Anda di halaman 1dari 27

PERBAIKAN &PEMELIHARAAN SISTEM KOPLING TERBARU!!!!

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Masalah


Program pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus
memiliki kesesuaian dengan dunia usaha dan industri. Pihak sekolah
menyelenggarakan program pendidikan bekerjasama dengan dunia industri.
Dalam hal ini untuk meningkatkan kesesuaian program pendidikan dengan
kebutuhan tenaga kerja, bentuk kerjasama tersebut yaitu Praktek Kerja
Lapangan (PKL) dalam jangka waktu tertentu siswa terlibat langsung di
dunia usaha dan industri.
Program keahlian Teknik Mekanik Otomotif melaksanakan Praktek
Kerja Lapangan (PKL) di dunia perbengkelan. Bidang pekerjaan tersebut
memberikan pelayanan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan bermotor.
Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk penyelenggaraan
keahlian professional yang memadukan secara sistematis dan sinkron pada
pendidikan disekolah dan dunia usaha.
SMK PGRI Cimalaka Sumedang melaksanakan program Praktek
Kerja Lapangan (PKL) di bengkel-bengkel terdekat. Bengkel tersebut,
memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Sehingga memberikan
pengamalan kerja bagi siswa peserta PKL.
Di akhir program Praktek Kerja Lapangan (PKL) siswa memberikan
laporan kegiatan selama di dunia usaha dan industri. Pengalamanpengalaman

disusun

dalam

bentuk

laporan

tertulis

disertai

data-

datapenilaian dari pihak dunia usaha danindustri. Dengan dilatarbelakangi


hal diatas maka penulis mengambil judul laporan Pemeliharaan dan
Perbaikan Jenis Kendaraan Mitsubishi T.120ss. Dan pelaksanaan Praktek
Kerja Lapangan (PKL) di bengkel Aneka Motor Service.

1.2.

Pembatasan Masalah
Laporan Praktek Kerja Laporan (PKL) yang telah dilakukan selama
3 bulan, adapun pembatasan masalah yang akan saya bahas adalah:

1.
1.3.

Perbaikan pengenalan dan pemeliharaan sistem Kopling


Tujuan Praktek Kerja Lapangan
Penyelenggaraan praktek kerja lapangan ini bertujuan untuk:

a)

Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian professional yaitu


tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja
yang sesuai dengan tentuan lapangan kerja.

b)

Memperkokoh Link and Match antara sekolah dan dunia kerja.

c)

Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang


berkualitas dan professional.

d)

Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai


bagian dari proses pendidikan.

1.4.

Tujuan Pembuatan Laporan


Tujuan pembuatan laporan ini antara lain:
a) Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dalam menyelesaikan praktek
kerja lapangan di bengkel Aneka Motor Service.
b) Sebagai alat untuk mendokumentasikan

kegiatan-kegiatan selama

melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).


c) Memberikan gambaran dunia kerja tempat pelaksanaan Praktek Kerja
Lapangan (PKL).
1.5.

Sistematika Penulisan
Laporan Praktek Kerja Lapangan ini terbagi dalam 4 Bab yaitu Bab
I Pendahuluan berisi Latar Belakang Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan
PKL, Tujuan Pembuatan Laporan, & Sistematika Penulisan. Bab II
Tinjauan Umum Perusahaan, Bab III Judul Laporan berdasarkan

Pembatasan

Masalah,

Bab

IV

Pembongkaran,

Pemeriksaan

Dan

Pemasangan Kopling Simpulan dan Saran-saran. BAB V Pemeliharaan Dan


Penyetelan Unit Kopling Dan Komponen Pengoperasian, BAB VI
Kesimpulan dan saran-saran.
BAB II
RUANG LINGKUP OBJEK
2.1.Sejarah Singkat Bengkel Aneka Motor Service
Perusahaan didirikan tahun 1982, yang diberi nama Aneka Motor
Service tepatnya di jalan Payungsari Kabupaten Ciamis, yang didirikan oleh
Bapak Ujang sebagai pemilik Perusahaan sekaligus pengusaha.
Awalnya bengkel tersebut masih sepi dalam beberapa bulan sampai
beberapa tahun kemudian, pada tahun 1984 bengkel tersebut mulai ramai di
kunjungi pelanggan kemudian merekrut beberapa orang montir dan sampai
sekarang bengkel tersebut makin banyak pelanggannya.
2.2.Struktur Organisasi Perusahaan
Pemilik bengkel

: Ujang (Amir Saripudin)

Montir

: Fredi

Montir

: Derajat

Montir

: Asep Ruhli

Montir

: Rahmat

2.3.Jenis Proses Pelayanan Jasa dalam Bidang Otomotif


Pada dasarnya bengkel Aneka Motor Service bergerak pada
pelayanan jasa:
1.

