Anda di halaman 1dari 8

Dalam pengelolaan perusahaan,

manajemen menetapkan tujuan atau

sasaran dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan atau
sasaran tersebut. Dampak keuangan yang diperkirakan akan terjadi sebagai akibat
dari rencana kerja tersebut kemudian disusun dan dievaluasi melalui proses
penyusunan anggaran. Setelah anggaran disusun dan kemudian dilaksanakan,
akuntansi biaya berfungsi untuk memberikan umpan balik kepada manajemen
mengenai

konsumsi

sumber

daya

dalam

pelaksanaan

rencana

kegiatan.

Perbandingan dan analisis biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan


memberikan

informasi

bagi

manajemen

untuk

memungkinkan

mereka

mengidentifikasi penyimpangan yang terjadi dari rencana kegiatan, yang pada


gilirannya dapat digunakan oleh manajemen sebagai dasar untuk melakukan
tindakan koreksi.
Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan
pendapatan dan biaya yang direncanakan untuk tahun itu. Anggaran memiliki
karakteristik-karakteristik sebagai berikut (Anthony dan Govindarajan, 2008):
1. Anggaran mengestimasikan potensi laba dari unit bisnis tersebut.
2. Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung
dengan jumlah non moneter .
3. Biasanya meliputi waktu selama satu tahun. Dalam bisnis-bisnis yang sangat
dipengaruhi oleh faktor-faktor musiman, mungkin ada dua anggaran per tahun.
4. Merupakan komitmen manajemen; manajer setuju untuk menerima tanggung
jawab atas pencapaian tujuan-tujuan anggaran.
5. Usulan

anggaran

ditinjau

dan

disetujui

oleh

pejabat

yang

lebih

tinggi

wewenangnya dari pembuat anggaran.


6. Setelah disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu.
7. Secara berkala, kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran, dan
varians dianalisis serta dijelaskan.

Menurut National Committee on Governmental Accounting (NCGA), saat ini


Governmental Accounting Standarts Board (GASB), definisi anggaran (budget)
sebagai berikut:
. Rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang
diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam
periode waktu tertentu.
Anggaran berfungsi sebagai berikut:
1. Anggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan rencana kerja.
2. Anggaran merupakan cetak biru akivitas yang akan dilaksanakan di masa

mendatang.
3. Angggaran sebagai alat komujikasi intern yang menghubungkan berbagai unit

kerja dan mekanisme kerja antar atasan dan bawahan.


4. Anggaran sebagai alat pengendalian unit kerja.
5. Anggaran sebagai alat motivasi dan persuasi tindakan efektif dan efisien dalam

pencapaian visi organisasi.


6. Anggaran merupakan instrumen politik.
7. Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal.

Fungsi anggaran yang pokok adalah sebagai pedoman kerja, sebagai alat
pengkoordinasian
dibandingkan

kerja

dengan

serta

sebagai

fungsi-fungsi

alat

manajemen

pengawasan

kerja.

Bilamana

tersebut,

nampaklah

bahwa

anggaran mempunyai kaitan yang sangat erat dengan manajemen, khususnya yang
berhubungan dengan penyusunan rencana (planning), pengkoordinasian kerja
(coordinating),

dan

pengawasan

kerja

(controling).

Dengan

demikian

maka

nampaklah bahwa anggaran adalah alat manajemen untuk membantu menjalankan


fungsi-fungsinya.

Oleh

karena

anggaran

hanyalah

sebagai

suatu

alat bagi

manajemen, maka meskipun suatu anggaran telah disusun dengan begitu baik dan
begitu sempurna, namun kehadiran manajemen (manajer) masih mutlak diperlukan.
Anggaran yang baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta

realisasinya nanti juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh tangan-tangan
manajemen (manajer) yang trampil dan berbakat.
Biaya

standar

dan

anggaran

merupakan

ukuran

kinerja

manajer

pusat

pertanggungjawaban dalam mewujudkan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.


Pelaksanaan anggaran merupakan penggunaan sumber daya oleh manajer pusat
pertanggungjawaban dalam mewujudkan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.
Penggunaan

sumber

pertanggungjawaban,

daya
yang

ini

diukur

mencerminkan

dengan
ukuran

informasi
kinerja

akuntansi

manajer

pusat

pertanggungjawaban dalam mencapai sasaran anggaran.


Penyusunan anggaran operasi mempunyai empat tujuan utama (Anthony dan
Govindarajan, 2005):
1. Untuk menyesuaikan rencana strategis.
2. Untuk membantu mengoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
3. Untuk menugaskan tanggung jawab kepada manajer, untuk mengotorisasi
jumlah yang berwenang untuk mereka gunakan, dan untuk menginformasikan
kepada mereka mengenai kinerja yang diharapkan dari mereka.
4. Untuk memperoleh komitmen yang merupakan dasar untuk mengevaluasi
kinerja aktual manajer.
Proses Penyusunan Anggaran
Dalam suatu perusahaan, perencanaan secara komprehensip di mulai dari
penyusunan

anggaran

penjualan

yang

seharusnya

bersifat

realistis,

agar

penyusunan anggaran selanjutnya yaitu anggaran produksi, anggaran bahan baku,


anggaran tenaga kelja, angaran overhead, anggaran persediaan, anggaran kas,
anggaran modal yang pada akhirnya mengikhtisarkan anggaran laba rugi, neraca
dan arus kas perusahaan yang menggambarkan perspektip keuangan perusahaan
di masa yang akan datang
Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam
rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan

kuantitatif orang lain. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan


laba (proft planing). Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana
operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek
dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan dimasa yang
akan datang. Dalam proses penyusunan anggaran tersebut, ditunjuk manajer yang
bertanggung jawab dalam pelaksanaan rencana kerja dan dialokasikan berbagai
sumber daya yang diperlukan kepada manajer yang bersangkutan. Anggaran
menjamin pelaksanaan rencana kerja dengan biaya yang sesuai dengan yang
direncanakan

dalam

anggaran.

