Anda di halaman 1dari 19

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Jl. Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta

PERAN PENGUJI PRASARANA DAN SARANA PERKERETAAPIAN DALAM


MENINGKATKAN KESELAMATAN PERKERETAAPIAN

Disampaikan oleh:

Ir. Hermanto Dwiatmoko, M.STr, IPU


Direktur Jenderal Perkeretaapian

Penyegaran Penguji Prasarana dan Sarana Perkeretaapian


Hotel Harris Bekasi Jawa Barat
16 Mei 2016

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN 1

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

SDM PERKERETAAPIAN
SDM Regulator
Penguji Prasarana dan Sarana Perkeretaapian
Inspektur Prasarana dan Sarana Perkeretaapian
Auditor Perkeretaapian

SDM Operator
Tenaga Pemeriksa
Tenaga Perawatan
Awak Sarana Perkeretaapian
Petugas Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DASAR
HUKUM
Penyegaran Kompetensi
Tenaga
Penguji
DASAR HUKUM

PASAL

BUNYI PASAL

UU No.23 Tahun 2007


tentang Perkeretaapian

Pasal 74 dan Pasal


104

Tenaga Penguji Sarana dan Penguji Prasarana Perkeretaapian harus


memiliki kualifikasi keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat keahlian
yang diperoleh setelah lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah dan dapat dilimpahkan ke badan atau
lembaga yang mendapat akreditasi dari Pemerintah

PP No. 56 Tahun 2009


tentang Penyelenggaraan
Perkeretaapian

Pasal 252 dan Pasal


263

Pendidikan dan pelatihan Tenaga Penguji Sarana dan Penguji Prasarana


Perkeretaapian diselenggarakan oleh Menteri dan dapat dilimpahkan
kepada badan hukum atau lembaga yang mendapat akreditasi dari
Menteri

PM No. 96 Tahun 2010


tentang Tenaga Penguji
Sarana Perkeretaapian

Pasal 12 Ayat (2)


huruf b

Meningkatkan kemampuan sebagai Tenaga Penguji Sarana Perkeretaapian


(dalam bentuk mengikuti pelatihan penyegaran, seminar atau lokakarya di
bidang tugasnya minimal sekali dalam 2 tahun)

PM No. 97 Tahun 2010


tentang Tenaga Penguji
Prasarana Perkeretaapian

Pasal 11 Ayat (2)


huruf b

Meningkatkan kemampuan sebagai Tenaga Penguji Prasarana


Perkeretaapian (dalam bentuk mengikuti pelatihan penyegaran, seminar
atau lokakarya di bidang tugasnya minimal sekali dalam 2 tahun)

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

PRINSIP DASAR DAN METODE PENGUJIAN


TUJUAN

Meningkatkan kelaikan fasilitas operasi kereta api, menjaga agar fasilitas operasi kereta
api sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang ditetapkan serta meningkatkan
keandalan operasi fasilitas operasi kereta api
PRINSIP-PRINSIP

Dapat
Dipercaya

metoda dan prosedur pengujian harus meyakinkan


sehingga dapat dilaksanakan pengujian secara konsisten

Transparan

selama proses pengujian dilaksanakan secara transparan

Adil

pengujian dilaksanakan untuk setiap jenis fasilitas operasi


kereta api

Valid

nilai atau hasil pengujian merupakan angka atau nilai hasil


pengukuran
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

PRINSIP DASAR DAN METODE PENGUJIAN


METODE

Pengamatan visual atau observasi fisik fasilitas operasi kereta api


Membandingkan antara spesifikasi teknis dengan kondisi fasilitas
operasi kereta api yang diuji
Melakukan pengukuran dengan menggunakan peralatan ukur yang
sesuai dengan peralatan yang diuji
UNSUR-UNSUR

Tenaga penguji yang mempunyai kompetensi untuk melakukan


pengujian
Peralatan pengujian yang sesuai dengan komponen yang diuji
Prosedur dan tata cara pengujian
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas)

1.

Visi: Kompetitif ,Terintegrasi, Teknologi Tinggi, Sinergi Industri, Terjangkau, Responsif Terhadap Perkembangan

Program :
a. Jaringan perkeretaapian nasional pada tahun 2030 sepanjang12.100 km (Pulau Jawa-Bali, Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi dan Papua) termasuk jaringan kereta api perkotaan sepanjang 3.800 km.
b. Sarana angkutan penumpang dengan jumlah lokomotif 2.805 unit, kereta api penumpang sebanyak
27.960 unit.
c. Sarana angkutan barang dengan jumlah lokomotif 1.995 unit dan gerbong 39.655 unit.

Jalur KA Existing
Jalur KA Rencana
Jalur KA-Khusus (Rencana)
Rencana Jalur KA Cepat (HST)

Target :
Share Kereta Api : 11-13% Untuk Angkutan Penumpang & 15-17%
Untuk Angkutan Barang
Pembangunan Jalur Ganda & Elektrifikasi Lintas Utama Jawa
Terbangunnya Jaringan Kereta Api Trans Sumatra
Sebagai Tulang Punggung Angkutan Massal Antar Kota dan Perkotaan

Beroperasinya Argo Cahaya (High Speed Train/ HST) di Pulau Jawa


Kereta Api Sebagai Tulang Punggung Transportasi Angkutan Barang di
Kalimantan, Sulawesi dan Papua
Terintegrasi, Aman, Selamat, Nyaman, Pelayanan Yang Handal dan
Terjangkau

