Anda di halaman 1dari 8

2.1.

Definisi Anggaran Induk (Master Budget)


Berikut ini beberapa definisi mengenai anggaran induk.
Anggaran Induk adalah suatu jaringan kerja yang berisi berbagai macam anggaran yang
dipisah tetapi saling berhubungan & saling tergantung
Anggaran induk dapat disusun untuk satu perusahaan sebagai satu kesatuan dan dapat
disusun sebagai divisi laba.
Anggaran induk merupakan konsolidasi rencana keseluruhan perusahaan untuk jangka
pendek, biasanya disusun atas dasar tahunan.
Anggaran induk merupakan kompilasi dari anggaran-anggaran yang dibuat seblumnya oleh
masing-masing unit kerja terkait.
-

Anggaran induk merupakan dokumen kerja pada inti proses anggaran.

Anggaran induk menyatakan rencana operasi dan keuangan yang dibuat manajemen untuk
periode.
-

Anggaran induk mencakup sekumpulan laporan keuangan yang dianggarkan.

Anggaran induk adalah rencana awal yang ingin dicapai perusahaan dalam periode
anggaran.
Anggaran induk adalah anggaran yang disusun berdasarkan keputusan menyangkut operasi
dan keuangan yang dibuat oleh manajer.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Anggaran Induk (master budget) adalah rencana
keuangan menyeluruh untuk suatu organisasi yang memadukan seluruh aspek kegiatan bisnis
seperti anggaran bahan baku, anggaran upah, anggaran Biaya overhead, anggaran produksi,
angaran penjualan, anggaran kas. Master Budget
Budget adalah ungkapan kuantitatif dari rencana yang ditujukan oleh manajemen selama
periode tertentu dan membantu mengkoordinasikan apa yang dibutuhkan untuk diselesaikan
terhadap rencana pelaksanaan. Budget biasanya termasuk aspek finansial dan non finansial dari
suatu rencana, dan membantu sebagai blueprint bagi perusahaan untuk melakukan pekerjaan di
masa depan. Fainsial budget mengukur nilai yang diharapkan oleh manajemen mengacu terhadap
income, cash flow, dan posisi finansial perusahaan. Laporan keuangan bukan hanya
mempersiapkan laporan periode yang telah lalu, tapi laporan keuangan juga bisa melakukan

persiapan untuk periode ke depan, sebagai contoh budget untuk laba rugi, budget untuk laporan
arus kas, dan budget untuk neraca keuangan. Berdasarkan Cost Accounting, 12th Edition by
Horngren 2005 (pg 171) yang mendasari atas budget finansial adalah budget non finansial,
seperti jumlah unit yan diproduksi atau terjual, jumlah karyawan, dan angka dari produk baru
yang sedang diluncurkan ke pasar.
Master budget adalah ringkasan dari proyek finansial dari semua budget perusahaan,
yang membantu manajemen menggambarkan rencana operasi dan finansial perusahaan untuk
periode tertentu dan ini sudah termasuk semua bentuk laporan keuangan perusahaan. Master
budget adalah suatu rencana yang telah ditandai oleh perusahaan untuk diselesaikan pada periode
budget tersebut.
Master budget dikembangkan dari keputusan operasi dan finansial yang dibuat oleh
manajer. Keputusan operasi berhubungan dengan bagaimana menggunakan sumberdaya dari
perusahaan yang terbatas sebaik mungkin, sedangkan keputusan finansial berhubungan dengan
bagaimana mendapatkan sumber pendanaan untuk memperoleh sumberdaya yang dibutuhkan.
Penyusunan Induk Anggaran (Master Budget)
Induk Anggaran (Master Budget) adalah sebuah anggaran komprehensif yang
menyatakan keseluruhan rencana bisnis bagi seluruh perusahaan untuk suatu periode yang
mencakup satu tahun atau kurang.
Induk Anggaran terdiri atas dua komponen utama, yakni:
(1)

Anggaran operasi, dan

(2)

