Anda di halaman 1dari 6

MALAIKAT-MALAIKAT TERINDAH

YANG PERNAH TERCIPTA HANYA UNTUK KU

Cerita ini adalah murni kisah nyata dari hidup ku, campuran kisah-kisah indah dan terbaik yang pernah ada di dalam hidupku
dan tak akan mungkin pernah terulang kembali. Kisah tentang para malaikat terbaik ciptaan Tuhan.
Dahulu hampir 10 tahun yang lalu, di suatu pagi yang cerah dimana aku, mama, baba dan adik ku berkumpul dalam suatu gubuk
sederhana, terlalu sederhana mungkin untuk keluarga dari guru sekolah dasar seperti kami. Namun, kami bangga dengan gubuk kami
yang nyaman dan penuh dengan kehangatan kasih sayang ini.
Seperti biasa disaat pagi hari tiba, mama sibuk menyiapkan sarapan untuk kami dan Aku sibuk mempersiapkan peralatan
sekolah, sewaktu ini aku kelas 4 sekolah dasar. Baba juga bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah untuk mengajar murid sekolah
dasar seperti ku. Sedangkan adik ku, tentunya masih tidur, adik ku baru berumur 4 tahun. Setelah mama menyiapkan masakan untuk
sarapan kami, kami semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama, sungguh kebahagiaan terindah dalam hidupku yang
sekarang tak dapat lagi kurasakan. Oh iya aku lupa memperkenalkan bahwa aku dan adikku itu adalah seorang perempuan, kami
sangat disayangi oleh kedua orang tua kami. Tapi dibalik kebahagiaan yang kami rasakan, mama sering merasa sedih, mama
sebenarnya juga menginginkan seorang anak laki-laki untuk melengkapi kebahagiaan kami dan untuk membahagiakan baba tentunya
yang juga menginginkan hadirnya seorang laki-laki penerus beliau untuk melindungi keluarga ini nantinya begitu ucap baba.

Beberapa bulan kemudian doa mama terkabulkan dan mama hamil, mama sedang mengandung seorang anak laki-laki. Mama
sangat merasa bahagia karena akan bertambah satu anggota keluarga kami yang sangat diimpikan mama dan baba. Namun mama
sebenarnya tidak diperbolehkan dokter untuk mengandung lagi karena mama menderita penyakit jantung dan itu sangat beresiko
mengancam keselamatan mama. Namun karena mama terlalu sayang dengan janin yang Ia kandung, maka mama memutuskan untuk
terus menjaga janin itu dan berjanji untuk terus menjaga kesehatannya agar kami bisa terus bersama-sama saling melengkapi dan
membahagiakan.
Suatu hari setelah 9 bulan 10 hari lamanya lahirlah seorang malaikat kecil kebumi, anak laki-laki yang sangat diimpikan mama
terlahirkan dan terdengarlah suara tangisan malaikat kecil itu. Tapi entah mengapa raut wajah mama begitu berbeda di hari itu atau
mungkin hanya perasaan aku saja, lagi pula saat itu aku masih terlalu kecil untuk mengerti, mungkin itu hanya raut kebahagiaan yang
luar biasa fikir ku. Dua hari kemudian disaat aku sedang sekolah, tiba-tiba paman ku menjemputku dan berkata bahwa mama
sekarang sedang berada dirumah sakit. Aku tak tau kenapa mama bisa masuk rumah sakit. Mama dirawat diruang IGD, dan hingga
saat ini semua momen itu terekam jelas di otak ku, momen mengerikan di sepanjang hidup ku,Dokter dan perawat sibuk memeriksa
mama, aku hanya bisa melihat dari luar jendela. Tiba-tiba baba menangis aku tak tau apa sebabnya. Setelah itu ada kakak sepupu ku
menceritakan kepada ku, bahwa mama telah meninggal dunia, aku hanya terdiam, aku belum paham apa yang diceritakan oleh kakak
sepupuku, kemudian dokter menutup mama dengan kain putih dan sibuk menyiapkan ambulan untuk membawa mama pulang
kerumah, disaat perjalanan menuju rumah, barulah aku menyadari apa yang dimaksud itu. Mama pergi meninggalkan kami untuk
selama-lamanya, terbayangkah kalian seorang anak perempuan kecil yang masih sekolah di sekolah dasar ditinggalkan oleh ibu
kandungnya,seorang perempuan yang harusnya tetap ada disamping nya hingga ia dewasa nanti tempat ia berkeluh kesah dan satusatunya perempuan yang ingin ia bahagiakan telah meninggalkannya sendiri didunia ini untuk selama-lamanya tanpa
mendampinginya melangkah lebih jauh lagi. kenapa mama harus pergi disaat apa yang telah mama impikan selama ini telah

