Anda di halaman 1dari 2

Pencegahan

Data epidemiologi klinik mengungkapkan uji saring bakteriuria asimtomatik


bersifat selektif dengan tuhuan utama untuk mencegah menjadi bakteriuria disertai
presentasi klinis ISK. Uji saring bakteriuria asimtomatik harus rutin dengan jadwal
tertentu untuk kelompok pasien perempuan hamil, pasien DM terutama perempuan,
dan pasca transplantasi ginjal perempuan dan laki-laki, dan kateterisasi perempuan
dan laki-laki.
Selain itu ada pula cara-cara untuk mencegah terjadinya ISK:
1. Asupan cairan yang banyak, terutama air. Meminum air yang banyak dapat
membantu mencegah ISK dengan cara sering berkemih sehingga urin dapat
mendorong bakteri keluar dari traktus urinarius.
2. Basuh alat pengeluaran urin dari depan ke belakang. Melakukan hal ini
setelah berkemih mencegah bakteri dari daerah anal menyebar ke daerah
vagina dan uretra.
3. Kosongkan kandung kemih sesegera setelah intercourse (hubungan seksual)
4. Hindari penggunaan produk kewanitaan yang dapat menimbulkan iritasi.
Penggunaan deoderan semprot atau produk kewanitaan lainnya di daerah
genital dapat menyebabkan iritasi pada uretra.

Komplikasi
Komplikasi ISK tergantung dari tipe yaitu ISK tipe sederhana (uncomplicated)
dan tipe berkomplikasi (complicated)
1. ISK sederhana (uncomplicated). ISK akut tipe sederhana (sistitis) yaitu
non-obstruksi dan bukan perempuan hamil merupakan penyakit ringan
(self limited disease) dan tidak menyebabkan akibat lanjut jangka lama.
2. ISK tipe berkomplikasi (uncomplicated)
ISK selama kehamilan
ISK pada DM. Penelitian epidemiologi klinik melaporkan bakteriuria
dan ISK lebih sering ditemukan pada DM dibandingkan perempuan
tanpa DM.
Prognosis
Pengobatan yang baik, hasilnya akan segera diketahui dalam waktu 1-2 hari
dengan menurunnya atau hilangnya gejala dan sterilnya urin.

SUMBER. IPD JILID 2