Anda di halaman 1dari 45

Analisis dan Perancangan Sistem Perpustakaan

Analisis dan Perancangan Sistem Perpustakaan pada Perpustakaan Sekolah


SMA YADIKA BANDAR LAMPUNG
KATA PENGANTAR

Syukur puji penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan baik. Tak
lupa pula shalawat bertangkaikan salam atas junjungan nabi besar Muhammad
Saw, safaat beliaulah yang kita harapkan di yaumul mahsyar kelak. Amin. Terima
kasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam
menyelesaikan proposal ini. Adapun judul dari proposal ini adalah Analisis dan
Perancangan Sistem Perpustakaan Sekolah Chandra Kusuma .
Dalam menulis proposal ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk
mendapatkan informasi yang akurat. Walaupun begitu, penulis menyadari bahwa
masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyajian dan penulisan prposal
ini. Maka dari itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun demi kesempurnaan proposal ini. Semoga proposal ini dapat
menambah wawasan serta pengetahuan pembaca. Terima kasih.

LAMPUNG, Juni 2016

Penulis

Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Perpustakaan tidak bisa dipisahkan dari pembelajaran siswa-siswi di sekolah
dalam mencari ilmu pengetahuan. Perpustakaan menyediakan fasilitas yang dapat
mendukung pembelajaran siswa apabila dimanfatkan semaksimal mungkin.
Dengan meningkatkan fungsi perpustakaan, diharapkan perputakaan dapat
melaksanakan tugasnya sebagai media pendukung belajar dan mengajar di
sekolah. Fungsi perpustakaan dapat menginkat apabila didukung dengan sistem
yan baik dan layak. Sistem yang baik akan membantu pustakawan dalam
mengelola perpustakaan sehingga meningkatkan layanan perpustakaan.
Sedangkan sistem yang layak yaitu sistem yang digunakan sesuai dengan keadaan
internal dan eksternal perpustakaan.
Sistem yang lazin digunakan perpustakaan sekolah adalah sistem manual. Sistem
ini dianggap paling layak digunakan mengingat koleksi perpustakaan yang tidal
lebih dari 2000 eksemplar dan juga jam layanan perpustakaan yang tidak
sepanjang jam layanan jenis perpustakaan lainnya. Meskipun sistem ini sesuai
dengan kondisi perpustakaan, tetapi tidak semia perpustakaan dapat
mengorganisasikan sistem ini dengan baik. Banyak kendala yang dihadapi karena
sulitnya mengorganisasikan data perpustakaan yang banyak sendirian.
Pustakawan perpustakaan sekolah biasanya mengerjakan sendiri semua bagian
perpustakaan. Jadi, kemungkinan semua kegiatan perpustakaan tidak diselesaikan
semaksimal mungkin.
Sekolah yadika adalah salah satu sekolah yang juga menyediakan perpustakaan.
Sekolah ini memberikan fasilitas yang mendukung pelajaran siswasiswainya.

Perpustakaan yang dibangun pada tahun 2013 ini memiliki bayak judul dan
eksemplar buku yang membantu pelajar untuk menambah wawasannya.

Akan tetapi, sistem yang digunakan dlam mengorganisasikan perpustakaan masih


dengan sistem manual. Memang jiga dilihat dari sisi penggunaan dan koleksi
yangada sitem amnual masih memadai, namun sistem ini memiliki banyak
kekurangan bila dibandingkan dengan komputerisasi.
Sistem perpustakaan yang dikelola dengan manual memiliki tingkat kekurangan
yng lebih besar. Begitu pula perpustakaan sekolah Yadika. Kendala yang dihadapi
adalah kesulitan dalam temu-balik informasi. Kesulitan ini bukan hanya membuat
kehabian wwaktu, tetapi juga biaya dan waktu untuk mencari sebuah informasi.
Misalnya untuk mencari data peminjamn satu minggu lalu staff harus membuka
dafat buku pemnjman terlebih dahulu, lalu mencari nama peminjam, dan
menyesuaikan buku dengan yang tertulis, dan kemudian menghitung denda jika
terlambat. Hal ini tent menyulitkan staf perpustakaan dan anggota. Waktu yang
dimiliki siswa untuk m=berkunjung ke perpustkaan hanyalah waktu istirahat jam
sekolah, sehingga butuh proses yang cepat pula apabila ingin memberikan pelayan
yang baik kepada pengguna.
Selain itu, penelusuran secara langung yang dilakukan pengunjung mungkin bisa
dilakukan mengingat ruangan dan koleksi tidak sebanyak koleksi di perpustakaan
perguuan tinggi atau umum, namun bila dibandingkan dengan waktu kujungan
yang terbatas cara ini mungkin akan menghabiskan waktu istirahat. Seharusnya
ada sebuah sistem yang membantu pengguna untuk menelusur koleksi dengan
cepat dan tepat untuk mengurangi waktu penelususran.
Melihat kendala di Perpustakaan Sekolah Yadika maka penulis memiliki
keinginan untuk membuat sebuah makalah yang akan membahas mengenai sistem
di perpustakaan Sekolah Chandra Kusuma dengan judul ANALISIS DAN
PERANCANGAN SISTEM PERPUSTAKAAN SEKOLAH YADIKA. Makalah

ini adalah landasan awal untuk membangun proposal perancangan sistem


perpustakaan baru.

