Anda di halaman 1dari 13

PSIKOLOGI KONSUMEN

Segmentasi Pasar : Dimensi Tambahan

OLEH :
KELOMPOK 3
AGUSTINA EMASRI SIANIPAR
TEMISKA AMATMU (1305079)

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI


FAKUTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

SEGMENTASI PASAR: DIMENSI TAMBAHAN


A. Gaya hidup dan Segmentasi Psikografis
Salah satu masalah besar dalam segmentasi demografis adalah kekrangannya
"kekayaan" dalam mendeskripsikan konsumen pada segmentasi pasar dan strategi
pengembangan. Kekurangan warna, jaringan, dan dimensi saat mendeskripsikan konsumen
ini, dan seringnya kebutuhan untuk dipenuhi oleh gambaan statistik yang kosong. Akibatya,
banyak firma yang memilih mencari jalan lain untuk mndefinisikan pasar.
Istilah gaya hidup bukanlah hal baru, namun pengaplikasiannta dalam pemasaran
lebih kepada baru-baru ini. Sesuai frase oleh Alfred Adler gaya dari hidup yang sudah lebih
dari 50 tahun yang lalu, mengarah pada bentuk tujuan dari dirinya seniri dan jalan yang
digunakannya untuk mencapainya.

Dalam prespektif kita, gaya hidup dapat dipandang

sebagai pola unik dalam hidup yang mempengaruhi dan digambarkan sebagai slah satu
perilaku konsumen. Banyak produk pad zaman sekarang ini yang merupaan produk gaya
hidup. Dimana mereka menggambarkan gaya dari kehidupan yang terlihat oleh pengguna
berpotensi.
Demikian psikografis dapat dipandang sebagai metode dalam mendefinisikan gaya
hidup dalam istilah tindakan. Perlu dicatat bahwa terdapat beberapa pertanyaan tentang
penggunaan instrumen psikografis sebagai hukum penting dari gaya hidup konsumen
individual. Meskipun premis utama mendasari penelitian gaya hidup pemasar yang mengerti
konsumennya, lebih efektif mereka komunikasikan dan pasarkan.
1. Teknik dalam Segmentasi Gaya Hidup
Penelitian segmentasi gaya hidup mengukur:
a. Bagaimana orang menghabiskan waktunya dalam aktivitas
b. Apa yang paling menarik dan penting bagi mereka dalam lingkungan sekitar
c. Opini mereka dan pandangan tentang diri mereka dan dunia sekitarnya
Ketiga area tersebut secara umum mengarah pada Aktivitas, Minat, dan Opini
(AIO; activities interests, and opinions).
2. Aplikasi dalam Segmentasi Gaya Hidup

Gaya hidup dapat digunakan sebagai dasar pada segmentasi dalam empat cara yang
memungkinkan. Hal tersebut dtang dari yang didiskusikan dibawah ini, dan contoh yang
membuktikan beberapa situasi.
a. Segmentasi berdasarkan karakteristik umum gaya hidup, mengarah pada pemasaran
denga teknik mengklasifikasikan populasi konsumen dalam group berdasarkan pada
karakteristik umum gaya hidup. Teknik ini mengklasifikasikan konsumen yang memiliki
gaya hidup yang sama.
b. Segmentasi berdasarkan pada karakteristik gaya hidup produk spesifik, mengarah
pada pemasar yang mencari dan mengerti perilaku konsumen sesuai dengan produk
spesifik atau layanan. Dalam tujuan ini, untuk mendapatkan data yang lebih berarti
pemasar mengaitkan pernyataan umum AIO kedalam produk spesifik. Sebagai contoh
pernyataan umum AIO saya suka olah raga lebih dirubah menjadi saya suka
bermain tenis.
Keuntungan dari pernyataan ini adalah kelompok memunculkan lebih jelas produk
apa yang cenderung mereka pakai dan layanan tertentu.
c. Profiling berdasarkan pada karakteristik umum gaya hidup.
d. Profiling berdasarkan pada gaya hidup produk spesifik.
3. Penggunaan Dari Informasi Gaya Hidup
Seperti yang sudah dijelaskan tujuan dari menggunakan gaya hidup atau variabel
lainnya dalam segmen pemasaran tidak selesai begitu saja tapi juga dapat digunakan
membantu mengembangkan dan mencapai target pasar.
Mengembangkan Produk Baru
Psikografis dan penelitiannya sering digunakan sebagai batu loncatan untuk
mengembangkan produ baru berdasarkan pada identifikasi segmen pasar yang tidak
terlayani.
Pengembangan Strategi Promosi

