Anda di halaman 1dari 18

TUGAS TMTT PENJAS

KEPELATIHAN PERMAINAN BOLA VOLI

Disusun oleh

Nama

: Aditya Bagus Prasetyo (03)

Kelas

: XII MIPA 5

SMA NEGERI 7 PURWOREJO


TAHUN PELAJARAN 2016/2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Penjas yang
berjudul Kepelatihan permainan bola voli. Saya berterima kasih kepada Bapak yoto selaku
Guru Penjas yang telah memberikan tugas ini kepada kami, serta teman-teman yang telah
mendukung kami untuk menyelesaikan tugas ini tepat waktu.
Saya menyadari bahwa di dalam tugas ini masih terdapat kekurangan-kekurangan
dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik dan saran
demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat dipahami dan berguna untuk
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai senam irama/ritmik. Sebelumnya
saya mohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih.

Penulis

Aditya Bagus Prasetyo

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................

ii

DAFTAR ISI................................................................................................

iii

BAB I: PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG.................................................................................

B. PERMASALAHAN....................................................................................

C. TUJUAN PENULISAN................................................................................

D. METODE PENELITIAN.............................................................................

BAB II: PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN............................................................. ...... ...... ...... ........

B. PERATURAN PERMAINAN................................................................

C. BENTUK LATIHAN............................................................................

11

BAB III: PENUTUP


A. KESIMPULAN.......................................................................................

17

B. SARAN...................................................................................................

17

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................

18

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan seorang Instruktur pendidikan
jasmani (Director of Phsycal Education) di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di
Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). Beliau dilahirkan di Lockport, New York pada
tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942.
YMCA (Young Mens Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang
didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda,
seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884
di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang
pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal
pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang
bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga
mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G.
Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA , menciptakan
permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan
3

basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan


sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan.
Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter
olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir
adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi
anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat
tidak seaktif permainan bola basket.
Nama permainan in semula disebut Minonette yang hampir serupa dengan
permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula
yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara
missal. William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan
permainan tersebut agar mencapai cabang olah raga yang dipertandingkan.
Nama permainan kemudian menjadi volley ball yang artinya kurang lebih memvolibola pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International
YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick
(Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai
Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of
YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru
yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang
bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur
pendidikan jasmani.
Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim
beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa
permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar
ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini
dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi
standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah
mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke
wilayah lain (wilayah lawan).
Tahun 1922 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di Negara
Amerika Serikat. Pada saat perang dunia I tentara-tenatra sekutu menyebarluaskan
permainan ini ke Negara negara Asia dan Eropa terutama negarea Jepang, Cina, India,
Filipina, Perancis, Rusia, Estonia, Latvia, Ceko-slovakia, Rumania, Yugoslavia dan
Jerman.
Dalam perang dunia II permainan ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di Eropa
dan Asia. Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun,

sedang di Negara lain terutama Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan
massal.
Mengingat turnamen bola voli yang pertama (1947) di Polandia pesertanya cukup
banyak, maka pada tahun 1948 I.V.B.F (international volley ball federation) didirikan yang
beranggota 15 negara.
Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan
Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari negeri Belanda untuk
mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya. Di samping guru-guru
pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan
bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka
dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga
timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada
tanggal 22 januari 1955 PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta
bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.
PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar
negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat
menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun
untuk wanitanya.
Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di
Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh
di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air.
Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional.
PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya.
Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga
setelah sepak bola dan bulu tangkis.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat
mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang
berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini
dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang
Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang
kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam
kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah :
1. Uni Sovyet
2. Jepang
3. Brazil
4. Bulagaria

5. Kuba
6. Yunani
7. Polandia
Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15.
Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad
Sanusi, perbolavolian makin meningkat baik dari jumlahnya perkumpulan yang ada
maupun dari lancarnya system kompetisi yang berlangsung, sampai dengan kegiatan yang
dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.

