Anda di halaman 1dari 5

1

Page

Trauma Thorax / dada


Definisi

Trauma Thorax adalah suatu kondisi dimana terjadi benturan baik tumpul maupun tajam pada
dada atau dinding thorax , yang menyebabkan abnormalitas ( bentuk) pada rangka thorax.
Perubahan bentuk pada thorax akibat trauma dapat menyebabkan gangguan fungsi atau cedera
pada organ bagian dalam rongga thorax seperti jantung dan paru-paru, sehingga dapat terjadi
beberapa kondisi

patologis traumatik seperti Haematothorax, Pneumothorax, Tamponade

Jantung, dan sebagainya..


Klasifikasi
Trauma dada dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Trauma Tajam
-

Terjadi diskontinuitas dinding toraks (laserasi) langsung akibat penyebab trauma

Sekitar 10-30% memerlukan operasi torakotomi

Misalnya pada : Pneumothorax terbuka,Hemothorax, Trauma tracheobronchial,Contusio


Paru, Ruptur Diafragma,Trauma Mediastinal

2. Trauma Tumpul
-

Tidak terjadi diskontinuitas dinding toraks.

Kelainan tersering akibat trauma tumpul toraks adalah kontusio paru

Sekitar <10% yang memerlukan operasi torakotomi

Misalnya pada : Tension Pneumothorax, Trauma tracheobronchial ,Flail Chest, Ruptur


Diafragma, Trauma mediastinal, Fraktur Costa.

Kelainan akibat Trauma Thorax


1.

Fraktur Costa

Trauma tumpul lebih sering frakturP oleh karena luas permukaan trauma yang sempit,

sehingga gaya trauma dapat melalui sela iga,


-

Kerusakan paling sering : Iga IX dan X. Kerusakan intraabdomen (spleen dan hepar) bila
terkena fraktur pada iga VIII- XII

Penatalaksanaan :
1. Fraktur 1-2 iga tanpa adanya penyulit / kelainan lain : konservatif ( analgetika)

Page

2. Fraktur > 2 iga : waspadai kelainan lain (edema paru, pneumothorax, hematothorax)
3. Penatalaksanaan fraktur iga multiple tanpa adanya kelainan :
- Analgetik yang kuat (oral/iv/ intercostal block)
- Bronchial Toilet
- Cek Lab berkala : Hb, Ht, trombo, Leuko, analisis gas darah
- Cek foto Ro/ berkala.
Komplikasi tersering : timbulnya atelectasis dan pneumonia akibat analgetik yang tidak
adekuat.
2.

Flail Chest

Adalah area thorax yang melayang (flail) oleh sebab adanya fraktur iga multiple
berurutan 3 dan memiliki garis fraktur 2 ( segmented) pada tiap iganya.

Akibatnya adalah : terbentuk area flail yang akan bergerak paradoksal dari gerakan
mekanik pernapasan dinding dada. Area tersebut akan bergerak masuk saat inspirasi dan
bergerak keluar pada saat ekspirasi.

Kesulitan utama pada kelainan Flail Chest yaitu trauma pada parenkim paru yang
mungkin terjadi (kontusio paru

Karakteristik :
Gerakan "paradoksal" dari (segmen) dinding dada saat inspirasi/ekspirasi; tidak terlihat

pada pasien dalam ventilator


Menunjukkan trauma hebat
Biasanya selalu disertai trauma pada organ lain (kepala, abdomen, ekstremitas
Komplikasi : gagal napas, sebagai akibat adanya ineffective air movement yang
seringkali diperberat oleh edema/kontusio paru, dan nyeri.
Indikasi Operasi (stabilisasi) pada flail chest:
1.Bersamaan dengan Torakotomi karena sebab lain (cth: hematotoraks masif, dsb)
2.Gagal/sulit weaning ventilator
3.Menghindari prolong ICU stay (indikasi relatif)
4.Menghindari prolong hospital stay (indikasi relatif)
5.Menghindari cacat permanen

Tindakan : Tindakan operasi adalah dengan fiksasi fraktur iga sehingga tidak didapatkan
lagi area "flail"

3.

Contusio Paru

Terjadi terutama setelah trauma tumpul thorax.Terjadi pada trauma tajam dengan
Page

mekanisme perdarahan dan edem parenkim konsolidasi


-

Diagnosis: Ro/ thorax dan pemeriksaan lab (Pa O2 )

Tindakan :bronchial toilet , batasi pemberian cairan (iso/hipotonik), O2, pain control ,
diuretika, bila perlu ventilator dengan tekanan positif (PEEP > 5).