Sumber : Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2010-2030


DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

Strategi Pembangunan Perkeretaapian Nasional


Pengembangan
Jaringan
Pelayanan

Peningkatan
Keamanan &
Keselamatan

Investasi &
Pendanaan

STRATEGI
PEMBANGUNAN
PERKERETAPAIAN

Alih Teknologi &


Pengembangan
Industri

Pengembangan
Kelembagaan

Pengembangan
SDM
Perkeretaapian
Sumber: Rencana Induk Perkeretapaian Nasional
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

Regulasi dan Kelembagaan Perkeretaapian

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

2. Kebijakan
Pengembangan
Kelembagaan Perkeretaapian
Kebijakan
Pengembangan
Kelembagaan
OPTIMASI PEMANFAATAN ASET PRASARANA
PERKERETAAPIAN MILIK PEMERINTAH MELALUI PEMISAHAN
PENYELENGGARA SARANA DENGAN PRASARANA UNTUK
MENDORONG TERWUJUDNYA MULTIOPERATOR

Perkeretaapian

PENGEMBANGAN UPT (BALAI)


DI LINGKUNGAN DITJEN KA UNTUK MENDUKUNG
PELAKSANAAN FUNGSI REGULATOR DAN TEKNIS
DITJEN KA
KA. BALAI

KASI

KASI

KASUBBAG

KASI

KELOMPOK JAFUNG
(penguji, inspektor)

Pembentukan UPT

Fungsi-fungsi yang dilaksanakan:


Pengujian prasarana perkeretaapian
Pengujian sarana perkeretaapian
Pengujian/sertfikasi SDM perkeretaapian
Peralatan dan logistik perkeretaapian
Pengendalian dan pengawasan pengoperasian
perkeretaapian
UPT Balai dapat dibentuk berbasis pada:
(1) Pembagian wilayah
(2) Pembagian fungsi

Pembentukan Perum
Sumber: Hermanto. D (Desember 2012)

Sumber: Naskah akademik UPT (Ditjen KA, 2011)

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

Kebijakan Penguatan Regulasi Perkeretaapian


FUNGSI

MANDAT DALAM UU 23/2007

KEBUTUHAN PENGUATAN REGULASI

PERUBAHAN

Monopoli multioperator
Ketergantungan kemandirian
(investasi, teknologi)

Badan Penyelenggara Prasarana Milik


Pemerintah
Sistem Kerjasama antar Operator
dalam Pola Multi Operator
Road Map Penguatan Teknologi dan
Industri Perkeretaapian Nasional

STABILISASI

Standarisasi teknis sarana prasarana


Standarisasi kompetensi SDM
Tatacara penyelenggaraan
(pembangunan/pengadaan,
pengoperasian, perawatan,
pengusahaan)

Standar Teknis Sarana, Prasarana, dan


SDM untuk teknologi baru (Monorel,
MRT, dan High Speed Train, Trem,
Kereta Gantung)
Pedoman Penyelenggaraan
Perkeretaapian Provinsi dan Kab/Kota

FASILITASI

Peran swasta dan Pemda


(kemudahan investasi)
Kaum divable (penyandang cacat,
orang tua, ibu hamil/ menyusui)
Masyarakat kelas ekonomi atau
daerah tertinggal/terpencil

Bantuan Pusat bagi penyelenggaraan


perkeretaapian di Daerah
Standar Penyediaan Fasilitas bagi
Pengguna KA Berkebutuhan Khusus
Pengadaan sarana dan pemberian PSO
bagi pelayanan KA kelas ekonomi dan
perintis
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PERKERETAAPIAN

KRL

KRD

Railbus

Tram

LRT

MRT

Automatic Guided Transit

Monorel

KA CEPAT
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

Program Pengembangan SDM Penguji Sarana dan Prasarana

TARGET
JUMLAH

KOMPETENSI

EKSISTING
Madya
Muda
Pertama
Penguji Jalur
Madya
dan Bangunan Muda
KA
Pertama
Madya
Penguji Fasilitas
Muda
Operasi KA
Pertama
Penguji Sarana
Perkeretaapian

PROGRAM
3
12
38
4
10
51
0
8
30

53

65

Penambahan jumlah tenaga penguji sarana


dan penguji prasarana baru sebanyak 40
orang
Bekerja sama dengan PPSDM Perhubungan
Darat melaksanakan diklat penguji

38

Melakukan pengujian sarana,


prasarana dan SDM perkeretaapian,
inspeksi dan audit keselamatan
Penyegaran Kompetensi Teknis
Penguji Sarana dan Penguji
Prasarana Perkeretaapian

Capacity Building Penguji, Inspektur


dan Auditor (Seminar, FGD, dll)
Mengikuti diklat kompetensi di Luar
Negeri

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

TANTANGAN

PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI

KETERBATASAN
PERALATAN
PENGUJIAN

PRASARANA DAN
SARANA
MENINGKAT
KETERBATASAN
PENGUJI

Meningkatkan
pengetahuan
Memanfaatkan semua
penguji yang ada
Mengikuti pelatihan
seminar/workshop
Melengkapi peralatan
pengujian pras/sar
Menyempurnakan
prosedur pengujian

BADAN USAHA
PERKERETAAPIAN
MENINGKAT

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

PENUTUP
Pengujian, inspeksi dan audit sangat berperan
dalam meningkatkan keselamatan perkeretaapian.
Pelaksanaan pengujian agar diintensifkan,
terutama uji berkala.
Direktorat teknis agar melibatkan semua penguji
yang mempunyai sertifikat.
Ditkes agar memprogramkan anggaran pelatihan
yang akan dilaksanakan di API
Balai Pengujian dan Dit. Teknis agar melengkapi
peralatan pengujian, termasuk test track
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN

TERIMA KASIH
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta
http://djka.dephub.go.id
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN