Anda di halaman 1dari 4

BAB III METODE PENELITIA

3.1 Peralatan dan Material


3.1.1

Peralatan

Peralatan kerja yang diperlukan antara lain :


1. Mesin shotcrete, yang pada pelaksanaan ini dipakai mesin shotcrete Turbosol
spraying machine type TSB 215.
2. Kompressor dengan working pressure 7 bar dan kapasitas minimum 250 cfm.
3. Sumber Listrik PLN atau generator +/- 10 kVa 3 x 380 V/50 Hz.
4. Pompa Air dengan working pressure 2 5 bar dan kapasitas 501/menit.

3.1.2 Material
Pekerjaan shotcrete yang diaplikasikan untuk perbaikan struktur diperlukan
mutu bahan yang konsisten dan baik pencampurannya. Untuk itu biasanya
menggunakan ready-pack Shotpach 20 S ex BASF atau site mix
Adapun bahan dasar shotcrete site mix terdiri dari :
1.

Portland cement

2.

Pasir 0 5 mm yang bersih dan kering.

3.

Air

4.

Bahan admixture (ex-BASF) untuk memperoleh mutu beton yang


diinginkan.

Bahan bahan Pembentuk lainnya :


Tambahan material pada shotcrete digunakan untuk mengubah waktu
penyetingan dan mudah tidaknya dialirkan (fluidity). Material tambahan itu
adalah :
1. Kalsium Klorida (CaCl2)
2. Debu terbang (fly ash)
3. Accelerator
4. Water Reducer (plasticizer dan superplasticizers)
5. Microsilica (silica fume)
6. Hydration Control
7. Fibre (Serat)
3.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian di PT. Freeport Indonesia Tembagapura Tambang bawah
tanah judul ini dipilih untuk mempelajari aspek keteknikan dari Evaluasi teknis
penggunaan shotcrete dalam usaha untuk mereparasi panel (Tunnel) penambangan.

3.3 Tahap-Tahap Pelaksanaan Penelitian


Di dalam melaksanakan penelitian permasalahan ini, penulis menggabungkan
antara teori dengan data-data lapangan, sehingga dari keduanya didapat pendekatan
penyelesaian masalah.
Langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini adalah :

1.

Pengambilan data-data, antara lain :


a.

Data Umum tentang Lokasi, Topografi, Geologi serta


Sistem Penambangan

2.

b.

Pengambilan data-data antara lain (Jv, Jr, Ja, Jw, SRF)

c.

Nilai Slump Test dari shotcrete (Cone Slump Test)

d.

Nilai Kekuatan Awal shotcrete (Early Srength)

e.

Nilai Uniaksial Compressive Strength (Cylinder Sample)

f.

Nilai Round Pannel Test (Round Determined Panel)

g.

Nilai Square Test (Uniaksial Compressive Strength)

h.

Komposisi Bahan Campuran shotcrete (Mix Design)

i.

Proses Mixing hingga penempatan shotcrete di lokasi


Pengolahan data

Dari data yang didapat, kemudian dihitung dengan menggunakan rumus-rumus


yang ada.
3.

Analisis pengolahan data


Menganalisis hasil dari pengolahan data dan memberikan alternatif perbaikan
sistem yang sudah ada.

4.

Kesimpulan

3.4 Diagram alir Penelitian


Start
Studi Literatur
Peninjauan Lokasi dan
Pengambilan Data

Data Primer

Data Sekunder

Batching and Mixing, Delivery,


Placement
Data ketebalan shotcrete
Nilai slump test dari shotcrete (cone
slump test
Nilai kekuatan awal shotcrete (Early
Srength)
Uji Laboratorium (Uniaksial
Compressive Strength, Round Pannel
Test, Square Test)

Pengolahan Data
(Evaluasi dan Validasi)
Tidak

Data Cukup dan Valid

Analisa

Ya

Kesimpulan dan Saran


Stop
Diagram Alir Penelitian

Sifat Fisik dan Mekanik Batuan


Peta Geologi
Rock Mass Data
Peta Area Penambangan dan Standard
Drift PTFI