1.2 Identifikasi Masalah


1.2.1 Masalah
Adapun masalah sistem perpustakaan Sekolah yadika adalah sebagai berikut:
1. Kesulitan temu-balik data peminjaman dan pengembalian buku
Data diperoleh dari survei si lapanagan, apabila pengguna perpustakaan
mengembalikan buku membutuhkan waktu yang cukup lama karena staf
perpustakaan harus membuka buku peminjaman saat pengguna melakukan
peminjaman.
1. Kurang efektifnya pencatatan peminjaman dari segi waktu
Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan peminjaman di
perpustakaan sekolah yadika karen masih dilakukan secara manual
1. Pembuatan Laporan yang sering tertunda
Pengumpulan data perpustakaan yang sulit sering menyebabkan pembuatan
laporan yang tertunda atau melebihi waktu yang seharsnya.
1.2.2 Peluang
1. tingkat kunjungan yang tinggi
2. suasana yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna
3. tingkat penggunaan buku yang cukup tinggi
4. jumlah koleksi yang bervariasi

1.2.3 Pesyaratan
1. Tersedianyan sistem perpustakan yang layak
2. dukungan dari yayasan terhadap pengembangan perpustakaan
1.2.4 Penyebab Masalah
1. Kesulitan temu-balik data peminjaman dan pengembalian buku
Penyebabnya adalah sistem yang masih manual membuat staf perpustakaan harus
mencari secara manual transaksi sebelumnya.
1. Kurang efektifnya pencatatan peminjaman dari segi waktu
Dengan sistem yang masih manual menyebabkan pengguna menghabiskan waktu
yang cukup lama untuk mencatat peminjaman.
1. Pembuatan Laporan yang sering tertunda
Kesulitan dalam mengumpulkan data dan melakukan perhitungan atau review
transaksi.

Analisis Masalah dan Pengaruh


Tujuan Pengembangan Sistem
Masalah
Penyebab dan Pengaruh Tujuan Sitem
Batasan Sistem
Kesulitan temu-balik Sistem yang masih
data peminjaman dan

manual membuat staf

Memudahkan proses

pengembalian buku

perpustakaan harus

temu-balik data

mencari secara manual peminjaman buku

Sarana dan prasarana


terbatas

transaksi sebelumnya..
Dengan sistem yang
masih manual
menyebabkan pengguna
Kurang efektifnya
pencatatan peminjaman
dari segi waktu

menghabiskan waktu

Mempersingkat proses Sarana dan prasarana

yang cukup lama untuk peminjaman


mencatat peminjaman.

terbatas

Kesulitan dalam
Pembuatan Laporan
yang sering tertunda

mengumpulkan data
dan melakukan
perhitungan atau review
transaksi.

Pemudahkan dan
menyingkatkan

Sarana dan prasarana

pembuatan laporan

terbatas

transaksi perpustakaan

1.3 Tujuan Analisis dan Pengembangan Sistem


Tujuan dari analisis sistem di Perpustakaan Sekolah Yadika adalah untuk
mengetahui kondisi sistem yang sedang berjalan di Perpustakaan Sekolah Yadika
dan menemukan kelemahan-kelemahan sistem yang bberjalan. Tujuan lainnya
adalah untuk membentuk sebuah sistem yang layak dan efektif untuk
Perpustakaan Sekolah Yadika.

Bab II
Landasan Teori
2.1 Konsep Dasar Sistem

2.1.1 Pengertian sistem


Secara etimologi sistem berasal dari kata Sistem yang berarti susunan atau cara.
Sistem dapat dikelompokkan kedalam dua pendekatan yaitu sistem yang
diletakkan pada pendekatan prosedur dan sistem yang diletakkan pada komponen
atau elemen.
Sedangkan definisi sistem yang ditekankan pada pendekatan komponen atau
elemen adalah suatu kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai tujuan tertentu. Jika dibandingkan dengan sistem yang ditekankan pada
prosedur, pendekatan sistem yang ditekankan pada komponen atau elemen akan
lebih memudahkan kita didalam mempelajari suatu sistem karena dapat terdiri
dari beberapa subsistem-subsistem atau komponen-komponen yang bertujuan
untuk menganalisis dan merancang suatu sistem.
2.1.2 Karekteristik sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sift-sifat yang tertentu, yaitu :
1. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang
artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen
sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagianbagian dari sistem. Setiap sistem tidak peduli betapapun kecilnya, selalu
mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.

1. Batas Sistem (Boundary)


Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan
sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
1. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang
mempengaruhi operasi sistem.
1. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem
dengan subsistem yang lainnya.
1. Masukan Sistem (Input)
Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem.maskukan dapat
berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal
input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut
dapat beroperasi.
1. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
1. Pengolah Sistem (Process)
Suatu sistem dapat mempuyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan
menjadi keluaran.

1. Sasaran system (Objective)


Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).
2.2 Perancangan Sistem
Perancangan Sistem menurut George M. Scott adalah desain sistem yang
menentukan bagaimana sebuah sistem menyelesaikan apa yang meski dikerjakan,
tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat
lunak dari perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah diintalsasi dari
sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah diterapkan pada
akhir analisis sistem.
2.3 Metode Pengembangan Sistem
Jenis-Jenis Model Pengembangan Sistem
1. Waterfall
Secara garis besar metode waterfall mempunyai langkah-langkah sebagai berikut :
Analisa, Design, Code dan Testing, Penerapan dan Pemeliharaan.
1. Analisa
Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data
dalam tahap ini bisa malakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur.
Seorang sistem analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya
dari user sehingga akan tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan
tugas-tugas yang diinginkan olehuser tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan
dokumen user requirment atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan
dengan keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen ini lah yang akan
menjadi acuan sistem analis untuk menterjemahkan ke dalam bahasa
pemprogram.

2. Design
Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan
perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini
berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface,
dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang
disebut software requirment. Dokumen inilah yang akan
digunakan proggrammer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.
3. Coding & Testing
Coding merupan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh
komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang
diminta oleh user.Tahapan ini lah yang merupakan tahapan secara nyata dalam
mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan komputer akan
dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan
dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah
menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa
diperbaiki.
4. Penerapan
Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem. Setelah
melakukan analisa, design dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan
digunakan oleh user.
5. Pemeliharaan
Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami
perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat
lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru)
baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

Keuntungan Metode Waterfall

Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh
pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan
tertentu.

Document pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase


harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase
berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen
tertentu.

Kelemahan waterfall

Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat


dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.

Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak
awal pengembangan.

Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak


dapat mengakomodasi ketidakpastian pada saat awal pengembangan.

1. Spiral
Model spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm, adalah model proses perangkat
lunak evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol
dan aspek sistematis model sequensial linier. Model iteratif ditandai dengan
tingkah laku yang memungkinkan pengembang mengembangkan versi perangkat
lunak yang lebih lengkap secara bertahap.
Tahapan-tahapan Model Spiral
1. Komunikasi Pelanggan

Yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhankebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.

