Anda di halaman 1dari 2

PERLINDUNGAN TERHADAP KEKERASAN FISIK

No. Dokumen

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/1

Ditetapkan oleh
Direktur RSIA MURNI ASIH

1 September 2015
dr. Florencesia Angkawijaya

1.
Pengertian

Pelayanan kepada pasien terkait pencegahan dan penanganan


kekerasan fisik yang terjadi pada pasien bayi, anak, dan manusia lanjut
usia.

2.
Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:


Menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pasien
Mencegah terjadinya kekerasan fisik pada pasien

3. Kebijakan

SK Direktur RSIA Murni Asih Nomor tentang perindungan terhadap


kekerasan fisik pada Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Murni Asih.
SK Direktur RSIA Murni Asih untuk membatasi pengunjung pasien
maksimal 2 orang walaupun pada jam besuk,untuk menghindari hal-hal
yang tidak diinginkan.
SK Direktur RSIA Murni Asih membuat buku bukti penyerahan bayi
ke ibu atau keluarga pasien.

4. Persiapan Alat

5. Prosedur

1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.

Adanya alat pemantau CCTV pada area-area yang rawan.


Identifikasi pengunjung RS (Kartu penunggu)
Buku daftar pengunjung
Ballpoint
Ada ketentuan jadwal besuk bagi pasien.
Kebijakan terkait kunjungan di luar jam besuk.
Identifikasi pasien beresiko terhadap kekerasan dimulai dari Unit

Gawat Darurat.
2. Permintaan perlindungan dari kekerasan fisik bisa dilakukan atas
permintaan keluarga pasien atau lembaga tertentu.
3. Di Unit Rawat Inap segera merespon bila pasien butuh bantuan
dengan koordinasi dengan pihak terkait.
4. Instalasi Keamanan dan Ketertiban Lingkungan (Kamtibling)
melaksanakan penjagaan khusus terkait ancaman kekerasan fisik.
5. Penunggu pasien mendapatkan kartu penunggu dan pembesuk
menunjukan identitas dan harus seizin dari penunggu pasien.
6. Lokasi terpencil dan terisolasi dilakukan penjagaan dan

pengawasan dengan kamera CCTV.

6. Unit Terkait

1. Rawat Inap
2. Bagian Umum dan Kepegawaian
3. Humas/ Customer Service
4. Security