Anda di halaman 1dari 15

Kata Pengantar

Segala puji hanya milik Tuhan Allah Bapa dan salam selalu
tercurahkan kepada Yesus Kristus. Berkat limpahan dan rahmat-Nya
saya mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi
tugas mata pelajaran Agama
Agama sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan umat
manusia dapat dikaji melalui berbagai sudut pandang. Kristen
sebagai agama yang telah lama berkembang menyimpan banyak
masalah yang perlu diteliti, baik itu menyangkut ajaran dan
pemikiran keagamaan maupun realitas sosial, politik, ekonomi dan
budaya.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang
saya hadapi. Namun saya menyadari bahwa kelancaran dalam
penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan
bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi
teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang
kaitan HAM dan Demokrasi, yang kami sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita.
Makalah ini di susun oleh saya dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri saya maupun yang datang dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah Bapa akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan
menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para
siswa/i. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan
jau dari sempurna. Untuk itu, kepada guru pembimbing saya
meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah saya di
masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca.
Medan, 30 Januari
2013

Lerwixs Sunjaya
Debataraja
Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

DAFTAR ISI
Kata Pengantar(1)
BAB 1 :

Pendahuluan(3)

BAB 2 :

Isi Pembahasan
a.Pengertian dan Pemahaman tentang demokrasi
HAM dalam konteks Masyarakat
-Demokrasi(4)
-HAM(Hak Asasi Manusia) (9)
b.Pengertian dan Pemahaman tentang demokrasi
HAM dalam konteks Iman Kristen
-Demokrasi..(11)
-HAM(Hak Asasi Manusia) ..(13)

BAB 3 :

Penutup
-Kesimpulan .(14)
-Saran(14)
Refrence/Daftar Pusaka.(15)

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1
Alasan memilih topik Demokrasi dan Ham menurut
konteks Masyarakat dan Iman Kristiani
1.1.2
Kenyataan yang ada berkaitan dengan permasalahan
perkembangan demokrasi dan Ham
1.1.3
Alasan perlunya pemahaman demokrasi dan Ham
1.2 Rumusan Masalah
1.1.1
Apakah hukum mati yang dilakukan oleh hukum,sah?
1.1.2 Apa Pandangan umat kristen tentang demokrasi
dan HAM ?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mendeskripsikan pemahaman dan pengertian demokrasi
dan HAM dalam masyarakan dan iman kristen.Menjelaskan
bagaimana hubungan iman kristen dengan demokrasi
Manfaat
1.4.1 Orang tua:
Memberikan masukan kepada orang tua tentang hubungan umat
kristen dengan demokrasi yang terjadi di indonesia
1.4.2 Sekolah:
Memberikan masukan tentang perkembangan hubungan iman
kristen dan demokrasi
1.4.3 Konselor:
Memberikan gambaran tentang permasalahan yang dihadapi
siswa SMk sehingga mampu memberikan pandangan yang tepat
guna membantu perkembangan siswa secara utuh dan
menyeluruh.
1.4.4 Program Studi Bimbingan Konseling:
Memberikan masukan secara teoritis dan praktis tentang
identifikasi pandangan iman kristen tentang demokrasi
1.4.5 Guru bidang studi/ wali kelas:
Memberikan bantuan kepada wali kelas atau guru bidang studi
tentang pandangan iman kristen tentang demokrasi

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

Pengertian Demokrasi dan HAM dalam Konteks Masyarakat


Indonesia
a. Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk politik pemerintahan di mana kekuasaan
pemerintahan berasal dari rakyat, oleh konsensus (demokrasi
konsensus), dengan referendum langsung (demokrasi langsung), atau
melalui wakil-wakil terpilih dari rakyat (demokrasi perwakilan).
istilah berasal dari bahasa Yunani: pemerintahan
rakyat (dmokrata), yang diciptakan dari (demo) orang dan
(Kratos) kekuatan, istilah demokrasi dirancang oleh Plato dan
Aristoteles.
Demokrasi adalah
suatu
bentuk pemerintahan politik yang
kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung
(demokrasi
langsung)
atau
melalui
perwakilan
(demokrasi
perwakilan). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani
(dmokrata) "kekuasaan rakyat", yang dibentuk dari kata
(dmos) "rakyat" dan (Kratos) "kekuasaan", merujuk pada sistem
politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara
kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada
tahun 508 SM.Dengan demikian, demokrasi dapat dimengerti sebagai:
1. Bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan politiknya
ditentukan sebagian besar oleh rakyat biasa melalui wakil-wakil yang
dipilih pada pemilihan berkala secara bebas.
2. Suatu pemerintahan dimana kekuasaan tertinggi ada di tangan
rakyat; sehingga demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat.
3. Sebuah keadaan yang didalamnya terdapat kebebasan, persamaan,
dan permusyawaratan.

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

4. Pandangan hidup yang dicerminkan dengan perlunya partisipasi dari


setiap warga yang sudah dewasa didalam membentuk nilai-nilai
bersama didalam masyarakat.
Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai
suatu bentuk pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan
bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat). Abraham
Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai
"pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Hal ini berarti
kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan
rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam
mengatur kebijakan pemerintahan. Melalui demokrasi, keputusan yang
diambil berdasarkan suara terbanyak.
Demokrasi terbentuk menjadi suatu sistem pemerintahan sebagai
respon kepada masyarakat umum di Athena yang ingin menyuarakan
pendapat mereka. Dengan adanya sistem demokrasi, kekuasaan
absolut
satu
pihak
melalui tirani, kediktatoran dan
pemerintahan otoriter lainnya dapat dihindari. Demokrasi memberikan
kebebasan berpendapat bagi rakyat, namun pada masa awal
terbentuknya belum semua orang dapat mengemukakan pendapat
mereka melainkan hanya laki-laki saja. Sementara itu, wanita, budak,
orang asing dan penduduk yang orang tuanya bukan orang Athena tidak
memiliki hak untuk itu.
Di
Indonesia,
pergerakan nasional juga
mencita-citakan
pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan
anti-imperialisme, dengan tujuan membentuk masyarakat. Bagi Gus Dur,
landasan demokrasi adalah keadilan, dalam arti terbukanya peluang
kepada semua orang, dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari
orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya, sesuai dengan apa
yang dia inginkan. Masalah keadilan menjadi penting, dalam arti setiap
orang mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, tetapi
hak tersebut harus dihormati dan diberikan peluang serta pertolongan
untuk mencapai hal tersebut.

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang


diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Ciri-ciri suatu
pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:
1.

Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan


keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).

2.

Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hakhak asasi rakyat (warga negara).

3.

Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala


bidang.

4.

Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang


independen sebagai alat penegakan hukum

5.

Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.

6.

Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan


informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.

7.

Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di


lembaga perwakilan rakyat.

8.

Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan


(memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga
perwakilan rakyat.

9.

Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku, agama,


golongan, dan sebagainya).
Demokrasi yang dianut di Indonesia, yaitu demokrasi berdasarkan
Pancasila. secara eksplisit ada 2 prinsip dalam penjelasan mengenai
Sistem Pemerintahan Negara, yaitu:
1. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum (Rechstaat)
Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (Rechstaat), tidak
berdasarkan kekuasaan belaka (Machstaat).
2. Sistem Konstitusionil
Pemerintahan berdasarkan atas Sistem Konstitusi (Hukum Dasar), tidak
bersifat Absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas).
Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

Berdasarkan 2 istilah Rechstaat dan sistem konstitusi, maka


jelaslah bahwa demokrasi yang menjadi dasar dari Undang-Undang
Dasar 1945, ialah demokrasi konstitusionil.
Di samping itu corak khas demokrasi Indonesia, yaitu kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilana, dimuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar.
Dengan demikian, Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang
berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong yang ditujukan kepada
kesejahteraan rakyat, yang mengandung unsur-unsur berkesadaran
religius, berdasarkan kebenaran, kecintaan dan budi pekerti luhur,
berkepribadian Indonesia dan berkesinambungan. Pengertian lain dari
Demokrasi Pancasila adalah sistem pengorganisasian negara dilakukan
oleh rakyat sendiri atau dengan persetujuan rakyat.
Ciri-ciri dari Demokrasi Pancasila adalah:
1. Kedaulatan ada di tangan rakyat.
2. Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong.
3. Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai
mufakat.
4. Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi.
5. Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban.
6. Menghargai hak asasi manusia.
7. Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan
disalurkan melalui wakil-wakil rakyat. Tidak menghendaki adanya
demonstrasi dan pemogokan karena merugikan semua pihak.
8. Tidak menganut sistem monopartai.
9. Pemilu dilaksanakan secara luber.
10. Mengandung sistem mengambang.
Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

11. Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas.


12. Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum.
Sisitem pemerintahan Demokrasi Pancasila adalah:
1. Indonesia adalah negara berdasar hukum.
2. Indonesia menganut sistem konstitusional.
3. MPR sebagai pemegang kekuasaan negara tertinggi.
4. Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah tertinggi di bawah
MPR.
5. Pengawasan DPR.
6. Menteri negara adalah pembantu presiden, dan tidak bertanggung
jawab terhadap DPR.
7. Kekuasaan Kepala Negara tidak terbatas.
Kemudian fungsi dari Demokrasi Pancasila adalah Menjamin
adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara. Menjamin
tetap tegaknya negara RI. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI
yang mempergunakan sistem konstitusional. Menjamin tetap tegaknya
hukum yang bersumber pada Pancasila, Menjamin adanya hubungan
yang selaras, serasi dan seimbang antara lembaga negara. Dan
menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab.

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

b. HAM (Hak Asasi Manusia)


HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri
setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan
tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik
kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membedabedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.
Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang
berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi
yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas
HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak
yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan
dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah
satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas
pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.
Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :
1. Hak asasi pribadi / personal Right
- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah
tempat
- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan
kepercayaan yang diyakini masing-masing
2. Hak asasi politik / Political Right
- Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
- hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
- Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi
politik lainnya
- Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi
3. Hak azasi hukum / Legal Equality Right
- Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan
pemerintahan
- Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
- Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum
Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

4. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths


- Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
- Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
- Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang,
dll
- Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
- Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak
5. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
- Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
- Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan,
penahanan dan penyelidikan di mata hukum.
6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right
- Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
- Hak mendapatkan pengajaran
- Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan
minat

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

10

Pandangan Kristen Tentang Demokrasi dan HAM


a. Demokrasi Menurut Iman Kristen
Apabila kita berbicara mengenai demokrasi, maka kita tidak
dapat memisahkannya dengan negara. Dalam kisah Penciptaannya,
negara memang tidak disebut. Walaupun demikian, Allah menciptakan
manusia sebagai individu sekaligus mahluk sosial. Setelah manusia
jatuh ke dalam dosa, munculah fenomena yang lain. Di dalam kejadian
11 kita membaca tentang kelahiran bangsa-bangsa. Kisah ini segera
diikuti oleh kejadian 12 mengenai pemilihan Abraham. Di bagian ini
dikatakan bahwa Allah akan membentuk sebuah bangsa yang besar,
bangsa plihan Allah sendiri. Tetapi, Israel kemudian tidak disebut
sebagai bangsa, tetapi sebagai umat. Umat menekankan kasamaan
kedudukan antara manusia, yang satu tidak menguasai yang lain sebab
semuanya diikat oleh ketaatan kepada Allah saja. Dengan demikian,
para ahl perjanjian Lama menyimpulkan bahwa umat adalah sebbuah
masyarakat teokratis yang demokratis.
Dari uraian mengenai bangsa Israel, kita mengetahui bahwa pada
awalnya pemerintahan teokratis yang dipimpin Allah mengandung gaya
demokrasi. Kuncinya adalah di dalam sistem pemerintahan tersebut
terdapat kesamaan kedudukan antar-manusia dan tidak ada yang saling
menguasai. Inilah prinsip demokrasi. Inilah juga yang menjadi prinsip
kristiani. Selama berabad-abad para politikus, flsuf, dan rohaniawan
setuju bahwa kekristenan ibarat ibu yang melahirkan sistem demokrasi.
Kekristenan memberi dasar konsep imago Dei dalam diri setiap
manusia. Demokrasi mengaturnya dan mengakui persamaannya pada
diri setiap manusia.
Gregory Vlastos menjelaskan bahwa ada hubungan iman Kristen
dan demokrasi. Dalam iman Kristen, demokrasi memiliki makna ketika
kasih manjadi motivasi dan keadilan menjadi tujuan.
Tradisi Kristen menekankan bahwa setiap manusia memiliki martabat
untuk manjadi seorang pelaku moral yang bebas. Kebebasan itu
diungkapakan dalam bentuk keputusan dan tindakan pribadi yang
memungkinkan kehidupan bersama dapat berlangsung. Di samping itu
juga manusia memiliki martabat sebagai seorang pekerja (pelayan) yang
memungkinkan kehidupan bersama menjadi nyata. Menurut iman
Kristen, kasih dapat dinyatakan bila setiap orang memberikan dirinya
bagi pelayanan dalam masyarakat.

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

11

Berdasarkan hal di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa setiap


orang Kristen wajib berperan aktif dalam kehidupan demokrasi. Hal ini
dapat diwujudkan antara lain dengan turut berpartisipasi aktif dalam
pemilu, menjadi anggota partai politik, turut serta aktif dalam
pengambilan keputusan yang mengatur kehidupan bersama, dan
bentuk-bentuk kegiatan politik lainnya.
Memang, haruslah diakui bahwa dalam pengambilan keputusan
yang mengatur kehidupan bersama. Iman Kristen menegaskan bahwa
semua kuasa berasala dan hanyan milik Allah. Kuasa adalah pemberian
Allah yang harus dipertanggungjawabkan dalam pelayanan masyarakat.
Oleh karena itu, setiap orang Kristen yang terlibat dalam berbagai
kegiatan politik wajib menyuarakan suara kenabian. Suara kenabian itu
didasarkan pada nilai-nilai universal, yaitu: menegakkan keadilan,
menyatakan kebenaran, menghormati kebebasan yang bertanggung
jawab, memperjuangkan kesetaraan, dan mempraktikan kasih terhadap
semua orang.
Kelamahan yang selama ini terjadi adalah orang Kristen
cenderung menghidari ketrlibatan dalam aktivitas yang berbau politik.
Politik hanya dianggap sebagai urusan orang-orang tertentu saja, yang
terlibat di partai politik (anggota DPR/DPRD), atau pemerintahan. Warga
gereja lainnya cukup menjadi penonton. Padahal, sadar atau tidak, di
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara semua
warga negara akan menanggung dampak dari setiap keputusan politik
yang ditetapkan. Dengan berpartisipasi aktif di dalam kegiatan politik,
orang Kristen turut menata kehidupan bersama, sekaligus merupakan
upaya kita untuk mewujudkan nilai-nilai demokrasi yang sesuai dengan
iman Kristen.

Kekristenan ibarat ibu yang


melahirkan system demokrasi.
Konsep
Imago Dei. (Kej 1:27)

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

12

Ham Dalam Perspektif Iman Kristen.


Pdt. Eka Darma Putera mengungkapkan bahwa HAM harus dikaji dalam
dua konsep;
1. Kedaulatan Allah Yang Universal.
Allah berdaulat atas manusia, Ham bersumber dari Allah,
melanggar HAM berarti melanggar ketentuan Allah. Tiak ada satu
lembagapun atau satu orang pun termasuk Negara berwenang
membatalkan atau mengurangi hak-hak tersebut, kecuali Allah itu
sendiri.Teolog sekaligus filsuf, Jurgen Moltman mengatakan, kedaulatan
Allah didalam diri manusia mencakup;
Dimensi individual : martabatnya sebagai manusia;
Dimensi sosial: hidup kebersamaan dengan manusia lain;dan
Dimensi futurologisnya: kesempatan untuk memiliki masa depan.
2. Citra Allah Pada Diri Manusia. Imago Dei. (Kej 1:27).
Manusia secara unik memantulkan Allah di dalam kehidupannya.
Manusia menampilkan Allah yang bermartabat, adil, benar, allah yang
bebas bertindak, kasih. Manusia mencerminkannya itu.
Setiap orang diciptakan sama, bdk Galatia 3:28.
Pelanggaran HAM.
Indonesia nampak menerima perspektif yang lebih luas itu,
sebagaimana yang terlihat dari takrif pelanggaran hak asasi manusia
yang diberikan oleh UU. No. 39/1999 sebagai berikut ini:
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang
atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun
tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hak hukum,
mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi
manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh UndangUndang ini, dan tidak mendapat, atau dikhawatirkan tidak akan
memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan
mekanisme hokum yang berlaku [pasal 1 butir 7].3
Pelanggaran HAM sesungguhnya dari awal dunia diciptakan sudah
ada pelanggaran.
Contoh Kain yang membunuh adiknya Habel (Kej 4).
Pelanggaran terhadap HAM, bearti pelanggaran terhadap ketetapan
Allah.
Kepentingan kelompok, kekuasaan dan keserakahan manusia.
jaman dulu pelanggaran HAM berupa perbudakan dan diskriminasi,
sekarang sistemik
melaui peraturan atau perundang-undangan.