2. Perencanaan
Yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan
proyek informasi lain yg berhubungan.
3. Analisis Resiko
Yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resikomanajemen dan teknis.
4. Perekayasaan
Yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari
apikasi tersebut.
5. Konstruksi dan Peluncuran
Yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang,
dan memberi pelayanan kepada pemakai.
6. Evaluasi Pelanggan
Yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.
Kelebihan dan Kekurangan
1. Kelebihan
2.

Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup


perangkat lunak komputer.

3.

Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala


besar

Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi


terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja
selama proses

1.

Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan


pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.

2.

Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan


memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif .

3.

Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga


mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.

1. Kekurangan

Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini


bisa dikontrol.

1.

Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi


masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.

2.

Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian


yang absolute

1. Prototype
Tahap Tahap Rekayasa Software Dalam Prototype Model
1. Pengumpulan kebutuhan
Developer dan klien bertemu untuk menentukan tujuan umum, kebutuhan yang
diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detail
kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal pengumpulan kebutuhan.

2. Perancangan Cepat
Perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang
diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.

3. Bangun Prototype
Dalam tahap ini, membangun sebuah versi prototype yang dirancang kembali
dimana masalah-masalah tersebut diselesaikan.
4. Evaluasi prototype
Pada tahap ini, klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk
memperjelas kebutuhan software.
5. Perbaikan Prototype
Tahap ini Software yang sudah jadi dijalankan dilakukan perbaikan. Perbaikan
termasuk dalam memperbaiki kesalahan/kerusakan yang tidak ditemukan pada
langkah sebelumnya.
Kelebihan Prototype Model adalah :

End user dapat berpartisipasi aktif.

Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan.

Mempersingkat waktu pengembangan software.

Kekurangan Prototype Model adalah :

Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.

Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.

Bisanya kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan.

Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah.

Prototype terlalu cepat selesai.

1. Model RAD (Rapid Application Development)


RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD
menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk
menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi selain itu RAD
menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat (60 sampai 90 hari)
dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen.
Tahapan-tahapan Model RAD
1. Bussiness Modelling
Fase ini untuk mencari aliran informasi seperti: informasi mengendalikan proses
bisnis, di mana informasi digunakan, siapa yang memprosenya, dan informasi apa
yang dimunculkan.
2. Testing and Turnover
Karena menggunakan kembali komponen yang telah ada, maka akan mengurangi
waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua interface harus
dilatih secara penuh..

3. Aplication Generation
Selain menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga, RAD juga memakai
komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai
lagi. Alat-alat baantu bisa dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
4. Process Modelling
Aliran informasi pada fase data modelling ditransformasikan untuk mendapatkan
aliran informasi yang diperlukan pada implementasi fungsi bisnis. Pemrosesan
diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atu mendapatkan
kembali objek data tertentu

5. Data Modelling
Fase ini menjelaskan objek data yang dibutuhkan dalam proyek. Karakteristik
(atribut) masing-masing data diidentifikasikan dan hubungan antar objek
didefinisikan.
Kelebihan dan Kekurangan
1. Kelebihan
2. RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi
mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang
ada (reusable object).
3. Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat
dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan
sehingga waktunya lebih efesien.
4. Kekurangan
5. Tidak cocok untuk proyek skala besar

6. Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.

Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.

1. Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini
2.2 Analisis PIECES
Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis terhadap kinerja,
informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi dan pelayanan pelanggan.
Panduan ini dikenal dengan PIECES analysis (performance, Information,
economy, Control, eficiency dan Services). Dari analisis ini biasanya didapatkan
beberapa masalah utama. Hal ini penting karena biasanya yang muncul
dipermukaan bukan masalah utama, tetapi hanya gejala dari masalah utama saja

.
1. Analisis Kinerja
Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis dijalankan dan tidak mencapai
sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap. Jumlah
produksi adalah jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan selama jangka waktu
tertentu. Bagian pemasaran kinerjanya diukur berdasarkan volume pekerjaan atau
pangsa pasar yang diraih atau citra perusahaan.
Waktu tanggap adalah keterlambatan rata-rata antara suatu transaksi dengan
tanggapan yang diberikan kepada transaksi tersebut.
1. Analisis Informasi
Informasi merupakan komoditas krusial bagi pemakai akhir. Kemampuan sistem
informasi dalam menghasilkan informasi yang bermanfaat dapat dievaluasi untuk
menangani masalah dan peluang untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam hal ini
meningkatkan kualitas informasi tidak dengan menambah jumlah informasi,

karena terlalu banyak informasi juga menghasilkan masalah baru. Situasi yang
membutuhkan peningkatan informasi meliputi:
o Kurangnya informasi mengenai keputusan atau situasi yang sekarang
o Kurangnya informasi yang relevan mengenai keputusan ataupun situasi
sekarang
o Kurangnya informasi yang tepat waktu
o Terlalu banyak informasi
o Informasi tidak akurat
Informasi juga dapat merupakan fokus dari suatu batasan atau kebijakan.
Sementara analisis informasi memeriksa output sistem, analisis data meneliti data
yang tersimpan dalam sebuah sistem. Permasalahan yang dihadapi meliputi:

Data yang berlebihan. Data yang sama ditangkap dan/atau disimpan dibanyak
tempat.
Kekakuan data. Data ditangkap dan disimpan, tetapi diorganisasikan sedemikian
rupa sehingga laporan dan pengujian tidak dapat atau sulit dilakukan.
1. analisis ekonomi
Ekonomis barangkali merupakan motivasi paling umum bagi suatu proyek.
Pijakan dasar bagi kebanyakan manajer adalah biaya atau rupiah. Persoalan
ekonomis dan peluang berkait dengan masalah biaya. Adapun hal-hal yang perlu
diperhatikan dapat disimak berikut ini:
Biaya
o Biaya tidak diketahui

o Biaya tidak dapat dilacak ke sumber


o Biaya terlalu tinggi
Keuntungan
o Pasar-pasar baru dapat dieksplorasi
o Pemasaran saat ini dapat diperbaiki
o Pesanan-pesanan dapat ditingkatkan.
1. Analisis keamanan
Tugas-tugas bisnis perlu dimonitor dan dibetulkan jika ditemukan kinerja yang
dibawah standar. Kontrol dipasang untuk meningkatkan kinerja sistem,
mencegahatau mendeteksi kesalahan sistem, dan menjamin keamanan data,
informasi dan persyaratan. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

