Anda di halaman 1dari 3

PENGECATAN ZIEHL NEELSEN

NO. DOKUMEN
445/189/MGDS/IV/2016

NO. REVISI

HALAMAN

00

1/3
DITETAPKAN
Direktur

TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
TETAP

07/04/ 2012
drg. YUSRO
Pembina Utama Muda
NIP. 19610226 198911 2 001

Pengertian

Metode pemeriksaan mikroskopis TB

dengan menggunakan metode

pengecatan sediaan dahak, pengecatan ini diperlukan untuk memastikan


reagen Ziehl Neelsen yang tersedia dapat mewarnai M.tuberculosis dengan
Tujuan

baik
- Menegakkan diagnosa TB dengan pemeriksaan mikroskopis .
- Menurunkan angka kematian dan kesakitan serta mencegah penularan
TB dengan mengetahui pasien TB dan pasien terdiagnosa TB melalui
pengecatan Ziehl Neelsen.

Kebijakan

Prosedur

Persiapan alat :
-

Kaca sediaan

Lidi/batang bambu dengan ujung runcing

Lampu spiritus

Alat Pelindung Diri ( Jas lab panjang dan sarung

tangan)

Reagen ZN dengan label botol warna berlainan, tutup botol dari


plastik, kotak reagen dari karton corrugated

Prosedur Pelaksanaan
1. Petugas harus membuat sediaan dahak kontrol yaitu beberapa sediaan
dahak dari dahak BTA negatif dan dahak BTA 1 + yang telah difiksasi.

PENGECATAN ZIEHL NEELSEN


NO. DOKUMEN
445/189/MGDS/IV/2016

NO. REVISI

HALAMAN

00

2/3

TANGGAL TERBIT

PROSEDUR
TETAP

07/04/ 2012
2.

Ketika akan menggunakan reagen Ziehl Neelsen kemasan baru maka


dilakukan pewarnaan terhadap satu sediaan dahak BTA negatif dan satu
sediaan dahak BTA 1+. Pewarnaan yang baik BTA tampak berwarna
merah cerah dengan latar belakang biru yang terang, inti lekosit tampak

Prosedur

jelas dan tidak ada endapan merah atau biru.


3. Hasil uji fungsi harus dicatat dalam buku khusus yang menuliskan
tanggal pelaksanaan uji fungsi, nomor batch botol reagen dan hasil
4. Pewarnaan
Bila hasil pewarnaan dinilai baik maka reagen dapat dipakai sebaliknya
bila memberikan hasil pewarnaan yang tidak baik :
a) Endapan metilen biru atau kristal carbol fuchsin maka reagen harus
disaring langsung pada saat melakukan pewarnaan.
b) Dekolorisasi yang tidak sempurna maka mengganti larutan asam
alkohol dengan larutan yang baik
5. Kumpulan sediaan dahak kontrol yang belum diwarnai harus disimpan
dalam kotak khusus.
Tahap analisis
1) Memastikan prosedur tetap di laksanakan dengan baik pada setiap
pemeriksaan. Prosedur tetap yang harus tersedia di laboratorium
mikroskopis TB adalah :
a) Prosedur tetap pengumpulan dahak
b) Prosedur tetap pembuatan sediaan
c) Prosedur tetap fiksasi
d) Prosedur tetap pewarnaan.
e) Prosedur tetap pembacaan mikroskopis
f) Prosedur tetap pencatatan & pelaporan
g) Prosedur tetap pengolahan limbah
2) Menggunakan alat sesuai standar. Kelengkapan alat dapat dibuat dalam
bentuk daftar tilik.
3) Pemberian identitas sesuai dengan standar dan dilakukan pengecekan
ulang.
4) Pembuatan sediaan harus sesuai prosedur tetap.

PENGECATAN ZIEHL NEELSEN


NO. DOKUMEN
445/189/MGDS/IV/2016
PROSEDUR
TETAP

NO. REVISI

HALAMAN

00

3/3

TANGGAL TERBIT
07/04/ 2012
5) Penilaian sediaan yang belum diwarnai
Sebelum melakukan pewarnaan , sediaan dapat dinilai ketebalannya dengan
meletakkan sediaan yg kering 4-5 cm di atas kertas koran. Sediaan yang baik
apabila kita masih dapat melihat tulisan secara samar.
6) Penilaian sediaan yang telah diwarnai
Evaluasi kualitas sediaan dahak dilakukan dengan penilaian terhadap 6 unsur
dengan mempergunakan skala sarang laba-laba. Sediaan yang baik harus

Prosedur

memperlihatkan sarang laba-laba yang penuh


7) Pembacaan mikroskopis
pembacaan sediaan dilakukan oleh 2 orang secara blinded dan dicatat.
8) Penyimpanan sediaan
Dilakukan pengecekan ulang apakah penyimpanan sediaan sudah sesuai
dengan prosedur
Tahap Pasca Analisis
- Menjamin bahwa pelaksanaan tahap pasca analisis sesuai protap yaitu
pelaksanaan dekontaminasi alat dan bahan infeksius; pengelolaan limbah
infeksius dan non infeksius; dan pemeliharaan mikroskop.
Periksa kembali pencatatan dan pelaporan sesuai dengan standar. Petugas
tidak diperkenankan menuliskan laporan dengan tanda atau simbol yang
tidak sesuai skala IUATLD. Contoh tidak ditemukan BTA dituliskan sebagai
, seharusnya : neg; ditemukan 1-9 BTA/ 100 LPB dituliskan BTA
jarang atau seharusnya dituliskan jumlah BTA yang ditemukan.
Apabila ditemukan BTA harus dilaporkan dengan simbol 1+, 2+ atau 3+
sesuai dengan skala IUATLD. Tidak diperbolehkan menuliskan hasil
pemeriksaan diatas kaca sediaan. Penulisan hasil positif dituliskan dengan

Unit Terkait

tinta merah
IGD, Poli Paru, Laboratorium,