terwujudkan? Kenapa mama tidak ingin melihatku tumbuh dewasa seperti mama teman-teman ku yang lain? Kemana aku harus
mengadu? Siapa yang akan mempertaruhkan nyawanya untuk membela ku? Aku takut ma menghadapi dunia yang keras ini tanpa
tuntunan tangan seorang ibu ma, Aku hanya bisa menangis, aku sedih.
Hari-hari ku tak seindah dulu, tak ada lagi yang menyiapkan sarapan untuk ku, tak ada lagi yang menguncir rambutku sebelum
aku pergi sekolah. Tak ada lagi senyum riang tawa bahagia yang mnyambutku sepulang sekolah, yang memeluk dan mencium kedua
pipiku, tak ada lagi tangan yang kucium disetiap aku pergi dan pulang sekolah, ya tuhan kenapa harus aku yang mengalaminya?
Kenapa harus aku yang merasakannya? Kenapa bukan yang lain?
Semenjak kepergian mama akhirnya baba memutuskan untuk tinggal dirumah nenek, lagi pula adik ku yang baru lahir tak ada
yang merawatnya. Hari-hari telah kami lewati dengan susah payah hingga kami beranjak dewasa. Tanpa seorang ibu tanpa seorang
perempuan yang tegar yang seharusnya ada disisi kami untuk waktu yang lama bahkan aku ingin seumur hidupku.
Aku sempat berfikir mama tak mungkin meninggal, mama tak mungkin pergi untuk selama-lamanya, mama sangat
mencintaiku,mama selalu ada untukku, mama tak mungkin tega meninggalkan aku sendiri tanpa dirinya. Tapi apa? Kenyataannya
apa? Mama pergi, pergi dari hidupku untuk selama-lamanya kini aku tak bisa lagi melihat sosoknya,melihat senyumnya, mendengar
suaranya, kini tuhan,wajah dan suaranya hanya terekam diotakku tuhan, tanpa bisa aku dengar kembali suara cintanya ,aku
mencintainya tuhan bahkan terlalu mencintainya. Jika aku bisa menggantikan mama, aku rela ya tuhan. Biarkan aku yang mengganti
rasa sakit mama biarkan aku yang pergi jangan mama.
Hari-hari terus berlalu dengan suram tanpa kebahagiaan lagi di hidupku, hingga suatu waktu baba memperkenalkan seorang
wanita kepada kami, wanita itu sering menjumpai kami, dan baba sering membawa aku, adikku dan wanita itu jalan-jalan disaat libur.

Wanita itu begitu baik kepada kami, aku suka dengan wanita itu ia seperti sossok mama yang selalu penuh cinta untuk kami. Hingga
baba menikahi wanita itu dan wanita itu menjadi ibu tiri kami, tapi kasih sayang yang dia berikan begitu tulus. Aku menganggap ia
seperti ibuku sendiri. Seperti mama. Namun mama yang sangat aku cintai akan terus hidup bersamaku akan terus ada disetiap denyut
nadi ku. Jangan khawatir kan aku mama, aku masih gadis kecilmu, yang selalu mencintai dan mendoakan kebahagiaanmu di sana, di
tempat para malaikat.
Hari-hari kami lewati bersama, walaupun hari-hariku tak seindah yang dulu.. Dan beberapa bulan kemudian ibu tiri ku hamil.
Ibu mengandung seorang anak perempuan. Aku sekarang mempunyai 3 orang adik, adik pertama perempuan , kedua laki-laki dan
yang ketiga perempuan. Walaupun sekarang ibu sudah melahirkan anak dari rahimnya, tetapi ibu masih sayang kepada kami seperti
anaknya sendiri, karena perjalanan hidup ibu sewaktu kecil sama seperti kami, mamanya ibu meninggal dunia disaat ibu dilahirkan,
dan ayah ibu menikah lagi namun lebih memilih istri keduanya dibandingkan anak-anaknya. Mama tiri ibu sangat jahat. Kisah hidup
ibu lebih menyedihkan dibandingkan dengan kisah kami. kami masih mempunyai seorang ayah yang sangat menyayangi kami, begitu
juga ibu yang tulus menyayangi kami.
Namun ternyata kebahagiaanku tak berlangsung lama, ketika aku duduk dibangku SMA, tepatnya kelas 2 sekolah menengah
atas di suatu SMA negeri. Disuatu subuh tiba-tiba aku dibangunkan oleh bibiku, yaitu adik kandung dari baba yang juga tinggal
dirumah nenekku. bibiku bilang bahwa baba masuk rumah sakit. Aku segera menyusul kerumah sakit, saat baba diturunkan dari
mobil ambulan dan memasuki ruang IGD baba tidak bisa lagi berbicara apa-apa, dia kesakitan dan menangis. Dan di saat itu aku
merasakan kekejaman tuhan, kekejaman dunia ini terhadap ku, apa lagi sekarang yang akan terjadi tuhan? Apa lagi yang ingin kau
perbuat terhadap gadis miskin yang telah kehilangan ibu kandung ini?. Hentikan tuhan, tolong izinkan aku merasakan kebahagiaan
seperti yang lain,kebahagiaan yang bertahan lama. Rintihan doa seorang gadis remaja sepertiku.