Service mesin (OH Engine)

2.

Tune Up

3.

Las dan Ketok Body

4.

Jok dan Kursi

5.

Pendempulan dan Pengecatan.


2.4.Kebijakan Pelayanan Jasa dan Keselamatan Kerja
1. Disediakannya toilet dan ruang tunggu
2. Mengutamakan kepuasan pelanggan
3. Keselamatan kerjanya : memakai pakaian kerja, menggunakan alat sesuai
dengan fungsinya.

BAB III
LANDASAN TEORI
3.1.Pengertian Dan Fungsi Kopling
Kopling adalah satu bagian yang mutlak di perlukan pada mobilmobil bensin, diesel dan jenis lainnya di mana penggerak utamanya di
peroleh dari hasil pembakaran di dalam silinder mesin.
3.1.1.
1.

Fungsi Kopling
Untuk memutus dan menghubungkan putaran dari dari flywheel ke poros
input transmisi

2.

Untuk memperlembut perpindahan gigi (1,2,3,4,5,r)

3.

Untuk memungkinkan kendaraan tidak berjalan pada saat mesin hidup


dan gigi perseneling tidak pada posisi netral.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:

1.

Mampu menahan adanya kelebihan beban.

2.

Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan


dari elemen lain.

3.

Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.

4.

Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

3.2.Jenis-Jenis Kopling
Menurut konstruksi dan cara kerjanya ,kopling pada automobile
dapat di bedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1. Koplling Gesek (Fraction Clutch)

a.

Kopling Gesek Plat Tunggal (Single Plate Clutch)

Gambar 1. Clutch Assembly


Komponen utama dari kopling gesek ini adalah sebagai berikut:
b.

Driven plate
(Juga dikenal sebagai piringan kopling, pelat kopling atau friction
disc /piringan gesek, atau kanvas kopling). Plat kopling bagian tengahnya
berhubungan slip dengan poros transmisi. Sementara ujung luarnya dilapisi
kampas kopling yang pemasangannya di keling.

Gambar 2. Plat kopling tunggal.


c.

Pressure plate (plat penekan) dan rumahnya,


Unit ini yang berfungsi untuk menekan/menjepit kampas kopling
hingga terjadi perpindahan tenaga dari mesin ke poros transmisi.untuk

kemampuan menjepitnya, plat tekan didukung oleh pegas kopling. Pegas


kopling paling tidak ada dua macam, yaitu dalam bentuk pegas coil dan
diafragma atau orang umum menyebutnya sebagai matahari. Kontruksinya
seperti terlihat pada berikut ini.

Gambar 3. Clutch Asembly Dengan Pegas Diafragma

Gambar 4. Pegas diafragma/matahari dan pegas coil.


d.

Clutch Release Atau Throwout Bearing


Unit ini berfungsi untuk memberikan tekanan yang bersamaan pada
pressure plate lever dan menghindarkan terjadinya gesekan antara
pengungkit dengan pressure plate lever untuk pegas coil. Sedangkan yang
pakai pegas difragma langsung keujung pegas. Bantalan tekan ini ada tiga
macam.

Gambar 5. Macam-Macam Bantalan Tekan Kopling


e.

Throwout Lever/Clutch Fork/Plate Lever


Berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling. Konstruksi
di atas berarti plat tekan bersama rumahnya dipasang menggunakan baut
pada fly wheel. Sementara plat kopling dipasang diantara fly wheel dengan
pelat tekan, dan bagian tengahnya dihubungkan dengan poros transmisi
dengan sistem sliding. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya kopling
gesek dengan plat tunggal yang banyak digunakan pada kendaraan roda
empat ini.