Gaya hidup, sejalan dengan sumber informasi lainnya dapat berguna penting
bagipihak perklanan untuk memberi kesan baru atau merubah karakter periklanan, setting,
tema dan suasana.
Penetapan Strategi Kreatif
Informasi gaya hidup digunakan terus menerus dalam pengembangan periklanan.
Dalam kasus klasik peggunaan gaya hidup untuk mengembangkan periklanan
diilustrasikan oleh SCHLITZ BEER. Yang sudah berjalan dan sukses dengan slogan
saat kau kehabisan SCHLITZ, kau kehabisan BEER
4. Keuntungan Dari Segmentasi Gaya Hidup
Segmentasi gaya hidup telah menjadi objek dalam meningkatkan penelitian dan
aplikasi dalam pemasaran karena berpotensi mnguntungkan. Walapun masalah dalam
mendapatkan, menganalisis, dan menginterpretasi data gaya hidup tidak memperkecil
contoh dan teknik dalam pengembangan strrategi marketing. Demikian manager
pemasaran mungkin dapat mengembangkan improvisasi multidimentional sebagai kunci
segmentasi, menemukan prduk menguntungkan, mendapatkan posisi produk yang lebih
baik, mengembangkan penyesuaian periklanan dan komunikasi. Semua itu secara umum
menyesuaikan strategi marketing.
Keuntungan tambahan dari psikografis ditemukan oleh peneliti perilaku konsumen
yang cenderung memiliki pandangan esoterik daripada yang melakukan praktik
pemasaran. Pad para peneliti ini, metode psikografis lebih mengarah pada pengembangan
umum, pengetahuan tentang perilaku konsumen dengan 3 cara.
Pertama, mereka harus berkontribusi untuk lebih mengerti mengenai beragam
perilaku konsumen, seperti :pendapat, pembelian eceran, pembelian merk pribadi, aktivis
konsumen dan atribut lainnya.
Kedua, berulangnya penelitian, data bisa saja berakumulasi dan menunjukkan
bagaimana konsumen berubah.

Ketiga, segmentasi umum dalam group konsumen yang membentuk dan


mendeskripsikan perilaku konsumen.
B. Penggunaan Segmentasi
1. Segmentasi Pengguna Merk
Pemasar secara umum tertarik pada membeli merk produkberbeda, dan juga
demografis dan psikografis dari merek pesaing. Jika karakter berbeda, maka program
pemasaran dapat berkembang menjadi menarik pembeli yang memiliki karakteristik
serupa.
2. Segmentasi Pengguna Produk
Walapun pembeli dari produk berbeda mungkin tidak memiliki perbedaan
karakteristik, meskipun begitu pemasar lebih tertarik pada segmentasi pengguna produk
dengan dasar dalam karakteristik demografis dan psikografis yang membedakan dalam
tujuan untuk meraihnya. Misalnya menarik yang bukan pengguna menjadi pengguna, pada
organisasi nonprofit dan layanan masyarakat.
3. Segmentasi Loyalitas
Pemasar tertarik tidak hanya dalam menarik pengguna merk, tetapi lebih pada hal
penting, yaitu pada yang membeli merktertentu secara konsisten. Jika pembeli setia
terrsebut telah diidetifikasi menemukan perbedaan pada karakteristik pasti dari pembeli
tidak tetap), strategi pemasaran dapat dikembangkan untuk menarik pembeli produk yang
memiliki karakteristik serupa atau untuk meningkatkan tingkat kesetiaan dari pembeli yan
kurang setia
4. Segmentasi Volume
Segmentasi volume mengarah pada pengidentifikasian pengguna berkala dari
sebuah kategori produk atau merk. Umumnya mengarah pada pernyataan 20-80, contoh
dari 20 persen pengguna pada 80 persen penjualan produk.
a. Teknik dari Segmentasi Volume

Penelitian telah menunjukkan konsntrasi pembelian tidak sesederhana faktor demografis


oleh karena pendapatan atau ukuran rumah tangga.
b. Aplikasi dari Segmentasi Volume
Pemasar dalam skala jarak luas dari produk dan layanan, menggunakan volume sebagai
patokan dasar.
5. Segmentasi Situasi
Pemasar biasanya menjadi lebih puas setelah mengidentifikasi pasar mereka secara
demografis dan psikografis (siapa yang membeli) dan mungkin berkelanjutan menjadi
mengerti tentan bagaimana produk digunakan dan dinikmati, apakah konsumen sedang
bekerja, bermain, ataupun dirumah. Contohnya, Holiday Inns, Inc., telah membuat berbagai
kategori sesuai dengan kebutuhan situasional para pelancong (travelers).
C. Manfaat Segmentasi
1. Teknik dari Manfaat Segmentasi
Teknik dari segntasi menguntungkan, secara umum terbagi menjadi 3 langkah proses:
1. Eksplorasi peelitian untuk mengembangkan daftar lengkap dari keuntungan dan nilai
memungknkan dalam segmentasi pasar relevan
2. Pengembangan dai skala sensitif dan reliabel pada tindakan uamadimensi sikap.
3. Ukuran kuantitatif dari pasar,biasanya melibatkab samplebesar, memberikan hasil
responden kelas bertingkat berdasarkan sikap mereka. Tingkatan individu (atau segmen)
dideskripsikan dalam hubungan pada perilaku mereka, gaya hidup, demografis dan
karakteristik relevan lainnya
Meskipun konsep tampak sederhana, pelaksanaannya sangat kompleks, sering
membutuhkan komputer dan teknik pengukuran sikap multivariat canggih. metode statistik
yang digunakan berhubungan dengan tanggapan masing-masing konsumen kepada mereka
mengenai

setiap responden lain dan kemudian mengembangkan cluster (biasanya 3-7

segmen) dari konsumen dengan pola peringkat yang sama. Masing-masing segmen ini
merupakan peluang yang berpotensi menguntungkan dan berbeda untuk upaya pemasaran.

2. Aplikasi dari Manfaat Segmentasi

Salah satu contoh dari segmentasi manfaat melibatkan industri restoran. data yang
disajikan dalam tabel 5-6 adalah ilustrasi dari hasil penelitian segmentasi yang mungkin
diperoleh untuk restoran, bahwa restoran ini sedang berjuang di pasar yang sangat
kompetitif dan telah mengalami penurunan penjualan. Salah satu restoran bernama
restoran X, dan pelanggan diambil dari segmen 1 dan 3. sejauh ini, strategi manajemen
telah difokuskan pada segmen 3, disebut "entertainers". Data lain dari penelitian
menunjukkan bahwa pelanggan dari segmen ini merasakan beberapa fitur yang menjadi
kelebihan dari restoran ini yang membedakan antara restoran ini dengan restoran lain dan
bahwa segmen yang awalnya menguntungkan ini telah menarik pangsa proporsional besar
dari pesaing yang kuat. Temuan tersebut mungkin menyebabkan restoran X untuk mencari
segmen lain yang kurang puas dengan restoran lain yang tersedia dan beralih ke restoran
X. Disinilah restoran X menunjukkan dan menawarkan menawarkan beberapa potensi
seperti menyediakan majalah makanan , dan pelayan yang sopan. Manajemen restoran
dapat memutuskan untuk fokus sepenuhnya pada segmen 1 dan mencoba bersaing di
segmen 3.
Contoh ini menunjukkan keuntungan dari manfaat segmentasi. kesulitan terbesar
dalam menerapkan pendekatan yang ada yaitu dalam memilih manfaat yang akan
ditekankan. Misalnya, perusahaan harus yakin bahwa motif pembeli merupakan motif
nyata mereka untuk pembelian, yang bukan merupakan tugas yang mudah karena
kompleksitas dari motivasi manusia. Akibatnya, jumlah konsumen di setiap segmen
manfaat sulit untuk memperkirakan; Selain itu, proporsi bergeser dari waktu ke waktu,
menyajikan komplikasi lebih lanjut. Inilah penelitian yang diperlukan untuk memastikan
manfaat produk dan ukuran segmen konsumen.
3. Keterbatasan Manfaat Segmentasi
Segmentasi berdasarkan manfaat yang diinginkan dapat menjadi pendekatan yang
bermakna dari sudut pandang marketing karena langsung memfasilitasi perencanaan dan
pemasaran produk komunikasi tetapi mungkin paling berguna untuk penentuan
positioning merek. Pendekatan ini tidak relevan untuk semua situasi, namun. Berikut
terdapat tiga kasus yang tidak sesuai :