B. Rumusan Masalah
Adanya permainan bola voli yang sering dimainkan maka menimbulkan pertanyaan
diantaranya :
1. Apa peraturan dalam permainan bola voli?
2. Apa teknik dasar dalam permainan bola voli?
3. Apa yang dimaksud smash dan bagaimana cara melakukan smash dalam permainan bola
voli?
4. Apa yang dimaksud blok(bendungan) dan bagaimana cara melakukan block / bendungan
5. Bagaimana bentuk bentuk latihan bola voli?
6. Bagaimana cara melakukan teknik terpadu?
C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1. Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran
2. Mengetahui hal mengenai bola voli
D. Metode Penulisan

Metode yang di gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan melakukan
browsing atau mencari dari internet dari berbagai web sebagai bahan dari pembuatan
makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan.
Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola
voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain.
B. Peraturan Permainan
Untuk dapat memainkan permainan bola voli tidak dapat dilaksanakan denga asalasalan begitu saja, namun harus mentaati beberapa peraturan yang telah di tetapkan seperti
posisi, cara bermainan, lapangan, dan masih banyak lagi.
1. Lapangan
Lapangan permainan bola voli berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 18
m dan lebar 9 m, semua garis batas lapangan, garis tengah, garis daerah serang adalah 3 m
(daerah depan). Garis batas itu diberi tanda batas dengan menggunakan tali, kayu,
cat/kapur, kertas yang lebarnya tidak lebih dari 5 cm. lapangan permainan bola voli terbagi
menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9 meter. Di tengah

lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian sama besar.
Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang dan daerah pertahanan.
Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis
serang yang luasnya 9 x 3 meter.
2. Daerah Service
Daerah service adalah daerah selebar 9 meter di belakang setiap garis akhir. Daerah ini
dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir,
sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di
dalam batas daerah service, perpanjangan daerah service adalah kebelakang sampai batas
akhir daerah bebas.
3. Antene Rod
Di dalam pertandingan permainan bola voli

yang sifatnya nasional maupun

internasional, di atas batas samping jaring dipasang tongkat atau rod yang menonjol ke
atas setinggi 80 cm dari tepi jaring atau bibir net. Tongkat itu terbuat dari bahan fibergelas
dengan ukuran panjang 180 cm dengan diberi warna kontras.
4. Bola
Bola harus bulat terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang
bagian dalamnya dari karet atau bahan yang sejenis. Warna bola harus satu warna atau
kombinasi dari beberapa warna. Bahan kulit sintetis dan kombinasi warna pada bola
dipergunakan pada pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan standar FIVB.
Keliling bola 64 67 cm dan beratnya 260 280 grm, tekanan didalam bola harus 0,
39 0, 325 kg/cm2 (4,26 4,61 Psi) (294,3 318,82 mbar/hpa.
5. Net
Jaring untuk permainan bola voli berukuran tidak lebih dari 9,50 meter dan lebar tidak
lebih dari 1,00 meter dengan petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net
untuk putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5
cm.
6. Jumlah Pemain
Jumlah pemain dalam lapangan permainan sebanyak 6 orang setiap regu dan ditambah
5 orang sebagai pemain cadangan dan satu orang pemain libero. Satu tim maksimal terdiri
dari 12 pemain, saru coach, satu sistem coach, satu trainer, dan satu dokter medis, kecuali
libero, satu dari para pemain adalah kapten tim, dia harus diberi tanda dalam score sheet.
7. Pergeseran Pemain
Jika regu penerima servis berhasil mematikan bola di lapangan lawan, maka permain
bergeser satu posisi searah jarum jam (misalnya : posisi satu ke posisi enam, posisi enam
ke posisi lima, posisi lima ke posisi empat, dan seterusnya)
8. Game/Set
Permainan ditentukan dengan game/set. Regu yang memperoleh/ mengumpulkan
angka 25 terlebih dahulu adalah pemenang dalam game tersebut. Jika kedudukkan angka
24 24, maka dinyatakan jus (deuce) dan regu yang memperoleh selisih dua angka terlebih
dahulu adalah pemenangnya.

Kemenangan regu bola voli ditentukan dengan dua sistem:


a. Sistem Two Winning Set yaitu setiap regu dikatakan menang bila telah memenangkan dua
b.
9.
a.
b.

set.
Sistem Three Winning Set yaitu regu dikatakan menanng bila memenangkan tiga set.
Memainkan Bola
Suatu regu berhak memukul / memainkan bola maksimal 3 kali (disamping blok)
Seorang permain boleh memukul / memainkan bola dua kali berturut turut (kecuali