Anggaran keuangan
Anggaran Operasi merupakan deskripsi rinci pendapatan dan biaya yang dibutuhkan untuk
mencapai hasil laba yang memuaskan.
Anggaran Keuangan memperlihatkan ekspektasi arus kas dan posisi keuangan dengan kegiatankegiatan usaha yang terencana.
Induk Anggaran untuk sebuah perusahaan pabrikasi akan berisi anggaran berikut :
INDUK ANGGARAN
Anggaran Operasi

Anggaran Keuangan

Angg. Penjualan
Angg. Produksi

Anggaran pengeluaran modal


Anggaran Kas

Angg. Bhn. Baku Langsung


Angg. Tenaga Kerja Lgs
Angg. Overhead pabrikasi
Angg. Persed. Akhir Barang Jadi.
Angg. Beban Penjualan & Adm.

Laporan Laba Rugi dianggarkan


Neraca Dianggarkan.

Operating dan Financial Budget


Forecasting budget adalah budget yang berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan
perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang, serta berisi taksiran-taksiran tentang
keadaan atau posisi financial perusahaan pada suatu saat yang akan datang.
Dari pengertian tersebut nampaklah bahwa forecasting budget terdiri dari dua kelompok
budget, yaitu :
1. Operating budgeting ialah budget yang berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan
perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang.
2. Financial budget ialah budget yang berisi taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi
finansial perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang.
OPERATING BUDGET
Operating budget merencanakan tentang kegiatan-kegiatan perusahaan selama periode
tertentu yang akan datang. Pada dasarnya kegiata-kegaiatn perusahaan selama periode tertentu
itu meliputi dua sektor, yaitu:
1. Sektor penghasilan (revenues), ialah pertambahan aktiva perusahaan yang mengakibatkan
bertambahnya modal sendiri, tetapi bukan karena penambahan setoran modal baru dari para
pemiliknya, dan bukan pula merupakan pertambahan aktiva perusahaan yang disebabkan karena
bertambah utang.
Dipandang dari sudut hubungannya dengan usaha utama perusahaan, penghasilan dapat
dibedakan menjadi dua subsektor, yaitu :
a)

Sub-sektor Penghasilan Utama (Operating Revenues), ialah penghasilan yang diterima


perusahaan, yang berasal dan berhubungan erat dengan usaha pokok perusahaan.

b)

Sub-sektor Penghasilan Bukan Utama (Non-Operating Revenues), ialah penghasilan yang


diterima perusahaan, yang tidak berasal dan tidak berhubungan erat dengan usaha pokok
perusahaan, melainkan dari usaha sampingan perusahaan.
2. Sektor Biaya (Expenses) ialah pengurangan aktiva perusahaan yang mengakibatkan
berkurangnya modal sendiri, tetapi bukan karena pengurangan (pengambilan) modal oleh para
pemiliknya, dan bukan pula merupakan pengurangan aktiva perusahaan yang disebabkan karena
berkurangnya utang.
Dipandang dari sudut hubungannya dengan usaha utama perushaan, biaya dapat
dibedakan menjadi dua sub-sektor, yaitu :

a)

Sub-sektor Biaya Utama (Operating Expenses), ialah biaya yang menjadi beban tanggungan
perusahaan, yang berhubungan erat dengan usaha pokok perusahaan.

b)

Sub-sektor Biaya Bukan Utama (Non-Operating Expenses), ialah biaya yang menjadi beban
tanggungan perusahaan, yang tidak berhubungan erat dengan usaha pokok perusahaan.
Atas dasar kelengkapan isinya, Income Statement Budget dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu :
1. Master Income Statement Budget (Budget Induk Rugi-Laba), ialah budget tentang
penghasilan dan biaya perusahaan, yang berisi taksiran-taksiran secara garis besar
(global) dan kurang dijabarkan secara lebih terperinci, seperti misalnya taksiran-taksiran
sementara, taksiran-taksiran tahunan dan sebagainya.
2. Income Statement Supporting Budget (Budget Penunjang Rugi-Laba), ialah budget
tentang penghasilan dan biaya perusahaan, yang berisi taksiran-taksiran yang lebih
terperinci.
Adapun budget-budget yang termasuk dalam Income Statement Supporting Budget ini antara
lain ialah :

a) Budget Penjualan (Sales Budget) yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan
perusahaan selama periode yang akan datang.
b)

