Anda di halaman 1dari 5

KOMISI PENANGGULANGAN AIDS PROVINSI JAWA

TIMUR
Jl. Dharmahusada Utara VII No. 7, Surabaya
E-mail : kpaprovjatim@yahoo.co.id

LAPORAN KEGIATAN
Kepada
Dari
Tanggal
Nomor
Sifat
Lampiran
Perihal

:
:
:
:
:
:
:

Yth. Sekretaris KPA Provinsi Jawa Timur


Pengelola Program KPA Provinsi Jawa Timur
17 April 2013
443.1/KPA/SET/JTM/#number#/2013
Segera
Laporan Lokakarya Pemetaan Cakupan Kondom melalui
Aplikasi GPS dan GIS di Kec. Sawahan dan Kec. Benowo

Sehubungan dengan telah selesainya kegiatan Lokakarya Pemetaan


Cakupan Kondom melalui Aplikasi GPS dan GIS di Kec. Sawahan
dan Kec. Benowo pada tanggal 8-13 April 2013, maka dengan ini kami
laporkan beberapa beberapa hal sebagai berikut:

I.

Tujuan Kegiatan
1. Mengembangkan dan mendorong implementasi strategi untuk
meningkatkan keberadaan dan efektivitas Pemasaran Sosial
Kondom
2. Mengidentifikasi ketersediaan kondom serta kesenjangan cakupan
di area hotspot

II.

Peserta
1. Agil
2. Anang
3. dr. Lolita
4. Faishol
5. Heri Soeryono
6. Murtini
7. Puji
8. Rahadian
9. Riska Fitriyah
10.
Suci Kurniawan

PKM Putat Jaya


Yayasan Genta
PKM Sememi KPA Kec. Benowo
Dinkes Kota Surabaya
Yayasan Genta
Dinkes Prov. Jatim
PKM Putat Jaya
PKM Putat Jaya
PP KPA Kota Surabaya
PP KPA Prov. Jawa Timur

III.

Pelaksanaan Kegiatan
Secara garis besar, kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini (813 April 2013), terbagi atas kegiatan di dalam ruangan dan kegiatan
di luar ruangan.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali dengan konsep dasar Pemetaan
Cakupan Kondom, Definisi Operasional yang disepakati tentang
hotspot dan hotzone yang mencakup deskripsi, jarak dan situasi serta
memahami cara menggunakan dan mengumpulkan data dengan GPS.
Sebelum turun ke lapangan untuk mengumpulkan data, peserta
terlebih dahulu berlatih dengan GPS yang telah disiapkan. Peserta
dibagi kedalam 5 kelompok dengan masing-masing didampingi oleh 1
orang fasilitator guna keperluan pengumpulan data di lokasi di bawah
ini :
Kelompok 1
Lokasi Sememi dan sekitarnya
Heri Soeryono
Riska Fitriyah
Benny
(Fasilitator)
Kelompok 2
Lokasi Klakah Rejo dan sekitarnya
Dr. Lolita
Anang
Aan
(Fasilitator)
Kelompok 3
Lokasi Dolly dan Jarak
Rahadian
Puji
Kelompok 4
Lokasi Darmo Park, Sidokumpul dan Kembang
Kuning
Agil
Catur
(Fasilitator)
Kelompok 5
Jalan Diponegoro, Pasar Kembang, Arjuno,
Kedungdoro
Faishol
Murtini
Aryani
(Fasilitator)
Natashia
(Fasilitator)
Dalam pembagian kelompok ini, untuk kelompok 3 dipercayakan
kepada peserta dari PKM Putat Jaya dan tanpa didampingi fasilitator
dengan pertimbangan semakin sedikit personil yang terlibat, maka
ekses yang tidak diinginkan seperti biaya bisa diminimalkan.