Keamanan atau kontrol yang lemah


o Input data tidak diedit dengan cukup
o Kejahatan (misalnya penggelapan atau pencurian) terhadap data
o Etika dilanggar pada data atau informasi-mengacu pada data atau informasi
yang diakses orang yang tidak berwenang.
o Data tersimpan secara berlebihan, tidak konsisten pada file-file atau databasedatabase yang berbeda.
o Peraturan atau panduan privasi data dilanggar (atau dapat dilanggar)
o Error pemrosesan terjadi (oleh manusia, mesin atau perangkat lunak)

o Error pembuatan keputusan terjadi.


Kontrol atau keamanan berlebihan
o Prosedur birokratis memperlamban sistem
o Pengendalian menggangu para pelanggan atau karyawan
o Pengendalian berlebihan menyebabkan penundaan pemrosesan.
1. analisis Efisiensi
Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebanyak-banyaknya
dengan dengan input yang sekecil mungkin. Untuk melihat apakah efisiensi dari
suatu sistem baik atau tidak dapat dengan melihat indikatior-indikator berikut ini:
o Orang, mesin atau komputer membuang-buang waktu
o Data secara berlebihan di input atau disalin

o Data secara berlebihan di proses


o Informasi secara berlebihan dihasilkan
o Orang, mesin atau komputer membuangh
o Usaha yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan
o Material yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan.
1. Services
Analisis untuk menilai kualitas dari suatu sistem dapat dilihat dari kriteria-kriteria
berikut ini :
o Sistem menghasilkan produk yang tidak akurat

o Sistem menghasilkan produk yang tidak konsisten


o Sistem menghasilkan produk yang tidak dipercaya
o Sistem tidak mudah dipelajari
o Sistem tidak mudah digunakan
o Sistem canggung untuk digunakan
o Sistem tidak fleksibel

Bab III
Metodologi
3.1 Metodologi Pengembangan Sistem
3.1.1 Pengertian Model Prototyping
Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana
requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara
terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototype juga
bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan
proses. Paradigma dari metode prototyping adalah sistem informasi yang
menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. Prototipe
sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang

harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan


dengan sistem informasi yang lain bila perlu.

Tahapan-tahapan Model Prototyping :

1. Pengumpulan Kebutuhan

Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh


perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar
sistem yang akan dibuat.

Developer dan klien bertemu untuk menentukan tujuan umum, kebutuhan


yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan
berikutnya. Detail kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal
pengumpulan kebutuhan.

1. Membangun Prototyping

Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang


berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat
input dan format output).

Dalam tahap ini, membangun sebuah versi prototype yang dirancang


kembali dimana masalah-masalah tersebut diselesaikan.

1. Menggunakan Sistem

Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah


dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan.

1. Mengkodekan Sistem

Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke


dalam bahasa pemrograman yang sesuai.

1. Menguji Sistem

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus
dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White
Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain.

1. Evaluasi Sistem

Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai


dengan yang diharapkan.

Pada tahap ini, klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan
untuk memperjelas kebutuhan software.

1. Evaluasi Protoptyping

Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk
digunakan.

1. Perancangan Cepat

Perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek


software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan
prototype.
1. Perbaikan Prototype

Tahap ini Software yang sudah jadi dijalankan dilakukan perbaikan.


Perbaikan termasuk dalam memperbaiki kesalahan/kerusakan yang tidak
ditemukan pada langkah sebelumnya.

Jenis-jenis prototyping, yaitu :

Feasibility prototyping Digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi


yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun.

Requirement prototyping Digunakan untuk mengetahui kebutuhan


aktivitas bisnis user.

Desain prototyping Digunakan untuk mendorong perancangan system


informasi yang akan digunakan.

Implementation prototyping Merupakan lanjutan dari rancangan, prototype


ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.

Teknik-teknik prototyping :

Perancangan Model Perancangan awal software oleh pengembang untuk


dimodelkan sebagai gambaran awal kepada user/pengguna.

Perancangan Dialog Perancangan menu-menu pada software yang dibuat,


dengan maksud agar user/pengguna dapat dengan mudah
menggunkaannya.

Simulasi Proses percobaan software kepada calon user sebelum software


dinyatakan layak pakai.
Dalam pengembangan sistem Perpustakaan Chandra Kusuma

menggunakan metode pengembangan sistem Prototype. Pemilihan metode ini


dipilih berdasarkan hasil observasi awal dan survei masalah di Perpustakaan

Sekolah Chandra Kusuma. Semua kendala yang disampaikan staf perpustakaan


lebih tepat dijawab oleh metode ini
Pengembangan sistem dengan metode prototype dianggap lebih sesuai dengan
sistem untuk sekolah karena selain dalam skala yang kecil, juga sesuai dengan
kondisi perpustakaan yang jumlah koleksi hampir seragam, buku paket pelajaran,
dan jumlah pengguna yang tidak sebanyak perpustakaaan umum dan perguruan
tinggi. Selain itu, sistem ini juga meminimalis keslahan komunikasi antara
pemilik sistem dengan pembangun sistem. Dengan adanya komunikasi yang baik,
sistem yang dibangun akan dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Pengembangan
sistem prototype juga mengikut sertakan pelanggan dalam pembentukkan sistem
perpustakaan.
Akan tetapi, pengembangan sistem ini membutuhkan biaya yang besar karena
beberapa tahap mungkin mengalami pengulangan apabila ada kekurangan.
Adapun alasan menggunakan sistem pengembangan prototype di Perpustakaan
Sekolah Yadika adalah sebagai berikut :
1. Kesempatan komunikasi mengenai kebutuhan perpustakaan
memungkinkan semua kebutuhan dapat disampaikan kepada pembuat
sistem
2. Semua kebutuhan dapat dimasukkan ke dalam sistem sehingga pemilik
sistem dalam hal ini adalah perpustakaan chandra kusuma dapat
mengetahui lebih jelas sistem yang sedang dibangun
3. Jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan tergolong sedikit

