Anda di halaman 1dari 43

LEMBAR PENGESAHAN KOMPETISI MOBIL LISTRIK INDONESIA 2016

1. Ketua Tim

a. Nama Lengkap

b. NIM

c. Jurusan

d. Universitas/Institut/ Politeknik

e. Alamat rumah dan No Telp/ Hp

f. Alamat email

2. Dosen Pendamping

a. Nama Lengkap dan Gelar

b. NIP

c. Alamat rumah dan No Telp/ Hp

3. Anggota Tim

: Rifqi Amir Hamzah : 1105130068 : S1 Teknik Elektro : Universitas Telkom

: Jalan Tebet Timur Dalam VI M No.8, Jakarta Selatan, DKI Jakarta dan

082299744351

: rifqiamir@gmail.com

: Angga Rusdinar, S.T., M.T., Ph.D. : 07740390-1 : D’Amerta Residence blok E4-3 Ciganitri Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat dan 081316216187

: 1. Rahmah Sabrinah

2. Lukman Pradita

3. Ardian Dwi Cahyo

4. M Arif W

5. Nashsharino Rudino

6. Fajar Ridho Wicaksono

7. Rangga Jaya Andika

8. Yusuf Pratama Ari Wiyono

9. Anggi Lesmana

10. Septi Kurniawan

11. Ikhsan Rahmawan

Bandung, 20 Mei 2016

Mengetahui,

Dosen Pendamping

Ketua Tim

(Angga Rusdinar, S.T., M.T., Ph.d.) NIP. 07740390-1

(Rifqi Amir Hamzah) NIM : 1105130068

Menyetujui,

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Elektro

(Dr. Erna Sri Sugesti, Ir., Msc) NIP : 92660072-1

Ka.Prodi S1 Teknik Elektro

(Sigit Yuwono., Ph.D) NIP : 99740172-1

Dekan Fakultas Teknik Elektro

(Dr. Rina Pudji Astuti, Ir., MT) NIP : 93630090-1

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN KOMPETISI MOBIL LISTRIK INDONESIA 2016

i

DAFTAR ISI

iii

Daftar Gambar

iv

BAB I

1

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Tujuan

2

1.3 Rumusan Masalah

2

1.4 Luaran yang Diharapkan

2

1.5Target dan Strategi

2

BAB II

3

2.1 Motor BLDC (Brushless DC)

3

2.2 Baterai

4

2.3 Sistem Pengereman

4

2.4 Suspensi

5

2.5 Pengukur Kecepatan

8

2.6 Sistem Kemudi

10

2.7 Rangka

12

BAB III

15

3.1 Perancangan Desain Mobil

15

3.2 Perhitungan Perancangan Mobil Listrik

20

3.3 Spesifikasi Mobil Listrik

23

BAB IV

24

4.1 Studi Literatur dan Perancangan Elektronika

24

4.2 Pegumpulan Alat dan Bahan

24

4.3 Pembuatan Mobil

24

4.4 Tahap Pengujian

24

BAB V

27

PENUTUP

27

5.1 Rincian Biaya

27

5.2 Jadwal Kegiatan

32

LAMPIRAN

33

Daftar Gambar

2.1.1

Hub Motor 48V 2KW

 

3

2.2.1

Battery VRLA PANASONIC 42 AH - 12V

4

2.3.1

Sistem Hidrolik

 

4

2.3.2

Rem Cakram

5

2.4.1

Sprung Weight

 

6

2.4.2

Unsprung Weight

 

7

2.4.3

Rancang Suspensi

 

7

2.4.4

Suspensi Double Whisbones

 

8

2.5.1

Sistem Kerja Sensor Hall

 

9

2.5.2

Sensor Efek Hall

 

10

2.6.1

Konstruksi Rack and Pinion

 

11

2.6.2

Komponen Rack and Pinion

 

11

2.6.3

Perancangan Rack and Pinion

 

12

2.7.1

Rangka Tubular Space Frame

 

12

2.7.2

Baja Alloy 4130

 

12

3.1.1

Desain Rangka Utama Mobil Listrik

 

15

3.1.2

Perancangan Rangka Utama Dengan Komponennya

16

3.1.3

Desain Lengkap Mobil Listrik

 

16

3.1.4

Assembly Mobil Listrik

 

17

3.1.5

Tampak Depan

 

18

3.1.6

Tampak Belakang

 

18

3.1.7

Tampak Atas

18

3.1.8

Tampak Bawah

 

18

3.1.9

Tampak Samping

 

19

3.1.10 El-Machete RX

 

19

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mobil listrik adalah mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Pada proposal ini kita ingin membuat mobil listrik yang cepat dan penggunaan daya baterai yang efisien atau mobil listrik balap. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan mobilitas masyarakat juga semakin meningkat, terutama pergerakan manusia dan barang dengan menggunakan peralatan transportasi darat pribadi dan umum. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), kendaraan yang terjual setiap hari antara bulan Januari sampai dengan bulan November Tahun 2013 mencapai 3389 mobil/hari. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kendaraan total sampai dengan tahun 2011 mencapai 9,5 juta mobil pribadi. Hal ini berimplikasi pada kebutuhan energi yang perlu tersedia terus menerus (sustain) dan tersedianya cadangan energi yang memadai untuk mengantisipasi kebutuhan energi yang berkurang. Untuk itu perlu adanya upaya menjaga dan menjamin keberlangsungan energi (sustainable energy) melalui peningkatan efisiensi/penghematan energi dan pencarian energi alternatif/energi terbarukan (peningkatan cadangan). Apabila ketergantungan dan penggunaan terhadap bahan bakar fosil ini terus berlanjut, maka kemandirian energi kita akan semakin terancam. Jika tidak ada diversifikasi dalam bauran energi, khususnya penggunaan energi alternatif untuk alat transportasi jalan raya, ketersediaan BBM akan habis dalam 23 tahun mendatang. Alat transportasi alternatif yang mendesak untuk dikembangkan antara lain kendaraan atau mobil listrik terutama mobil listrik balap. Dengan harapan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, mengurangi polusi udara, dan biaya isi ulang mobil listrik juga sangat terjangkau.

1.2 Tujuan Adapun tujuan dari pengajuan proposal ini:

- Mampu merancang mekanika mobil listrik balap, yaitu :

a. Rangka, body dan suspensi.

b. Sistem kemudi dan pengereman yang sesuai dengan rangka.

- Merancang sistem elektronika mobil listrik balap, yaitu :

a. Pengontrolan Brushless DC.

b. Penggunaan baterai yang efisien.

- Mampu merealisasikan perancangan mekanika dan elektronika mobil yang akan digunakan juga sebagai bahan penelitian dosen dan mahasiswa.

- Permohonan dana untuk merealisasikan mobil listrik yang baru untuk diikutsertakan pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2016.

1.3 Rumusan Masalah Dari tujuan yang dimaksud diatas, rumusan masalah yang muncul antara lain :

- Bagaimana merancang mekanika mobil?

- Bagaimana merancang sistem elektronika mobil?

- Apa yang akan dilakukan dari perancangan mobil listrik?

- Bagaiamana tahapan dalam merealisasikan mobil listrik?

1.4 Luaran yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari perancangan dan implementasi mobil listrik ini, yaitu

a. Terciptanya mobil listrik balap yang mempunyai kecepatan dan percepatan yang

tinggi.

b. Terciptanya mobil listrik balap yang mempunyai penggunaan baterai yang efisien.

c. Mengangkat nama Telkom University pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI).

d. Membuat Lab. Riset INACOS (Information And Autonomous Control System) aktif, terutama pada Proyek Mobil Listrik agar lebih aktif dalam meriset mobil listrik.

1.5 Target dan Strategi Adapun target yang ingin dicapai dari kompetisi ini adalah :

- Menduduki urutan nomor 1 dalam kategori percepatan, pengereman, efisiensi dan

kecepatan.

- Mendapat juara umum pada ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia VIII. Untuk mencapai target tersebut, maka kami menyusun strategi sebagai berikut :

- Menambah disk brake pada masing-masing roda dengan sistem pengereman hidrolik.

- Pengujian transmisi sebelum lomba hingga menghasilkan kecepatan yang optimal.

- Pengemudi diberikan pengalaman dan dilatih dengan pengujian sebelum lomba.

BAB II DASAR TEORI

2.1 Motor BLDC (Brushless DC)

Brushless DC motor listrik (BLDC motor) juga dikenal sebagai motor electronic commutated (ECM , motor EC) adalah motor sinkron yang didukung oleh sumber listrik DC melalui inverter / switching power supply yang terintegrasi , yang menghasilkan sinyal listrik AC untuk menggerakkan motor. Sistem pengontrolan motor BLDC menggunakan driver motor. Driver motor adalah suatu rangkaian khusus yang memiliki fungsi untuk mengatur arah ataupun kecepatan pada motor DC. Jadi dengan adanya driver motor dapat mengatur kecepatan motor BLDC yang sesuai dengan yang kita mau. Motor BLDC yang digunakan adalah Hub Motor 48V 2KW dengan berkapasitas 48 volt 2000 watt. Kecepatannya mencapai 60 km/jam. Mempunyai voltase 48V dan torsinya mencapai 105 Nm. Mempunyai dimensi, yaitu 10-inch.

torsinya mencapai 105 Nm. Mempunyai dimensi, yaitu 10-inch. 2.1.1 Hub Motor 48V 2KW 2.2 Baterai Mobil

2.1.1 Hub Motor 48V 2KW

2.2 Baterai

Mobil listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi untuk menggerakkan kendaraan. Selain itu untuk menghemat pemakaian baterai, mobil listrik menggunakan sistem pengereman regeneratif sebagai sumber energi baru. Dengan memanfaatkan energi kinetik saat melakukan pengereman, hal ini didasari dengan energi yang terbuang percuma.

Adapun baterai yang akan digunakan adalah baterai VRLA Panasonic 42 AH - 12V. Baterai ini memiliki bobot 15 kg. Kapasitas penyimpanan energi yang tinggi. Dengan menggunakan sistem ini, penggunaan baterai menjadi tahan lama dan lebih efisien.

penggunaan baterai menjadi tahan lama dan lebih efisien. 2.2.1 Battery VRLA PANASONIC 42 AH - 12V

2.2.1 Battery VRLA PANASONIC 42 AH - 12V

2.3 Sistem Pengereman Rem adalah suatu peranti untuk memperlambat atau menghentikan gerakan roda. Karena gerak roda diperlambat, secara otomatis gerak kendaraan menjadi lambat. Prinsip kerja rem, yaitu merubah energi kinetis kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek. Jenis rem yang digunakan yaitu rem cakram (disc brake) .

Jenis rem yang digunakan yaitu rem cakram ( disc brake ) . 2.3.1 Rem Cakram Alasan

2.3.1 Rem Cakram

Alasan memilih rem cakram karena daya pengereman dapat mencapai 100%, karena seluruh pad bergesekan langsung dengan cakram sehingga pengereman dapat maksimal. Keunggulan yang kedua adalah pendinginan rem lebih baik karena menganut sistem pengereman terbuka dan untuk memperbaiki pendinginan kadang kala cakram di buat berongga atau

berlubang. Sistem pengereman yang digunakan yaitu sistem pengereman hydrolik (hydraulic brake), karena tenaga yang dihasilkan sistem hidrolik besar. Oli sebagai pelumas sehingga tingkat kebocoran lebih jarang dibandingkan dengan sistem pneumatik dan tidak berisik.

dibandingkan dengan sistem pneumatik dan tidak berisik. 2.3.2 Sistem Hidrolik 2.4 Suspensi Suspensi adalah kumpulan

2.3.2 Sistem Hidrolik

2.4 Suspensi Suspensi adalah kumpulan komponen tertentu yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara dan pengendalian kendaraan. Sistem suspensi kendaraan terletak di antara bodi (kerangka) dengan roda. Sistem suspensi terbagi dua, ada sistem dependen dan independent. Namun yang akan kita gunakan merupakan jenis suspensi independen, yang antara roda dalam satu poros tidak terhubung secara langsung, masing-masing roda (roda kiri dan kanan) terhubung ke bodi atau rangka dengan lengan suspensi (suspension arm), pegas dan peredam kejut. Goncangan atau getaran pada salah satu roda tidak memengaruhi roda yang lain.

Selain berfungsi untuk menahan getaran atau goncangan, sistem suspensi juga mempunyai fungsi lainya, yaitu :

1. Selama kendaraan berjalan bersama-sama dengan ban, menyerap berbagai macam :

a. Getaran,

b. Osilasi, dan

c. Kejuatan yang diterima kendaraan

2. Melindungi penumpang serta barang muatan dan menambah stabilitas kendaraan.

3. Meneruskan gaya getaran dan gaya pengereman yang diakibatkan adanya pergesekan antara permukaan jalan dan roda-roda ke chasis dan bodi.

