Anda di halaman 1dari 2

PENGELOLAAN LIMBAH HASIL PEMERIKSAAN

LABORATORIUM

UPTD
KESEHATAN
PUSKESMAS
PEKKAE

Pengertian

Tujuan

Kebijakan
Referensi
Prosedur

STANDAR
PROSEDU
R
OPERASIO
NAL

No. Dokumen
No. Revisi
:
Tanggal Terbit
Halaman
:

:
:

Ditetapkan oleh
Kepala UPTD
Kesehatan
Puskesmas Pekkae
H. Taswi,
S.Farm,Apt
NIP.19700413
199103 1 006

Limbah medis adalah limbah yang terdiri dari limbah


yang berupa limbah infeksius, limbah patologi, limbah
benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotosik, limbah
kimiawi, limbah radioaktif, limbah container bertekanan
dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
Limbah medis di puskesmas berasal dari kegiatan
pengobatan dan perawatan. Limbah yang dihasilkan
antara lain limbah infeksius , limbah farmasi, limbah
yang berasal dari laboratorium dan limbah benda tajam
1. Mencegah terjadinya penularan penyakit akibat
limbah medis
2. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat
limbahmedis
3. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial
1. Menyediakan tempat untuk limbah medis (yang
kuat, tahan bocor dan tertutup) di dekat sumber
sampah
2. Menyediakan safety box/tempat sampah khusus
benda tajam (Spuit, jarum, ampul)
3. Melapisi tempat sampah medis dengan kantong
plastik
4. Memasukkan sampah medis hasil kegiatan dibalai
pengobatan, UGD, KIA-KB, Laboratorium dan
bagian obat/farmasi ke dalam tempat sampah
medis dan tertutup kembali
5. Memasukkan ke tempat penampungan sampah
medis sementara yang lebih besar (kuat, tahan
air, tahan bocor, tertutup) atau disimpan di dalam
tempat penyimpangan limbah medis dengan
syarat :
a. Lokasi penyimpanan bebas banjir
b. Tidak rawan bencana
c. Berada diluar kawasan lindung
d. Sesuai dengan rencana tata ruang

Unit Terkait

6. Mengirim limbah medis yang telah dikumpulkan


di dalam tempat penampungan dengan alat
angkut yang kuat, tahan air dan tertutup
Khusus Penanganan Limbah Laboratorium :
1. Sebelum keluar dari laboratorium dilakukan
dekontaminasi dengan hipoklorit
2. Selanjutnya ditangani secara prosedur
pembuangan limbah klinis
3. Cara penanganan terbaik untuk limbah medis
adalah dengan insenerasi
4. Satu satu cara lain adalah menguburnya dengan
metode kapurisasi
Laboratorium, UGD, KIA-KB, Rawat Inap. Apotek