Gambar 6 .Prinsip Kerja Kopling Plat Tunggal

2. Kopling Gesek Plat Ganda


Kopling gesek plat ganda banyak digunakan pada kendaraan ringan
seperti sepeda motor dan dalam kerjanya Tercelup di dalam oli mesin.
Konstruksi kopling gesek plat ganda menggunakan dua jenis plat,
yaitu plat gesek dan plat kopling. Plat gesek tanpa lapisan kanvas,
seluruhnya dari logam. Sedangkan plat kopling pada bagian yang
bersentuhan dengan plat gesek dilapisi dengan kanvas pada kedua sisinya.
Jumlah dan lebar plat sangat ditentukan besarnya tenaga yang akan
dipindahkan.
Rangkaian kopling tersebut terdiri dari satu plat tekan yang ditekan
oleh 4 sampai 6 buah pegas kopling.terdapat 4 buah plat gesek dan 4 buah
plat kopling yang dijepit oleh plat tekan. Plat kopling dipasang pada rumah
yang disambungkan dengan roda gigi yang berhubungan dengan transmissi.
Sementara plat gesek dipasang pada dudukan plat gesek yang disambungkan
dengan roda gigi

primer yang berhubungan dengan poros engkol.

Pada saat batang pembebas tidak ada tekanan, maka plat tekan
menekan/menjepit plat kopling dan plat gesek secara bersama, sehingga
terjadi aliran tenaga dari mesin ke roda gigi primer, ke plat gesek, pindah ke
plat kopling, dan Keroda gigi yang berhubungan dengan transmisi.
3. Kopling Fluida
Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan
antara kedua poros. Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan
putaran tinggi dan daya yang besar. Keuntungannya adalah getaran dari sisi
penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. Demikian
pula pada waktu terjadi pembebanan lebih. Penggerak mula tidak akan
terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan.
3.3.Komponen Utama Kopling
1.

Roda Penerus
Selain sebagai penstabil putaran motor,roda penerus juga berfungsi
sebagai dudukan hampir seluruh komponen kopling.

2.

Pelat Kopling
Kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari plat baja berkualitaas
tinggi. Kedua sisi plat kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefesien
gesek tinggi. Bahan gesek ini disatukan dengan plat kopling dengan
menggunakan keeling (rivet).

3.

Pelat Tekan
Pelat tekan kopling terbuat dari besi tuang.pelat tekan berbentuk
bulat dan diameternya hampir sama dengan diameter plat kopling. salah
satu sisinya (sisi yang berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus, sisi ini
akan menekan plat yang berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus, sisi
ini akan menekan plat dengan kebutuhan penempatan komponen kopling
lainnya.

4.

Unit Plat Penekan

Sebagai satu kesatuan dengan plat penekan, pelat penekan dilengkapi


dengan sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. tutup dan tuas
penekan. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan,
pelat kopling dan roda penerus. jumlah pegas (kekuatan tekan) disesuikan
dengan besar daya yang harus dipindahkan.
3.4.Cara Kerja Kopling
Pada saat pedal kopling ditekan/diinjak, ujung tuas akan mendorong
bantalan luncur kebelakang. bantalan luncur akan menarik plat tekan
melawan tekananpegas.
Pada saat pelat tekan bergerak mundur, pelat kopling terbebas dari
roda penerus dan perpindahan daya terputus. bila tekanan pedal kopling
dilepas, pegas kopling akan mendorong pelat tekan maju dan menjepit pelat
kopling dengan roda penerus dan terjadi perpindahan daya. Pada saat pelat
tekan bergerak kedepan,pelat kopling akan menarik bantalan luncur,
sehingga pedal kopling kembali ke posisi semula. selain secara mekanik,
sebagai mekanisme pelepas hubungan.
Sekarang sudah banyak digunakan sistem hidrolik dan booster.
secara umum, sistem hidrolik dan hidrolik booster adalah sama.
perbedaannya adalah pada sistem hidrolik booster , digunakan booster
untuk memperkecil daya tekan pada pedal kopling. pemilihan sistem yang
digunakan disesuikan dengan kebutuhan.
Pada sistem hidrolik, pada saat pedal kopling ditekan, maka batang
penerus akan mendorong piston pada master silinder kopling, fluidapada
sistem akan meneruskan daya ini keselinder pada unit kopling, dan piston
silinder unit kopling akan mendorong tuas, dan seperti pada sistem mekanik,
pelat kopling terlepas, sehingga penerusan daya dari motor ke transmisi
terputus Cara kerja sistem hidrolik ini sama seperti cara kerja pada sistem
rem.
3.5.Fungsi Dan Cara Kerja Komponen Pengoperasian Unit Kopling