4. Menopang bodi pada poros-poros (axle) dan menjaga hubungan geometris yang berhubungan dengan bodi dan roda-roda.

Sprung weight adalah berat bodi mobil yang dijamin oleh ketahanan pegas suspensi. Osilasi dan goyangan ini dibedakan menjadi empat, yaitu :

a. Pitching adalah osilasi turun naiknya bagian depan dan belakang berhubungan dengan titik berat depan dan belakang kendaraan.

b. Rolling (bergulir), ketika kendaraan membelok atau melalui jalan yan

begelombang, salah satu pegas pada salah satu sisi kendaraan mengembang dan pada sisi

lainya mengerut. Hal ini mengkibatkan bodi beputar (rolling) dalam arah yang lurus (dari sisi ke sisi).

c. Bounching (melambung) adalah gerakan naik turunnya bodi kendaraan secara

keseluruhan. Jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi melalui jalan yang bergelombang, maka seoah-olah terjadi gerakan naik turun.

d. Yawing (zigzag) adalah gerakan bodi kendaraan arah memanjang, ke kanan dan

ke kiri terhadap titik tengah (centerline). Pada permukaan jalan dimana terjadinya pitching seperti juga pada yawing.

jalan dimana terjadinya pitching seperti juga pada yawing. 2.4.1 Sprung Weight Unsprung weight adalah berat poros-oros

2.4.1 Sprung Weight

Unsprung weight adalah berat poros-oros dan bagian-bagian lainya yang tedapat diantara ban dan pegas-pegas susupensi. Osilasi ini dibedakan menjadi tiga, yaitu :

a. Hopping adalah gerakan melambung (bounching) roda-roda ke atas dan ke bawah

yang biasanya terjadi pada jalan-jalan berombak dengan kecepatan sedang dan tinggi.

b. Tramping adalah gerakan osilasi turun naik dengan arah yang berlawanan pada

roda-roda kiri dan kanan. Akibatnya roda-roda kiri dan kanan melompat terhadap permukaan jalan. Keadaan ini muda terjadi pada kendaraan yang menggunakan suspensi poros rigid (rigid axle suspension).

c.

Wind Up adalah gejala terjadinya pegas daun melintir di sekeliling poros yang

disebabkan oleh momen pengerak (driving torque) kendaraan.

disebabkan oleh momen pengerak ( driving torque) kendaraan. 2.4.2 Unsprung Weight Komponen utama dari suspensi adalah

2.4.2 Unsprung Weight

Komponen utama dari suspensi adalah pegas, peredam kejut (shock absorber), stabilizir bar dan suspensi itu sendiri. Pegas berfungsi untuk menerima getaran atau goncangan roda akibat dari kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari roda tidak menyalur ke bodi atau rangka kendaraan. Jenis pegas yang digunakan adalah pegas ulir (coil spring), dikenal juga dengan nama 'per keong', jenis yang digunakan adalah pegas ulir tekan atau pegas ulir untuk menerima beban tekan.

Peredam kejut berfungsi untuk meredam beban kejut atau goncangan atau getaran yang diterima pegas. Stabilizer bar (batang penyetabil) berfungsi mengurangi kemiringan mobil akibat gaya sentrifugal pada saat mobil membelok dan berfungsi untuk menambah daya jejak ban. Pada suspensi depan, stabllizer bar biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan karet dan linkage. Pada bagian tengah diikat ke rangka atau bodi pada dua tempat melalui bushing.

dan linkage . Pada bagian tengah diikat ke rangka atau bodi pada dua tempat melalui bushing

2.4.3 Rancang Suspensi

Konstruksi double-wishbone merupakan suspensi independen dengan 2 batang penahan

di atas bawah. Dengan begitu, tak peduli seberapa jauh suspensi bergerak, sudut kemiringan roda tetap konstan. Double wishbones adalah salah satu suspensi yang ideal dan termasuk suspensi independen yang hingga saat ini memiliki tingkat kenyamanan berkendara lebih baik dari sistem

suspensi lainnya

Suspensi indipenden ini dapat digunakan untuk roda depan dan belakang.

Selain itu, double wishbones juga memiliki kontrol camber yang hampir sempurna. Suspensi ini memiliki kekuatan yang kokoh karena ada 2 lengan, bagian atas dan bawah, dengan begitu tekanan dari samping atas maupun depan dapat teredam dengan baik. Pada dasarnya, suspensi double wishbones selalu menjaga roda tegak lurus pada permukaan jalan dan meminimalkan pergerakan roda. Kemampuan ini berujung pada pengendalian yang memukau.

roda. Kemampuan ini berujung pada pengendalian yang memukau. 2.4.4 Suspensi Double Whishbones 2.5 Pengukur Kecepatan

2.4.4 Suspensi Double Whishbones

2.5 Pengukur Kecepatan Pengukuran memegang peranan yang sangat penting dalam dunia industri. Pada tahap penelitian atau perancangan, pengukuran diperlukan untuk analisis teknik eksperimental. Pada tingkat aplikasi misalnya pada industri proses, pengukuran diperlukan dalam pemantauan dan pengendalian suatu proses. Salah satu cara yang kita kenal adalah pengukuran menggunakan metode hall efect. Sensor hall efect dirancang untuk merasakan adanya objek magnetis dengan perubahan posisinya. Perubahan medan magnet yang terus menerus menyebabkan timbulnya pulsa yang kemudian dapat ditentukan frekuensinya. Frekuensi inilah yang merupakan data yang siap diolah secara digital. Sensor jenis ini biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan, pengukur getaran, dll. Data yang didapat akan lebih teliti dibanding dengan teknik manual.

Selain itu data yang didapat akan lebih mudah di akuisisi oleh komputer yang selanjutnya akan ditampilkan dalam bentuk digital.