Disaat Dokter keluar dari ruang IGD , tiba-tiba dokter berkata bahwa baba telah meninggal dunia. Disaat itu lah aku merasa
dunia runtuh tepat diatas kepala gadis kecil tak berdaya sepertiku. aku menangis histeris. Apa ini? Apa lagi ini tuhan? Skenario apa
lagi yang kau tuliskan untuk ku? Belum kah usai semua kesengsaraan ini?.
Kenapa disaat aku mulai bahagia, tiba-tiba kebahagiaan itu hilang lagi, aku hanya bisa menangis dan tidak pernah menduga
bahwa baba juga akhirnya pergi meninggalkan kami. Apakah ini sesuatu yang adil? Kedua orangtua kandung ku telah pergi untuk
selama-lamanya? Meninggalkan aku tanpa menoleh sedikitpun lagi? Tidakkah mereka memikirkan bagaimana aku akan melewati
hari-hariku setelah ini? Tak cukupkah semua ini tuhan?.
Semenjak kepergian baba hari-hariku menjadi semakin suram, aku tak tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya tanpa seorang
mama dan kini tanpa seorang baba, ibu selalu mensuport ku agar aku bisa terus melanjutkan masa depan ku yang cerah. Ibu selalu
bilang bahwa kebahagiaan mama dan baba adalah jika aku bisa membanggakan mereka dan menyekolahkan adik-adikku dengan
uangku sendiri. Aku tau mama dan baba tak ingin aku terus berada dalam kekecewaan ini, dalam rasa sakit ini lebih lama lagi. Dan
sekarang aku putuskan untuk melanjutkan hidupku walau kami sangat sederhana,terlalu sederhana mungkin,aku tetap ingin
melanjutkan sekolah ku hingga perguruan tinggi agar aku dapat mengangkat nama keluarga ku,kedua orang tua ku,dan orang-orang
yang menyayangiku.
Aku akan membuktikan bahwa orang miskin seperti kami pun dapat sukses dan membanggakan keluarga. Kini aku sudah
kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri, namun perlu kalian ketahui bahwa perjuangan ibu tiri ku begitu besar hingga aku
sekarang bisa kuliah. Disaat semua orang mencemooh ku bahwa gadis miskin sepertiku tidak layak untuk sekolah tinggi dan hanya
menghabiskan uang saja, namun ibu tiri ku selalu menyemangatiku jika kamu sukses kamu lah yang akan melanjutkan hidup adikadikmu karena ibu tidak selamanya hidup.

Ucapan ibu itulah yang selalu menjadi motivasi ku dalam menuntut ilmu,ibu aku berjanji akan membahagiakanmu dan tak akan
pernah mengecewakanmu. Aku tidak akan menyiayiakan masa depan ku. Aku harus menjadi teladan yang baik bagi adik-adikku
walaupun ibu tiriku hanya seorang guru honorer dia berjuang sendirian untuk kuliah ku dan sekolah adik-adikku, aku begitu
mencintainya,aku selalu berdoa untuk ibuku agar dipanjangkan umurnya. Jika aku tidak bisa lagi membahagiakan kedua orang tua
kandungku, sungguh aku benar-benar ingin membahagiakan ibuku yang ada disamping ku hingga saat ini, ibu yang tulus mencintai
dan menyayangiku dan adik-adikku seperti anak kandungnya sendiri. Malaikat tak bersayap dari tuhan yang seelalu menyinari
hidupku dengan senyum teduh nya. Aku mencintai mu Mama,Baba,Ibu. Selalu mencintaimu.