Anda di halaman 1dari 11

PEmISAHAN ANION

-2/XII-5

DISUSUN OLEH:

ACHMAD PEDJA MUAMAR F.


(02)
LIRA PINIA PRANCLIBILLA

(13)

SARAH MAULINA

(25)

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN RI
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
INDUSTRI
SEKOLAH MENEGAH
KEJURUAN SMAK
BOGOR

KATA PENGANTAR
Segala puji tuhan Yang Maha Esa. Yang telah memberikan kami kesempatan agar
kami dapat menyelesaikan makalah Analisis Jenis yang berjudul Pemisahan Anion ini
dengan baik. Makalah ini kami buat untuk menyelesaikan tugas Semester ke-6 Analisis Jenis,
dan juga dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk meteri Pemisahan Anion ini.
Makalah ini meliputi tentang pendahuluan, dasar, tujuan, reaksi, cara kerja, serta
pembahasan mengenai Pemisahan Anion.
Setelah membaca makalah ini, diharapkan agar pembaca dapat mengerti, memahami,
serta menguasai semua materi yang dibahas di dalam makalah ini.

Bogor, Mei 2016

Penyusun

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................1
DAFTAR ISI..............................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................3
Latar Belakang............................................................................................. 3
BAB II METODE ANALISIS...................................................................................................6
Dasar.......................................................................................................... 6
Reaksi......................................................................................................... 6
Alat dan Bahan............................................................................................. 6
Cara Kerja................................................................................................... 7
Bagan Kerja................................................................................................. 8
Pengamatan................................................................................................. 8
Pembahasan................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................10

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam kimia analisis kuantitatif dikenal suatu cara untuk menentukan ion
(kation/anion) tertentu dengan menggunakan pereaksi selektif dan spesifik. Pereaksi selektif
adalah pereaksi yang memberikan reaksi tertentu untuk satu jenis kation/anion tertentu.
Dengan menggunakan pereaksi-pereaksi ini maka akan terlihat adanya perubahan-perubahan
kimia yang terjadi, misalnya terbentuk endapan, terjadinya perubahan warna, bau dan
timbulnya gas (Vogel, A. I., 1979).
Skema klarifikasi yang berikut ternyata telah berjalan dengan baik dalam praktek.
Skema ini bukanlah skema yang kaku, karena beberapa anion termasuk dalam lebih dari
satu sub golongan, lagi pula, tak mempunyai dasar teoritis. Pada hakekatnya, proses-proses
yang dipakai dapat dibagi ke dalam (A) proses yang melibatkan identifikasi produk-produk
yang mudah menguap, yang diperoleh pada pengolahan dengan asam-asam, dan (B) proses
yang tergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan. Kelas (A) dibagi lagi kedalam sub-kelas
(i) gas-gas yang dilepaskan dengan asam klorida encer atau asam sulfat encer, dan (ii) gas
atau uap dilepaskan dengan asam sulfat pekat. Kelas (B) dibagi lagi kedalam sub-kelas (i)
reaksi pengendapan, dan (ii) oksidasi dan reduksi dalam larutan (Vogel, A. I., 1979).
Kelas A, (i) Gas dilepaskan dengan asam klorida encer atau asam sulfat encer:
Karbonat, hidrogen karbonat (bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit, hipoklorit, sianida,
dan sianat. (ii) Gas atau uap asam dilepaskan dengan asam sulfat pekat. Ini meliputi zat-zat
dari (i) plus zat yang berikut: fluorida, heksafluorsilikat, klorida, bromida, iodida, nitrat,
klorat (Bahaya), perklorat, permanganat (Bahaya), bromat, borat, heksasianoferat (II),
heksasianoferat (III), tiosianat, format, asetat, oksalat, tartrat, dan sitrat (Vogel, A. I., 1979).
Kelas B, (i) Reaksi pengendapan : Sulfat, peroksodisulaft, fosfat, fosfit, hipofosfit,
arsenat, arsenit, kromat, dikromat, silikat, heksafluorosilikat, salisilat, benzoat, dan suksinat.
(ii) Oksidasi dan reduksi dalam larutan: Manganat, permanganat, kromat, dan dikromat
(Vogel, A. I., 1979).
Untuk memudahkan, reaksi dari asam-asam organik tertentu, dikelompokan bersamasama; ini meliputi asetat, format, oksalat, tartrat, sitrat, salisilat, benzoat, dan suksinat. Perlu