4
-

Laserasi Paru
Definisi : Robekan pada parenkim paru akibat trauma tajam atau trauma tumpul keras
yang disertai fraktur iga

Manifestasi klinik umumnya adalah : hemato + pneumotoraks.Penatalaksanaan umum :


WSD

Indikasi operasi : Hematotoraks masif (lihat hematotoraks), adanya contiuous buble pada
WSD yang menunjukkan adanya robekan paru ,distress pernapasan berat yang dicurigai
karena robekan luas.

5.

Pneumothorax

Definisi : Adanya udara yang terperangkap di rongga pleura.

Diklasifikasi menjadi 3:

1.

Pneumothorax simple adalah pneumothorax yang tidak disertai peningkatan tekanan


intrathorax yang progresif.
Ciri: Paru pada sisi yang terkena akan kolaps (parsial/ total), tidak ada mediastinal
shift,pada pemeriksaan fisik dijumpai adanya bunyi napas, hipersonor, pengembangan
dada . Penatalaksaan dengan WSD.

2.

Pneumothorax terbuka ( Sucking chest wound )

Terjadi karena luka terbuka yang cukup besar pada dada sehingga udara dapat keluar
dan masuk rongga intra toraks dengan mudah.

Penatalaksanaan:Luka tidak boleh ditutup rapat (dapat menciptakan mekanisme


ventil),Pasang WSD dahulu baru tutup luka,.Singkirkan adanya perlukaan/laserasi pada
paru-paru atau organ intra toraks lain.4,Umumnya disertai dengan perdarahan
(hematotoraks)

3.

Tension Pneumothorax

Merupakan pneumotoraks yang disertai peningkatan tekanan intra toraks yang semakin
lama

semakin bertambah (progresif).

Pada pneumotoraks tension

Page

ditemukan mekanisme ventil (udaradapat masuk dengan

mudah, tetapi tidak dapat keluar).


-

Ciri:

Terjadi peningkatan intrathorax yang progresif, sehingga terjadi kolaps total paru,
mediastinal shift ( pendorongan mediastinum ke kontralateral),deviasi trakea venous

6.
-

return hipotensi dan respiratory distress berat


Tanda dan gejala klinis: sesak yang bertambah berat dengan cepat, takipneu,
hipotensi,JVP , asimetris statis & dinamis
Penatalaksaan : WSD
Hemothorax
Definisi: Terakumulasinya darah pada rongga toraks akibat trauma tumpul atau tembus
pada dada. Sumber perdarahan umumnya berasal dari A. interkostalis atau A. mamaria

interna.
Penyebab utama dari hemotoraks adalah laserasi paru atau laserasi dari pembuluh
darahinterkostal atau arteri mamaria internal yang disebabkan oleh trauma tajam atau
trauma tumpul. Dislokasi fraktur dari vertebra torakal juga dapat menyebabkan

terjadinya
hemotoraks.
7.
Hemothorax massif
Yaitu terkumpulnya darah dengan cepat lebih dari 1.500 cc di dalam rongga pleura.
Hal ini sering disebabkan oleh luka tembus yang merusak pembuluh darah sistemik atau
pembuluh darah pada hilus paru. Hal ini juga dapat disebabkan trauma tumpul.
Gejala Klinis:
Tanda-tanda dan gejala pada trauma thorak :
1.Ada jejas pada thorak
2.Nyeri pada tempat trauma, bertambah saat inspirasi
3.Pembengkakan lokal dan krepitasi pada saat palpasi
4.Pasien menahan dadanya dan bernafas pendek
5.Dispnea, hemoptisis, batuk dan emfisema subkutan
6.Penurunan tekanan darah
7.Peningkatan tekanan vena sentral yang ditunjukkan oleh distensi vena leher
8.Bunyi muffle pada jantung
9.Perfusi jaringan tidak adekuat
10.Pulsus paradoksus ( tekanan darah sistolik turun dan berfluktuasi dengan pernapasan ) dapat
terjadi dini pada tamponade jantung )
Penanganan :

Airway : membebaskan jalan napas


- Keluarkan penyebab obstruksi orofaring ( gigi, prosthesis, darah, isi lambung)
-Letakkan lidah di depan ( letak aman, rahang ke depan)
-Pasang pipa mayo, Goedel, atau lakukan intubasi
Breathing :memelihara pernapasan
- Napas buatan
- Intubasi
- Tanggulangi luka thorax, pneumothorax, hemothorax
Circulation :memelihara perdarahan ( perfusi jaringan otak dan miokard)
- Atasi hipovolemi ( hentikan perdarahan, infus)
- Pungsi tamponade jantung
- Kempaan toraks atau masase jantung
Disabillity
- Dilakukan penilaian terhadap GCS
Exposure
- Buka pakaian untuk mencari cedera. Selain itu harus menjaga suhu tubuh pasien
Page