Budget-budget Produksi yang merencanakan secara lebih terperinci tentang kegiatan-kegiatan


perusahaan di bidang produksi.

c)

Budget biaya administrasi (administration Expenses Budget) yang merencanakan secara lebih
terperinci tentang biaya-biaya kantor administrasi selama periode yang akan datang.

d) Budget biaya Penjualan (Selling Expenses Budget) yang merencanakan secara lebih terperinci
tentang biaya-biaya bagian penjualan serta biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan
penjualan selama periode yang akan datang.
e)

Budget Penghasilan Bukan Utama (Non-Operating Revenues Budget) yang merencanakan


secara lebih terperinci tentang penghasilan-penghasilan di luar usaha utama perusahaan selama
periode yang akan datang.

f)

Budget Biaya Bukan Utama (Non-Operating Expenses Budget) yang merencanakan secara lebih
terperinci tentang biaya-biaya yang tidak berhubungan dengan usaha utama perusahaan selama
periode yang akan datang.
FINANCIAL BUDGET
Financial budget merencanakan tentang posisi finansial perusahaan pada suata saat
tertentu yang akan datang. Atas dasar kelengkapan isinya, Balance Sheet Budget dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu :

a.

Master Balance Sheet Budget (Budget Induk Neraca), ialah budget tentang posisi finansial
perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang yang berisi taksiran-taksiran secara garis
besar (global) dan kurang dijabarkan secara lebih terperinci.

b.

Balance Sheet Supporting Budget (Budget Penunjang Neraca), ialah budget tentang aktiva
(harta), tentang utang dan tentang modal sendiri, yang berisi taksiran-taksiran yang lebih
terperinci.
TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN OPERATING BUDGET

(1) Alternatif pertama, besarnya penjualan ditentukan oleh besarnya produksi. Ini berarti bahwa
berapa jumlah penjualan perusahaan selama periode yang akan datang ditentukan oleh berapa
jumlah barang yang mampu diproduksikan perusahaan selama periode tersebut.
(2) Alternatif kedua, besarnya produksi justru ditentukan oleh besarnya penjualan. Ini berarti bahwa
jumlah barang yang akan diproduksikan perusahaan selama periode yang akan datang ditentukan
oleh berapa jumlah barang yang mampu dijual (dipasarkan) oleh perusahaan selama periode
tersebut.
Dari uraian tersebut dapatlah disimpulkan bahwa apabila alternatif pertama yang terjadi,
maka perusahaan harus menyusun budget unit yang akan diproduksi lebih awal daripada budget

penjualan, sebab budget penjualan akan mengikuti apa yang direncanakan dalam budget unit
yang akan diproduksikan tersebut.
Sebaliknya, apabila alternatif kedua terjadi, maka perusahaan harus menyusun budget
penjualan lebih awal daripada budget unit yang akan diproduksikan, sebab budget unit yang akan
diproduksikan akan mengikuti apa yang direncanakan dalam budget penjualan tersebut.
PENYUSUNAN FINANCIAL BUDGET
Dengan demikian jelaslah bahwa bilamana perusahaan akan menyusun financial budget,
haruslah memperhatikan dan mempertimbangkan operating budgetnya. Atau dengan kata lain
perkataan, operating budget harus disusun lebih awal daripada financial budget. Oleh sebab itu,
Income Statement Supporting Budget harus sudah selesai disusun sebelum menyusun Balance
Sheet Supporting Budget berserta Master Balance Sheet Budget perusahaan.
STATIC BUDGET VS FLEXIBLE BUDGET
Static Budget (anggaran statis) yaitu anggaran yang dibuat berdasarkan tingkat aktivitas
yang sudah ditentukan. Sebagai contoh:
Anggaran Biaya Produksi
Unit produksi
Biaya bahan langsung
Biaya TKL
Overhead:
Variabel :
Perlengkapan
TKTL
Listrik dan air
Tetap:
Penyusutan
Asuransi
Sewa