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

ditunjukan disini, bahwa asetat, format, salisila, benzoat dan suksinat sendiri, membentuk
suatu golongan yang lain lagi; semuanya memberi pewarnaan atau endapan yang khas
setelah ditambahkan larutan besi(III) klorida kepada suatu larutan yang praktis netral (Vogel,
A. I., 1979).
Karbonat, CO32Kelarutan: semua karbonat normal, dengan kekecualian karbonat dari logamlogam alkali serta amonium, tak larut dalam air. Hidrogen karbonat atau bikarbonat dari
kalsium, strontium, barium, magnesium, dan mungkin dari besi ada dalam larutan air; mereka
terbentuk karena aksi oleh asam karbonat yang berlebihan terhadap karbonat-karbonat
normal, entah dalam larutan air atau suspensi dan akan terurai pada pendidihan larutan.
CaCO3 + H2O + CO2 Ca2++ 2HCO3Hidrogen karbonat dari logam-logam alkali larut dalam air, tetapi kurang larut dibanding
karbonat normal padanannya. Untuk mempelajari reaksi ini dapat dipakai larutan natrium
karbonat, Na2CO3.10H2O, 0,5M (Vogel, A. I., 1979).
Hidrogen Karbonat, HCO3-.
Kebanyakan reaksi hidrogen

karbonat adalah serupa dengan reaksi karbonat. Uji yang

diuraikan disini cocok untuk membedakan hidrogen karbonat dari karbonat. Larutan 0,5M
natrium hidrogen karbonat. NaHCO3, atau kalium hidrogen karbonat, KHCO3, yang baru saja
dibuat, dapat dipakai untuk mempelajari reaksi-reaksi ini (Vogel, A. I., 1979).
Klorida, Cl-.
Kebanyakan klorida larut dalam air. Merkurium(I) klorida, Hg2Cl2, perak klorida, AgCl,
timbel klorida, PbCl2 (yang ini larut sangat sedikit dalam air dingin, tetapi mudah larut dalam
air mendidih), tembaga(I) klorida, CuCl, bismut oksiklorida, BiOCl, stibium oksiklorida,
SbOCl, dan merkurium(II) oksiklorida, Hg 2OCl2, tak larut dalam air. Untuk mempelajari
reaksi-reaksi ini, dipakai larutan natrium klorida, NaCl, 0,1M (Vogel, A. I., 1979).
Bromida, Br-.
Perak, merkurium(I), dan tembaga(I) tak larut dalam air. Timbel bromida sangat sedikit larut
dalam air dingin, tetapi mudah larut dalam air mendidih. Semua bromida lainya larut. Untuk

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

mempelajari reaksi-reaksi ini, dipakai larutan kalium bromida, Kbr, 0,1M (Vogel, A. I.,
1979).
Iodida, I-.
Kelarutan iodida adalah serupa dengan klorida dan bromida. Perak, merkurium(I),
merkurium(II), tembaga(I), dan timbel iodida adalah garam-garamnya yang paling sedikit
larut. Reaksi-reaksi ini dapat dipelajari dengan larutan kalium iodida, KI, 0,1M. (Vogel, A. I.,
1979).
Metode untuk mendeteksi anion tidaklah sistematik seperti pada metode untuk mendeteksi
kation. Sampai saat ini belum pernah dikemukakan suatu skema yang benar-benar
memuaskan, yang memungkinkan pemisahan anion-anion yang umum ke dalam golongan
utama, dan dari masing-masing golongan menjadi anggota golongan tersebut yang berdiri
sendiri. Pemisahan anion-anion ke dalam golongan utama tergantung pada kelarutan garam
pelarutnya. Garam kalsium, garam barium, dan garam zink ini hanya boleh dianggap berguna
untuk memberi indikasi dari keterbatasan-keterbatasan metode ini. Skema identifikasi anion
bukanlah skema yang kaku, karena satu anion termasuk dalam lebih dari satu sub golongan
(Vogel, A. I., 1979).

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

BAB II METODE ANALISIS


Dasar
Sampel larutan yang mengandung campuran anion-anion dipisahkan dengan
menambahkan pereaksi yang sesuai, ditambahkan CHCl3 (klorofom) kemudian dikocok.
Iodida akan memberikan warna lembayung dan bromida akan memberikan warna cokelat.
Sedangkan Cl- akan bereaksi dengan AgNO3 membentuk AgCl yang berupa endapan putih.