Kegiatan turlap dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu (1) untuk memetakan


hotspot, (2) untuk memetakan outlet kondom. Sedangkan diluar
turlap, diisi dengan cleaning data dan data entry.
Dari kegiatan pemetaan hotspot di lapangan, ada beberapa hal yang
menjadi catatan bersama, antara lain :
1. Kesulitan mendapatkan sinyal GPS ketika berada di antara
bagunan yang tinggi.
2. Harap memperhatikan keselamatan ketika sedang melakukan
penitikan hotspot, terlebih untuk lokasi yang dekat dengan jalan
raya
3. Adanya surat jalan / surat keterangan cukup membantu proses di
lapangan
4. Adanya keingintahuan dari masyarakat sekitar kadang cukup
mengganggu dalam proses pencatatan.
5. Keberadaan Pokja Lokasi / RW / Babinsa / Bimas cukup membantu
dalam proses pengambilan data, khususnya sewaktu mengambil
data outlet karena diperlukan wawancara dengan pihak outlet.
IV.

Hasil Kegiatan
Setelah dilakukan cleaning dan entry atas data hotspot dan overlay
data outlet, didapatkan :
1. Total 627 hotspot, yang terdiri atas :
a. 48 bar / caf
b. 434 wisma
c. 31 Hotel / Penginapan
d. 86 Tempat Kost
e. 7 Panti pijat
f. 2 Karaoke
g. 1 Diskotek
h. 3 Spa
i. 11 Lokasi jalanan
j. 4 lokasi masuk kriteria lainnnya
2. Sebanyak 71 % dari hotspot tersebut merupakan hotspot untuk
WPS-L (jumlah 447) sedangkan sisanya yaitu 29% adalah hotspot
untuk WPS-TL (jumlah 180)
3. Total 281 buah outlet baik di dalam hotspot (0 meter) maupun di
sekitar hotspot, yang terdiri atas warung, gerobak, apotek,
minimarket, dan toko obat.
4. Ada beberapa outlet yang terletak di luar radius maksimal yang
bisa diperhitungkan dalam mengukur cakupan kondom. Outletoutlet ini direncanakan akan dihapuskan, namun begitu
berdasarkan masukan dari petugas survey, outlet ini tidak jadi

dibuang karena diantara LBT yang hendak melakukan transaksi


seksual ada yang mengaksesnya dengan alasan malu kalau
ketahuan beli kondom di outlet yang dekat dengan hotspot.
5. Dari analisa yang dilakukan, didapati bahwa 74% dari jumlah
outlet terdata terdapat di hotspot (berjarak 0 meter dengan total
jumlah 208 buah), sedangkan untuk jumlah outlet berdasarkan
jarak dari hotspot adalah ;
Radius 10 meter : 213 outlet
Radius 20 meter : 229
Radius 40 meter : 240
Radius 50 meter : 245
Radius 60 meter : 251
Radius 80 meter : 254
Radius 100 meter : 259
6. Terkait dengan visibilitas kondom di outlet, dengan tanpa
memperhatikan merk, dari data yang masuk didapatkan hasil 54%
kondom terlihat. Terkait dengan material promosi, baik dari sisi
brand awareness maupun materi komunikasi perubahan perilaku,
didapati bahwa hanya 14% outlet yang memampang materi
bersangkutan, sedangkan sisanya 86% tidak memajang materi.
7. Dari sisi kualitas cakupan, 32% outlet melaporkan pernah
kehabisan kondom di bulan sebelumnya. Namun dari data yang
ada belum dipilah outlet mana saja yang kehabisan, apakah yang
ada di lokasi atau yang ada di jalanan. Sebanyak 94% outlet
melaporkan buka setiap hari, sedang sisanya libur ketika hari
Minggu atau hari besar.
V.

Tindak Lanjut
Mengingat keterbatasan waktu analisis dan waktu untuk berlatih
dengan menggunakan aplikasi GIS, maka;
1. Perlu analisa lebih lanjut terkait tingkat distribusi kondom subsidi
dari KPA dibandingkan dengan kondom komersial.
2. Diperlukan pelatihan lanjutan khususnya tentang penggunakan
aplikasi GIS (dalam hal ini Arc View), dalam hal ini akan difasilitasi
oleh KPA Prov. Jatim
3. Akan dilakukan pemetaan lebih lanjut untuk populasi kunci lainnya
dan wilayah hotspot lainnya, dengan mengajukan dukungan ke
SUM agar bisa dibantu utamanya terkait GPS.

Demikian laporan ini kami susun, harap dijadikan periksa dan mohon
arahan lebih lanjut.
Pengelola Program
KPA Prov. Jawa Timur

$uci ku/niawn\