memblok / membendung)
c. Permain diperbolehkan memainkan bola menggunakan seluruh bagian tubuh (misalnya :
kaki, kepala) dengan catatan pantulan bola sempurna / tidak berhenti.
d. Dua atau tiga permain boleh memukul bola pada saat yang sama (serentak)dan hal itu di
hitung sebagai dua atau tiga kali pukulan (kecuali membendung)
e. Jika dua atau tiga permain menjangkau bola tetapi hanya satu permain yang memukulnya
maka dihitung satu pukulan
10. Permainan Dekat Net
a. Seorang pembendung (bloker) boleh menyentuh bola di daerah lawan, asal tidak
menggangu permain lawan (menyentuh bola sebelum dipukul lawan)
b. Setelah melakukan serangan (smash) tangan boleh melewati net / masuk ke daerah lawan
c. Boleh melewati ruang permain lawan di bawah net, asalkan tidak mengganggu permain
lawan
d. Tidak noleh menyentuh / menginjak garis tengah
e. Bagian dari badan tidak boleh menyentuh lapangn lawan
11. Bola Keluar
Bola dinyatakan keluar apabila :
a.
b.
c.
12.
a.
b.

Jatuh seluruhnya di sisi luar garis garis batas lapangan


Menyentuh bola diluar lapangan
Menyentuh antena , tali, tiang atau net di luar batas antenna
Kesalahan Kesalahan Pada Saat Bermain
Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa

mengenai dasar lapangan.


c. Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum
menyentuh permukaan lapangan.
d. Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga
sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi
e.
f.
g.
h.

lawan.
Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai
double faults. Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir.
Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah
boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13. Time out

10

dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit. Diluar dari
aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.
13. Kesalahan kesalahan pada saat servis
a. Bola servis menyentuh antenna
b. Pada saat memukul bola , kaki
menginjak garis lapangan
c. Bola tidak dilambungkan terlebih dahulu
d. Bola dipukul keluar lapangan

e. Mengulur ulurkan waktu /


memperlambat permainan
f. Servis dari luar garis perpanjangan
lapangan.

11

BENTUK-BENTUK LATIHAN BOLA VOLI


1. Latihan fisik secara umum
A. Sistem Pelatihan Fisik Umum

Persiapan fisik umum yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ


tubuh,

sehingga memudahkan upaya pembinaan dan peningkatan semua aspek

pelatihan pada tahap berikutnya.


Persiapan fisik khusus bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan gerak yang

lebih baik menuju pertandingan.


Peningkatan kemampuan kualitas gerak khusus pemain. Pada tahap ini pelatihan
bertujuan untuk memahirkan gerakan kompleks dan harmonis yang dibutuhkan
setiap pemain untuk menghadapi pertandingan.

Cara Terbaik untuk Mempersiapkan Kondisi Fisik Umum Pemain


1. Program Latihan Lari
Latihan lari sangat penting dan baik untuk mengasah kemampuan kerja jantung,
paru paru, dan kekuatan tungkai. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60
menit tanpa berhenti, yang dilakukan 3-4 kali seminggu, sangat baik untuk membina
kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain.
2. Program Latihan Senam
Bentuk-bentuk latihan senam peregangan untuk seluruh bagian tubuh dan
persendian harus mendapat perhatian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan
untuk memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bawah yang dilakukan secara
bergantian.
3. Program Latihan Loncat Tali
Latihan ini sangat baik untuk membina daya tahan, kelincahan kaki, dan kecepatan
serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat. Proses
latihan dapat dilakukan dengan loncat satu kaki secara bergantian (seperti lari biasa),
loncat dua kaki, dan masih banyak bentuk variasinya.
4. Program Latihan Gabungan
Model atau sistem pelatihan ini adalah menggunakan berbagai alat bantu seperti
bangku, gawang ukuran kecil, tiang, tongkat, tali, bola, dan sebagainya. Tujuan latihan
ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan keterampilan gerak pemain
sebagai upaya untuk pengkayaan gerak.

Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada
hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan bola voli, di samping
memberikan prioritas pada pembinaan aspek-aspek kelincahan, kegesitan, dan
koordinasi gerak yang memang dibutuhkan dalam bola voli.
5. Latihan Pemanasan
Banyak pelatihan kurang memberikan perhatian khusus perihal peranan dan
fungsi latihan pemanasan yang benar dan betul. Latihan pemanasan yang dikemas
dengan benar akan memberikan pengaruh positif pada proses kerja organ tubuh,
mekanisme peredaran darah, dan pernapasan. Itu semua akan berpengaruh langsung
untuk kerja berat selanjutnya. Di samping itu, sangat penting untuk menghindari
terjadinya berbagai cedera otot, persendian, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Pada umumnya latihan pemanasan berbentuk:
Lari jarak pendek yang bervariasi seperti lari sambil angkat paha/lutut, lari mundur,
lari maju dan ke samping.
Melakukan gerakan-gerakan senam yang bersifat mere-gang otot tungkai, paha
belakang, depan, lengan, pergelangan kaki, pinggang, otot bahu, dll.
Kualitas peregangan harus dilakukan dengan pelan sampai terasa terjadi proses
peregangan pada bagian otot dan persendian yang dilatih. Hindari melakukan gerakan
sentak, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada otot atau persendian.
6. Latihan Pendinginan
Latihan ini dilakukan setelah program latihan selesai dilaksanakan sebagai upaya
agar bagian otot yang bekerja berat tadi kembali pada posisi rileks dan tidak kaku.
Bentuk latihannya adalah senam dan gerakan meregang. Kualitas latihan meregang,
khususnya untuk otot besar seperti paha belakang dan depan, ping-gang, punggung, otot
lengan, bahu, dada, dan berbagai persendian tubuh, harus dicermati betul. Lakukan
gerakan pendinginan ini dengan benar.
2. Latihan Fisik Secara Khusus
A. Latihan Kekuatan
1. Push up (telungkup dorong angkat badan)
Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.
Cara melakukan :

Tidur telungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan ujung

kaki bertumpu pada lantai.

Kedua telapak tangan menapak lantai di samping dada, jari-jari

menghadap ke depan, siku ditekuk.

Angkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, sementara posisi

kepala, badan, dan kaki berada dalam satu garis lurus.

Badan diturunkan kembali dengan cara menekuk lengan, sementara

posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus tidak menyentuh lantai.

Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai tidak kuat.

2. Latihan kekuatan otot perut( sit-up)


Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu.
Cara melakukan :

Sikap awal tidur terlentang, kedua lutut ditekuk, jari-jari berkaitan di

belakang kepala, dan pergelangan kaki dipegangi teman.

Angkat badan ke atas sampai posisi duduk, kedua tangan tetap berada di

belakang kepala.

Badan diturunkan kembali ke sikap awal.

Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.

3. Latihan otot punggung(back up)


Tujuan : untuk melatih kekuatan otot punggung
Cara melakukan :

Sikap awal tidur terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang, kedua tangan dengan

jari jari berkaitan diletakkan di belakang kepala, pergelangan kaki dipegang oleh teman

Angkat badan ke atas sampai posisi dada dan perut tidak lagi menyentuh lantai ,

kedua tangan tetap berada di belakang kepala.

Badan diturunkan kembali ke sikap awal.

Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.

B. Latihan Kelenturan
1.Latihan kelenturan leher secara dinamis
Tujuan : melatih kelenturan otot-otot leher.
Cara melakukan :

Miringkan kepala kesamping kiri dan kanan, sentuhkan telinga kiri ke bahu kiri
dan telingan kanan ke bahu kanan lakukan gerakan sebanyak 2x 8 hitungan

Gerakkan kepala menunduk ke depan, dagu menyentuh dada, dan gerakkan ke

belakang hingga menengadah lakukan sebanyak 2x 8 hitungan

Tengokkan kepala ke kanan dan ke kiri lakukan sebanyak 2x 8 hitungan

Putar kepala ke samping kirir dan kanan. Satu putaran 4 hitungan lakukan

gerakan sebanyak 2x 8 hitungan

2. Latihan kelenturan sendi bahu secara dinamis


Tujuan : melatih persendian dan otot bahu serta meluaskan gerakan bahu
Cara melakukan :

Mula-mula berdirir tegak, kedua kaki dibuka selebar bahu, dan kedua tangan

disamping badan

Kemudian rentangkan kedua tangan lurus kesamping, lalu putarlah kedua lengan

tersebut dari mulai putaran perlahan-lahan kemudian cepat dan putaran dari kecil kemudian
membesar

Gerakan ini dilakukan mulai dari gerakan memutar lengan kearah kanan sebanyak 8

hitungan, kemudian dilanjutkan dengan gerakan memutar lengan kea rah kiri sebanyak 8
hitungan
3. Latihan kelenturan batang tubuh secara dinamis
Tujuan : melatih kelenturan otot otot batang tubuh
Cara melakukan :

