Anda di halaman 1dari 5

TELINGA

N
Penyakit
Aurikula
o
DAUN TELINGA
Kelainan kongenital
1
Bats ear
Daun
telinga
lebih lebar
dan lebih
berdiri
2
Mikrotia
Tidak
tumbuh
sempurna

Fistula
preaurikul
er

Dbn

CAE

Membran
timpani

Gejala khas lainnya

Tata laksana

Dbn

Dbn

Gangguan pendengaran
(-)

Operasi (-), boleh


untuk estetik

Atresia

Dbn

Gangguan pendengaran
terganggu/tidak

Operasi kanaloplasti
pada usia 5-7 tahun.
Tahap pertama
pembentukan daun
telinga, tahap
berikutnya adalah
dibentuk liang
telinga dan
penataan telinga
tengah

Dbn

Dbn

Ditemukan di depan
tragus berbentuk bulat
atau lonjong dengan
ukuran seujung pensil.
Dari muara fistel sering
keluar cairan yang
berasal dari kelenjar
sebasea

Antibiotic jika terjadi


pioderma/selulitis
Operasi bila sangat
mengganggu dan
fistel harus di
angkat seluruhnya

Kelainan daun telinga


4
Hematoma Ada
Dbn
penumpuk
an darah d
bagian

Dbn

Insisi steril dan


drainase, antibiotic,
analgesic
Berikan flamicord

Komplika
si

Dan lainlain

Paresis N.
VII,
hilangnya
pendengar
an dan
yang
paling
sering
adalah
terjadinya
restenosis
Terjadi
akibat
kegagalan
penggabung
an tuberkel
ke satu dan
tuberkel ke
dua
Perikondriti
s

N
Penyakit
Aurikula
o
DAUN TELINGA
antihelix
5
Perikondrit Hiperemi,
is
edema,
nyeri

Pseudokista

Keloid
auricular
Kolesteato
m
eksterna

CAE

Membran
timpani

Dbn

Dbn

Benjolan
(adanya
cairan
serum di
antara
lapisan
perikondriu
m dan
tulang
rawan
telinga)
Tidak nyeri

Dbn

Dbn

Ulserasi

Deskuama
si epitel

Dbn

Gejala khas lainnya

Demam

Tata laksana
(isinya tac)
Antibiotik,
simptomatik

Insisi steril dan


dilakukan balut tekan
dengan bantuan
semen gips selama
seminggu supaya
perikondrium melekat
pada tulang rawan

Otore dan nyeri tumpul


menahun karena invasi
kolesteatoma ke tulang
yang menimbulkan
perioteitis

Ekstraksi +
antibiotic
Pemberian obat
tetes telinga dari
campuran alcohol

Komplika
si

Dan lainlain

Tulang
rawan
hancur,
menciut,
serta
keriput
sehingga
telinga
menjadi
lisut
(cauliflowe
r ear)

Komplikasi
dari
pseudokkist
a,
hematoma,
post operasi
telinga
(mastoiditis)
,

Perikondriti
s

Pada satu
sisi dan lebih
sering pada
usia tua
Tidak

N
Penyakit
Aurikula
o
DAUN TELINGA

TELINGA LUAR
9
Serumen
Dbn
obturans

CAE

Terdapat
serumen
(1/3 luar)

Membran
timpani

Terlihat/tid
ak

Gejala khas lainnya

Tuli konduktif, membaik


setelah pengambilan
serumen

Tata laksana

Komplika
si

Dan lainlain

atau gliserin dalam


H2O2 3%, 3x dalam
seminggu
Operasi dilakukan
bila destruksi tulang
sudah meluas ke
telinga tengah, erosi
tulang pendengaran,
kelumpuhan saraf
fasialis, terjadi fistel
labirin atau otore
yang
berkepanjangan

terdapat
penyakit
terkait
Tidak
ada/ringan
pada
gangguan
pendengara
n
Erosi tulang
terlokalissi
Biasa ada
osteonecrosi
s

Ekstraksi serumen
Serumen lunak
menggunakan
aplikator+kapas/
hak tajam
Serumen keras
berikan gliserin
sampai penuh, tutup
kapas, tunggu 10
menit, lalu di ambil
Jika masih keras beri
gliserin lagi atau
irigasi
(menggunakan air
hangat 37 derajat

Serumen
(hasil
pembentuka
n kelenjar
seruminalis
dan kelenjar
sebasea
yang
terdapat
pada pars
cartilaginous
liang
telinga)

N
Penyakit
Aurikula
o
DAUN TELINGA

10 Keratosis
obliterans

11 Otitis

Utuh
Dbn

CAE

Deskuama
si
epidermis
(disebabk
an oleh
terbentuk
nya sel
epitel
yang
berlebihan
yang tidak
bermigrasi
ke arah
telinga
luar)

Membran
timpani

Dbn

Gejala khas lainnya

Nyeri akut/berat
Gangguan pendengaran
konduktif

Tata laksana
agar tidak terjadi
vertigo) di
semprotkan tegak
lurus ke atas,
kemudian akan
kebelakang airnya
dan mendorong
serumen ke luar
Bila masih dak bisa
berikan 3x2 tetes
sehari selama 3 hari
berturut-turut
Pembersihan liang
telinga tiap 3 bulan
Pemberian obat
tetes telinga dari
campuran alcohol
atau gliserin dalam
H2O2 3% 3x
seminggu

Komplika
si

Dan lainlain

Erosi kulit
dan bagian
tulanh
liang
telinga

Pada dewasa
muda
Terdapat
penyakit
penyerta
(sinusitis
dan
bronkiektasi)
Pada
bilateral
Erosi tulang
sirkumferens
ial
Tidak ada
osteonecrosi
s
Jarang otore

N
Penyakit
Aurikula
o
DAUN TELINGA
eksterna

CAE

Membran
timpani

Gejala khas lainnya

Tata laksana

Komplika
si

Dan lainlain