Anda di halaman 1dari 3

Sedangkan proses erosi atau abrasi pada umumnya dilakukan

oleh gelombang laut disepanjang pantai. Eksistensi abrasi tergantung


pada faktor-faktor berikut ini :
a. Tingkat resistensi batuan sepanjang pantai
Tingkat pelapukan fisik dan kimiawi sangat menentukan
kecepatan abrasi di daerah pantai. Batuan yang sudah lapuk atau
kurang kompak dan bersifat asam akan lebih mempercepat
terjadinya abrasi.
b. Kondisi struktur permukaan batuan.
Batuan yang sudah hancur atau retak-retak serta berpori
sangat mudah terjadinya abrasi.
c. Kedudukan lapisan batuan terhadap arah pukulan gelombang.
Batuan yang miring searah dengan pukulan gelombang akan
mempercepat terjadinya abrasi, karena sifat batuan berhadapan
dan mematahkan gelombang secara tiba-tiba. Sedang kedudukan
batuan miring berlawanan dengan arah pukulan gelombang,
aktivitas abrasi relatif kecil karena gelobang akan direda, ditekan
secara perlahan-lahan. Dan juga pada tebing curam akan terjadi
abrasi yang besar seperti halnya pada lapisan batuan yang miring
searah pukulan gelombang.
d. Kedalaman dasar pantai.
Pantai yang dalam, abrasi kurang aktif tetapi biasanya pantai
yang dalam mempunyai pinggir pantai yang relatif curam.

e. Keterbukaan pantai terhadap pukulan arus dan gelombang.


Pantai yang terbuka mempunyai tingkat abrasi tinggi
dibandingkan dengan pantai yang tertutup.
f. Jenis material yang terbawa oleh arus dan gelombang.
Material sedimen yang ikut terangkut akan berfungsi mengikis
pantai, semakin kasar material sedimen maka semakin cepat pula
terjadi abrasi. Proses-proses lain yang juga dapat terjadi didasar
pantai seperti aktivitas gunungapi, tektonik, longsoran danmlainlain. Proses-proses terjadi disepanjang pantai pada prinsipnya akan
merubah pantai dan keadaan lingkungan pantai.
Proses sedimentasi yang terjadi di Pulau Samalona ini bekerja
lebih banyak dibandingkan dengan proses abrasi yang dilakukan oleh
air laut. Hal ini dapat dilihat dengan bentuk morfologi Pulau Samalona
yang dari tahun ke tahun semakin luas. Proses sedimentasi yang
terjadi dapat dilihat pada sebelah Timurlaut dan Baratlaut dari Pulau
Samalona ini. Hal ini dapat dilihat dari bentuk Pulau Samalona yang
memanjang
sedimen

kearah

berupa

Utara

batupasir

dimana

terjadi

disebelah

penambahan

Timurlaut

dan

material
Baratlaut.

Sedangkan proses erosi yang bekerja dapat dilihat disebelah Timur dan
Tenggara Pulau Samalona dimana terjadi pengikisan dari tepi-tepi
pantai dalam jumlah yang relatif kecil.
V.2

Hasil-Hasil Bentukan Sedimentasi Pulau Samalona

Mengingat proses sedimentasi lebih dominan dibanding dengan


proses erosinya sehingga sedimen-sedimen tersebut akan terendapkan
disekitar pantai terutama didaerah sebelah Timurlaut dan Baratlaut
Pulau Samalona dimana pulau tersebut memanjang kearah Utara.