Anda di halaman 1dari 16

Pemasangan Bekisting Plat Lantai

Tujuan
Tujuan pemasangan bekisting plat lantai adalah untuk mengetahui cara
pelaksanaan dilapangan serta untuk mengatasi masalah pada saat pengerjaan
berlangsung.

Dasar Teori
Dalam pemasangan bekisting plat lantai ini yang sangat diperhatikan
adalah ketegakan dan kesikuan antara bekisting kolom dan bekisting balok,
karena apabila kedua bekisting ini tidak siku dan merata, maka kedataran dan
kesikuan bekisting pada plat lantai tidak memenuhi syarat.

Peralatan dan Bahan


Peralatan yang digunakan :
1.

Scapolding

2.

Tangga

3.

Palu besi

4.

Meteran 5 meter

5.

Linggis

6.

Siku

7.

Waterpass

8.

Pensil

Bahan yang digunakan :


1.

Paku

2.

Multriplek

3.

Balok kayu ukuran 7/10

Langkah Kerja
1.

Siapkan alat serta bahan yang akan digunakan.

2.

Pasang perancah dengan kuat dan baik.

3.

Atur posisi perancah dengan baik sesuai dengan posisi yang diinginkan.

4.
Taruklah balok kayu 7/10 dengan posisi memanjang dan sejajar dengan
bekisting balok.
5.

Ukur kesikuan balok kayu dengan menggunakan waterpass.

6.
Setelah penarukan semua selesai, maka baru proses penarukan multiplek
diatas balok kayu tersebut.
7.

Dan ukur kesikuan penarukan multiplek dengan menggunakan waterpass.

PABRIKASI BEKISTING BALOK DAN


PELAT LANTAI
Ahadi
Bekisting, Metode kerja
3 Comments

Bentuk dan ukuran balok dan pelat lantai pada proyek ini adalah tipikal (sama) dari
lantai ke lantai, sehingga digunakan bekisting dengan sistem flying table
form (bekisting berbentuk meja yang dapat dengan mudah dipindah-pindah seperti
melayang menggunakan tower crane). Dengan penggunaan sistem ini akan lebih
cepat/menghemat waktu dan biaya dalam pengerjaannya. Setelah proses
perakitan alumalite table form dan pembuatan bekisting balok dan pelat lantai di
los kerja kayu telah dilakukan, tahapan selanjutnya adalah pemasangan bekisting di
area yang telah direncanakan dengan menggunakan tower crane.
Bahan terdiri dari:

Screwjack (pengatur ketinggian table form)

Staff (tiang penyangga table form)

Spandrels/truss (balok memanjang penahan beban)

Crossbrace connectors (pengaku dan penghubung antar spandrels /truss)

Aluma beams/stringer (balok melintang sebagai perata beban)

Plywood phenol film (t = 18 mm)

Kayu kaso 5/7

Paku

Alumalite lowering device

Roda bantu

Oil form
Tenaga kerja:
Tukang kayu terampil dan mengerti lingkup pekerjaan bekisting.
Mandor dan pelaksana yang dapat membaca shop drawing/for
construtiondengan baik.
Alat berupa:

Theodolite

Waterpass

Bor listrik

Benang

Kunci Inggris

Unting-unting

Palu

Meteran

Gergaji
Metode kerja pabrikasi bekisting balok dan pelat lantai seperti berikut.
1)
Pembuatan bekisting balok dan pelat lantai dikerjakan di los kerja kayu, yaitu
pemotongan plywood sesuai dengan luas sisi balok dan pelat lantai.
2)
Untuk perkuatan arah memanjang pada sisi balok , dipasang kayu kaso 5/7
(dipasang vertikal) setiap 50 cm, dengan cara memaku ke dalam plywood.
Sedangkan bagian atas dan bawah balok dipasang kayu kaso 5/7 dengan arah
horisontal.
3)
Pada bekisting pelat lantai, pemasangan plywood disatukan dengan
rangkaian Aluma beams/stringer dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan.

Gambar 1.1 Pekerjaan Bekisting Balok dan Pelat Lantai


Metode kerja pabrikasi alumalite table form seperti berikut.
1)
Pemasangan screwjack yang sudah diatur
ketinggiannya. Kemudianscrewjack dimasukkan ke dalam staff.
2)
Pemasangan staff ke dalam outer leg dengan cara memasukkan U-pin ke
dalam lubang yang terdapat pada ke duanya.
3)
Pemasangan spandrels/truss arah memanjang table form. Pemasangan ini
dilakukan dengan mengencangkan baut antara spandrels/truss dengancrossbrace
connectors.
4)
Pemasangan strongback diatas spandrels/truss dengan cara
memasangaluma clamp kemudian dikencangkan dengan baut.
5)

Pemasangan crossbrace connectors di antara ke dua rangakaian table form.

6)
Pemasangan aluma beams/stringer yang
menghubungkan spandrelsdengan aluma joist (bagian dari bekisting pelat lantai) ke
arah memanjang table form.
7)
Pemasangan bekisting pelat lantai yang telah
terangkai plywood denganaluma beams ke arah melintang table form.

Gambar 1.2 Perangkaian Alumalite Table Form

Gambar 1.3 Rangkaian Serta Bagian Alumalite Table Form


keterangan gambar:

Bekisting pelat lantai dari plywood dan rangkaian aluma beams

Aluma beam

Strongback

Crossbrace

Outer leg

Spandrels/truss

Staff

Screwjack
oleh: Chairil Nizar

BEKISTING KAYU
1.1 LATAR BELAKANG
Saat ini struktur bangunan gedung lebih didominasi oleh beton. Berbeda
dengan struktur kayu dan baja, beton memiliki keunggukan tersendiri yaitu
mudah untuk di bentuk. Kemudahan untuk dibentuk tersebut karena keplastisan
beton segar yang dapat di cetak sesuai bentuk yang direncanakan. Cetakan
beton tersebut lebih di kenal dengan nama bekisting (cetakan) baik untuk
mendapatkan bentuk yang di rencanakan dan pengerasan beton itu sendiri.
Acuan dan perancah (bekisting) merupakan suatu konstruksi sementara,
dikatakan smentara dikarenakan konstruksi acuan dan perancah akan dibongkar
kembali apabila beton sudah cukup umur. Dengan demikia, dalam
perencanaannya harus memnuhi persyaratan-persyaratan seperti, bioaya,
kekuatan, kemudahan dalam pemasangan dan pembongkaran dll. Kwalitas
bekisting dapat menentukan bentuk dan rupa bekisting. Oleh karena itu,
bekisting harus di buat dari bahan yang bermutu dan perencanaa pembuatannya
pun harus diperhatikan dengan baik, agar beton tidak mengalami lendutan dan
lentur saat proser pengecoran.

BAB II URAIAN
2.1 PENGERTIAN
Acuan cetakan beton atau bekisting (perancah) ialah suatu konstruksi
sementara yang di dalamnya atau di atasnya dapat di stel baja tulangan dan
sebagai wadah dari adukan beton yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang kita
dikehendaki. Jadi acuan dan cetakan beton harus dapat menahan berat baja
tulangan, adukan beton yang dicorkan, pekerja-pekerja pengecor beton dan lain
sebagainya, sampai beton mengeras, sehingga dapat menahan berat sendiri dan
sebagian dari beban kerja.
Pada cetakan biasanya terdiri dari bidang-bidang bagian bawah dan
samping. Papan-papan bagian bawah dari cetakan yang tidak terletak langsung
di atas tanah harus dipikul oleh gelagar-gelagar acuan,sedangkan gelagar acuan
itu harus di dukung oleh tiang-tiang acuan. Gelagar acuan dan tiang acuan
adalah suatu konstruksi sementara, yang gunanya untuk mendukung cetakan
beton. Pada konstruksi beton yang langsung terletak di atas tanah, bagian
bawah tidak perlu di beri cetakan, tetapi cukup dipasang lantai kerja dari beton
dengan campuran 1sp : 3ps : 5kr yang tebalnya 5 cm. jadi yang perlu di beri
papan cetakan cukup bagian samping saja.
Persyaratan umum dalam mendesain suatu struktur, baik struktur
permanen maupun sementara seperti bekisting setidaknya ada 3 persyaratan
yang harus dipenuhi, yaitu:

1.

Syarat Kekuatan, yaitu bagaimana material bekisting


kayu tidak patah ketika menerima beban yang bekerja.

seperti

balok

2.

Syarat Kekakuan, yaitu bagaimana meterial bekisting tidak mengalami


perubahan bentuk / deformasi yang berarti, sehingga tidak membuat struktur
sia-sia.

3.

Syarat Stabilitas, yang berarti bahwa balok bekisting dan tiang/perancah tidak
runtuh tiba-tiba akibat gaya yang bekerja.

Ada 3 tujuan penting yang harus diperhatikan dalam membangun dan


merancang bekisting, yaitu :
1.

Kualitas : Bekisting harus didesain dan dibuat dengan kekakuan (stiffness) dan
keakurasian sehingga bentuk, ukuran, posisi dan penyelesaian dari pengecoran
dapat dilaksanakan sesuai toleransi yang diinginkan.

2.

Keselamatan : Bekisting harus didirikan dengan kekuatan yang cukup dan faktor
keamanan yang memadai sehingga sanggup menahan/menyangga seluruh
beban hidup dan mati tanpa mengalami keruntuhan atau berbahaya bagi pekerja
dan konstruksi beton.

3.

Ekonomis ; Bekisting harus di buat secara efisien, meminimalisasi waktu dan


biaya dalam proses pelaksanaan dan skedul demi keuntungan kontraktor dan
owner (pemilik)

2.2 BEKISTING KAYU

Bekisting kolom

Pada pemakaian papan cetakan dari kayu biasanya dipakai ukuran


tebal 2-3 cm, sedangkan lebarnya 15-20 cm, itu digunakan pada pekerjaan yang
sifatnya un expose dan bervolume kecil, contoh : sloof, kolom praktis, ringbalk
dll. Sedangkan untuk pekerjaan yg sifatnya expose dan bervolume besar
bekisting menggunakan multipleks yang memiliki ketebalan 3-9mm. untuk
gelagar acuan biasanya ukuran kayuialah 3-7 cm.

Bekisting balok

Tiang-tiang acuan dari kayu, dulu banyak dipakai bentuk penampang balok
persegi empat atau bujur sangkar, tetapi sekarang banyak di pakai kayu yang
berpenampang bulat ( dolk ) dengan garis tengah 7 sampai 13 cm, juga bisa
menggunakan scalfolding yang terbuat dari besi.
Meskipun cetakan dan acuan di buat dari kayu yang murah, tetapi
kayu harus cukup baik dan tidak boleh terlalu basah, sebab kayu yang terlalu
basah akan mudah melengkung dan pecah. Kayu-kayu untuk cetakan dan
acuan dapat dipakai beberapa kali, tergantung dari mutu kayunya, mungkin juga
hanya dapat dipakai satu kali, bila mutu kayunya jelek.
Pembuatan suatu cetakan dan acuan, meskipun kelihatannya
pekerjaan kasar, tetapi harus dipenuhi persyaratan ketepatan ukuran dan
keteguhan, sebab cetakan dan acuan harus kuat, tidak berubah bentuk waktu
dicor beton, mudah dibongkar dan murah.

2.2 BAGIAN BAGIAN BEKISTING KAYU

Cetakan
b)

Gelagar balok

c)

Gelagar untuk cetakan lantai / cetakan balok

d)

Papan penjepit cetakan


Bagian perancah :

e)

Tiang perancah

f)

Baji

g)

Landasan
Papan Cetakan

o
o

o
o

Cetakan balok bisa terbuat dari papan maupun multipleks. Apabila


acuannya menggunakan papan maka perlu menyambung papan cetakan
tersebut dengan beberapa klem perangkai. Yang perlu diperhatikan adalah
kerapatan dari sambungan sambungan yang dibuat, sehingga air semen tidak
keluar melalui celah celah sambungan.
Untuk mencegah bagian bawah bekisting terbuka saat beton dicor, harus
dibuatkan klem penjepit, dapat berupa papan ataupun balok kayu ukuran 5/7.
Sedangkan untuk balok yang tingginya lebih dari 55 cm, pada cetakan
samping perlu ditahan untuk menahan lentur dan dibuatkan skor.
Tiang Perancah
Acuan dapat menumpu pada satu tiang ataupun dua tiang, sesuai
keperluannya. Apabila menggunakan satu tiang maka perletakan tiang dipasang
di tengah, dan bila menggunakan dua tiang maka perletakannya pada bagian
tepi.
Jarak antar tiang arah memanjang dibuat sama dengan jarak klam
perangkai, sedang jarak antar tiang arah lebarnya tergantung dari lebar balok.
Untuk perancah dari kayu untuk menyetel ketinggian, di bagian bawah
tiang perancah diberi baji, sehingga akan memudahkan menaik-turunkan
ketinggian yang ditentukan. Sedangkan bila perancah dari baja untuk menyetel
ketinggian sudah terdapat ulir yang berfungsi untuk menaik - turunkan
ketinggian tiang perancah.
Agar tiang perancah tidak amblas ke dalam tanah dipakai papan alas.

PEMAKUAN CETAKAN
1. Pemakuan yang berhubungan langsung dengan cetakan berfungsi sebagai
pegangan agar tidak bergeser, sehingga pemakuan hanya sedikit saja dan
panjang paku tidak terlalu panjang.
2. Untuk pemakuan yang lain minimal dua buah paku dan dibuat tidak segaris.
SAMBUNGAN
1. Sambungan untuk cetakan bawah ( papan dengan papan ), diletakkan ditengah
tumpuan dan masing masing sisi dipaku 2 buah paku.
2. Sambungan untuk cetakan samping ( papan dengan papan ), papan dirangkai
dengan menggunakan klam perangkai, sambungan tersebut tidak boleh segaris.

3. Sambungan gelagar dengan tiang pada konstruksi sederhana, gelagarnya


memakai papan dan sambungan dengan tiang cukup dipakukan saja. Untuk
konstruksi yang memikul beban berat, gelagarnya memakai balok 6/12 untuk
gelagar utama, sedang pembaginya ukuran 5/7.
Sambungan tiang dengan tiang, penempatan sambungan ini jangan diletakkan
pada tengah dari tinggi tiang, karena daerah ini terjadi tekuk yg paling besar.
Dan peletakan sambungan ini untuk satu dan lainnya jangan segaris lurus.

METODA PELAKSANAAN
:
:

Memasang Bekisting
Unit ini berlaku pada pembuatan bekisting untuk pekerjaan pengecoran
beton pada bangunan gedung
Sub Kompetensi

1.

Memilih sistem, rencana dan


persiapan kerja

Kriteria Unjuk Kerja


1.1. Spesifikasi pekerjaan bekisting dikenali
dan dipahami
1.2. Lokasi dan kebutuhan konstruksi
bekisting diidentifikasi dari gambar
pekerjaan beton
1.3. Sistem bekisting dipilih sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan dan sistem perancah
yang digunakan.

2.

Melaksanakan pekerjaan
persiapan pembuatan dan
pemasangan bekisting

2.1. Material/ kuantitas kebutuhan sistem


bekisting ditentukan sesuai dengan
kebutuhan dan spesifikasi konstruksi
bekisting
2.2. Peralatan keamanan dan keselamatan
diri dipilih, dan dipakai dengan benar.
2.3. Peralatan pertukangan dipilih dan dipakai
secara benar dan dicek kemampuannya.
2.4. Kunci titik acuan/garis/grid diletakkan
secara tepat sesuai dengan gambar kerja
atau shop drawing.
2.5. Papan-papan/ panel penutup bekisiting
dipotong sesuai kebutuhan

3.