1. Konsep Dasar Fungsi Dan Kerja Komponen Pengoperasian Unit


Kopling
Seperti telah dijelaskan kopling berfungsi untuk memutus dan
menghubungkan penyaluran tenaga mesin ke roda penggerak. Untuk
mengoperasikan fungsi tersebut, pada kendaraan ada dua macam yaitu
sistem mekanik dan sistem hidrolik. Sistem mekanik untuk memindahkan
tenaga kaki melalui pedal kopling disalurkan kabel baja ke pengungkit
(throwout lever). Sementara pengoperasian sistem hidolik tenaga disalurkan
melalui minyak rem yang dirangkai sedemikkian rupa sehingga dapat
mengoperasikan kopling.
.

Gambar 7. Pedal Kopling Sistem Mekanik


Pengoperasian unit kopling sistem mekanik menggunakan kabel baja
yang menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling. Saat
pedal kopling diinjak, maka akan menarik kabel kopling yang diteruskan
dengan menggerakan tuas pembebas kearah menekan pegas kopling.
Sehingga plat kopling bebas tak terjepit oleh plat tekan. Saat pedal dilepas,
maka pedal kopling akan dikembalikan pada posisi semula oleh pegas
pengendali pedal (8). Sementara tuas kopling akan kembali pada posisi
semula oleh pegas diafragma. Sistem yang kedua adalah pengoperasian
secara hidrolis.

Gambar. 8 Pedal Kopling Sistem Hidrolis.


Pengoperasian kopling sistem hidrolis ini memanfaatkan tekanan
hidrolis minyak. Pedal kopling dalam hal ini berfungsi untuk menekan
minyak yang ada pada master silinder dan selanjutnya disalurkan kesilinder
kopling. Tekanan minyak selanjutnya mendorong tuas pembebas dan
bantalan tekan menekan pegas diafragma. Proses ini menyebabkan kopling
memutuskan hubungan antara mesin dengan sistem pemindah tenaga. Posisi
saat pedal kopling dilepas, pedal akan dikembalikan keposisi semula oleh
pegas pengembali. Sementara plunger master silinder akan kembali oleh
pegas plunger yang ada di dalam master silinder. Karena tekanan sudah
tidak ada, plunger dan tuas pembebas akan dikembalikan keposisi semula
oleh pegas pengembali dan pegas diafragma.
Konstruksi master silinder dalam gambar tersebut, penampung
minyak hidrolisnya (reservoir) terpisah dan dihubungkan menggunakan
pipa elastis. Minyak hidrolis dari reservoir melalui pipa ke master silinder
melalui saluran penghubung (pipe joint). Pada saat handel kopling diinjak,
tenaganya dipindahkan ke push rod dan mendorong unit plunyer bergerak
kearah kiri. Gerakan ini melawan pegas pengembaali plunger (return
spring) dan menekan minyak hidrolis keluar dari master silinder melalui
ujung sebelah kiri, masuk ke pipa penghubung menuju Ke silinder kopling.
Karena sesuatu penyebab, jumlah minyak hidrolis tentu akan
berkurang khususnya karena kebocoran atau katup check kotor atau macet.
Untuk menjaga agar minyak hidrolis dalam sistem tetap jumlahnya, maka

perlu penambahan. Penambahan minyak hidrolis ini diambil dari minyak


persediaan direservoir. Caranya, saat unit plunger bergerak kekanan saat
pedal kopling dilepas, maka minyak dari reservoir akan masuk kesistem
melalui katup check ( check valve ).
Dengan demikian minyak hidrolis pada sistem akan tetap terjaga
kuantitasnya. Berkurangnya minyak hidrolis dalam sistem operasional
kopling hidrolis akan menyebabkan langkah tekan pedal kopling berkurang,
atau kemungkinan gerakan pedal tidak tersalurkan hingga ke tuas pembebas
kopling. Bila ini terjadi maka fungsi kopling tidak dapat dilaksanakan,
berarti proses pemutusan hubungan tenaga dari mesin ke sistem pemindah
tenaga tidak dapat dilaksanak an, dan tenaga mesin akan selalu terhubung
tidak dapat diputuskan oleh kopling.
Silinder kopling

kopling berfungsi merubah tenaga hidrolis

pengoperasian kopling menjadi tenaga mekanik, untuk mendorong tuas


pembebas kopling. Tekanan minyak hidrolis dari master silinder diteruskan
melalui pipa dan masuk ke silinder kopling (dari ujung sebelah kanan)
mendorong piston silinder kopling dan diteruskan ketuas pembebas kopling
melalui push rod .