4. Jumlah peminjaman yang tidak terlalu tinggi, tetapi tingkat kunjungan


yang tinggi

5. Sistem dapat dibangun dengan cepat dan tepat sesuai kebutuhan pemilik
sistem

Bab IV
Analisis Sistem Perpustakaan Sekolah Internasional Yadika

4.1 Perpustakaan Sekolah Internasional Yadika


Perpustakaan Sekolah Yadika berdiri pada tahun 2003 bersamaan dengan
berdirinya Sekolah Internasional Yadika. Perpustakaan ini berada dibawah
naungan yayasan Yadika. Perpustakaan dengan luas 45m x 18m dikelolah oleh
dua staff perpustakaan. Kedua staff perpustakaan ini bebagi tugas mengelola
perpustakaan.
Perpustakaan Sekolah Yadika memiliki hampir 9310 eksemplar buku dengan jenis
koleksi hampir keseluruhnnnya adalah buku pelajaran siswa-siswi, selainnya
adalah buku pengetahuan umum, kamu, ensiklopedia, dan koleksi lainnya.
Koleksi ini disusun di rak buku.
Ruangan perpustakaan terbagi atas dua bagian yang pertaman adalah ruangan
dengan koleksi mata pelajar. Ruangan kedua adalah koleksi refrensi. Koleksi
referensi tidak boleh dipinjam oleh anggota perpustakaan.
Anggota perustakaan yang terdaftar adalah seluruh siswa, staf pengajar, dan
pegawai Sekolah Internasional Yadika. Siswa baru akan masuk secara otomatis

menjadi angot perpustakaan. Siswa yang menjadi anggota perpustakaan adalah


semua siswa mulai dari tingkat TK, SD, dan SMP. Semua anggota perpustakaan
dapat memanfaatkan layanan perpustakaan selama jam buka perpustakaan.

4.2 Peraturan Perputsrakaan Sekolah Yadika


Adapun peraturan yang diterapkan di perpustakaan Sekolah Yadika adalah :
1. Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan
perpustakaan
2. Dilarang ribut di dalam ruangan perpustakaan
3. Dilarang membawa tas ke dalam ruangan perpustakaan
4. Denda keterlambatan Rp. 42.000/ hari

4.3 Layanan Perpustakaan Sekolah Yadika


Layanan yang disediakan Perpustakaan Yadika sebagai berikut :
1. Layanan baca
Layanan ini memberikan kesempatan kepada siswa-siswi maupun staf pengajar
untuk membaca di ruangan perpustakaan sekolah. Layanan ini didukung dengan
bangku dan meja untuk membaca.

1. Layanan komputer
Perpustakaan Yadika menyediakan komputer kepada pengunjung
1. Layanan peminjaman dan pengembalian
Anggota perpustakaan dapat meminjam buku perpustakaan, kecuali koleksi
referensi, dengan batas waktu seminggu. Apabila buku terlambat dikembalikan
makan peminjam akan dikenakan denda
1. Layanan referensi
Perpustakaan Sekolah Yadika juga menyediakan layanan referensi berupa kamus
dan ensiklopedia

4.4 Sistem yang Sedang Berjalan


Saat ini Perpustakaan Sekolah Yadika masih menggunakan sistem manual untuk
mengelola perpustakaan. Semua sistem yang berjalan di perpustakaan masih
dikerjakaan sendiri oleh staff perpustakaan. Mulai dari kegiatn penyusunan buku,
pencatatan peminjaman dan pengembalian, sampai invetarisasi buku
perpustakaan.
Sistem peminjamana dan pengembalian buku juga dilakukan secara manual.
Peminjam buku harus meunjukkan kartu pelajar Sekolah Yadika dan kartu
perpustakaan, lalu menunjukkan buku yang akan dipinjam. Staf perpustakaan
akan mencatat data tersebut ke dalam buku peminjaman. Begitu juga dengan
pengembalian, staf perpustakaan akan menuliskan daftar pengembalian buku dan
mengembalikan kartu perpustakaan milik anggota perpustakaan.
Staf perpustakaan memiliki buku untuk mencatat transaksi peminjaman dan
pengembalian. Isi buku daftar pengisian terdiri dari tanggal transaksi, data
identitas peminjam yang diambil dari kartu pelajar, judul buku yang dipinjam,
jumlah buku yang dipinjam, dan tanggal pengembalian.

Untuk buku inventarisasi bahan pustaka disusun berdasarkan tanggal masuk buku.
Informasi yang dicatat dalam buku tersebut hanyalah tanggal penerimaan, judul
buku, jumlah buku, jumlah eksemplar, dan keterangan publikasi. Sebahagian data
sudah dimasukkan kedalam komputer staf perpustakaan menggunakan microsoft
excel.
Dalam mengelola buku dirak, staf perpustakaan menyususn buku berdasarkan
mata pelajaran. Namun untuk layanan referensi, koleksi disusun berdasarkan jenis
kolesi. Seperti ensiklopedia disusun pada rak dengan tulisan ensiklopedia, kamus
disusun dalam rak dictionary, dan koleksi lainnya. Karena banyaknya koleksi
buku mata pelajaran, sebahagian buku disusun diluar rak apabila memiliki
eksemplar terlalu banyak.