Letakkan tangan di pinggang, lalu bengkokkan badan kesamping kiri dan kanan

sebanyak 8 hitungan

Tangan di atas kepala, telapak tangan rapat, lengan lurus, bengkokkan badan ke

samping kiri dan sebanyak 2v 8 hitungan

Letakkan tangan di pinggang dan putar ke kiri dan kanan 2v 8 hitungan

Tangan di atas kepala, telapak tangan rapat, lengan lurus, putar ke kiri dan kanan 2x8

hitungan
C. Latihan Kecepatan
1. Kecepatan (Speed)
Kecepatan merupakan kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan
berkesinambungan dalam bentuk yang sama dengan waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan
sangat dibutuhkan dalam olahraga yang sangat mengandalkan kecepatan, seperti lari pendek
100 m dan lari pendek 200 m.
Kecepatan dalam hal ini lebih mengarah pada kecepatan otot tungkai dalam bekerja.
Contoh latihannya adalah :

lari cepat 50 m

lari cepat 100 m

lari cepat 200 m

D. Latihan Daya Tahan


1. Daya tahan (Endurance)
Daya tahan adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paruparu, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara
terus menerus. Dengan kata lain berhubungan dengan sistem aerobik dalam proses
pemenuhan energinya.
Latihan untuk melatih daya tahan adalah kebalikan dari latihan kekuatan. Daya tahan dapat
dilatih dengan beban rendah atau kecil, namun dengan frekuensi yang banyak dan dalam
durasi waktu yang lama. Contoh latihan untuk daya tahan:

lari 2,4 km.

lari 12 menit.

C. Teknik Dasar Permainan Bola Voli


1. Servis Tennis (Tennis Service)
a. Sikap pemulaan
Berdiri dengan kaki kiri ke depan, bola di pegang dengan dua tangan (tangan kiri
menyangga bola dan tangan kanan memengang bagian atas).
b. Pelaksanaan
Bola dilambungkan dengan tangan kiri ke atas kurang lebih meter di atas kepala.
Tangan kanan segera ditarik kebelakang atas kepala , telapak tangan menghadap ke depan.
Kemudian bola dipukul dengan tangan pada bagian belakang atas, dibantu dengan lecutan
pergelangan tangan, sehingga jalannya bola top spin (berputar ke depan). Gerakan diakhiri
dengan melangkahkan kaki ke depan.
2. Servis Mengapung (Floating Service)
Floating service atau servis mengapung adalah jenis servis dimana jalannya bola
dari hasil pukulan servis itu tidak mengandung putaran (bola berjalan mengapung atau
mengambang).
a. Sikap permulaan
Berdiri dengan kaki kiri ke depan , bola dipengan dengan tangan kiri, tangan kanan
berada di samping atas kepala setinggi pelipis.
b. Pelaksanaan
Bola dilambungkan dengan tangan kiri tidak terlalu tinggi ke atas kanan. Begitu bola
melambung ke atas setinggi kepala, bola segera di pukul dengan tangan kanan di bagian
tengah belakang.Gerakkan diakhiri dengan melangkahkan kaki ke depan. Pada servis
mengapung sikap tangan dalam keadaan menggenggam atau ibu jari dilipat ke dalam
menempel pada telapak tangan.

D. Teknik Dasar Smash

Smash adalah memukul bola yang dilakukan di atas net dengan kuat dan keras hingga
bola jatuh menukik di lapangan lawan, dan sulit untuk dikembalikkan /diterima. Smash
sendiri merupakan rangkaian gerakkan yang komplek terdiri dari empat tahap sehingga
diperlukan koordinasi gerakkan yang baik untuk melakukannya. Keempat tahapan smash
tersebut adalah:
1. Langkah awalan
Diawali dengan sikap berdiri agak serong, dengan jarak 2 4 m dari net. Langkahkan
kaki ke depan kaki kiri diikuti dengan kaki kanan dan langkah panjang kaki kiri dengan
posisi terakhir kaki hampir sejajar untuk ditekuk/ posisi badan merendah.
2. Tolakan/tumpuan
Sambil merendahkan badan kedua lengan di belakang badan, segera lakukan tolakan
ke atas dengan kuat sambil mengayun lengan ke depan atas, tangan kanan berada di
samping atas kepala.
3. Perkenalan bola
Perkenalan/pukulan bola dilakukan saat mencapai titik tertinggi dari loncatan, jarak
bola satu jangkauan tangan, posisi bola tepat di depan atas kepala. Lakukan pukulan di
bagian atas belakang bola dengan telapak tangan terbuka disertai dengan lecutan tangan
hingga menghasilkan bola top spin.
4. Pendaratan.
Pendaratan dengan kedua kaki sejajar disertai gerakan ngeper pada kedua lutut, dan
tetep menjaga keseimbangan untuk segera kembali pada sikap siap normal
E. Teknik dasar memblok (membendung)
Merupakan salah satu teknik bertahan yang dilakukan di atas net, dengan cara melompat
sambil menjulurkan kedua tangan untuk menahan smash lawan.
Ada dua teknik blok, yaitu :
1. Block aktif
Di mana saat melakukan block kedua tangan dengan kuat menahan bola dan saat
perkenaan tangan tangan aktif menekan bola ke bawah.
2. Block pasif
Dimana saat melakukan tangan dijulurkan kdekat net tanpa disertai gerakkan apapun.
Cara ini dilakukan oleh pemain dengan postur tubuh pendek dengan keterbatasan
jangkauan tangan.
Block yang baik sangat efektif untuk melakukan pertahanan smash lawan kkarena
dapat dilakukan secara perorangan maupun berpasangan dua atau tiga pemain sekaligus.
Teknik melakukan block / bendungan.
1. Sikap awal
Berdiri menghadap net kaki sejajar kedua tangan di depan dada, lutut ditekuk badan
agak condong ke depan. Pandangan fokus ke arah bola dan pergerakkan smasher lawan.
2. Pelaksanaan
Lakukan tolakan dengan kuat kedua tangan dijulurkan ke atas net selebar bahu telapak
jarijari terbuka. Arahkan tangan ke daerah perkiraan lintasan bola/smash lawan. Saat
perkenaan jari jari ditegangkan agar kuat menahan smash lawan.