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

13

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Demokrasi adalah suatu pemerintahan di mana kekuasaan
tertinggi ada di tangan rakyat; sehingga demokrasi merupakan
pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Indonesia
adalah negara yang tergolong demokrasi sosial kebebesan beragama
terbukti, Depertemen Agama dibentuk dalam melaksanakan isi UUD
1945 pasal 29. Pasal tersebut berbunyi, Ayat (1) Negara berdasar atas
ke-Tuhanan Yang Maha Esa; Ayat (1) Negara menjamin kemerdekaan
tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan
beribadah menurut agama dan kepercayaanya itu. Dalam UUD 1945
pasal 29 tercantum kalimat Agama dan Kepercayaanya itu.
Menurut kaidah bahasa Indonesia dan berdasarkan penjelasan
Bung Hatta bahwa kata-kata itu dibelakang kata kepercayaan dalam
pasal tersebut menunjukan makna kesatuan diantara agama dan
kepercayaan.
Namun yang terjadi hidup beragama masih warnai dengan berbagai
tindakan radikalisme, kurang toleransi, muncul dalam bentuk aksi-aksi
kekerasan massa.

Saran
Melihat kejadian-kejadian seperti diatas pemerintah harus lebih
transparan pada penerapan demokrasi di Indonesia. Selain itu, perlunya
toleransi umat beragama. Fanatisme terhadap kepercayaan pribadi tidak
bisa dipaksakan pada orang lain. Karena itu, negara wajib melindungi
pemeluk agama. Karena itu, negara tidak boleh mentolerir
pengerusakan tempat ibadah. Negara harus menindak tanpa pandang
bulu. Baik kekerasan yang mengatasnamakan agama dan pelanggaran
HAM.
Oleh sebab itu negara harus memiliki komitmen terhadap HAM.
Maka pemerintah sebagai penyelenggara negara harus mencegah dan
menentang setiap pelanggaran hal-hal di atas. Karena penegakan HAM
salah satu fondasi dari pilar demokrasi. Dan ketegasan negara sebagai
pemilik otoritas mengadili seadil-adilnya bagi mereka yang memaksakan
kehendak terhadap agama lain. Hal ini harus direalisasikan negara, jika
tidak penegakan HAM tidak pernah akan ada atau malah tetap sebagai
negara demokrasi abu-abu. Hak menganut agama merupakan
kebebasan mengembangkan agamanya, bahkan mendirikan sekte
(aliran) baru harus dilindungi negara. Karena itu krustitusi negara harus
menjamin kebebasan untuk semua orang.

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

14

Daftar Pusaka

http://a69670.wordpress.com/2010/02/28/pengertian-demokrasipenerapannya-di-indonesia/
http://iniwebhamdan.wordpress.com/2012/06/05/pengertian-demokrasiindonesia/
http://organisasi.org/pengertian_macam_dan_jenis_hak_asasi_manusia
_ham_yang_berlaku_umum_global_pelajaran_ilmu_ppkn_pmp_indonesi
a
http://banyakmakalah.blogspot.com/2012/02/demokrasi-menurut-imankristen.html
http://antopst.files.wordpress.com/2011/08/pel-7.pdf

Agama Kelas 3 TS 2

Oleh : Lerwixs Sunjaya Debataraja

15