Sensor hall efect adalah transduser yang bervariasi tegangan output sebagai respon terhadap medan magnet. Sensor hall efect digunakan untuk beralih kedekatan, posisi, deteksi kecepatan, dan aplikasi penginderaan saat ini. Dalam bentuk yang paling sederhana, sensor beroperasi sebagai transduser analog, langsung kembali tegangan. Perubahan medan magnet yang terus menerus menyebabkan timbulnya pulsa yang kemudian dapat ditentukan frekuensinya, sensor jenis ini biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan.

sensor jenis ini biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan. 2.5.1 Sistem Kerja Sensor Hall Gambar diagram hall

2.5.1 Sistem Kerja Sensor Hall

Gambar diagram hall effect tersebut tersebut menunjukkan aliran elektron. Dalam gambar A menunjukkan bahwa elemen hall mengambil kutub negatif pada sisi atas dan kutub positif pada sisi bawah. Dalam gambar B dan C, baik arus listrik ataupun medan magnet dibalik, menyebabkan polarisasi juga terbalik. Arus dan medan magnet yang dibalik ini menyebabkan sensor hall mempunyai kutub negatif pada sisi atas. Hall effect tergantung pada beda potensial (tegangan hall) pada sisi yang berlawanan dari sebuah lembar tipis material konduktor atau semikonduktor dimana arus listrik mengalir, dihasilkan oleh medan magnet yang tegak lurus dengan elemeh hall.

2.5.2 Sensor Efek Hall Perbandingan tegangan yang dihasilkan oleh jumlah arus dikenal dengan tahanan hall

2.5.2 Sensor Efek Hall

Perbandingan tegangan yang dihasilkan oleh jumlah arus dikenal dengan tahanan hall, dan tergantung pada karakteristik bahan. Hall effect dihasilkan oleh arus pada konduktor. Arus terdiri atas banyak beban kecil yang membawa partikel-partikel (biasanya elektron) dan membawa gaya Lorentz pada medan magnet. Beberapa beban ini berakhir di sisi–sisi konduktor. Ini hanya berlaku pada konduktor besar dimana jarak antara dua sisi cukup besar.

2.6 Sistem Kemudi

Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi atau sering disebut steering gear kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage). Pada dasarnya sistem kemudi dibedakan menjadi dua yaitu sistem kemudi secara manual dan power steering. Dan yang kita gunakan adalah secara manual dengan jenis rack and pinion.

Cara kerja rack and pinion adalah pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar. Gerakan ini akan menggerakkan rack dari samping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke nakel arm pada roda-roda depan sehingga satu roda depan didorong, sedangkan satu roda tertarik, hal ini menyebabkan roda-roda berputar pada arah yang sama.

2.6.1 Konstruksi rack and pinion Kemudi jenis rack and pinion jauh lebih efisien bagi pengemudi

2.6.1 Konstruksi rack and pinion

Kemudi jenis rack and pinion jauh lebih efisien bagi pengemudi untuk mengendalikan roda- roda depan. Pinion yang dihubungkan dengan poros utama kemudi melalui poros intermediate, berkaitan denngan rack. Steering linkage terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak dari steering gear ke roda depan. Walaupun mobil bergerak naik dan turun, gerakan roda kemudi harus diteruskan ke roda-roda depan dengan sangat tepat setiap saat. Ada beberapa tipe steering linkage dan konstruksi joint yang dirancang untuk tujuan tersebut. Bentuk yang tepat sangat mempengaruhi kestabilan pengendaraan.

yang tepat sangat mempengaruhi kestabilan pengendaraan. 2.6.2 Komponen rack and pinion Steering column juga

2.6.2 Komponen rack and pinion

Steering column juga merupakan mekanisme penyerap energi yang menyerap gaya dorong dari pengemudi pada saat tabrakan. Dan konstruksinya berdampak pula pada kenyamanan menyetir, karena menentukan posisi kemudi. Adapun yang kita gunakan adalah tipe model non collapsible. Model ini mempunyai keuntungan main shaftnya lebih kuat sehingga banyak digunakan.

2.6.3 Peraancangan rack and pinion 2.7 Rangka Rangka merupakan salah satu bagian penting pada pada

2.6.3 Peraancangan rack and pinion

2.7 Rangka Rangka merupakan salah satu bagian penting pada pada mobil (tulang punggung) yang harus mempunyai kontruksi kuat untuk menahan atau memikul beban kendaraan. Semua beban dalam kendaraan baik itu penumpang, mesin, sistem kemudi, dan segala peralatan kenyamanan semuanya diletakan di atas rangka. Oleh karena itu setiap kontruksi rangka harus mampu untuk menahan semua beban dari kendaraannya. Rangka adalah suatu struktur yang ujung- ujungnya disambung kaku. Semua b a tang yang dis ambun g seca ra kak u harus mam pu men ahan gaya ak sia l , gaya normal, dan momen. Oleh karena itu, dibutuhkan material yang kuat untuk memenuhi spesifikasi tersebut.

Berdasarkan salah satu jenis rangka terbaik yang kekuatan luluhnya sangat bagus di perlindungan kekakuan torsional, ketahanan beban berat, dan beban impak adalah Tubular space frame. Desain ini membuat bentuknya sempurna untuk kebanyakan aplikasinya di kompetisi balap Formula SAE untuk proyek mobil dan bahkan mobil balap kecil. Dalam struktur jenis ini sangat penting untuk memastikan semua bidang sepenuhnya triangulasi sehingga elemen balok dasarnya dimuat dalam ketegangan atau kompresi. Oleh karena sambungan las, beberapa hambatan lentur dan torsi akan terjadi pada sambungannya, dengan mengandalkan pembatasan tersebut akan membuat struktur jauh lebih kaku. Tubular space frame memakai berbagai macam pipa circular (kadang– kadang dipakai bentuk squaretube agar mudah disambung, meskipun begitu bentuk circular memiliki kekuatan begitu besar).

2.7.1 Rangka Tubular Space Frame Adapun unsur utama dari dari rancang bangun rangka adalah metarialnya.

2.7.1 Rangka Tubular Space Frame

Adapun unsur utama dari dari rancang bangun rangka adalah metarialnya. Untuk maerialnya kita memilih baja aluminium AISI 4130 yang merupakan bahan besi terbaik yang digunakan untuk membuat rangka (frame) pada sepeda. Bahan ini biasa kita sebut sebagai Chromoly atau Chromo. Dan sebutan untuk rangka (frame) sepeda adalah 4130 Chromoly. 4130 Chromoly sendiri adalah alloy (logam). Alloy sendiri kombinasi dari dua atau lebih jenis logam. Beberapa dari kita menyebutnya Alumunium. Steel Alloy AISI 4130 Merupakan baja dengan nama umum Cromium – Molybdenum Steel (baja kromium – molybdenum). Berikut tabel komposisi baja ini (selain Fe) :

 

Komposisi Steel Alloy 4130

Elemen

Persentase (%)

C

(Carbon)

0,28 – 0,33

Mn (Manganese)

0,4 – 0,6

P

(Phosphorus)

0,035 (max)

S

(Sulphur)

0,04 (max)

Si

(Silicon)

0,15 – 0,3

Cr (Cromium)

0,8 – 1,1

Mo (Molybdenum)

0,15 – 0,25

Keterangan : persentase Fe merupakan sisa dari 100% dikurang jumlah persen paduan.

0,15 – 0,25 Keterangan : persentase Fe merupakan sisa dari 100% dikurang jumlah persen paduan. 2.7.2

2.7.2 Baja Alloy 4130

Hal ini yang membuat 4130 Chromoly menjadi logam pipa yang ringan tetapi memiliki kekuatan yang terbaik dari besi. Baja ini memiliki kekuatan dan keuletan yang baik. Keuletan yang baik menyebabkan baja ini mudah dibentuk. Selain itu, ketahanan lelah baja ini juga sangat baik. Namun, ketahanan korosinya jelek, densitasnya besar, dan sulit untuk dilas. Berikut sifat – sifat mekanikal baja ini pada suhu ruang :

Sifat Mekanikal Besi Alloy AISI 4130

Densitas

7700 – 8300 kg/m3

Modulus Elastisitas

190

– 210 GPa

Ultimate Tensile Strength

560,5 Mpa

Yield Strength

360,6 MPa

Elongasi (dalam panjang 50 mm)

28,20%

Hardness

156

H

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

3.1 Perancangan Desain Mobil Listrik

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Perancangan Desain Mobil Listrik 3.1.1 Desain Rangka Utama Mobil Listrik

3.1.1 Desain Rangka Utama Mobil Listrik

15

3.1.2 Perancangan Rangka Utama Dengan Komponennya 3.1.3 Desain Lengkap Mobil Listrik 16

3.1.2 Perancangan Rangka Utama Dengan Komponennya

3.1.2 Perancangan Rangka Utama Dengan Komponennya 3.1.3 Desain Lengkap Mobil Listrik 16

3.1.3 Desain Lengkap Mobil Listrik

3.1.4 Assembly Mobil Listrik 17

3.1.4 Assembly Mobil Listrik

17

3.1.5 Tampak Depan 3.1.6 Tampak Belakang 3.1.7 Tampak Atas 3.1.8 Tampak Bawah 18

3.1.5 Tampak Depan

3.1.5 Tampak Depan 3.1.6 Tampak Belakang 3.1.7 Tampak Atas 3.1.8 Tampak Bawah 18

3.1.6 Tampak Belakang

3.1.5 Tampak Depan 3.1.6 Tampak Belakang 3.1.7 Tampak Atas 3.1.8 Tampak Bawah 18

3.1.7 Tampak Atas

3.1.5 Tampak Depan 3.1.6 Tampak Belakang 3.1.7 Tampak Atas 3.1.8 Tampak Bawah 18

3.1.8 Tampak Bawah

3.1.9 Tampak Samping 3.1.10 El-Machete Rx 19

3.1.9 Tampak Samping

3.1.9 Tampak Samping 3.1.10 El-Machete Rx 19

3.1.10 El-Machete Rx

3.2 Perhitungan Prancangan Mobil Listrik A. Perhitungan Beban

Estimasi Berat Kendaraan Bagian Depan (A)

 

Nama Komponen

Berat (Kg)

Jumlah

Berat Total (Kg)

Baterai

15

2

30

Shock Absorber

1,41

2

2,82

Lengan Suspensi

0,8

4

3,2

Kemudi

2

1

2

Gear Rack and Pinion

7

1

7

Kemudi Column

0,8

1

0,8

Lengan Kemudi Penyambung Roda

0,9

2

1,8

Disk Brake

1

2

2

Hub Disk

3

2

6

Velg

5

2

10

Ban

3

2

6

   

Total

71,62

Estimasi Berat Kendaraan Tengah (B)

 

Nama Komponen

Berat (Kg)

Jumlah

 

Berat Total (Kg)

Baterai

 

15

 

2 30

Jog Kemudi

 

1

 

1 1

Pengemudi

 

60

 

1 60

   

Total

 

91

Estimasi Berat Kendaraan Bagian Belakang (C)

 

Nama Komponen

Berat (Kg)

Jumlah

Berat Total (Kg)

Motor BLDC

14

1

14

Lengan Motor

0,5

2

1

Kontroler BLDC

3,3

1

3,3

Shock Absorber

1,41

2

2,82

Lengan Suspensi

0,8

4

3,2

Disk Brake

1

2

2

Hub Disk

3

2

6

Velg

5

2

10

Ban

3

2

6

   

Total

48,32

 

Estimasi Berat Total Kendaraan

 
 

Nama Komponen

 

Berat (Kg)

 

Jumlah

Berat Total (Kg)

Rangka Utama

 

12

 

1

 

12

Baterai

 

15

 

4

 

60

Motor BLDC

 

14

 

1

 

14

Lengan Motor

 

0,5

 

2

 

1

Kontroler BLDC

 

3,3

 

1

 

3,3

Shock Absorber

 

1,41

 

4

 

5,64

 

Lengan Suspensi

 

0,8

 

8

 

6,4

Chasis

 

1,5

 

1

 

1,5

Kemudi

 

2

 

1

 

2

Gear Rack and Pinion

 

7

 

1

 

7

Kemudi Column

 

0,8

 

1

 

0,8

Lengan Kemudi Penyambung Roda

0,9

 

2

 

1,8

Disk Brake

 

1

 

4

 

4

Hub Disk

 

3

 

4

 

12

Jog Kemudi

 

1

 

1

 

1

Velg

 

5

 

4

 

20

Ban

 

3

 

4

 

12

     

Total

164,44

 
   

Berat dan Jarak di tiap titik

   

Posisi

Simbol

 

Berat (Kg)

Posisi

Simbol

Panjang (mm)

Berat A

WA

 

71,62

Panjang (A-C)

LAC

1800

 

Berat B

WB

 

91

Panjang (A-B)

LAB

1298

 

Berat C

WC

 

48,32

Panjang (B-C)

LBC

502

 

Berat A-C

WAC

65,4800653

     
   

Gaya atau beban yang dialami roda depan (A)

   

ΣTc= 0

Wc.(Lcc) + WB.(LBC) + WAC.(1/2LAC) + WA.(LAC) – NA .(LAC) = 0

 

NA

=

129,738922

Kg

 

Gaya atau beban yang dialami roda belakang (C)

 

ΣTA = 0

Nc.(LAC) – WB.(LAB) – WAC .(1/2LAC) – WC.(LAC) – WA.(LAA) = 0

 

NC

=

146,681144

 

Kg

B. Kecepatan

Spesifikasi ban mio m89

Spesifikasi motor BLDC

 

Lebar

90

mm

Putaran

1100

rpm

Diameter

427,6

mm

Torsi

105

Nm

Estimasi kecepatan maksimum mobil

Kecepatan maksimum mobil (km/jam) = rpm * 2πr * 1menit/60detik

m/s

=

24,6155067

km/jam

=

88,615824

C. Beban Maksimum

Anggap mobil dalam kondisi diam (0 km/jam) kemudian melaju hingga kecepatan

maksimal (88 km/jam) membutuhkan waktu 24 detik.