Gambar 9. Silinder kopling sistem hidrolis.


Pada silinder kopling dilengkapi dengan baut bleeding ( bleeder plug )
yang berfungsi untuk mengeluarkan udara dari sistem hidrolis. Seperti

diketahui bila sistem hidrolis kemasukan udara, maka sistem akan


terganggu kerjanya. Hal ini karena saat terjadi penekanan, maka tekanan
tersebut mengkompresikan udara tersebut baru menekan minyak. Bila
jumlah udaranya banyak maka terjadi penekanan dari master silinder,
namun piston silnder kopling tidak bergerak. Oleh karena itu udara harus
dikeluarkan dari sistem hidrolis. Pada silinder kopling juga dilengkapi
dengan boot, yaitu karet penutup yang elastis untuk mencegah kotoran
masuk kesilinder kopling. Karet penutup ini sangat penting mengingat posisi
silinder kopling berada dibawah kendaraan, yang tentunya sangat banyak
berbagai kotoran dapat mengenainya. Kotoran tentu akan menyebabkan
kerusakan, bila sampai masuk kesilinder kopling. Sistem pengoperasian
kopling untuk kendaraan berat seperti bus, truk, atau alat berat lainnya,
sering dilengkapi dengan boster. Boster adalah unit perlengkapan yang
dipergunakan untuk meringankan tenaga untuk mengoperasikan kopling.
Perlengkapan ini dioperasikan menggunakan kevacuman, pada mesin diesel
biasanya diambil dari pompa vacum yang dipasang pada sisi belakang
alternator.

BAB IV
PEMBONGKARAN, PEMERIKSAAN DAN PEMASANGAN KOPLING
4.1.

Pembongkaran Kopling
1. Lepaskan transmisi dari mesin
2. Lepaskan penutup kopling

a.

Berikan tanda-tanda pada penutup kopling dan roda gaya

b.

Kendorkan baut-baut sekali putar secara merata demikian sehingga pegas


penegang menjadi pembebas

c.

Lepaskan baut-baut pengikat ,kemudian penutup kopling dan koplingnya


Catatan: Jangan Menjatuhkan Pelat Kopling
3. lepas bantalan pembebas dengan hub.garpu dan karet pelindung
debu dari transmisi

a.

Lepas klip dan tarik bantalan pembebas dengan hub

b.

Lepas pegas penegang

c.

Lepas garpu dari karet pelindung debu

4.2.

Pemeriksaan Kopling

1. Periksa Plat Kopling Dari Keausan Atau Kerusakan


a.

Menggunakan jangka sorong, ukurlah kedalaman paku keeling.

b.

Kedalaman kepala paku keeling minimum: 0,3 mm (0,012 in)

c.

Bila ada kelainan gantilah plat kopling.


2. Periksa Keolengan Plat Kopling

a.

Menggunakan dial gauge , ukurlah keolengan palat kopling

b.

Keolengan maksimum: 0,8 mm (0,031 inc)

c.

Bila keolengan berlebihan, gantilah plat kopling.


3. Periksa Keolengan Roda Gaya (Flywheel)

a.

Menggunakan dial gauge ukurlah keolengan roda gaya.

b.

Keolengan maksimum: 0,1 (0,004 in)

4. Periksa Bantalan Pilot


Putar bantalan dengan tangan, sambil memberikan tekanan aksial .
Bila bantalan macet atau terasa berat, ganti bantalan pilot.
Catatan: bantalan dilumasi secara permanen dan tidak memerlukan
pembersihan atau pelumasan kembali.
5. Bila pelu ganti bantalan pilot
6. Periksa pegas diapragma dari keausan
Menggunakan jangka sorong ,ukur kedalam dan lebar keausan pegas
diapragma .
Limit: Kedalaman : 0,6 mm (0,024 in)
Lebar

: 0,5mm (0,197 in)

7. Periksa bantalan pembebas


a.