5.000
1.400.000
1.250.000

400.000
500.000
250.000
160.000
30.000
100.000

Tingkat aktivitas yang direncanakan di atas adalah 5.000 unit. Jika unit produksi yang aktual
adalah 5.000 unit, maka anggaran di atas layak digunakan untuk mengukut kinerja bagian
produksi. Sebaliknya, jika unit yang terealisasi adalah kurang atau melebihi 5.000 unit maka
perbedaan antara biaya aktual dengan aktual biaya tidak layak dipakai untuk mengukur
keberhasilan kegiatan produksi. Untuk lebih jelas Budget report produksi dapat dilihat sebagai

berikut:
Laporan Kinerja (Budget Report) Biaya Produksi
Aktual
5.000
Rp. 1.400.000
1.250.000

Anggaran
4.800
Rp. 1.340.000
1.200.000

Varian
200
F
60.000 U
50.000 U

Unit Produksi
Biaya bahan langsung
Biaya TKL
Overhead:
Variabel :
Perlengkapan
400.000
384.000
16.000 U
TKTL
490.000
480.000
10.000 U
Listrik dan air
250.000
240.000
10.000 U
Tetap:
Penyusutan
160.000
160.000
0
Asuransi
30.000
30.000
0
Sewa
100.000
100.000
0
Mengamati data biaya diatas, kinerja departemen produksi dinilai kurang karena
menghasilkan U (unfavorable) sebesar Rp 146.000 (60.000 + 50.000 + 16.000 + 10.000 +
10.000). Tetapi penilaian ini kurang akurat karena dasar yang digunakan untuk mengevaluasi
biaya-biaya tersebut adalah untuk tingkat kegiatan 4.800 unit produksi, sedangkan aktual
produksi adalah 5.000 unit. Flexible budget (anggaran fleksibel) adalah anggaran yang disusun
berdasarkan rentang aktivitas. Ini didasari oleh kenyataan bahwa pada tingkat aktivitas yang
berbeda akan menimbulkan biaya yang berbeda pula, khususnya pada biaya variabel. Adapun
biaya tetap tidak akan berubah selama aktivitas berada pada rentang aktivitas yang sudah
ditetapkan.
Anggaran Biaya Produksi
Biaya Produksi
Variabel :
Biaya bahan langsung
Biaya TKL
Overhead variabel:
Perlengkapan
TKTL
Listrik dan air
Overhead Tetap:
Penyusutan

Biaya
Rentang aktivitas (unit)
variabel per 4.800
5.000
unit

5.200

280
250

1.344.000
1.200.000

1.400.000
1.250.000

1.456.000
1.300.000

80
100
50
Rp.760

384.000
480.000
240.000
3.648.000

400.000
500.000
250.000
3.800.000

416.000
520.000
260.000
3.952.000

160.000

160.000

160.000

Asuransi
Sewa

30.000
100.000
290.000
3.938.000

30.000
100.000
290.000
4.090.000

30.000
100.000
290.000
4.242.000

Sebagai alat pengendalian, anggaran fleksibel sangat berguna karena memungkinkan


manajer untuk menghitung biaya yang harus dikeluarkan pada berbagai tingkat aktivitas.
Anggaran fleksible dapat membantu pengguna untuk menilai tingkat efisiensi manajer karena
biaya aktual dan biaya yang direncanakan dibandingkan pada tingkat aktivitas yang sama.
Berikut ini dapat kita aplikasi anggaran fleksibel pada penyusunan laporan kinerja (budget
report):

Unit Produksi
Biaya bahan langsung
Biaya TKL
Overhead:
Variabel :
Perlengkapan
TKTL
Listrik dan air
Tetap:
Penyusutan
Asuransi
Sewa

Aktual
5.000
Rp. 1.400.000
1.250.000

Anggaran
5.000
Rp. 1.400.000
1.250.000

Varian

400.000
490.000
250.000

400.000
500.000
250.000

0
10.000 F
0

160.000
30.000
100.000

160.000
30.000
100.000

0
0
0

0
0

Berbeda dengan hasil evaluasi pada anggaran statis, anggaran fleksibel menunjukkan bahwa
manajer telah sukses mengendalikan biaya produksi. Pada tingkat aktivitas 5.000 unit,
perusahaan dapat melakukan penghematan biaya TKTL sebesar Rp 10.000,-