Reaksi

I-

2 I- + Fe3+

I2 + Fe2+ (suasana asam)

I2 + CHCl3

I2 dalam CHCl3 (lembayung)

Br2 Br - + MnO4- Br2 + MnO2


Br2 + CHCl3

Br2 dalam CHCl3 (cokelat)

ClCl- + AgNO3 AgCl + NO3


Putih

Alat dan Bahan

Alat:
1. Tabung ulir 1 buah
2. Tabung reaksi 3 buah
3. Rak tabung
4. Pipet tetes
5. Shaker

Bahan:
1. Larutan Sampel (KCl, KI. KBr)
2. Fe(NO3)3
3. AgNO3 0,1 N
4. HNO3 2 N
5. KmMnO4 0,02 N
6. NaNO3 5%
7. Chloroform

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

Cara Kerja
1. Dimasukkan larutan campuran dari KCl, KI dan KBr sebagai larutan A ke dalam tabung
2.
3.
4.
5.
6.

ulir.
Ditambahkan Fe(NO3)3 5%.
Ditambahkan HNO3 2 N.
Ditambahkan kloroform.
Kemudian dikocok menggunakan shaker.
Dari larutan tersebut, diambil larutan kuning pada tabung A menggunakan pipet tetes ke
dalam tabung B. Endapan lembayung yang tersisa merupakan I2 yang tersekap dalam

kloroform (I2 positif).


7. Dari larutan B ditambahkan kloroform kembali.
8. Lalu dibubuhi KMnO4 0,1 N.
9. Diberikan NaNO2 5% kemudian dikocok dengan shaker.
10. Dari tabung B akan terbentuk dua lapisan yang berwarna kuning dan endapan cokelat.
Lapisan atas yang merupakan larutan kuning dipipet kembali menggunakan pipet tetes ke
dalam tabung C. Bila endapan berwarna cokelat, maka Br2 dinyatakan positif.
11. Pada tabung C kemudian direaksikan demngan AgNO3 0,1 N membentuk AgCl yang
merupakan endapan putih. Maka Cl- dapat dinyatakan positif.

Bagan Kerja

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

Pengamatan
Contoh

Pereaksi

Pengamatan

Larutan A

+ Fe(NO3)3 5%.
+ HNO3 2 N
+ kloroform

Larutan kuning
Larutan kuning
Larutan kuning,
tebentuk endapan
lembayung.
(I2 postif)

Larutan B

+ kloroform
+ KMnO4 0,1 N
+ NaNO2 5%

Larutan kuning
Larutan sindur
Larutan sindur,
terbentuk
endapan cokelat.
(Br2 positif)

Larutan C

+ AgNO3 0,1 N

Larutan kuning,
terbentuk
endapan putih

Hasil

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

Pembahasan
Identifikasi terhadap anion-anion dilakukan setelah pemisahan dan deteksi kationkation yang sistematik. Pada tahap ini sudah tersedia banyak sekali keterangan tentang ada
atau tidaknya anion-anion tertentu. Cara pemisahan anion adalah pemisahan anion
berdasarkan kelarutan garam-garam perak, barium, dan seng. Pada uji iodida ditambahkan
Fe(NO3)3 5% dan HNO3 2N kemudian CHCl3 lalu dikocok kuat-kuat dan dibiarkan hingga
terbentuk dua lapisan; lembayung dan kuning. Hal ini menunjukkan bahwa iodida positif.
Pada uji bromida, dalam keadaan iodida tidak ada (telah dipisahkan) kemudian
ditambahkan larutn KMnO4 0,1 N, NaNO 2 5% dan CHCl3 lalu dikocok kuat-kuat. CHCl3
yang mengikat Br- akan memberikan warna cokelat yang berarti bromida positif.
Apabila pada uji Br- masih ada endapan lembayung dapat ditambahkan Fe(NO3)3 5%,
karena adanya indikasi Fe(NO3)3 5% kurang pekat.
Pada uji klorida, bila tak ada iodida dan bromida maka ditambahkan AgNO 3 0,1 N.
Bila terbentuk endapan putih AgCl, maka Cl- positif.
Cl- + AgNO3 AgCl + NO3Pada uji pemisahan anion, ion sulfida (S2-) harus hilang karena apabila tidak hilang
akan bereaksi dengan Fe2+ pada menjadi FeS bukan menjadi pengoksidasi lagi.
Fe2+ + S2- FeS

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5

DAFTAR PUSTAKA

Sauri, Sofyan dan Farid Hardiana.2015.Analisis Jenis. Bogor: SmK-Smak Bogor


Svehla, G. 2005. Vogel Bagian 1.Jakarta: PT. Kalman media Pustaka
Vogel.1990.Analisis Anorganik Kualitatif. Jakarta: PT. Kalman media Pustaka

10

PEMISAHAN ANION | ANALISIS JENIS | -2 | XII-5