1. Garis harga tradisional telah dikembangkan sehingga semua kegiatan pemasaran


didasarkan pada tingkat harga. untuk produk tertentu seperti pakaian, kosmetik, mobil,
dan peralatan, garis harga tradisional telah dikembangkan sejauh pasar yang telah
tersegmentasi menjadi garis harga. karena semua penawaran produk dan kegiatan
pemasaran yang bergantung pada garis harga yang ditawarkan, pertimbangan
pemasaran mendikte bahwa pasar tersegmentasi paling tidak pada awalnya oleh garis
harga.
2. Manfaat yang diinginkan ditentukan oleh situasi atau tujuan dari produk yang
digunakan. keinginan konsumen dapat bervariasi dengan jenis kesempatan dari produk
yang digunakan. misalnya, pakaian yang cocok untuk beberapa kesempatan tidak akan
cocok untuk acara-acara lainnya. untuk pemasaran yang efektif, keinginan konsumen
harus tersegmentasi oleh penggunaan kesempatan untuk menentukan produk yang
akan paling cocok untuk setiap kesempatan.
3. Gaya penampilan produk adalah kriteria utama keberhasilan. jika perbandingan fashion
adalah pertimbangan utama dalam keberhasilan pemasaran, pemasar harus
mensegmentasikan pasar atas dasar preferensi style untuk memasarkan garis sukses
dari gaya untuk setiap segmen. beberapa contoh garis gaya berorientasi perak,
peralatan kecil, aksesoris fashion, pakaian, furniture, dan mobil.
Mungkin kesulitan terbesar dalam menerapkan pendekatan yang ada yaitu dalam
memilih manfaat yang benar untuk ditekankan dan memastikan motif pembeli menyatakan
motif mereka yang sebenarnya. kegagalan untuk memahami manfaat dapat mencegah
keberhasilan pemasaran.
4. Analisis Masalah Konsumen
Ketika pemasar meminta konsumen menyatakan manfaat mengenai suatu produk,
konsumen sering kembali ke peneliti apa yang telah mereka tahu. misalnya, menanyakan
konsumen apa manfaat yang mereka inginkan dalam pasta gigi mungkin akan
menimbulkan manfaat seperti "pencegahan pembusukan", "whitening", "nafas segar", dan
sebagainya, itu adalah manfaat yang telah mereka kethaui meskipun dari iklan. dengan
demikian, karena konsumen sering tidak sangat introspektif ketika ditanya, mereka tidak

mungkin untuk memberikan informasi baru tentang manfaat produk yang akan
memindahkan merek perusahaan ke puncak di pangsa pasar. Satu pendekatan untuk ini
adalah analisis masalah-persediaan di mana konsumen disediakan daftar masalah dan
untuk masing-masing diminta untuk mengatakan produk apa yang memiliki masalah.
Sekali masalah umum ditentukan, selanjutnya pemasar dapat melakukan penelitian
lebih mendalam untuk konsep produk baru tertentu. misalnya, salah satu biro iklan
menggunakan teknik penelitian yang dikenal sebagai "deteksi masalah" untuk
mengidentifikasi masalah yang penting untuk produk tertentu, seberapa sering masalah
tersebut terjadi, dan apakah solusi untuk masalah telah mendahului oleh beberapa produk
atau layanan yang ada. "masalah skor" yang diterima oleh produk dinyatakan secara
numerik dengan skor yang lebih besar mengindikasikan peluang yang lebih besar.
D. Positioning Produk
Positioning adalah adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran
pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Positioning produk yang
efektif adalah kunci utama dari pemasaran yang sukses. Bagian ini membahas pentingnya
positioning yang berkaitan dengan proses segmentasi, dan membahas beberapa pendekatan
mengenai proses.
1. Keterkaitan segmentasi pasar dan positioning produk
Segmentasi pada dasarnya adalah akomodasi dari kelompok konsumen yang berbeda
dalam rencana atau strategi pemasaran. mengetahui bahwa konsumen yang berbeda
merespon secara berbeda terhadap produk promosi, harga, dan saluran berarti bahwa
pemasar tidak harus mempertimbangkan reaksi keseluruhan populasi untuk sebuah produk,
tetapi juga reaksi antara segmen pasar yang berbeda. segmentasi pasar, oleh karena itu, baik
proses mendefinisikan karakteristik berbagai segmen di pasar, serta alokasi sumber daya
pemasaran antara segmen ini. positioning produk terkait erat dengan segmentasi pasar.
Positioning produk adalah tempat yang menempati di pasar tertentu seperti yang dirasakan
oleh kelompok yang relevan dari pelanggan, yaitu, dengan target segmen pasar. positioning
melibatkan penentuan bagaimana konsumen memandang produk pemasar dan juga
mengembangkan dan menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai posisi yang

