory maneuver";


meliputi prosedur dimana pasien bergerak cepat dari berbaring pada satu sisi
ke sisi lain. Manuver ini cepat, namun saat ini tidak disukai di Amerika

Serikat, tetapi 90% efektif setelah 4 sesi.


Manuver Epley Epley maneuver juga disebut reposisi partikel atau reposisi
canalith. Manuver ini ditemukan Dr. John Epley;meliputi gerakan kepala
yang berturutan dalam 4 posisi, bertahan pada posisi tersebut kurang lebih 30
detik. Angka ulangan untuk BPPV setelah ma-nuver ini sekitar 30 % dalam 1
tahun ; kadang-kadang memerlukan pengobatan kedua. Sewaktu akan
melakukan maneuver Epley, perlu diingatkan bahwa keluhan neurologik dapat
terjadi (kelemahan, kesemutan, gangguan visual selain vertigo). Sekali-sekali
muncul

keluhan

yang disebabkan kompresi arteri vertebralis dan bila

menetap dalam jangka lama akan terjadi stroke. Bila latihan ini dilakukan
tanpa supervisor medik, disarankan untuk dihentikan dan konsultasike dokter.
Bila latihan dilakukan dengan supervise.
Instruksi setelah latihan: (Manuver Epley atau Semont)
1) Tunggu selama 10 menit sesudah maneuver,

sebelum pulang. Ini untuk

menghindari quick spins atau serangan cepat vertigo akibat reposisi debris
segera setelah manuver. Jangan lakukan sendiri di rumah.
2) Tidur dengan posisi setengah duduk ; dengan sudut sekitar 450.
3) Dalam 1 minggu, hindari gerakan posisi kepala yang dapat timbul BPPV.
a) Gunakan 2 bantal diwaktu tidur.
b) Hindari tidur pada sisi sakit.
c) Jangan menggerakkan kepala atas bawah yang berlebihan.
d) Jangan melakukan latihan Brandt-Daroff segera atau 2 hari setelah
manuver Epley atau Semont, kecuali ada instruksi khusus.
e) Satu minggu setelah pengobatan, letakkan sendiri posisi yang biasanya
meninmbulkan pusing berputar.

2. Latihan oleh pasien sendiri di rumah

Latihan Brandt-Daroff

adalah metode terapi di rumah dalam mengobati BPPV,

biasanya digunakan bila sisi BPPV tidak jelas. Penggunaannya cendrung menurun
dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagai manuver , karena Epley adalah jauh lebih
efektif. Mereka berhasil da- lam 95% kasus tetapi lebih sulit dibandingkan dengan
pelaksanaan di praktek.Latihan-latihan ini juga bisa lebih lama daripada manuver lain
dan tingkat respon pada 1 minggu hanya sekitar 25 % . Latihan-latihan ini dilakukan
dalam 3 set per hari selama 2 minggu. Dalam setiap set , dilakukan manuver seperti
yang ditunjuk-kan sebanyak lima kali. Ketika melakukan manuver Brandt-Daroff,
disarankan harus hati-hati timbul gejala neurologis (misalnya kelemahan, mati rasa,
perubahan visual selain vertigo). Kadang-kadang gejala tersebut disebabkan oleh
kompresi dari arteri vertebralis. Dalam situasi ini disarankan untuk tidak melanjutkan
latihan dan konsultasi ke dokter.

Manuver Epley di rumah:Manuver Epley dan/ Semont, seperti yang dijelaskan di atas
dapat dilakukan di rumah, bila diagnose sudah jelas. Prosedur ini tampaknya lebih
efektif daripada prosedur di tempat praktek, karena hal ini diulang setiap malam
selama seminggu. Metode (untuk sisi kiri) dilakukan seperti yang ditunjukkan pada
gambar kanan.Setiap posisi berbaring selama 30 detik, dan posisi duduk selama 1
menit; jadi satu siklus selama 2 menit. Biasanya 3 siklus dilakukan sesaat sebelum
tidur. Cara terbaik untuk melakukannya di malam hari , bukan pagi atau tengah
hari,karena dapat terjadi keluhan pusing yang akan menghilang setelah tidur.
Komplikasi

misalnya

konversi kanal lainnya dapat terjadi, yang mana perlu

ditangani dokter. Kadang-kadang manuver Epley menimbulkan gejala neurologik


akibat penekanan arteri vertebralis.(6)
II. Latihan Keseimbangan atau Balance Exercises
Latihan-latihan ini pada dasarnya melibatkan pergerakan dan keseimbangan pada saat
yang sama. Aktivitas yang tipikal meliputi berdiri dengan tumit-jari, berjalan dengan kepala
bergerak maju-mundur, digabungkan kegiatan ini dengan mata tertutup, atau pada permukaan
spons. Kegiatan seperti berjalan, berlari, olahraga, Yoga atau Taichi memberikan manfaat
yang sama. Latihan keseimbangan dinamis sesuai untuk hampir semua gangguan vestibuler.

III. Latihan Stabilisasi Pandangan atau Gaze Stabilization Exercises

Se
b

uah

ilustrasi yang sangat sederhana dari "Latihan Stabilisasi Pandangan " ditampilkan di atas.
These are exercises aimed at improving vision while the head is moving, generally while
viewing an earth stationary object. Latihan ini yang bertujuan untuk meningkatkan visi
,sementara kepala bergerak, umumnya saat melihat obyek stasioner.
Tata cara Latihan stabilisasi pandangan yaitu mulailah dengan latihan sederhana,
beranjak ke hal yang lebih keras. Jadi apa artinya lebih keras? Anda melakukannya SETIAP
HARI. Kami biasanya merekomendasikan mereka untuk melakukan minimal 30 menit (yang
dapat dibagi atas beberapa sesi). Durasi perlu hati-hati disesuaikan sehingga cukup untuk
membuat seseorang "pusing", tapi tidak cukup untuk membuat mereka "sakit".
IV. Latihan ketergantungan visual atau visual dependence exercises
Protokol:
Latihan ketergantungan visual adalah campuran antara gaze-stabilization dan balance
exercise , tetapi lebih menekankan input visual abnormal dalam situasi kehidupan yang nyata.
1. Rangsangan Visual
1. Mata tertutup (ini adalah untuk praktek citra mental)
2. latar belakang kosong
3. latar belakang yang ramai (seperti catur)
4. latar belakang yang sangat sibuk (seperti pasar).
5. Latar yang bergerak sangat banyak
- orang keramaian
- tempat yang berangin,
- menonton gelombang datang

6. latar dengan banyak gerakan ini merupakan latihan utama.


berjalan dengan kerumunan

berjalan melawan kerumunan bergerak ke arah lain


benda yang berputar seperti bola disko
2. konteks lingkungan dengan input visual yang kuat
Mengendarai di siang hari bolong, malam, gelap, atau saat hujan
Pergi ke pasar
Pergi ke bioskop
Menaiki escalator
Menggabungkan rangsangan sensorik lain yang digariskan dalam protokol
lain untuk membuat ini lebih sulit. Misalnya, berjalan di atas pasir di
pantai, dengan kepala berputar bolak-balik, dengan ombak yang datang