3. Gerakan akhir
Lakukan pendaratan dengan kedua kaki disertai gerakan ngeper pada lutut,
seimbangan tetap terjaga dan segera mengambil posisi siap kembali pada permainan.
F. Kombinasi Teknik Dasar (Teknik Terpadu)
Teknik terpadu atau latihan kombinasi merupakan bentuk latihan dengan
mengkombinasikan beberapa unsur teknik dasar permainan voli yang ada.
Contohnya:
1. Latihan Kombinasi Passing Atas Dan Passing Bawah
Cara melakukannya :
a. Lakukan passing atas tegak lurus setelah bola turun lakukan pula passing bawah dan
setelah bola naik/ melambung ke atas dan seterusnya.
b. Untuk tahap pertama dilakukan di tempat dan tahap kedua lakukan sambil berjalan.
2. Latihan Kombinasi Servis, Smash, Dan Passing Bawah
Cara melakukannya:
a.
b.
c.
d.

Pemainan 1 melakukan servis atas/ smash


Pemain 2 melakukan passing bawah kea rah pemain 3
Pemain 3 menangkap bola dan meneruskannya pada pemain 4 dengan digulirkan
Setiap pemain setelah menyentuh bola langsung bergerak lari berpindah tempat.
G. Posisi Pemain
Posisi pemain bola voli dibagimenjadi dua kelompok yaitu :

1. Pemain posisi depan 3 orang yaitu posisi 2, 3, dan 4


2. Pemain posisi belakang 3 orang yaitu posisi 1, 6, dan 5
Posisi 2, 3, dan 4 bertugas sebagai penyerang sekaligus pertahanan di daerah atas net
(blok). Posisi 5, 6, dan 1 bertugas sebagai pertahanan di daerah belakang dan tidak boleh
melakukan blok maupun serangan dari daerah depan. Posisi 1 melakukan servis pada awal
permainan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan Dan Saran
Dalam pemainan dan olahraga bola voli dapat membuat tubuh menjadi sehat karena
mengeluarkan keringat dari tubuh. Bola voli juga dapat mehilangkan atau menghidari
kejenuhan siswa / siswi dalam mempelajari teknik dasar pemain bola voli. Karena,
pemainan dan olahraga bola voli mempunyai peraturan yang dimodifikasi yang membuat
siswa / siswi dapat mehilangkan atau menghindari kejenuhan ketika belajar atau
memainkan permainan atau olahraga bola voli ini.

Dalam rangkah memainkan permainan bola voli ini, permainan ini dapat dilakukan
dengan cara membuat lapangan kecil dengan teknik passing bawah dan cara servis tangan
bawah , dan hendaklah dalam permainan atau olahraga bola voli ini ditekankan
penggunaan teknik yang benar dan terarah sehingga bisa lebih meningkatkan penguasaan
teknik nya dalam permainan bola voli itu sendiri. Dan bagi orang yang kelebih lemak,
mungkin dengan memainkan permainan bola voli ini bisa membakar lemak karena hasil
pembakaran yaitu dengan mengeluarkan keringat bias sedikit demi sedikit membuat kita
mempunyai tubuh yang ideal.