Anda di halaman 1dari 49

dr Hadi Sarosa, M.

Kes

Menentukan tema/masalah yang akan


dijawab
Bagaimana mendapatkannya/menelusurinya
Apakah kepustakaan layak rujuk
Bagaimana membuat catatan/ringkasan
kepustakaan yang kita rujuk

Sehat
1.Biologi
2. Fisika
3. Kimia
4. Biokimia
5. Anatomi
6. Fisiologi
7. Histologi
8. Biokimia

Etiologi

Patologi Anatomi
Patologi Klinik
Mikrobiologi
Parasitologi

Sakit
1. Penyakit Dalam
2. Kesehatan Anak
3. Bedah
4. Obsgyn
5. Kesehatan Masyarakat
6. Anestesi
7. KulKel
8. Saraf
9. Jiwa
10. Radiologi dll

Patofisiologi : ilmu yang


mempelajari gangguan
fungsi dan mengenai
regulasi, meliputi
sumber asalnya,
permulaan
penyakit(onset),
perjalanan dan akibat
dari sakit tersebut
Etiologi : penyebab
penyakit
Faktor Resiko : faktor
yang memudahkan
untuk terjadinya suatu
penyakitf

Patogenesa :
perkembangan atau
evolusi penyakit
Sequel (jamak :
sequelae) : akibat dari
suatu penyakit
Komplikasi : proses baru
atau terpisah yang dapat
timbul sekunder karena
beberapa perubahan
yang dihasilkan oleh
keadaan aslinya
Prognosa : peramalan

Suhu normal ?
Bagaimana proses
pengaturan suhu
Sistem apa saja yang
berkaitan/berperan
mengatur suhu
Mengapa suhu harus
diatur
Faktor yang
mempengaruhi
perubahan suhu

Pada peradangan
mengapa terjadi
peningkatan suhu
Bagaimana mekanisme
menggigil pada saat
demam
Apa yang harus
dilakukan pada saat
demam
Bagaimana cara
melakukan kompres
yang benar

Gelombang I : Pertanian

Gelombang II : Revolusi Industri

Gelombang III : Informasi

Bagaimana memilih
Informasi

Pustaka : karya-karya yang menjadi rujukan


untuk memahami suatu masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Artikel jurnal
Buku
Proseding Konferensi
Laporan Pemerintah atau Perusahaan
Skripsi, Tesis dan Disertasi
Jurnal Elektronik
CD Rom
Majalah, Koran

Artikel Jurnal : Tulisan khusus untuk jurnal


terakreditasi, terutama yang diolah dari
laporan penelitian, laporan penemuan,
laporan percobaan atau laporan perenungan
akademik seorang penelitianya
Karya pada kelompok ini sangat bagus karena
informasinya yang mutakhir
Diperlukan waktu hingga 2 tahun untuk
mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal
yang bagus

Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal dapat


berupa sumber kepustakaan primer maupun
sumber kepustakaan sekunder
Sumber kepustakaan primer informasi lebih
mutakhir karena merupakan publikasi dari hasil
penelitian yang dilakukan penulisnya, sedangkan
sumber kepustakaan sekunder merupakan
rangkuman dari beberapa sumber kepustakaan
primer.

1.
2.
3.
4.
5.

Menggunakan sumber kepustakaan primer


sebagai acuan
Mengandung informasi baru
Penulisnya mudah dihubungi melalui cara-cara
normal ( telepon, e-mail)
Pemuatannya direkomendasi oleh mitra bestari
Mematuhi pedoman penulisan (pedoman
selingkung)

Judul
Nama Penulis dan alamat
Abstrak dan kata kunci
Bodi
Penutup, kesimpulan dan saran
Daftar pustaka

Tampilkan hasil penelitian pada judul agar menarik dan


terkesan provokatif
Model judul topik
Upayakan disusun dalam 12-15 kata
Hindari kata-kata klise : studi perbandingan, penelaahan
terhadap, pengaruh pemberian
Penggunaan kata kerja pada awal judul tidak lazim dilakukan
dalam tulisan ilmiah
Hendaknya tidak mengandung singkatan atau akronim
Misalnya

Keanekaragaman Hymenoptera di Di Daerah Aliran Sungai Cianjur

Nama Penulis ditulis tanpa gelar akademik


Alamat :
Lembaga
E-mail

Keperluannya untuk korespondensi

Tidak ada larangan mencantumkan data pribadi


singkat pada akhir artikel

Ada 2 bentuk : Abstrak 1 paragraf dan abstrak


terstruktur
Umumnya tidak lebih dari200-250 kata, untuk laporan
pendek 100-150 kata
Pada kepustaan primer memuat komponen

Introduction
Methods
Results
Discussion

Keyword berupa 2-3 patah kata kunci yang digunakan


dalam penelitian

Komponen
Introduction / background
Memuat alasan utama mengapa penelitian dilakukan (masalah dan
tujuan penelitian)
Methods
memuat jenis penelitian, desain penelitian (penelitian Obsevasional,
eksperimental dll), populasi dan sampel, cara pengambilan sampel,
cara pengukuran variabel, uji statistik dll.
Results
Hasil yang diperoleh
Discussion / Conclusion
Kesimpulan utama

Pendahuluan
Alasan mengapa penelitian dilakukan
Hipotesis atau pertanyaan penelitian yang akan dijawab beserta desain

yang dipakai

Methods

Desain penelitian
Tempat dan waktu penelitian
Sumber data : primer dan sekunder
Populasi terjangkau, sampel dan cara pemilihan sampel
Kriteria pemilihan sampel (inklusi dan eksklusi)
Teknik pengukuran
Rencana analisis

Hasil Penelitian & Pembahasan hasil penelitian


Bagian deskriptif
Bagian analitik

Menganalisis makna penemuan penelitian yang


telah dinyatakan dalam hasil dan menghubungkan
dengan pertanyaan penelitian
Membandingkan dengan penemuan sebelumnya
Didukung oleh kepustakaan yang memadai

Perlu dikemukakan keterbatasan penelitian

Secara umum dikenal


Gaya Chicago
Gaya Harvard
Gaya Vancouver

Ada variasi dari ke 3 gaya yang telah umum

1.

Nama atau nama-nama penulis

Dapat nama instansi resmi, nama organisasi atau nama badan-badan


internasional : DepKes, BKKBN, WHO, LIPI
Dimulai dari nama keluarga atau yang dapat disamakan dengan nama
keluarga

Nama Jawa

Aryatmo Tjokronegoro Tjokronegoro A


Nama marga

Andi Hakim Nasution Nasution AH


Nama suami

Aswitha Damayanti Budiarso Budiarso AD


Nama Cina

Oei Siauw Koen Oei SK


Nama Arab

Ali Alatas Alatas A


Nama Barat

John Eliot Rohde Rohde JE

2. Judul tulisan
judul dan sub judul
3. Informasi penerbitan

Majalah
Nama Majalah, Volume, halaman pertama dan terakhir dan tahun
penerbitan
Buku
Nama buku, penulis, edisi, halaman pertama dan terakhir,
penerbit, kota tempat penerbitan serta tahun penerbitan
kota penerbitan hanya ditulis satu atau yang pertama dan
terakhir

Peningkatan CEA paling menonjol adalah pada penderita


karsinoma kolo-rektal stadium lanjut [Parker W.R. 1997],
terutama kalau sudah metastase ke hati [Kate N. 1988,
Brown W. 1990, Maingot R. Et.al 1995, Kitano M. 1998].
Dari evaluasi 3200 kasus menunjukkan bahwa CEA
merupakan prediktor yang sangat baik untuk menilai
prognosis penderita] [Hill G.H. 1997 ]

Peningkatan CEA paling menonjol adalah pada


penderita karsinoma kolo-rektal stadium lanjut [1],
terutama kalau sudah metastase ke hati [2-5]. Dari
evaluasi 3200 kasus menunjukkan bahwa CEA
merupakan prediktor yang sangat baik untuk menilai
prognosis penderita [6]

Adams M.D., Celniker S.E., Holt R.A., Evans C.A., Gocayne J.D., Amanatides P.G. et
al.2000. The genome sequence of Drosophila melanogaster. Science 287: 2185
2195.

Bopp D., Horabin I., Lersch R.A., Cline T.W., and Schedl P. 1993. Expression of the
Sexlethal gene is
controlled at multiple levels during Drosophila oogenesis.
Development 118: 797812.

Chenn A. and McConnell S.K. 1995. Cleavage orientation and the asymmetric
inheritance of Notch1
immunoreactivity in mammalian neurogenesis. Cell 82:
631641.

Christerson L.B. and McKearin D. 1994. orb is required for anteroposterior and
dorsoventral patterning during Drosophila oogenesis. Genes Dev. 8: 614628.