4.5 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan


Menganalisis sisem adalah kegiatan pengembangan terhadap sebuah sistem
dengan melalui penguraian atau pembagian sistem ke dalam komponenkomponennya untuk untuk diidentifikasi dan dievaluasi terhadap kelemahankelemahan, kebutuhan-kebutuhan, peluang-peluang maupun kesalahan-kesalahan
yang terjadi dalam rangka mencari perbaikan yanglebih baik.
Terdapat banyak alat pengukur sistem perpustakaan. Dalam hal ini tolak ukur
yang akan dipakai adalah analisis PIECES (Performance. Information, Economy,
Control, Effecienncy, dan Service). Analisis PIECES menguarikan bagaimana
sebuah sistem bekerja dan hasil yang diberikan sistem kepada pengguna.
Adapun analisis sistem Perpustakaan Sekolah Yadika menggunakan analisis
PIECES adalah sebagai berikut:
1. Performance (tabel prformance)

Analisis kerja atau perfirmance ditujukan untung mengetahui tingkat kinerja dari
sebuah sistem apakah sistem sudah berjalan dengan baik. Kinerja sistem dinilai
berdasarkan jumlah produksi dan tanggap waktu. Jumlah produksi adalah
pkerjaan yang bisa dilkukan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan tanggap
waktu adalah keterlambatan rata-rata antara suatu transaksi dengan tanggapan
yang diberikan pada transasksi selanjutnya.
Dalam kasus ini, kinerja dari sistem perpustakaan Sekolah Yadika dirasakan
kurang efektif jika dilihat dari tingkat repn yang diberikan sistem terhadap hasil
proses sistem. Misalkan saja, dalam pencarian buku yang berjumlah lebih dari
sembilan ribu eksemplar membutuhkan waktu yang lama, kecuali pengguna
sudah terlebih dahulu mengetahui lokasi buku yang dicarinya. Dan pembuatan
laporan bulanan dan tahuan juga membutuhkan waktu yang lama karena masih
disusun secara manual sehingga proses penyelesaian pekerjaan tersebut
membutuhkan waktu yang cukup lama. Melihat hal tersebut, adapun kendala
dalam performance di perpustakaan Sekolah Yadika adalah sebagai berikut:
1. Jumlah beban kerja lebih besar dalam mengerjakan 4 laporan yaitu koleksi
buku, anggota, sirkulasi peminjaman, sirkulasi pengembalian, sirkulasi
pengembalian.
2. Pencarian dan pembuatan laporan data perpustakaan membutuhkan waktu
lama karena masih bersifat manual

1. Informasi
Sistem informasi yang baik akan menghasilkan informasi yang akurat, relevan
dan tepat waktu. Akurat berartu informaasi yang diberikan benar dan tidak bias.
Relevan berarti informasi yang disampaika sesuai dengan kebutuhan pengguna
dan memberi nilai kepada pengguna. Tepat waktu berarti informasi yang diberikan
sesuai dengan waktu permintaan iforasi itu dibutuhkan. Ketiga hal tersebut
menjadi indikator informasi yang baik bagi pengguna.

Pada sistem perpustakaan Yadika infromasi tergolong baik karena di rak diberikan
label keterangan kelompok buku, sehingga memudahkan pengguna untuk
menelusur koleksi yang dibutuhkan. Akan tetapi, informasi mengenai sirkulasi
masih kurang baik karena kesulitan untuk memberikan informasi mengenai
jumlah peminjaman dalam sebulan terakhir. Berdasarkan hal tersebut makan
sistem perpustakaan Sekolah Yadika memilki point perhatian yaitu:
1. Kemudahan penelusuran yang dibantu oleh informasi label keterangan
kelompok buku di rak
2. Terlambat dalam pembuatan laporan sirkulasi karena masih bersifat
manual
3. Informasi kurang akurat mengenai jenis koleksi perpustakaan karena
belum semua data dimasukkan ke dalam buku inventarisasi

Economy

Motif ekonomi mungkin merupakan salah satu pertimbangan dari alasan mengapa
diperlukan pengembangan sistem. Harapan sebuah organisasi atau lembaga
terhadap sitem baru adalah dapat mendukung kerja manajerial sehingga lebih
efektif dan efesien. Maka pemorosan dalam berbagai hal dapat di minimalis.
Dalam hak sisitem yang sidang berjalan di perpustakaan Sekolah Yadika ada
beberapa point yang menjadi perhatian yaitu :
1. Biaya untuk pembelian buku, alat tulis, tinta, sampul buku, dan kertas
kartu perpustakaan.
2. Biaya pemeliharaan buku dan koleksi perpustakaan
3. Biaya lainnya yang tidak terduga seperti biaya apabila terjadi kesalahan
data manual, kerusakan buku sirkulasi, dan lainnya.

1. Control
Aktivitas sebuah lembaga atau organisasi perlu mendapatkan kontrol secara terusmenerus untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut mengenai sistem dan
hasilnya. Hal ini juga dilakukan untuk mendeteksi, mencegah, dan mengurangi
kesalahan sistem yang dapat merugikan organisasi atau lembaga. Dengan adanya
kotrol maka tugas yang megalami kenda
Pengendalian sistem yang berjalan di perpustakaan Sekolah Yadika masih
tergolong buruk karena masih terdapat kesalahan penulisan data baik disengaja
maupun tidak. Selain itu, belum ada standart yang pasti dalam pengorganiasian
koleksi perpustakan, meskipun koleksi disusun berdasarkan mata kuliah, tetapi
tidak salah bila disertai dengan keterangan lainnya yang melekat di buku seperti
keterangan pengarang, nomor panggil, nomor klasifikasi, dan keterangan judul.
Hal ini akan membantu staf dalam menyusun daftar koleksi dan mengurangi
kesalahan dalam mengelompokkan koleksi di rak.

1. Efeciency
Efesiensi pada sistem informasi menyangkut hal bagaiman menghasilkan output
atau informasi sebaik mungkin dengan input yang diberikan, sehingga informasi
yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, efesien juga
berkaitan dengan sebuah sistem melakukan sebuah proses secara berlebihan dan
usaha yang dikeluarkan untuk melakukan tugas yang tidak berlebihan juga.

Sistem yang berjalan di perpustakaan Sekolah Yadika masih kurang efesien dalam
pembuatan laporan bulanan ataupun tahunan karena sistem yang manual membuat
proses ini lebih lama dari komputerisasi.