diinginkan di pasar. produk, harga, distribusi, dan bahan-bahan promosi semua harus
dipandang sebagai alat yang potensial untuk posisi perusahaan. positioning, oleh karena itu,
tidak memiliki nilai dalam dirinya sendiri, hanya berlaku pada target segmen pasar.
pemasar harus melihat segmentasi dan positioning di tandem. proses dapat mulai baik
dengan memilih target segmen pasar dan kemudian mencoba untuk mengembangkan posisi
yang sesuai, atau dengan memilih posisi produk yang menarik dan kemudian
mengidentifikasi segmen pasar yang tepat. Baik produk baru maupun lama, positioning
adalah bahan utama untuk mencapai hasil pasar yang berhasil.
Meskipun pebisnis telah lama memposisikan produk mereka untuk menargetkan
pasar segmen, keputusan ini tidak selalu dilakukan secara sadar atau berhasil. untuk
meningkatkan peluang keberhasilan, pendekatan sistematis untuk keputusan dibutuhkan.
Berikut berbagai strategi dan teknik yang digunakan dalam pendekatan sistematis untuk
positioning :
2. Strategi untuk posisi produk
Banyak cara yang ada untuk memposisikan produk atau layanan (atau bahkan
sebuah organisasi). berikut menggambarkan beberapa pendekatan ini. perlu dicatat bahwa
kombinasi dari pendekatan ini juga memungkinkan :
a. Posisi pada fitur produk
Produk dapat diposisikan atas dasar fitur produk. misalnya, sebuah iklan
mungkin mencoba untuk memposisikan produk dengan mengacu pada fitur
khususnya. meskipun ini mungkin menjadi cara yang sukses untuk menunjukkan
keunggulan produk, konsumen umumnya lebih tertarik pada apakah fitur tersebut
berarti bagi mereka, yaitu, bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan dari
produk.

b. Posisi pada manfaat

Pendekatan ini berkaitan erat dengan metode sebelumnya. Iklan pasta gigi
sering menjadi

fitur pendekatan manfaat, sebagai contoh Crest (pencegahan

pembusukan), close-up (daya tarik seks dengan gigi putih dan nafas segar), dan aquasegar (kombinasi dari manfaat ini) telah menggambarkan.
c. Posisi pada penggunaan
Teknik ini terkait dengan manfaat positioning. banyak produk yang dijual atas
dasar situasi penggunaan konsumen mereka. misalnya, dengan slogan "akhir pekan
yang dibuat untuk Michelob", Michelob secara tradisional diposisikan sebagai bir akhir
pekan. posisi terbatas seperti dibatasi merek, namun, dengan membuat situasi
penggunaan baru tampaknya tidak pantas. Michelob, oleh karena itu, telah berupaya
untuk memperluas penggunaan waktu yang tepat dengan slogan baru-baru ini, "malam
milik Michelob"
Perusahaan lain yang patut telah berusaha untuk memperluas asosiasi merek
mereka dengan penggunaan atau situasi tertentu. sup Campbell selama bertahun-tahun
diposisikan untuk digunakan saat makan siang dan diiklankan secara luas lebih dari non
waktu radio. Sekarang menekankan berbagai penggunaan untuk sup (resep pada label)
dan waktu yang lebih luas untuk konsumsi, dengan tema yang lebih umum "sup adalah
makanan yang baik".
Produk dapat memiliki beberapa strategi positioning, tetapi meningkatkan
jumlah mungkin terbukti berisiko dan sulit, pendekatan tersebut mungkin berguna
dalam memperluas pasar untuk produk, namun, Gatorade, misalnya, awalnya minuman
musim panas untuk atlet yang dibutuhkan untuk menggantikan cairan tubuh ; tetapi
juga telah berusaha untuk mengembangkan strategi positioning selama musim dingin
atau flu sebagai minuman ketika dokter menganjurkan mengkonsumsi banyak atau
cairan. Arm & Hammer sangat berhasil ditambahkan posisi untuk baking soda nya,
dengan penjualan yang sangat melonjak.