Clarke J.D. and Tickle C. 1999. Fate maps old and new. Nat. Cell Biol. 4: E103109.

Cox D.N., Chao A., and Lin H. 2000. piwi encodes a nucleoplasmic factor whose
activity modulates the number and division rate of germ-line stem cells.
Development 127: 503514.

Cox D.N., Chao A., Chang L., Qiao D., and Lin H. 1998. A novel class of evolutionarily
conserved genes defined by piwi are essential for stem cell self-renewal. Genes Dev.
12: 37153727.

ABRAMS J: Synopsis of Cardiac Physical Diagnosis, 2d ed. Boston,


Butterworth, 2001

BRAUNWALD E: The clinical examination, in Primary Cardiology, 2d ed,


E
Braunwald, L Goldman (eds). Philadelphia, Saunders, 2003

CHISNER MA: The diagnosis of heart disease by clinical assessment


alone. Curr Probl Cardiol 26:285, 2001

CHOONG CY et al: Prevalence of valvular regurgitation by Doppler


echocardiography in patients with structurally normal hearts by 2dimensional echocardiography. Am Heart J 117:636, 1989

Angioscopy in patients at the time they were experiencing clinical


syndromes definitively demonstrated that the culprit lesion in patients with stable
angina was an atheroma with a smooth surface, whereas those with unstable
angina had a disrupted endothelial surface, with or without thrombus formation.1,2
Although these data established the causal importance of intimal disruption in
acute coronary syndromes, there was no understanding of its pathologic basis. In
the early 1990s, vascular pathologists identified three characteristic histologic
features of unstable plaque: a large lipid core, an abundance of inflammatory
cells, and a thin fibrous cap.3 The differences in both size of the lipid core and
macrophage volume between stable and disrupted plaques are striking. For
instance, Felton et al.studied 334 human aortic plaques.

1. Forrester JS, Litvack F, Grundfest W, Hickey A. A Perspective of


Coronary Disease seenThrough the Arteries of Living Man.
Circulation 1987;75:505513.
2. Sherman CT, Litvack F, Grundfest W, Lee M, Hickey A, Chaux A,
Kass R, Blanche C,Matloff J, Morgenstern L, Forrester JS.
Coronary Angioscopy in Patients with Unstable Angina
Pectoris. N Engl J Med 1986 Oct 9;315(15):913919.
3. Davies MJ. The Composition of Coronary-Artery Plaques. N Engl J
Med 1997;336(18):13121314.
4. Felton CV, Crook D, Davies MJ, Oliver MF. Relation of Plaque Lipid
Composition andMorphology to the Stability of Human Aortic
Plaques. Arterioscler Thromb Vasc Biol 1997;17(7):13371345.

Berkala terakreditasi
1 Acta Pharmaceutica
2 Anestesia Dan Criticala Care
3 Berita Kedokteran Masyarakat
4 Berkala Ilmu Kedokteran UGM
5 Gizi Indonesia
6 Indonesia Journal of Clinical Pathology
7 Jurnal Kedokteran Bandung
8 Jurnal Kedokteran Gigi
9 Medical Journal of Indonesia
10 Majalah Kedokteran Indonesia

Farmasi IPB
FK UI
FK UGM
FK UGM
Akademi Gizi
FK UI
FK UNAND
FK UNPAD
FK UI
IDI

ISSN adalah singkatan dari International


Standard Serial Number atau Standar
Internasional Nomor Majalah (misalnya : ISSN
0126-1460 )
doi : digital object identifier

Merupakan Sumber Kepustakaan Sekunder


Buku cenderung kurang mutakhir karena waktu yang
diperlukan lebih lama untuk menyusunnya bila dibandingkan
dengan artikel jurnal.
Walaupun demikian, buku dapat menjadi titik awal yang baik
untuk menelusuri sumber-sumber yang lebih rinci

International Standard Book Number, atau ISBN (arti


harfiah Bahasa Indonesia: Angka Buku Standar
Internasional)
ISBN diperuntukkan bagi penerbitan buku. Nomor ISBN
tidak bisa dipergunakan secara sembarangan, diatur oleh
sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di
Berlin, Jerman.
Untuk memperolehnya bisa menghubungi perwakilan
lembaga ISBN di tiap negara yang telah ditunjuk oleh
lembaga internasional ISBN. Perwakilan lembaga
internasional ISBN di Indonesia adalah Perpustakaan
Nasional yang beralamat di Jalan Salemba, Jakarta.
Nomor ISBN dapat diperoleh dengan menghubungi
Perpustakaan Nasional

Proseding konferensi sangat berguna karena


menginformasikan penelitian paling mutakhir
atau penelitian yang belum dipublikasikan.
Prosiding juga akan sangat membantu untuk
menyediakan informasi bagi orang-orang yang
sedang melakukan penelitian pada bidang-bidang
yang sama, dan untuk menelusuri karya-karya
lain dari para peneliti yang sama.