1. Service
Untuk menilai kualitas sebuah sistem adalah dilihat dari segi pelayanannya. Pada
sistem perpustakaan peningkatan layanan terhadap anggota merupakan bagian
dari tujuan utama diadakan pengembangan sistem yang baru. Pada sistem
informasi perpustakaan Sekolah Yadika masih kurang dari segi waktu peminjaman
dan penelusuran koleksi. Mungkin pengguna dapat dengan mudah mendapatkan
koleksi apabila tujuannya datang ke perpustakaan hanya untuk mengisi waktu
luang, tetapi bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan koleksi dengan
waktu yang sikat, sistem yang dipakai akan sangat tidak membantu.
Selain dari segi waktu, pelayanan dari segi kerapian data juga kurang karena
masih dengan sistem manual untuk mendapatkan dua informasi dalan satu proses
harus mencari keseluruh file perpustakaan yang tidak tersusun dengan baik.

46 Analisis kebutuhan sistem


4.6.1 Kebutuhan Fungsional Menyangkut Harapan Sistem

Adapun kebutuhan fungsional yang diharapkan ada pada sistem perpustakaan


Sekolah Yadika adalah :
1. Sistem harus mampu melakukan penyimpanan data dengan cepat dan
tingkat validitasi data yang baik
2. Sistem harus memapu mencatat data sirkulasi dengan cepat dan tepat
3. Sistem yang terintegrasi
4. Sistem mampu menyusun laporan harian, bulanan, maupun tahunan
mengenai kegiatan perpustakaan
5. Database harus mampu menyimpan data dalam kuota yang besar
6. Sistem harus mampu memberikan informasi mengenai data peminjaman
dan pengembalia buku dan keberadan koleksi (status sistem)
7. Sistem yang digunakan harus mudah dipahami dan digunakan segingga
tidak menyulikan staf perpustakaan saat menggunakannya.
4.6.2 Analisis kebutuhan sistem
Kebutuhan sistem terdiri dari input, proses, output sistem perpustakaan. Analisis
kebutuhan sistem dilakukan untuk mengetahui data apa saja yang dibutuhkan oleh
sistem, sehingga dapat diproses dan menghasilkan informasi yang dibutuhkan
perpustakaan.
Pada dasarnya sistem yang dibangun tidaklah jauh berbeda dengan sistem yang
telah ada. Sistem yang dibangun hanyalah peralihan dari sistem manual ke sistem
komputerisasi. Sistem komputerisasi diharapkan dapat membantu dan
memudahkan pekerjaan staff Perpustakaan Yadika.
1. Input

Input data merupakan unsur yang paling penting dalam sebuah sistem pengelolaan
data. Tanpa adanya proses input maka tidak akan ada sistem pengelolaan data
karena tidak adanya data yang akan dikelola. Data-data yang diperlukan dalam
proses input dilihat antara lain dari
formulir permohonan pinjaman, bukti penerimaan kas, bukti pengeluaran kas,
serta daftar piutang koperasi (formulir terlampir). Sedangkan data-data apa saja
yang harus diinput dalam form-form yang terdapat dalam prototype simpan pinjam
tersebut akan dijelaskan pada tabel IV.2 berikut ini:
No

Form

1.

Data Anggota

2.

3.

4.

Peminjaman

Pengembalian

Data Koleksi

Data
a.
Nama Anggota
b.

Nomor Induk Siswa

c.

Kelas

a.

Data Anggota (1)

b.

Nomor Panggil/Akses Buku

c.

Judul Buku yang dipinjam

d.

Nama Pengarang

e.

Tanggal Pengembalian

f.

Jumlah Peminjaman

a.

Data Anggota (1)

b.

Tanggal Pengembalian

c.

Denda

d.

Perpanjangan (jika dilakukan)

a.

Nomor urut

(Inventarisasi)

5.

b.

Judul buku

c.

Pengarang

d.

Penerbit

e.

Tahun terbit

f.

Jenis buku (fiksi dan non-fiksi)

g.

Jumlah buku (eksemplar)

h.

Sumber buku (bos, hibah, pembelian, dll)

i.

Tanggal dibeli /diterima

j.

Bahasa

k.

Harga

l.

Keterangan lainnya

Data Administrasi

1. Proses
Setelah proses input data telah dilakukan tentunya perlu diolah sesuai alur yang
ada. Untuk melakukan pemrosesan terhadap data-data yang telah diinput, sistem
yang dirancang harus sesuai dan dapat beradaptasi dengan prosedur simpan
pinjam yang berjalan pada Perpustakaan Yadika. Untuk menggambarkan arus data
dan proses yang berjalan dalam suatu program komputer, dibuat suatu diagram

flowchart program prosedur simpan pinjam agar aliran data dalam pembuatan
prototype menjadi jelas. Flowchart program yang dibuat merupakan aliran data
dan kebutuhan data yang diperlukan oleh komputer dalam poses temu-balik
informasi. Sebelum dibuat suatu flowchart program, terlebih dahulu dibuat
suatu Dekomposisi Sistem yang menggambarkan adanya tingkatantingkatan di
dalam aliran data mengenai proses-proses yang akan dilakukan.

4.6.3 Kebutuhan non-fungsional


Perencanaan dan pengembangan system memiliki tujuan agar dapat
memperoleh informasi yang lebih cepat dan tepat serta meningkatkan kualitas
kerja. Kebutuhan teknologi atau perlatan yang diperlukan dalam pengembangan
system terdiri dari :
1. Kebutuhan Perangkat Lunak
Perangkat lunak merupakan perangkat yang berfungsi untuk melakukan
pengerjaan dalam prosessecing system untuk mendukung pekerjaan system
computer. untuk melaksanakan proyek ini, maka hanya dibutuhkan beberapa
perangkat lunak saja yaitu : Microsoft Visual Basic 6.0, SQL Server 2000.
1. Kebutuhan Perangkat Keras
Perangkat yang dibutuhkan untuk proyek ini adalah sebagai berikut :
Prosesor
RAM
MOTHERBOARD
HARDDISK
OPTICAL DRIVE
MONITOR
PERANGKAT INPUT

AMD Athlon X2 Dual Core


1982 Mb
Abit
160 Gb
DVD RW
15 Inch
Keyboard dan Mouse

1. Kebutuhan Brainware
2. Sistem Analis
Adalah orang yang menganalisis sistem yang akan dibuat mulai dari perencanaan
hingga tahap pemeliharaan. Sistem analis juga bertanggung jawab dengan proyek
yang dijalankan.
2. Programmer
Adalah orang yang membuat aplikasi berdasar pada analisis yang telah dilakukan
oleh sistem analis. Progreammer juga bertanggung jawab agar aplikasi yang
dibuat
3. Operator
Bertugas mengoperasikan system yang telah dibuat berupa masukkan (input),
pengeditan (update), dan pembuatan laporan dengan bantuan komputer.