Merakit bekisting kolom

3.1. Sistem sambungan dan sistem perkuatan

bekisting kolom dipilih sesuai dengan


kebutuhan atau gambar shop drawing.
3.2. Papan-papan atau panel kayu lapis yang
telah dipotong dirakit menjadi bekisting
sesuai dengan bentuk dan ukuran kolom,
sebagaimana gambar shop drawing
3.3. Perkuatan-perkuatan bekisting dipasang
untuk menjamin bekisting tidak berubah
bentuk akibat tekanan cor beton.
4.

Memasang bekisting kolom atau


4.1. Bekisting kolom atau dinding didirikan
dinding
pada tempat dan elevasi yang telah
ditentukan sesuai dengan gambar kerja
atau shop drawing
4.2. Perkuatan diagonal dipasang,
kevertikalan diukur dengan lot, kemudian
perkuatan diagonal dimatikan.

5.

Memasang bekisting balok dan5.1. Papan-papan/ panel penutup bekisting


pelat lantai
dipotong dan dipasang di atas perancah
sesuai dengan bentuk balok/ pelat lantai
5.2. Perkuatan-perkuatan bekisting dipasang
untuk menjamin bekisting tidak berubah
bentuk akibat tekanan cor beton.
5.3. Lis tali air, nat, dll, dipasang sesuai
dengan gambar

6.

Membereskan pekerjaan

6.1. Daerah kerja dibereskan.


6.2. Limbah dan bahan-bahan sisa yang tidak
diperlukan dibuang, sisa kayu yang masih
dapat dipakai disimpan.
6.3. Peralatan dan alat bantu kerja
dibersihkan, disimpan dan dirawat.

Persyaratan Unjuk Kerja


1.
2.

Unit ini berlaku untuk seluruh tipe bekisting kayu di atas tanah untuk
membentuk kolom, dinding, balok atau pelat lantai beton bertulang.
Bahan yang dipakai meliputi:

papan kayu

balok kayu

kayu lapis

3.

Persyaratan Jaminan Kualitas meliputi:

prosedur dan pengoperasian tempat kerja


prosedur kerja
kualitas bahan
prosedur pengendalian kualitas
penggunaan dan perawatan perlengkapan
kepedulian terhadap spesifikasi pekerjaan
ketelitian pengukuran
finishing permukaan beton

4.

Persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja harus mengacu pada undangundang atau peraturan daerah yang berlaku, dan setidaknya mencakup:
lingkungan dan keselamatan tempat kerja
perlengkapan dan pakaian keselamatan kerja
penggunaan peralatan dan perlengkapan
penanganan bahan
perlengkapan keselamatan
lantai kerja
pekerjaan yang dilakukan di atas perancah
resiko keselamatan

5.

Perlengkapan dan pakaian keselamatan kerja meliputi:

sepatu kerja

sarung tangan

helm proyek
pakaian kerja

6.

Peralatan dan perlengkapan dapat meliputi tetapi tidak terbatas pada:


alat ukur meteran
waterpas/penyipat datar
pesawat penyipat datar
benang
unting-unting
siku/pasekon
mistar
pola cetakan
klem/alat perapat
perancah
bangku kerja
palu
pahat
ketam

bor listrik
mesin lamelo

router listrik
gergaji

ampelas
obeng
Acuan Penilaian
Kompetensi ditunjukkan dengan membuat dan memasang bekisting untuk
pekerjaan pengecoran kolom, dinding, balok atau pelat lantai beton bertulang.
(1) Aspek-aspek kritikal