Menghitung percepatan =

1,02564611

a = Δv/Δt

m/s²

 

Menghitung gaya atau beban

 

F = T/r

 

=

 

448,717949

N

Ket.

r = Jarak lengan antar moment (cross joint) T = Torsi motor BLDC

 
 

Menghitung beban maksimal

 

m = F/a

=

437,497831

Kg

Ket.

1 N = 1 Kgm/s²

 

3.3 Spesifikasi Mobil Listrik

Model Kendaraan

El - Machete Rx

Spesifikasi

Suplai Tegangan

48V DC

Baterai

4

buah Lead-Acid Panasonic Batteries

Motor

Brushless hub motor 48V 2000W, 10inchi hub

Kontroler

Cruise Control, Regen, 2,5KW

Kapasitas Penumpang

1

Estimasi Maksimal Kapasitas Beban

437,5 Kg

Estimasi Kecepatan

0

- 88 km/jam

Estimasi Berat Bersih Kendaraan (kg)

164,44 Kg

Dimensi (mm)

Panjang : 1895 mm

   

Lebar

: 1707 mm

   

Tinggi

: 1238 mm

Rangka

Tipe Space Frame, Material : 4130 Grade Alloy Steels

Chasis Body

Fiberglass

Charger

Input : AC 90-264V, Output : 36V / 48V 10A

Sistem Pengereman

Disc Brake Hidrolik

Sistem Pengendalian Stir

Manually - Rack and Opinion, Non Collapsinable

Sistem Suspensi

Double Whisbones

Sistem Penampil Kecepatan

Sensor Efek Hall

Transmisi

Rantai dan Gear 3 : 2

Fitur

Penampil Daya Baterai

 

LCD Touch Screen Penampil Kecepatan

 

Brake Lamp LED Indikator

BAB IV METODE PELAKSANAAN

4.1 Studi Literatur dan Perancangan Elektronika Pada peracangan sistem ini meliputi pembahasan peraturan serta syarat-syarat KMLI 2016, teori-teori dasar dalam pendesainan rangka dan perancangan elektronika pada mobil.

4.2 Pegumpulan alat dan bahan Pengumpulan bahan dilakukan setelah menentukan desain yang tepat berdasarkan ukuran, berat, serta kebutuhan yang paling mugkin memenuhi agar mobil dapat bekerja dengan optimal dan sesuai standar. Adapun bagian dari pegumpulan bahan dan alat ini antara lain menentukan rangka dasar, menentukan komponen-komponen yang diperlukan, menentukan penempatan komponen-komponen mobil pada rangka, merancang sistem pada mobil, menentukan body pada mobil, dan mengkalkulasi berat pada mobil.

4.3 Pembuatan mobil Setelah selesai menentukan alat serta bahan yang tepat maka mobil dapat dibuat berdasarkan perancangan awal. Pada bagian ini dapat dimulai dengan membuat rangka dasar mobil dan memasang komponen agar mendapatkan Center of Gravity yang tepat. Selain itu juga menambahkan body pada mobil.

4.4 Tahap Pengujian Pengujian kerja mobil dilakukan dengan melakukan uji sistem elektronika dan uji mekanika mobil di Lab. Riset INACOS (Information and Autonomous Control System) Universitas Telkom Bandung. 1) Pengujian laboratorium Yang termasuk pengujian laboratorium antara lain :

a) Pengujian mekanik Pengujian mekanik dilakukan guna mendapatkan laju mobil yang maksimal, pengujian ini dimaksudkan untuk melihat parameter keberhasilan mobil dapat melaju.

Setelah dilakukan pengujian ini diharapkan mobil dapat melaju dengan kecepatan dan percepatan yang diinginkan.

b) Pengujian elektronik Pengujian eletronik dilakukan untuk memaksimalkan kerja dari perangkat elektronik di dalam mobil, agar rangkaian elektronik tersebut tahan terhadap gangguan seperti getaran, gelombang elektromagnetis dari luar, dan hujan. Pengujian ini sangat penting karena tanpa sistem elektronik perangkat didalam mobil tidak akan berfungsi atau error.

c) Uji Laju Mobil Uji dilakukan untuk mengukur kemampuan mobil dilapangan terbuka.

2)

Pengujian lapangan Uji ini dilakukan saat kompetisi oleh panitia KMLI 2016 :

a) Uji Daya Tanjak Uji daya tanjak dilakukan dengan cara menempatkan mobil listrik peserta pada posisi start dari keadaan diam kemudian dijalankan sepanjang lintasan uji dengan kemiringan ± 15° dan beda ketinggian 2,4 m sampai garis finish. Pengujian dilakukan dengan menghitung waktu tempuh sepanjang lintasan, berat mobil listrik dan pengendaranya.

b) Uji Percepatan Uji percepatan dilakukan dengan menempatkan mobil listrik pada posisi start dari keadaan diam kemudian dijalankan sepanjang lintasan sejauh 30 meter sampai garis finish. Pengujian dilakukan dengan menghitung kecepatan akhir di garis finish dibagi dengan waktu tempuh antara garis start-finish, kemudian nilai percepatan dimunculkan di display.

c) Uji Pengereman Uji pengereman dilakukan dengan cara mengerem mobil listrik sesaat mobil listrik mencapai garis finish uji percepatan. Mobil listrik direm sampai berhenti. Pengujian dilakukan dengan menghitung jarak pengereman dari garis finish uji percepatan sampai dengan ujung paling depan mobil listrik (Uji pengereman dilakukan bersamaan dengan uji percepatan).

d)

Uji Kecepatan (Waktu Tempuh)

Uji waktu tempuh dilakukan dengan cara menjalankan mobil listrik dari garis start hingga finish pada lintasan sepanjang 750 meter, sebanyak 10 putaran (total jarak tempuh 7,5 km).

e) Uji Efisiensi

Pengujian efisiensi dilakukan dengan menggunakan watt-hour meter yang dipasang pada kendaraan untuk melihat konsumsi penggunaan energi baterai yang digunakan selama menempuh jarak 10 putaran dengan mempertimbangkan waktu tempuh. Uji efisiensi dilaksanakan bersamaan dengan uji waktu tempuh.

f) Uji Slalom

Uji slalom dilakukan dengan menempatkan mobil listrik pada posisi start dari keadaan diam kemudian dijalankan secara zig-zag sepanjang lintasan sejauh 30 meter sampai garis finish dan melintasi rintangan berupa police cone sebanyak 3 hingga 5 buah.