d. Posisi pada pengguna

Pendekatan ini mengaitkan produk dengan pengguna atau kelas pengguna.


beberapa perusahaan kosmetik mencari model sangat terlihat sukses sebagai juru bicara
mereka sebagai asosiasi untuk merek mereka. merek lain mungkin memilih model yang
kurang dikenal untuk menggambarkan gaya hidup tertentu dalam iklannya (Revlon
Charlie garis kosmetik, misalnya). sebuah perusahaan kadang-kadang mungkin perlu
untuk menarik pengguna baru karena pergeseran pasar. Johnson & Johnson sampo bayi
sekarang menyajikan pengguna dewasa serta bayi di dalam iklannya. Karena pengguna
dan situasi penggunaan yang terkait, mereka mungkin sering dihubungkan dalam
sebuah iklan.
e. Posisi terhadap persaingan
Seringnya, sukses untuk sebuah perusahaan melibatkan pencarian titik lemah
dalam posisi pesaing dan kemudian melancarkan serangan pemasaran terhadap titiktitik lemah. dalam pendekatan ini, pemasar dapat secara langsung atau tidak langsung
membuat perbandingan dengan produk bersaing. perhatikan juga, bagaimana merek ini
dihadapkan situasi positioning khusus penggunaan. Perusahaan serta produk dapat
diposisikan, dan dapat, pada kenyataannya, berfungsi untuk sangat memperkuat posisi
produk yang dipilih. Situasi lain mengenai posisi kompetitif yang mungkin timbul
untuk pemasar produk baru adalah untuk memisahkan produk yang lebih tua atau khas
dalam kategori didirikan dari produk baru.
3. Analisis Positioning
Pemasar dapat menggunakan beberapa teknik untuk menentukan posisi yang tepat
untuk sebuah merek. apakah merek baru atau lama, focus group dan wawancara mendalam
mungkin dapat membantu dalam memberikan wawasan dari konsumen. informasi gaya
hidup dan teknik yang dikenal sebagai pemetaan persepsi juga dapat membantu dalam
keputusan positioning.

E. Masa Depan Segmentasi dan Positioning

Berbagai dasar untuk segmentasi pasar yang dibahas dalam bab ini dan bab sebelumnya
telah menggaris bawahi kebutuhan untuk memahami konsumen. setiap konsumen segmentasi
membeli kebiasaan, mereka memungkinkan pemasar untuk lebih memahami target pasar
mereka. ketika kombinasi dari pendekatan yang digunakan dalam bertujuan total masalah
pemasaran, penelitian segmentasi dapat menjadi sangat berarti. Dengan pemahaman yang
disempurnakan datang kemampuan untuk mengembangkan program pemasaran yang lebih
disesuaikan. Kebutuhan untuk pasar segmen dan produk posisi efektif semakin diakui oleh
eksekutif pemasaran menunjukkan bahwa mengembangkan strategi segmentasi pasar adalah
salah satu titik tekanan kunci mereka harus berurusan dengan dalam satu tahun terakhir.
Yang banyak perhatian dan minat yang dihasilkan oleh konsep segmentasi pasar pasti
akan menjadi lebih signifikan di masa depan. Tiga faktor lingkungan diharapkan untuk
menyebabkan pertumbuhan ini. Pertama, kemajuan gerakan konsumerisme akan mendorong
segmentasi pasar, karena para kritikus telah menunjuk segmen mereka percaya diabaikan
dalam sistem kita sekarang. Hasil tekanan kritikus ini adalah bahwa menager menjadi lebih
memperhatikan kebutuhan konsumen yang sebelumnya tidak dikenal. Faktor kedua
mendorong segmentasi pasar diintensifkan kompetisi. Dengan pasar yang semakin kompetitif
(domestik dan internasional) di masa depan, orang-orang bisnis akan mencari segmen yang
belum dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan atas rival. Faktor ketiga merangsang
segmentasi pasar adalah meningkatnya kesadaran aplikasi non-bisnis teknik. itu akan semakin
dimanfaatkan untuk pemasaran di daerah non-tradisional seperti politik, agama, dan isu-isu
publik.