Anda di halaman 1dari 9

PORTOFOLIO

Topik: Gangguan Skizoafektif tipe Depresi


Tanggal (Kasus) : 9 Juni 2016
Presenter : dr. Desilasary
Tanggal Presentasi : 16 Juni 2016
Pendamping : dr. Huratio Nelson Sp.PA
Tempat Presentasi : Ruang Komite Medik RSUD Sekayu
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi : Laki-Laki, 23 tahun , Gangguan Skizoafektif tipe Depresi
Tujuan : Diagnosis dan tatalaksana Gangguan Skizoafektif tipe Depresi
Bahan Bahasan :
TinjauanPustaka
Riset
Kasus
Audit
Cara membahas
Diskusi
Presentasi dan diskusi
Email
Pos
Data
Nama : Tn. I.F. Umur : 23 tahun Pekerjaan : Mahasiswa
No. Reg :
Pasien :
Alamat : DS 1 Lumpatan
Agama : Islam
045475
Bangsa : Indonesia
Pendidikan: SMA
Nama RS: RSUD Sekayu
Telp :
Terdaftar sejak :
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis / Gambaran Klinis: Gangguan Skizoafektif tipe Depresi, adanya halusinasi
auditorik, waham kebesaran, depresi dengan ide bunuh diri. Hal ini telah berlangsung
selama 7 bulan
2. Riwayat Pengobatan : Os sebelumnya kontrol di RS Ernaldi Bahar Palembang dan saat ini
os kontrol rutin ke Poliklinik Jiwa RSUD Sekayu
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit : os tidak pernah menderita penyakit yang sama
sebelumnya.
4. Riwayat Keluarga : Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkal.
5. Riwayat Pekerjaan : Saat ini OS kuliah di bidang akuntansi.
6. Lain-lain : Riwayat kencing manis, darah tinggi, stroke, riwayat kejang (+), riwayat
minum alkohol, riwayat menggunakan narkoba ineng selama 2 bulan.
Daftar Pustaka:
a. Sadock B, Sadock V A. Kaplan & Sadock. Skizofrenia.dalam Buku AjarPsikiatri Klinis,
Edisi 2: Jilid 1. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2010.
b. Dr. Rusli, Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ III, Edisi I, FK Unika

Atmajaya, Jakarta, 2003.


Hasil Pembelajaran
1. Diagnosis Gangguan Skizoafektif tipe Depresi
2. Manajemen Gangguan Skizoafektif tipe Depresi
1. Subjektif :
Keluhan Utama
Pasien datang ke Poliklinik Psikiatri RSUD Sekayu diantar oleh ibunya dengan keluhan
ada ide bunuh diri.

Autoanamnesis dan Alloanamnesis (ibu OS)


OS mengeluh ada ide bunuh diri sejak 1 hari yang lalu. Pikiran tersebut selalu timbul
dan sulit untuk dialihkan. OS sempat mengambil pisau namun tidak sempat melukai
dirinya. OS mengetahui bahwa bunuh diri itu tidak dibenarkan namun pikiran untuk bunuh
diri itu selalu timbul dan sulit dialihkan.
Seminggu terakhir ini, OS mengeluh badan lemah dan kaku. OS menjadi tidak nafsu
makan dan sulit tidur. OS merasa bahwa seluruh rumah ada racun, termasuk makanan yang
akan dia makan. OS selalu berpikiran bahwa OS mempunyai penyakit lain. OS juga
mengeluh ingin dirawat di RS saja karena OS tidak bisa menunggu sampai minggu depan
untuk kontrol. OS mengatakan bahwa OS ingin ada dokter yang selalu stand by sehingga
OS bisa menyampaikan keluh kesah setiap saat. OS juga mengatakan dia tidak mau
berkeluh kesah kepada ibunya karena ibu OS sering memarahinya. Namun tidak begitu
menurut ibu OS. Keluarga sangat sayang kepada OS, hanya OS saja yang selalu berpikiran
negative kepada keluarga. OS merasa mudah tersinggung akan ucapan orang lain. OS
mengatakan bahwa pikirannya selalu mencari ibunya, tidak bisa ditinggal ibunya.
Sejak 5 bulan yang lalu hingga sekarang, OS merasakan bahwa seperti ada yang
menarik jantungnya keluar. OS merasa cemas, OS juga merasa kepalanya seperti bergerak
sendiri, pikirannya seperti disedot.
OS kontrol di RSJ Ernaldi Bahar sejak 7 bulan yang lalu. OS mengaku mendengar
bisikan-bisikan yang mengatakan bahwa diri OS adalah dukun. Bisikan-bisikan tersebut
juga mengatakan bahwa OS adalah nabi, sehingga OS harus mengumpulkan orang untuk
menjadi pengikutnya. Tak lama kemudian OS membuat Facebook dan mengundang
teman-temannya untuk bergabung di media sosial tersebut. Namun teman-teman OS tidak
tertarik untuk bergabung dan malah mengejek OS. Setelah itu teman-temannya menjauhi
OS. Sampai hari ini, teman OS sudah tidak ada yang menghubungi OS.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat Kejang (+) 7 bulan yang lalu
Riwayat Trauma Capitis (-)
Riwayat NAPZA (+) ineng selama 2 bulan tahun 2011, Alkohol (-)
Riwayat Demam lama (-)
Riwayat Alergi obat (-)
Riwayat hidup dan gambaran premorbid:

Bayi

: lahir normal, cukup bulan, ditolong oleh bidan, tidak ada masalah

selama kehamilan dan menyusui


Anak Anak

: seperti anak pada umunya, mudah bergaul

Remaja dan Dewasa: sering kumpul bersama teman-temannya


Riwayat Keluarga :
Ket: Os anak pertama dari dua
bersaudara.
Ayah dan ibu os masih hidup.
Hubungan dalam keluarga baik.
Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga disangkal.
Riwayat Pendidikan :
SD

: tamat, tidak pernah tinggal kelas, nilai rata-rata

Riwayat Pekerjaan :
Os seorang mahasiswa akuntansi.
Riwayat Perkawinan :
Os belum menikah.
Riwayat agama :
Os beragama Islam tetapi os tidak taat dalam menjalankan ibadahnya karena os merasa
bahwa dirinya Nabi.

Hubungan dengan keluarga


Os memiliki hubungan yang baik dengan ayah kandung,ibu kandung dan saudaranya.
Keluarga Os juga mendukung Os untuk sembuh. Pada saat ini Os tinggal di rumah milik
orang tuanya.
Status Ekonomi:
Status ekonomi menengah keatas.

2. Objektif :
Pemeriksaan fisik:
TD 120/70, HR 84x/menit, RR 20x/menit, Suhu: 36,5C
Status generalisata: dalam batas normal
Gejala rangsang meningeal: negatif
Nervus cranial: Tidak diperiksa
Fungsi motorik, sensorik dan koordinasi: normal
Refleks fisiologis: normal
Refleks patologis: negatif
Pemeriksaan Psikiatri:
Keadaan Umum

Kesadaran/Sensorium

: Compos mentis terganggu

Perhatian

: Cukup

Sikap

: Kooperatif

Inisiatif

: Ada

Tingkah Laku Motorik

: Normoaktif

Ekspresi Fasial

: Cenderung datar/hilang minat

Verbalisasi

: Jelas

Cara Bicara

: Lancar

Kontak Psikis :

- Kontak Fisik

: Ada, cukup

- Kontak Mata

: Ada, cukup

- Kontak Verbal

: Ada, cukup

Keadaan Khusus
Keadaan afektif: Depresi
Hidup emosi: Labil, terkendali, echt, masih bisa dirabarasakan, dangkal,

inadekuat, skala diferensiasi menyempit, arus emosi cepat.


Keadaan fungsi intelek: daya ingat baik, daya konsentrasi cukup, orientasi baik,

discriminative insight baik, kemunduran itelektual tidak ada.


Kealainan proses berpikir: psikomotalitas biasa, mutu proses berpikir kurang jelas
dan tidak wajar, arus pikiran inkoherensi ada, waham curiga ada, waham

kebesaran ada, isi pikiran ide bunuh diri.


Sensasi dan persepsi: Halusinasi auditorik.
Keadaan dorongan instinktual dan perbuatan: ketakutan
Anxietas: ada
RTA (Reality Testing Ability): Terganggu dalam pikiran, perasaan dan perbuatan.