Putar bantalan dengan tangan, sambil memberikan tekanan aksial. Bila


bantalan macet atau terasa berat, ganti bantalan pembebas.

b.

CATATAN: bantalan dilumasi secara permanen dan tidak memerlukan


pembersihan atau pelumasan kembali.

4.3.

Pemasangan Unit Kopling

1.

Pasang plat kopling pada roda gaya

2.

Pasang tutup kopling


a.

tepatkan tanda pada tutup kopling dan roda gaya

b.

kencangkan baut pengikat dengan rata dalam beberapa tahap ,sampai


tutup kopling terduduk dengan baik

c.

Momen : 195 kg-cm (14 ft-1b ,19 N.m)

3.

Periksa kerataan ujung pegas diapragma

4.

Bila perlu <setel pegas

5.

Oleskan gemuk molybdenum dishulpide thium base atau gemuk MP

6.

Pasang karet pelindung debu ,garpudan bantalan pembebas dengan hub


pada transmisi

a.

Pasang karet pelindung debu dan garpu pembebas

b.

Pasang pegas penengang

c.

Pasang klip pengikat untuk megamankan bantalan dengan hub pada


transmisi.

7.

Pasang transmisi

BAB V
PEMELIHARAAN DAN PENYETELAN UNIT KOPLING DAN
KOMPONEN PENGOPERASIAN
5.1.Pemeliharaan Unit Kopling Dan Komponen Pengoperasian
Pemeliharaan atau sering disebut dengan maintenace bertujuan
untuk menjaga kinerja suatu komponen kendaraan tetap baik, dan
mencegah atau menghindari terjadinya kerusakan pada komponen tersebut.
Hal ini tentunya juga diperlukan terhadap unit kopling dan komponen
pengoperasiannya.

Hal ini mengingat fungsi dari unit kopling dan

komponen pengoperasiannya sangat penting bagi lajunya kendaraan


bermotor, dan terjadinya kerusakan pada sistem ini akan berpengaruh
terhadap kinerja kendaraan secara menyeluruh. Proses perawatan unit

kopling dan komponen pengoperasiannya sebenarnya tidak terlalu sulit,


yaitu melakukan penyetelan dan mengidentifikasi beberapa gejala yang
menunjukkan bahwa unit kopling dan komponen pengoperasiannya
mengalami permasalahan. Penyetelan merupakan prosedur agar suatu
sistem dapat bekerja secara optimal.
1. Proses perawatan dan penyetelan mekanisme kopling sistem mekanis.
Proses penyetelan kopling yang perlu dilakukan adalah menyetel
kebebasan pedal kopling, yaitu saat pedal tidak diinjak sampai mulai
menekan. Fungsi kebebasan kopling ini dimaksudkan agar saat pedal
kopling dilepas, unit pengoperasian kopling khususnya bantalan tekan tidak
menyentuh unit kopling yang berputar bersama mesin. Sehingga akan
mengurangi kerja bantalan tekan dan mengurangi kemungkinan terjadinya
gesekan. Setiap kendaraan berbeda-beda, maka sebaiknya berapa besarnya
kebebasan pedal kopling dilihat pada buku manualnya. Perawatan dan
penyetelan yang perlu dilakukan terhadap unit kopling sistem mekanik
adalah memberi pelumasan dan melakukan penyetelan.

Gambar 10. Perawatan dan penyetelan kopling sistem mekanik.


Pada bagian kait perlu dilumasan menggunakan greeze , untuk
menghindarkan keausan pada ujung-ujung kabel kopling. Pada bagianbagian yang ditujunjuk pada gambar tersebut terjadi penggeseran dengan

pembebanan, sehingga kemungkinan terjadi keausan cukup tinggi.