5.1 Rincian Biaya

Biaya Perancangan Mekanik

BAB V

PENUTUP

No.

Nama

Harga

Banyak

Jumlah

Web atau Tempat Penjualan

         

1.

Ban Mio M89

Rp200.000,00

4

buah

Rp800.000,00

         

2.

Shock Absorber KYOS-ZT1070P

Rp320.000,00

4

buah

Rp1.280.000,00

 

3.

Mur dan baut

Rp255.000,00

 

-

Rp255.000,00

-

         

Handbrake Hidrolik Dual Cylinder

4.

Rp502.284,00

1

buah

Rp502.284,00

 
 

X

         

5.

Stir Racing Sparco F1

Rp550.000,00

1

buah

Rp550.000,00

 
 

Disc Brake PSM Mio J / Mio Soul GT 26cm

   

buah

 

http://mortech.co.id/Disc-

6.

Rp335.000,00

4

Rp1.340.000,00

Brake-Mio-J-26cm-PSM

7.

Rancang Bangun Rangka Utama

Rp4.000.000,00

 

-

Rp4.000.000,00

PT. Terra Engineering

8.

Pedal Rem

Rp200.000,00

1

buah

Rp200.000,00

PT. Terra Engineering

9.

Steering Collom

Rp350.000,00

1

buah

Rp350.000,00

PT. Terra Engineering

10.

Hub Steer

Rp220.000,00

1

buah

Rp220.000,00

PT. Terra Engineering

11.

Steering Rack Gear

Rp620.000,00

1

buah

Rp620.000,00

PT. Terra Engineering

12.

Hub Steering Rack

Rp330.000,00

1

buah

Rp330.000,00

PT. Terra Engineering

13.

Ball Joint Steer Arm

Rp60.000,00

2

buah

Rp60.000,00

PT. Terra Engineering

14.

Stub Axle

Rp320.000,00

2

buah

Rp640.000,00

PT. Terra Engineering

15.

Jog

Rp600.000,00

1

buah

Rp600.000,00

PT. Terra Engineering

16.

Hub Wheel

Rp420.000,00

2

buah

Rp840.000,00

PT. Terra Engineering

 

17. Gear 24

Rp140.000,00

1

buah

Rp140.000,00

PT. Terra Engineering

 

18. Gear 36

Rp320.000,00

1

buah

Rp320.000,00

PT. Terra Engineering

19.

Rantai

Rp80.000,00

1

buah

Rp80.000,00

PT. Terra Engineering

20.

Dudukan Baterai

Rp320.000,00

1

buah

Rp320.000,00

PT. Terra Engineering

21.

Chasis Body Fiber

Rp1.600.000,00

1

buah

Rp1.600.000,00

PT. Terra Engineering

22.

Bracket Calliper

Rp160.000,00

1

buah

Rp160.000,00

PT. Terra Engineering

27

23.

Hub Disk

Rp320.000,00

1

buah

Rp320.000,00

PT. Terra Engineering

24.

Ball Joint Arm Suspension

Rp40.000,00

16 buah

Rp640.000,00

PT. Terra Engineering

25.

Suspension Arm

Rp120.000,00

8

buah

Rp960.000,00

PT. Terra Engineering

26.

Master Cylinder

Rp220.000,00

4

buah

Rp880.000,00

PT. Terra Engineering

27.

Stick Master Cylinder

Rp120.000,00

4

buah

Rp480.000,00

PT. Terra Engineering

28.

As Dia 30

Rp800.000,00

1

buah

Rp800.000,00

PT. Terra Engineering

29.

Bearing As

Rp120.000,00

3

buah

Rp360.000,00

PT. Terra Engineering

30.

Bearing Casset

Rp320.000,00

3

buah

Rp960.000,00

PT. Terra Engineering

31.

Biaya Assy Operator (Hari)

Rp160.000,00

6

buah

Rp960.000,00

PT. Terra Engineering

         

Velg Racing Conrad Macho Mio Soul Palang 5 Hitam

 

buah

32.

Rp455.000,00

4

Rp1.820.000,00

   
 

Total = Rp23.387.284,00

 

Biaya Elektronika

No

         

.

Nama

Harga

Banyak

Jumlah

Web atau Tempat Penjualan

 

Watt / Power / Energi Meter

Monitor LCD Display With CT / Coil 0-100A

     

1.

Rp310.000,00

1 buah

Rp310.000,00

2.

Kabel

Rp325.000,00

-

Rp325.000,00

-

         

Raspberry Pi 3 Model B

1 buah

3.

Rp800.000,00

Rp800.000,00

   
         

Case For Raspberry Pi Model B+ Pcba

4.

Rp80.000,00

1 buah

Rp80.000,00

 
         

5.

Brake Lamp F1 LED

Rp50.000,00

1 buah

Rp50.000,00

28

         

Raspberry Pi LCD Display

6.

Module 7 inch Standard TFT + Touch Screen

Rp749.000,00

1 buah

Rp749.000,00

 
         

7.

Industrial Hall Magnetic Sensor

Rp85.000,00

1 buah

Rp85.000,00

 

Brushless hub motor 48V 2000W, 10inchi hub

     

Jl. kapulaga 255 Nologaten,

8.

Rp4.466.000,

00

1 buah

Rp4.466.000,00

Depok Sleman, 55281 Yogyakarta

 

Kontroller BLDC 48-84V2500W, full fitur regen

     

Jl. kapulaga 255 Nologaten,

9.

Rp2.403.000,

00

1 buah

Rp2.403.000,00

Depok Sleman, 55281 Yogyakarta

         

Jl. kapulaga 255 Nologaten,

10.