Pemeriksaan Lanjutan:
Laboratorium: Belum dilakukan
Keluhan pasien yang disampaikan lewat tulisan :

3. Assessment :
Telah diperiksa seorang laki-laki, Tn. IF usia 23 tahun, belum menikah, pendidikan
kuliah strata 1, Islam, bertempat tinggal di DS 1 Lumpatan. Dari hasil autoanamnesis
didapatkan dalam 7 bulan terakhir os mendengar bisikan-bisikan yang mengatakan bahwa
diri OS adalah dukun dan nabi. Akhirnya OS membuat Facebook, namun tidak ada
pengikutnya. Teman OS menjauhinya. 5 bulan yang lalu, OS merasakan bahwa seperti ada
yang menarik jantungnya keluar. OS merasa cemas, OS juga merasa kepalanya seperti
bergerak sendiri, pikirannya seperti disedot. Seminggu terakhir ini, OS mengeluh badan
lemah dan kaku. OS selalu berpikiran bahwa OS mempunyai penyakit lain. OS juga
mengeluh ingin dirawat di RS saja karena ingin menyampaikan keluh kesah setiap saat.
OS juga mengatakan dia tidak mau berkeluh kesah kepada ibunya karena ibu OS sering
memarahinya. OS selalu berpikiran negative kepada keluarga. OS merasa mudah
tersinggung akan ucapan orang lain. OS tidak nafsu makan dan sulit tidur. OS merasa
bahwa seluruh rumah ada racun, termasuk makanan yang akan dia makan. OS mengatakan
bahwa pikirannya selalu mencari ibunya, tidak bisa ditinggal ibunya. 1 hari yang lalu, OS
mengeluh ada ide bunuh diri. OS sempat mengambil pisau namun tidak sempat melukai
dirinya.

Dari hasil alloanamnesis ini, diagnosis os mengarah pada gangguan skizoafektif tipe
depresi.
Pedoman diagnostik gangguan skizoafektif tipe depresi menurut PPDGJ-III adalah
sebagai berikut:
Kategori ini harus dipakai baik untuk episode skizoafektif tipe depresif yang
tunggal dan untuk gangguan berulang dimana sebagian besar episode didominasi

oleh skizoafektif tipe depresif.


Afek depresif harus menonjol, disertai sedikitnya dua gejala khas, baik depresif
maupun kelainan perilaku terkait seperti tercantum dalam uraian untuk episode

depresif.
Dalam episode yang sama, sedikitnya harus jelas ada satu, dan sebaiknya ada dua,
gejala khas skizofrenia (sebagaimana ditetapkan dalam pedoman diagnostic

skizofrenia).
Skizofrenia adalah gangguan mental atau kelompok gangguan yang ditandai oleh
kekacauan dalam bentuk dan isi pikiran (contohnya delusi atau halusinasi), dalam mood
(contohnya afek yang tidak sesuai), dalam perasaan dirinya dan hubungannya dengan
dunia luar serta dalam hal tingkah laku.
Adapun penegakan diagnosis skizofrenia menurut Pedoman Penggolongan dan
Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) di Indonesia yang ke-III sebagai berikut:
Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala
atau lebih bila gejala-gejala itu kurang jelas):
a. - thought eco = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam
kepalanya (tidak keras) dan isi pikiran ulangan walaupun isinya sama tapi
kualitasnya berbeda.
-thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing dari luar masuk ke
dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari
luar dirinya (withdrawal); dan
-thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau
umum mengetahuinya;
b. delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan
tertentu dari luar, atau
- delusion of influence = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu
kekuatan tertentu dari luar
- delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah
terhadap suatu kekuatan dari luar; (tentang dirinya secara jelas merujuk ke
pergerakan tubuh/anggota gerak atau pikiran, tindakan atau penginderaan
khusus);
- delusion perception = pengalaman inderawi yang tak wajar, yang bermakna

sangat khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau mukjizat;


c. Halusinasi auditorik
- Suara halusinasi yang berkomentar secara terus-menerus terhadap perilkau
-

pasien, atau
Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai

suara yang berbicara) atau


- Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh pasien
d. Waham-waham menetap lainnya yang menurut budaya setempat dianggap tidak
wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal keyakinan agama atau politik

tertentu, atau kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasa.


Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas:
e. Halusinasi yang menetap dari panca indra apa saja.
f. Arus pikiran yang terputus atau yang mengalami sisipan yang berakibat
inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme.
g. Prilaku katatonik, keadaan gaduh gelisah.
h. Gejala-gejala negatif seperti sikap sangat apatis, bicara yang jarang dan respon
emosional yang menumpul atau tidak wajar, biasanya yang mengakibatkan
penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial tapi harus
jelas semua penyebab tersebut tidak disebabkan oleh depresi ataupun medikasi

neuroleptika.
Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu 1

bulan atau lebih.


Harus ada suatu perubahan yang konsistensi dan bermakna dalam mutu keseluruhan
dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior), berminatasi sebagai
hilangnya minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri
sendiri (self absorbed attitude), dan penarikan diri secara sosial.
Sedangkan pedoman diagnostik untuk depresif adalah:

Gejala utama : afek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan,


berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan

menurunnya aktivitas.
Gejala lainnya : (a)konsentrasi dan perhatian berkurang, (b)harga diri dan
kepercayaan diri berkurang, (c)gagasan tentang rasa bersalah dan tidak
berguna, (d) pandangan masa depan yang suram dan pesimistis, (e) gagasan
atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri, (f) tidur terganggu, (g)
nafsu makan berkurang.

Pada pasien ini afek depresif sangat menonjol yaitu adanya ide bunuh diri, kehilangan

minat, berkurangnya energi, konsentrasi dan perhatian berkurang, kepercayaan diri


berkurang, tidur terganggu, nafsu makan berkurang. Sedangkan gejala skizofrenianya
adanya isi pikiran diri sendiri yang berulang, waham tentang dirinya dipengaruhi oleh
sesuatu kekuatan tertentu dari luar, halusinasi auditorik, waham kebesaran. Gejala pasien
ini timbul sejak 7 bulan yang lalu.
4. Plan :
Diagnosis Multiaksial
AKSIS I

: F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif

AKSIS II

: F60.0 Gambaran kepribadian paranoid

AKSIS III

: Epilepsi

AKSIS IV

: Masalah berkaitan dengan lingkungan sosial

AKSIS V

GAF Scale saat ini: 70-61 (beberapa gejala ringan dan menetap, disabilitas ringan
dalam fungsi, secara umum masih baik).

DIAGNOSIS DIFERENSIAL
F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif
F20.0 Skizofrenia Paranoid
F32.1 Episode Depresif Sedang
Terapi Farmakologi
Psikofarmaka :
Abilify 15 mg 1-0-0
Depacote ER 500 mg 1-0-0
Fenitoin 100 mg 1-1-1
Diazepam 5 mg 0-0-1
Na Diclofenak 0-0-1
Psikoterapi :
Pada Keluarga:
o Memotivasi keluarga untuk membawa pasien kontrol ke dokter dan minum
obat secara teratur dan menciptakan suasana yang dapat membantu
penyembuhan.
o Bila pada saat keluhan datang dan pasien merasa ketakutan, pasien dapat
mencari perlindungan dari anggota keluarganya atau jika masih mengganggu

juga segera kontrol ke dokter.


Pada pasien
o Jika ada suara-suara jangan dipedulikan.
o Mencoba mengalihkan pikiran-pikiran negatif dengan mengisinya dengan
kegiatan positif yang bermanfaat.
o Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Terhadapat Lingkungan
o Tidak menjauhi pasien dan membiarkan pasien berinteraksi dengan
lingkungan sehingga membantu bersosialisasi
Prognosis:
Dubia ad Bonam
AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI
Wawancara dilakukan dengan bahasa indonesia, palembang dan sekayu sebanyak satu kali
yaitu pada tanggal 9 Juni 2016 pukul 11.00 wib di ruang poliklinik psikiatri RSUD Sekayu.
Pada saat wawancara penderita dalam keadaan tenang, penampilan penderita berpenampilan
cukup rapi, penderita datang ditemani ibunya.