Dengan

demikian

penyusunan

anggaran

dimaksudkan untuk memberikan jaminan pencapaian blue print tentang program


jangka panjang, yang mencakup pangsa pasar, produk dan teknologi produksi,
kepegawaian, keuangan, citra perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya
perusahaan dengan biaya sesuai dengan yang dianggarkan sebelumnya.
Proses

penyusunan

anggaran

merupakan

proses

penyusunan

rencana

jangkapendek, yang dalam perusahaan berorientasi laba, pemilihan rencana


didasarkan atas dampak rencana kerja tersebut terhadap laba. Oleh karena itu
sering

sekali

proses

penyusunan

anggaran

sering

sekali

disebut

sebagai

penyusunan rencana laba jangka panjang (short-run profit planning). Untuk


memungkinkan manajemen puncak melakukan pemilihan rencana kerja yang
berdampak baik terhadap laba, manajemen menggunakan teknik analisa biayavolume dan laba. Dalam analisis biaya-volume dan laba ini, informasi akuntansi
diffirensial memungkinkan manajemen untuk melakukan pemilihan berbagai
altematif kerja yang akan dicantumkan dalam anggaran. Setelah suatu rencana
kerja dipilih untuk mencapai sasaran anggaran, manajer yang berperan untuk
melaksanakan

rencana

kerja

tersebut

memerlukan

sumber

daya,

memungkinkannya mencapai sasaran anggaran.

Faktor-faktor Internal dan Eksternal dalam Penyusunan Budget Produksi

untuk

Faktor

internal

adalah

faktor-faktor

yang

berada

dalam

perusahaan

yang

mempunyai pengaruh terhadap kelangsungan perusahaan, yaitu:


a. Penjualan tahun lalubisajadi patokan
b. Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan harga jual
c. Syarat pembayaran barang yang dijual
d. Pemilihan saluran distribusi
e. Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan (Quantitatif atau Qualitatif)
f. Modal kerja yang dimiliki perusahaan (Current asset -Current liabilities)
g. Fasilitas yang dimiliki perusahaan
h. Kebijaksanaan perusahaan yang dimiliki perusahaan dibidang-bidang lain.
Faktor-faktor eksternal/ faktor luar perusahaan, tapi memiliki pengaruh terhadap
perusahaan :
a. Persaingan
b. Tingkat pertumbuhan penduduk
c. Tingkat penghasilan masyarakat
d. Tingkat pendidikan masyarakat
e. Tingkat penyebaran masyarakat
f. Agama, adat istiadat dan kebijaksanaan masyarakat
g. Kebijaksanaan pemerintah
h. Keadaaan perekonomian internasional maupun nasional dan kemajuan
tehnologi.
1. Tahap persiapan anggaran.

Pada tahap persiapan anggaran dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran
pendapatan

yang

tersedia.

Terkait

dengan

masalah

tersebut,

yang

perlu

diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiranj pengeluaran, hendaknya terlebih


dahulu diulakukan penaksiran pendapatan secara lebih akurat. Selain itu, harus
disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan
diestimasi pada saat bersamaan drengan pembuatan keputusan tentang angggaran
pengeluaran
2. Tahap ratifikasi

Tahap ini merupakan tahap yang melibatkan proses politik yang cukup rumit dan
cukup berat. Pimpinan eksekutif dituntut tidak hanya memiliki managerial skill
namun juga harus mempunyai political skill, salesman ship, dan coalition building
yang memadai. Integritas dan kesioapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat
penting dalam tahap ini. Hal tersebut penting karena dalam tahap ini pimpinan
eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk menjawab dan memberikan
argumentasi yang rasional atas segala pertanyaan-pertanyaan dan bantahanbantahan dari pihak legislatif.
3. Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran.

Dalam tahap ini yang paling penting adalah yang harus diperhatikan oleh manajer
keuangan publik adalah dimilikinya sistem (informasi) akuntansi dan sistem
pengendalian manajemen.
4. Tahap pelaporan dan evaluasi.

Tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. Jika tahap
implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian
manajemen yang baik, maka diharapkan tahap budget reporting and evaluation
tidak akan menemukan banyak masalah.

DAFTAR PUSTAKA:

Govindarajan, vijay & Robert N. Anthony. 2004. Management Control


System. Jakarta:Salemba Empat
www.iqbalkautsar.blogspot.com
www.scribd.com

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN

ICHSAN AKBAR
0810533161

UNIVERSITAS ANDALAS
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI REGULER MANDIRI 2010