Anda di halaman 1dari 3

THIMEROSAL

PEMAKAIAN
1. Digunakan sebagai alternatif dari Benzalkonium chloridedan pengawet
fenilmerkuri lainnya. Aktivitasnya meliputi bakteriostatik dan fungistatik
2. Thimerosal juga digunakan di kosmetik dan untuk mengawetkan larutan soft lens
3. Terkadang thimerosal duigunakan sebagai bakteriostatik dan fungistatik untuk
pemakaian topical dengan konsentrasi 0,1% w/w.
4. Konsentrasi pengunaan larutan tetes mata (0,001 0,15%) dan suspense tetes
mata (0,001 0,004%).
STABILITAS DAN PENYIMPANAN
5. Thimerosal stabil di temperature normal dan tekanan, terpapar dengan cahaya
mungkin dapat menyebabkan perubahan warna
6. Kecepatan oksidasi pada larutan akan meningkat karena adanya tembaga dan
logam lainnya.
7. EDTA biasanya digunakan untuk stablitias larutan tetapi telah dilaporkan dapat
menurunkan efisiensi antimikroba dari larutan thimerosal.
INKOMPATIBILITAS
8. Di larutan, thimerosal dapat diadsorbsi oleh kemasan plastik, terutama polietilen.
9. Sangat diadrobsi dengan rubber caps jika kontak dengan larutan.
10. Penggunaan dengan cyclodextrin, dapat menurunkan efektivitas dari thimerosal

11.
12.

13.

14.

KEAMANAN
Thimerosal digunakan sebagai pengawet antimikroba di parenteral dan topikal
Namun, konsentrasi pada thimerosal sebagai pengawet semakin meningkat terkait
dengan toksisitas dari merkuri dan komponen merkuri lainnya yang terkait.
Meningkatnya laporan adanya efek samping terutama hipersensitivitas dari
thimerosal dan keraguan dari efektivitasnya sebagai pengawet. Di Eropa dan
USA regulasi mengenai rekomendasi penggunaan thimerosal pada vaksin dihapus.
Efek samping dari thimerosal yang paling sering utamanya di vaksin dalah
hipersensitivitas, biasanya dengan eritema dan popular atau erupsi vesicular.
Meskipun tidak semua mengalami efek samping itu tetapi ada potensi resikonya.
Adanya pelaporan efek samping thimerosal yang digunakan pada larutan soft lens.
Rekasi yang terjadi meliputi, ocular redness, iritasi, mengurangi toleransi lensa,
dan konjungtivitis.

BENZALKONIUM CHLORIDE
PEMAKAIAN
1. Konsentrasi yang digunakan sebagai bahan pengawet untuk sediaan tetes mata
adalah sebesar 0,01 0,02 % w/v
2. Sering digunakan didalam kombinasi dengan pengawet atau bahan tambahan
terutama 0,1% EDTA untuk meningkatkan aktivitas antimikroba melawan strain
pseudomonas

3.

4.

5.
6.
7.

KETERANGAN
Benzalconium chloride aktif melawan a wide range of bakteri, ragi dan jamur.
Aktivitasnya terutama terhadap gram positif dan negative dan minimal melawan
bakteri endospora dan bakteri acid-fast.
Benzalconium chloride TIDAK EFEKTIF melawan beberapa pseudomonas
aeruginosa, Mycobacterium Tuberculosis, Trichophyton Interdigitale dan
T.Rubrum.
Namun dengan kombinasi dengan EDTA (0,01-0,1%), benzyl alcohol, fenil etanol,
fenil propanol, aktivitas melawan pseudomonas aeruginosa menjadi meningkat.
Aktivitas antimikroba mungkin juga meningkat dengan penambahan fenilmerkuri
asetat, fenil merkuri borat, klorhexidine, cetrimide, atau m-kresol.
Kehadiran dari sitrat dan buffer fosfat (tetapi bukan borat), aktivitas melawan
pseudomonas dapat berkurang.

STABILITAS DAN PENYIMPANAN


8. Benzalkonium chloride bersifat higroskopis dan mungkin dipengaruhi oleh cahaya,
udara dan logam.
9. Larutan stabil di range pH yang luas dan range temperature dan mungkin ketika
disterilisasi dengan menggunakan autoklaf tanpa adanya pengurangan efektivitas.

10.
11.

12.

13.

KEAMANAN
Benzalkonium chloride biasanya tidak mengiritasi. Bertoleransi dengan kulit dan
membrane mukosa.
Ototoxicity dapat terjadi ketika pemberian dilakukan pada telinga dan kontak
yang berkepanjangan dengan kulit kadang menimbulkan iritasi dan
hipersensitivitas.
Percobaan toksisitas pada kelinci menunjukkan hasil benzalkonium chloride
berbahaya bagi mata pada konsentrasi yang lebih tinggi diatas batas normal yang
digunakan sebagai pengawet. Namun, mata pada manusia menunjukkan efek yang
lebih sedikit dibandingkan mata pada kelinci dan banyak produk mata yang
menggunakan benzalkonium klorida dengan konsentrasi sebesar 0,01 % w/v
sebagai bahan pengawet.
Benzalkonium klorida tidak cocok digunakan sebagai bahan pengawet di larutan
untuk penyimpanan dan pencucian hidrofilik contact lens, benzalkonium klorida

dapat berikatan dengan lensa dan mungkin nantinya dapat memproduksi ocular
toxicity ketika lensa usang.
14. Larutan dengan konsentrasi lebih dari 0,03% w/v untuk mata memerlukan
perhatian medis yang segera