Anda di halaman 1dari 4

Henny Poerwanti

Pendiri PT. Bremar-Schifftechnik

Lahir : Surabaya, 14 Desember 1969


Namanya Henny Poerwanti. Saat ini menetap di Singapura dan memiliki sebuah
perusahaan yang bergerak di bidang konsultan perkapalan. Semasa kecil, Henny
dibesarkan oleh kedua orang tuanya yang tinggal di Surabaya dengan didikan sang
ayah yang memberikan semangat lain bahwa dia harus bekerja keras untuk
mendapatkan semua impiannya. Saat remaja, Henny Poerwanti mengemban
pendidikan dan mengambil Diploma Teknik Kelautan di Politeknik Perkapalan ITS pada
tahun 1989-1992. Setelah lulus dari Politeknik, Henny melanjutkan pendidikannya di
universitas 17 Agustus 1945 di Surabaya. Tidak cukup dengan itu, Henny melanjutkan
pendidikannya di negara lain yaitu Jerman dengan jurusan yang diambil adalah Naval
Architect & Meerestechnik di Bremen University of Applied Sciences pada tahun 20012005.
Henny Poerwanti merupakan pendiri PT. Bremar-Schifftechnik yang bekerja
dalam bidang konsultan perkapalan. Henny juga pernah mengsupport engineering
manager di Modec (pemilik FPSO terbesar di dunia). Berikut pengalaman Henny,
wanita Indonesia yang jago mendesain kapal. Perjalanan karir di bidang Industri

perkapalan dimulai sejak tahun 1992 di Kodja Bahari Jakarta. Pada waktu itu beliau
mendapat kehormatan dari Kampus Politeknik untuk mensupport GTZ. GTZ adalah
sebuah lembaga milik pemerintah Jerman yang bertugas membantu negara-negara
berkembang dalam memajukan negaranya. Apa hubungannya GTZ dengan dunai
perkapalan? Ketika itu Kodja Bahari menjadi salah satu galangan kapal terbesar kedua
di Indonesia yang menerima project pembangunan kapal penumpang Gotland Vessel
milik sebuah perusahaan Swedia. Awalnya, beliau mulai bekerja sebagai designer
perkapalan (specialis machinery/kamar mesin).
Kehidupan yang keras mulai dari mengerjakan design, hingga turun kelapangan
untuk inspeksi, lalu memberi petunjuk kepada para pekerja galangan sudah mulai
dirasakan sejak tahun 1992. Sebagai wanita yang bekerja di dunia yang keras dan bisa
menaklukkan kehebatan kaum adam sungguh merupakan kebanggan dan kepuasan
tersendiri. Bukan berarti tidak menghargai mereka, tetapi kemampuan otak,
kemampuan dalam hal mengatur orang, bernegosisasi dan juga menyelesaikan
berbagai macam problem di kantor maupun di lapangan merupakan tantangan
tersendiri, ungkap Henny Poerwanti.
Henny Poerwanti melanjutkan karir di bidang yang sama. Di sini prestasinya
banyak di belakang meja. Lebih banyak ke design daripada ke lapangan. Sejak itu dia
mulai fokus pada design kapal, mulai dari kapal untuk kepentingan militer, kapal tanker,
kapal cargo (bulk carrier) hingga kapal penumpang. Ketika mengerjakan kapal cargo,
Henny mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke negeri Belanda untuk mengikuti
training. Penjalanan yang tidak pernah dibayangkan dan diimpikan, tetapi menjadi
perjalanan karir adalah berangkat ke Jerman. Waktu itu sekitar tahun 1997 terjadi krisis
di Indonesia dan dunia pekapalan mulai sepi. Beliau memutuskan untuk berangkat ke
Jerman mengambil double degree di bidang design kapal. Di Jerman Henny tinggal di
Kota Bremen dan di situ ada sebuah universitas yang dikenal sangat bagus di bidang
perkapalan dan kelautan (marine & offhore). Dengan modal tekad dan kemampuan
bahasa Jerman, Henny melanjutkan study sembari bekerja sebagai partimer di
beberapa perusahaan dan galangan kapal.
Tiga bulan berada di Departement Engineering, tepatnya di bagian Mechanical
Engineering. Henny banyak belajar mengenai system, detail design dan bahkan DIN

(Standart Technik Jerman). Dan dia juga bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan
konsultant perkapalan, mulai dari bagian kontrol dokumen (doc control) hingga
mengerjakan design. Henny kemudian mendapat kesempatan bekerja di sebuah badan
klasifikasi kapal milik Inggris yaitu Lloys Register yang berada di Kota Hamburg.
Henny menyelesaikan sekolah tepat pada waktunya dan memutuskan untuk
pulang ke Indonesia (Mei 2006) dan menolak tawaran dari sebuah perusahaan untuk
bekerja di Jerman. Saya tetap wanita dan seorang istri, dimana harus mengikuti
kemana suami saya pergi dan anak-anak saya berada, ungkap Henny.
Di Indonesia Henny hanya sempat enam bulan saja dan bekerja di sebuah perusahaan
di Jakarta. Kemudian tahun 2007, tepatnya 6 Januari mendapatkan kesempatan untuk
bekerja di Galangan Kapal Sembawang di Singapura.
Di Singapura Henny sudah bekerja di lima perusahaan dan dua diantaranya
adalah galangan kapal Sembawang dan Keppelfels. Henny memulai bekerja di
Sembawang Shipyard, ikut berpartisipasi dalam dua proyek pentingnya membangun
Pipe Lying Vessel dan Jack Up Rig.
Dari Sembawang mendapat kesempatan bergabung dengan pembangun rig (rig
builder) terbesar di dunia yaitu Keppelfels dan ikut mengerjakan dua proyeknya. Dari
galangan kapal hingga bekerja sebagai sebagai senior engineer di perusahaan pemilik
kapal seperti Compas Energy dan Modec merupakan batu loncatan yang luar biasa.
Melalui perjuangan yang keras untuk bisa meyakinkan mereka bahwa sebagai wanita
juga mampu menjalankan pekerjaan itu. Begitulah perjalan karir seorang Henny
Poerwanti sebelum mampu membangun perusahaannya sendiri.
Dari pengalaman-pengalaman itulah Henny dapat membangun perusahaannya
sendiri yaitu PT. Bremar-Schifftechnik, dengan bermodalkan tekad yang kuat serta
pengalaman yang melekat pada dirinya pada bidang maritime terutama pada bidang
perkapalan. Dibantu dengan relasi yang dia dapatkan dan pengalaman semasa dia
mengamban proses pendidikan maupun saat bekerja di berbagai perusahaan
sebelumnya menjadikan perusahaan yang ia bangun menjadi lebih kuat dan pastinya
akan lebih berkembang menjadi lebih baik.

Hal penting yang dilakukan untuk membuat perusahaan maju:


Dengan membangun reputasi yang solid di dalam Bremar Schifftechnik, beliau
percaya bahwa semangat bersama dengan komitmen akan menjadi kombinasi yang
dinamis untuk kepentingan investasi klien. Dan persiapan langkah perusahaan yang
matang sesuai dari visi atau misi perusahaan dapat meminimalisir semua resiko yang
dapat tercipta. Dengan diimbangi para pekerja yang berpengalaman di bidangnya
masing-masing, hal tersebut dapat meningkatkan mutu dari sebuah perusahaan.