Penyetelan yang perlu dilakukan adalah menyetel kebebasan pedal kopling.
Untuk berapa besar kebebasan pedal kopling, sangat bervariasi antar merk
kendaraan.
Oleh karena Itu, perlu melihat spesifikasi kendaraan yang akan distel,
dalam buku manual. Cara penyetel annya untuk yang sistem mekanik,
adalah sebagai berikut:
a. Siapkan alat yang diperlukan
b. Ukur kebebasan pedal kopling yang ada.
c. Bandingkan dengan ukuran spesifikasi kendaraan tersebut.
d. Bila tidak cocok, kendorkan mur pengunci pada ujung kabel kopling.
e. Kendorkan mur penyetel bila jarak kebebasan lebih kecil atau
keraskan mur penyetel bila jarak kebebasan lebih Besar dari
spesifikasi.
f. Ulangi langkah 2 dan 3 sampai diperoleh ukuran kebebasan yang
sesuai dengan spesifikasi.
g. Uji hasil penyetelan dengan menjalankan kendaraan. Bila belum baik,
ulangi langkah 5, 2 dan 3, hingga diperoleh Hasil yang baik.
h. Bersihkan kendaraan dan alat yang dipergunakan.
5.2.

Proses Perawatan Dan Penyetelan Mekanisme Kopling Sistem Hidrolis


Unit kopling dan komponen operasional dengan sistem hidrolis
pemeliharaannya agak lebih rumit dibandingkan yang sistem mekanik.
Namun demikian masih tergolong sederhana dan mudah. Dalam melakukan
pemeliharaan, perlu memeriksa kondisi minyak hidrolis baik kualitas
maupun kuantitasnya. Kualitas terkait dengan berapa lama minyak tersebut

telah digunakan, yaitu dengan melihat jumlah kilometer perjalanannya atau


dapat juga dilihat dari warna minyak hidrolis. Bila sudah berwarna gelap,
berarti minyak sudah waktunya diganti. Ini merupakan salah satu unsur
pemeliharaan berkala. Bila sudah pada waktu pengantian, maka minyak
perlu diganti dengan yang baru.
Prosedur penggantian minyak hidrolis kopling adalah Sebagai
berikut:
1. siapkan bahan dan alat yang diperlukan minyak hidrolis yang baru,
kunci bleeding, slang elastis kecil, dan Penampung minyak hidrolis.
2. kendorkan baut bleeder
3. pasang pipa elastis diujung baut bleeder dan ujung lainnya ke
penampung minyak hidrolis.
4. Tekan pedal kopling beberapa kali sampai dengan minyak yang
direservoir habis.
5. Tuangkan minyak hidrolis yang baru.
6. Tekan kembali pedal kopling, hingga minyak yang keluar dari pipa
elastis keluar minyak yang baru. Jaga minyak Yang direservoir agar
tidak kehabisan.
7. Saat diketahui yang keluar pada pipa elastis sudah minyak yang baru,
pedal kopling pertahankan pada posisi tertekan.
8. Keraskan baut bleeder, dan pompalah padal kopling.
9. tunggu beberapa saat, dan coba tekan pedal kopling. Bila ringan tidak
menggerakan tuas pembebas kopling, berarti sistem kemasukan
udara.

10. Maka lakukan pemblidingan terhadap sistem kopling sampai udara


keluar dari sistem.
11. Ulangi langkah 9). Hingga diperoleh penekanan yang baik.
12. Tambahkan minyak hidrolis pada reservoir hingga batas maksimum,
dan pasang tutup reservoir.
13. bersihkan

alat

dan

perlengkapan

yang

telah

dipergunakan.

Selanjutnya proses penyetelan kopling dengan pengoperasian sistem


hidrolis, dengan langkah sebagai berikut:
a.

Siapkan alat dan perlengkapan yang diperlukan

b.

Menyetel kebebasan pedal kopling, seperti terlihat pada gambar 25 berikut


ini.

Gambar 11. Penyetel pedal kopling sistem hidrolis.


c.

Ukur kebebasan yang ada, sebelum distel.

d.

Hasilnya bandingkan dengan data pada buku service manual

e.

bila sama, tidak perlu dilakukan penyetelan.

f.

Bila beda lakukan penyetelan pada push rod master silinder.

g.

Penyetelan kebebasan bantalan tekan

14. Ukur kebebasan yang ada, sebelum distel


15. Hasilnya bandingkan dengan data pada buku service manual
16. Bila sama, tidak perlu dilakukan penyetelan.
17. Bila beda lakukan penyetelan pada push rod silinder kopling.

5.3.Gejala kerusakan kopling.


Gejala-gejala berikut ini menandakan bahwa terjadi kesalahan pada
rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly)
1.

Kopling selip

2.

Bergetar

3.

Gerakan kendaraan yang mengejut

4.

Suara berisik yang tidak lazim

5.