Pedal gas kaki, kelly LX pedals

Rp796.500,00

1 buah

Rp796.500,00

Depok Sleman, 55281 Yogyakarta

 

Pengiriman Cina - Indonesia. express by AIR

Rp2.436.000,

   

Jl. kapulaga 255 Nologaten, Depok Sleman, 55281 Yogyakarta

11.

00

21 Kg

Rp2.436.000,00

 

Total =

Rp12.500.500,00

29

Biaya Komponen Pendukung

No

       

Web atau Tempat Penjualan

.

Nama

Harga

Banyak

Jumlah

         

Glove MX Racing KTM Red Bull

1.

Rp250.000,00

1 pasang

Rp250.000,00

 
         

2.

NHK Gp 1000 Limited Series

Rp500.000,00

1

buah

Rp500.000,00

 
         

3.

Sepatu Balap Ald

Rp300.000,00

1 pasang

Rp300.000,00

         

4.

Wearpack Balap Road Race

Rp1.500.000,

00

1

buah

Rp1.500.000,00

         

Radio HT Baofeng UV-5R Dualband

 

buah

5.

Rp600.000,00

3

Rp1.800.000,00

   
         

http://fjb.m.kaskus.co.id/pr

oduct/573372a056e6af266

6.

WTS Seatbelt BMW E30

Rp200.000,00

1

buah

Rp400.000,00

88b4568/seatbelt-bmw-

 

e30/

 

Total =

Rp4.750.000,00

30

Biaya Transaksi Lainnya

No

       

Web atau Tempat Penjualan

.

Nama

Harga

Banyak

Jumlah

         

Tol Buah Batu - Cikarang Barat / Cikarang Barat - Buah Batu

1.

Rp40.500,00

6

kali

Rp243.000,00

   
 

Bensin Buah Batu – Cikarang

       

2.

Barat / Cikarang Barat - Buah Batu

Rp100.000,00

6

kali

Rp600.000,00

-

 

Total =

Rp843.000,00

Total Biaya Keseluruhan =

Rp41.480.784,00

31

5.2 Jadwal Kegiatan Agar lancarnya kegiatan yang dihadapi, sebaiknya perlu dialurkan rencana kegiatan tersebut. Maka dari itu berikut adalah timeline selama persiapan dan lomba berlangsung.

April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Nama NO Kegiatan 1 2 3 4
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Nama
NO
Kegiatan
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Pembuatan
1
Proposal
Pengumpulan
2
Proposal
Perancangan
3
Mekanik
Perancangan
4
Sistem
Perancangan
5
Program
Pembelian
Komponen
6
dan Alat
Pendukung
Realisasi
7
Mekanik
Realisasi
8
Sistem
Realisasi
9
Program
Administrasi
10 KMLI
11 KMLI

Dalam kompetisi ini, pihak kampus sangat mendukung kami mengikuti kompetisi ini. Dalam hal finansial dan bimbingan dari dosen berupa ilmu dan materi sehingga proses pembuatan, kelengkapan komponen dan alat pendukung tanpa ada hambatan berarti untuk kami. Besar harapan kami untuk ikut dalam kompetisi ini. Kami sudah melakukan persiapan, baik tim, material, komponen dan kegiatan riset untuk KMLI 2016 ini sudah berjalan, sehingga kami optimis menjadi juara umum 1.

32

LAMPIRAN Biodata Ketua & Anggota

1.1.Ketua Tim

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Rifqi Amir Hamzah

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

S1 Teknik Elektro

4

NIM

1105130068

5

Tempat dan Tangal Lahir

Jakarta, 22 Febuari 1995

6

E-mail

7

No. Telepon/HP

082299744351

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

1.2. Sekretaris Bendahara

No

 

Biodata Diri

1

Nama

Rahmah Shabrina

2

Jenis Kelamin

Perempuan

3

Program Studi

Teknik Industri

4

NIM

1102134276

5

Tempat dan Tanggal Lahir

banjarmasin, 15 mei 1995

6

Email

7

No. Telepon/HP

082232131616

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

1.3.Tim Sistem

A. Koordinator Tim Sistem

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Ardian Dwi Cahyo

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

S1 Teknik Elektro

4

NIM

1105130043

5

Tempat dan Tangal Lahir

Ipuh, 17 Mei 1995

6

E-mail

dwicahyoardian@gmail.com

7

No. Telepon/HP

081320208058

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

B. Anggota Tim Sistem

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Lukman Pradita

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

S1 Teknik Elektro

4

NIM

1105130025

5

Tempat dan Tangal Lahir

Raman Fajar, 25 November 1994

6

E-mail

7

No. Telepon/HP

081226814915

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

M Arif W

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

S1 Teknik Elektro

4

NIM

1105134164

5

Tempat dan Tangal Lahir

Jember, 22 Agustus 1994

6

E-mail

7

No. Telepon/HP

083853334088

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

1.4. Tim Program

A. Koordinator Tim Program

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Fajar Ridho Wicaksono

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

Teknik Elektro

4

NIM

1102144195

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Gunungkidul, 12 Oktober 1995

6

Email

7

No. Telepon/HP

085643137130

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

B. Anggota Tim Program

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Rangga Jaya Andika

2

Jenis Kelamin

Laki - laki

3

Program Studi

S1 Teknik Elektro

4

NIM

1102144093

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Salatiga, 18 Mei 1996

6

Email

7

No. Telepon/HP

081291274339

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Nashsharino Rudino

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

S1 Teknik Elektro

4

NIM

1102142058

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Jakarta, 2 agustus 1996

6

Email

7

No. Telepon/HP

81221914534

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

1.5.Tim Mekanik

A. Koordinator Tim Mekanik

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Yusuf Pratama Ari Wiyono

2

Jenis Kelamin

Laki - laki

3

Program Studi

Teknik Elektro

4

NIM

1102144071

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Metro, 27 Desember 1995

6

Email

7

No. Telepon/HP

087724962937

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

B. Anggota Tim Mekanik

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Anggi Lesmana

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

S1-Teknik Industri

4

NIM

1102134372

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Subang, 21 Mei 1996

6

Email

7

No. Telepon/HP

089526832305

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Septi Kurniawan

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

Teknik Industri

4

NIM

1102130054

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Padang, 19 September 1994

6

Email

7

No. Telepon/HP

082320734546

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.

No

 

Biodata Diri

1

Nama Lengkap

Ikhsan Rahmawan

2

Jenis Kelamin

Laki - Laki

3

Program Studi

Teknik Industri

4

NIM

1201144191

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Mataram, 7 Juli 1996

6

Email

7

No. Telepon/HP

08776579290

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal KMLI 2016.