Banyak departemen pemerintah dan komisi


perusahaan yang melakukan penelitian.
Publikasi hasil penelitian ini dapat menjadi
sumber informasi

Kelompok karya tulis ini dapat menjadi


sumber pustaka yang berguna.
Karya tulis kelompok ini memiliki beberapa
kelemahan
misalnya
:
sulit
untuk
mendapatkannya karena tidak dipublikasikan
dan hanya tersedia terbatas di perpustakaan
universitas

Sumber informasi yang tumbuh paling cepat


Beberapa hal penting tentang penggunaan sumber
elektronik:
Ingat bahwa setiap orang dapat menerbitkan informasi di

Internet sehingga kualitasnya mungkin tidak reliabel;


Informasi yang dapat kita temukan mungkin dimaksudkan
untuk audiens yang umum sehingga tidak sesuai untuk
dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka (informasi yang
ditujukan untuk audiens umum biasanya kurang rinci); dan
Saat ini semakin banyak jurnal yang memiliki reputasi
mempublikasikan jurnalnya secara elektronik sehingga
kualitasnya lebih dapat dipercaya (tergantung reputasi
dari jurnal tersebut).

CD-ROM yang digunakan di perpustakaan


akademik sehingga menjadi piranti untuk
menelusuri informasi (offline)

Kebanyakan majalah ditujukan untuk pembaca


umum sehingga kurang berguna untuk pencarian
informasi yang diperlukan.
Beberapa majalah khusus mungkin lebih berguna
(misalnya majalah bisnis untuk mahasiswa
agribisnis) tetapi biasanya majalah tidak memadai
untuk rujukan kecuali sebagai titik awal (misalnya
informasi tentang berita atau informasi umum
tentang penemuan-penemuan baru, kebijakan,
dan lain-lain) yang memerlukan rujukan ke
sumber-sumber yang lebih khusus.

koran bermanfaat sebagai sumber informasi


tentang kecenderungaan saat ini, perubahan
atau penemuan (misalnya pengumuman
perubahan kebijakan pemerintah), namun
kita harus melengkapinya dengan informasi
yang lebih rinci dari sumber-sumber lainnya

Artikel : sebuah karangan faktual tentang suatu


masalah secara lengkap untuk dimuat di suratkabar
dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan dan
fakta guna meyakinkan, mendidik, menawarkan
pemecahan suatu masalah atau menghibur
Ciri Utama : enak dibaca

Sebuah tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi ditulis


dengan cara penuturan yang mudah dimengerti
Ditujukan untuk masyarakat umum, berangkat dari
apa yang sudah diketahui oleh pembaca dan
membeberkan fakta-fakta penting sebagai
informasi baru

Pimimpin Umum
Pemimpin Redaksi
Redaktur Pelaksana
Staf Redaksi
Dewan Redaksi
Sekretaris Redaksi

Pelindung
Ketua Penyunting
Penyunting Pelaksana
Sidang Penyunting
Mitra bestari
Dirangkap oleh
penyunting Pelaksana

1. RECENCY
-penting untuk melihat originalitas
-Internet
2. RELEVANCE
-berkaitan dengan masalah penelitian?
-mendukung?
3. COMPLETENESS
4. LEVEL OF EVIDENCE

Level

Type of evidence

Ia

Evidence obtained from meta-analysis of randomized controlled trial

Ib

Evidence obtained from at least one randomized controlled trial

IIa

Evidence obtained from at least one well-designed controlled study


without randomization

IIb

Evidence obtained from at least one other type of well-design quasi


experimental study

III

Evidence obtained from well-design non-experimental descriptive


studies, such as comparative studies, correlation studies and case
studies.

IV

Evidence obtained from expert committee reports or opinions &/or


clinical experiences of respected authorities

(Us

agency for health care policy and research)

1. Look at the title (interesting or useful?)


2. Review the authors (good track record?)
3. Read the Summary/abstract (valid, result
useful?)
4. Consider the site (if valid, the result
applicable to your practice?)
5. Read the Patients & Method Section