4.6.4 Analisis Kelayakan Sistem


Analisis kelayakan system merupakan proses mempelajari danmenganalisis
masalah yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akandicapai.
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menguji apakah system baru yangakan
diterapkan sebagai pertimbangan system layak pakai atau tidak. Adapunbeberapa
kelayakan yang akan dipertimbangkan antara lain :

1. Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis digunakan untuk meniali dan menjawab pertanyaan apakah
teknologi yang ada dapat diterapkan pada system?. Kelayakan ini mencakup 4
hal pokok yang harus dipertimbangkan :

1. Ketersediaan teknologi dipasaran


Sebagai contoh jika kita akan mengimplementasikan sebuah system informasi
data siswa berbasiskan computer, apakah teknologi yang ada sekarang cukup
dapat mensuplay keperluan tersebut.
1. Ketersediaan ahli yang mengoperasikan Kelayakan teknis yang mencakup
ketersediaan sumber daya manusia yang mengoperasikan serta memelihara
sistem
2. Pemograman database SQL Server 2000, dan Microsoft Visual Basic
6.0 memberi kemampuan dan kemudahan dalam mengelola input data sebagai
informasi. d. System dapat dikonversikan sesuai dengan perkembangan teknologi
baru.

1. Kelayakan Ekonomi
Secara ekonomi kelayakan system ini kaitannya dengan analisis biaya dan
manfaat (Cost and Banefit Analysis). System aplikasi yang diusulkan harus dapat
di nilai secara keuangan dengan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan
dengan manfaat yang diperoleh. Dari segi ekonomi, penggunaan system baru ini
akan memberikan keuntungan yang layak bagi pihak instansi. Hal ini dapat dilihat
pada perhitungan biaya dan manfaat, yang mana dengan penggunaan system baru
akan mengalami peningkatan kinerja dan dapat menghemat biaya.

1. Analisis Biaya dan Manfaat


Pada analisis ini penulis uraikan semua kebutuhan biaya dalam pembuatan
pengembangan sistem yang akan diterapkan kemudian menghitung keuntungan
dan manfaat yang didapat dari sistem yang akan diimplementasikan. Tujuan dari
sistem analisis biaya dan manfaat secara umum adalah untuk melihat apakah

sistem yang akan diterapkan merugikan atau menguntungkan sekolah. Jika biaya
yang dikeluarkan lebih besar dari manfaat yang diperoleh maka sistem ini
dikatakan tidak layak. Oleh karena itu sebelum sistem ini dikembangkan, maka
perlu dihitung kelayakan ekonomisnya.

Sistem yang disarankan

Setelah melakukan obervasi awal dan analisis terhadap sistem yang ada di
perpustakaan Sekolah Chandra Kusuma maka sistem yang disarankan adalah
sistem komputerisasi. Sistem ini dianggap sudah pantas diberlakukan di
perpustakaan Sekolah Kusuma mengingat jumlh koleksi yang banyak dan tigkat
kunjungan yang tinggi. Meskipun tingkat peminjaman yang redah, tetapi tingkat
kunjungan yang tinggi memberi kemungkinan untuk menembangkan sitem
perpustakaan untuk menunjang pelayanan perpustakaan.
Sistem komputerisasi yang dimaksudkan adalah pengelolaan data perpustakaan di
komputer perpustakaan mengingat bahwa staff perpustakaan memiliki komputer
sendri dan adanya layanan komputer. Hal ini semakin memberi peluang pada
penerapan sistem komputerisasi di perpustakaan Sekolah Chandra Kusuma.
Dalam sistem komputerisasi yang diterapkan diharapakan dapat mengurangi
beban pekerjaan pengelola perpustakaan karena mengurangi tenaga menulis dan
menelusur informasi secara manual. Selain itu, pembuatan laporan juga dapat
dilakukan dengan cepat dan tepat waktu.

4.8 Komponen Biaya


1. Biaya Pengadaan Hardware

Adalah biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem pengolahan data.


Karena Perpustakaan Sekolah Chandra Kusuma sudah memilikinya mak biaya
pengadaan perangkat keras adalah Rp.-,

1. Biaya Pengadaan Software


Mencakup biaya-biaya yang dibutuhkan untuk pembelian
perangkat lunak yang diperlukan. Sebagian perangkat lunak telah dimiliki
oleh Sekolah Dasar Islam Al-Azhar31 Yogyakarta untuk melaksanakan
proyek ini, maka hanya dibutuhkan beberapa perangkat lunak saja yaitu :

Jenis
Harga $
Microsoft Windows XP
$ 59.95
SP 3
SQL Server 2000
Standart Buissness
Standart Edition 5

$ 3,899

client (PC)
Jumlah

Keterangan : Sumber http://www.amazon.com


Tanggal 10 Mei 2015, 1 $ = Rp. 13.207,-

Harga Rp.
Rp. 791.760,-

Rp.51. 494,-

Rp.843.254,-

About these ads


Share this:

Twitter

Facebook

Google

Related
Analisis Website PerpustakanIn "informasi"
Analisis Bab I SkripsiIn "Judul skripsi"
Layanan Referensi POLMED
Post navigation
Analisis Website Perpustakan
Tag html
Leave a Reply

Cari Disini

Search for:
Archives

July 2015 (1)

June 2015 (9)

Categories
Categories
M

1
8
15
22
29

2
9
16
23
30

W
3
10
17
24

June 2015
T
4
11
18
25

F
Jul
5
12
19
26

S
6
13
20
27

S
7
14
21
28

Blogroll

Learn WordPress.com

Theme Showcase

KAMI

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Big Brother Theme.


Follow
Follow Kita Mahasiswa Ilmu Perpustakaan
Get every new post delivered to your Inbox.
Build a website with WordPress.com