Tidak ada gerakan


Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor penyebab, dan proses
perawatan atau perbaikannya.

5.4.Gejala-Gejala Penyebab, Perawatan, Dan Perbaikan


1.

Kopling Slip

a.

Gerak bebas pedal kopling stel kebebasan berlebihan pedal kopling

b.

Terdapat oli pada permukaan disc bongkar dan bersihkan

c.

Permukaan disc bergelombang bongkar dan gerinda/ ganti

d.

Pegas kopling lemah bongkar dan ganti

e.

Kabel kopling berkarat lepas beri oli lepas dan ganti

f.

Kapas kopling habis bongkar dan ganti

2.

Kopling bergetar

a.

Permukaan disc mengkilat perbaiki/ganti

b.

Terdapat oli pada plat bongkar dan bersihkan kopling atau ganti

c.

Dreg lager menggeser bongkar dan lumasi atau ganti

d.

Pegas kopling lemah bongkar dan ganti

e.

Kelingan kampas lepas bongkar dan ganti

f.

Kontak permukaan disc bongkar dan gerinda rusak atau ganti

g.

Periksa dudukan mesin dan transmisi ganti atau rusak

3.

Gerakan Kendaraan Yang Terlalu Kecil

a.

Kebebasan pedal kopling stel kebebasan pedal kopling mengejut

b.

Keausan pada sambungan periksa dan ganti pengoperasian kopling

c.

Kabel kopling memanjang periksa dan ganti

d.

Minyak rem habis periksa dan isi

4.

Suara Berisik

a.

Dreg lager rusak bongkar dan ganti yang tidak lazim

b.

Pilot bearing rusak bongkar dan ganti

c.

Kebebasan pedal kopling stel kebebasan berlebihan pedal kopling

5.

Tidak Ada Gerakan

a.

Plat kopling habis bongkar dan ganti

b.

Kebebasan Pedal Kopling Stel Kebebasan Pedal Kopling

c.

Baut pemegang unit rumah bongkar dan keraskan kopling kendor

BAB VI
PENUTUP
6.1.Kesimpulan
Kopling merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah
kendaraan,

yaitu

sistem

yang

berfungsi

untuk

memutus

danmenghubungkan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan


(pemakai/penggunaan tenaga). Secara garis besar terdiri dari unit kopling,
transmisi, differensial, poros dan roda kendaraan. Sementara posisi unit
kopling dan komponennya (clutch assembly), terletak pada ujung paling
depan

dari

sistem

pemindah

tenaga

pada

kendaraan.

Rangkaian

pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (engine) kesistem pemindah


tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (clutch) diteruskan ketransmisi (gear
box) ke propeller shaft dan keroda melalui defrensial (final drive).komponen
utama dari kopling mulai dari roda gila (flywheel) adalah driven plate,
pressure plate , pressure plate lever , clutch release atau throwout bearing ,
throwout lever. Terdapat dua macam kopling gesek yaitu kopling plat
tunggal dan kopling plat ganda. Kopling gesek plat tunggal banyak
dipergunakan pada kendaraan roda empat. Sedangkan koplinggesek plat
ganda banyak dipergunakan pada sepeda motor. Ukuran kopling sangat

ditentukan oleh besarnya tenaga mesin yang akan disalurkan melalui


kopling.
Sistem pengoperasian kopling merupakan mekanisme pengendalian
fungsi kopling yang dilakukan oleh pengemudi. Sistem pengoperasian
kopling

memungkinkan

pengemudi

dengan

mudah

memutus

dan

menghubungkan kopling sesuai dengan yang diinginkan. Terdapat dua


macam sistem pengoperasian kopling yaitu sistem mekanik dan sistem
hidrolis. Komponen pengoperasian kopling sistem mekanik adalah pedal
kopling , kabel kopling, batang ulir pada ujung kabel kopling yang
berhubungan dengan tuas pembebas, pegas pengendali pedal kopling.
Sedangkan komponen pengoperasian kopling sistem hidrolis adalah master
silinder kopling, pipa hidrolis, silinder kopling, boster kopling .
6.2.Saran
Didalam memakai mekanisme kopling hidrolik haruslah dilakukan
perawatan yang rutin, seperti mengisi minyak rem jika habis dan men cek
tidak ada kebocoran pada pipa. dan gunakan minyak rem yang sesuai
dengan standar kendaraannya.