Kompetensi harus diamati dalam hal-hal:


menunjukan kesesuaian dengan peraturan peselamatan yang berlaku
untuk tempat kerja.
menunjukkan kesesuaian dengan prosedur kualitas organisasi dan
proses dalam konteks pembuatan dan pemaangan bekisting.
merencanakan dan mengurutkan proses pekerjaan dalam suatu logika
yang benar
memilih dan menggunakan proses, peralatan dan perabot yang sesuai
memasang, membentuk dan menempatkan bekisting sesuai
dengan shop drawing
memberi perhatian pada ketelitian pengukuran, kelurusan, dan
kerataan elevasi bekisting
membersihkan dan melapisi bekisting dengan bahan pelapis sebelum
pemasangan tulangan
komunikasi interaksi dengan orang lain untuk memastikan keamanan
dan efektifitas proses pelaksanaan
(2) Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain :
).A. Melaksanakan pengukuran di lapangan
).A. Mengukur dan menghitung kebutuhan bahan
).A. Memahami dan menginterprestasikan gambar kerja dan
spesifikasi bahan
).A. Membangun perancah

(3) Pengetahuan dan ketrampilan yang mendukung:


Pengetahuan tentang:
Tempat kerja dan peralatan keselamatan, termasuk peraturanperaturan keselamatan yang relevan
Tipe-tipe bekisting kayu
Konstruksi bekisting
Pengertian adanya beban merata pada bekisting ketika pengecoran

Gambar dan spesifikasi


Peralatan dan perabot
Bahan-bahan bekisting
Bahan dan alat penyetel dan pengaku
Penghitungan kebutuhan bahan
Pengukuran dan penentuan ketinggian (leveling)
Ketrampilan:
Kemampuan untuk:
kerja secara aman
mengorganisir kerja
membaca dan menginterpretasikan gambar serta spesifikasi.
memulai kerja
menggunakan alat atau perabotan
memperbaiki material
berkomunikasi secara efektif
menghitung kuantitas material
(4) Kondisi-kondisi yang harus dipenuhi:
Kondisi lokasi tempat kerja untuk pemasangan bekisting
Tempat kerja, peralatan dan perabot yang sesuai untuk konstruksi dan
proses pemasangan bekisting
Bahan dan sistem bekisting yang sesuai untuk konstruksi bekisitng
Gambar dan spesifikasi elemen struktural beton bertulang dan
bekisting yang disarankan.
(5) Metoda pengujian
Kompetensi diujikan dengan pengamatan langsung dengan memberikan
tugas dan pertanyaan tentang pengetahuan yang terkait.
Kompetensi diujikan di bawah pengecekan umum yang terpandu pada setiap
tahap proses dan pada keseluruhan aktivitas dengan melihat kriteria unjuk
kerja dan spesifikasi.

BAHAN PELEPAS CETAKAN


Berfungsi untuk mempermudah pelepasan atau mengurangi daya lekat
antara cetakan dan beton.
Bahan-bahan yang digunakan
1.

Minyak pelumas

2.

Meni

3.

Plastik

2.3 TYPE PEKERJAAN BEKISTING


1. Sistem konvensional / tradisional
oBanyak bahan terbuang
oTenaga kerja banyak
oWaktu kerja lama
oPemakaian berulang terbatas
2. Semi Sistem Konvensional
3. Sistem penuh / pabrikan

o Biaya investasi tinggi


o Umur pemakaian lama
o Multiguna
o Dilengkapi dengan gambar sistem
PERTIMBANGAN PEMILIHAN BEKISTING
1. Pertimbangan jenis pekerjaan
o Rumit / khusus . Tradisional / semi sistem
o Modulair . Semi sistem
o Tinggi / typikal . Sistem penuh
2.

Penguasaan teknologi SDM

3.

Ketersediaan peralatan

4.

Ekonomis

PEMBONGKARAN BEKISTING
Pembongkaran dilakukan bila umur beton telah mencapai cukup umur ( 28
hari ).Danbeton akan mencapai kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan
mampu memikul beban luar yang bekerja padanya.

BAB III. KESIMPULAN


Bekisting atau perancah sangat penting dalam pembuatan beton karena
dapat mempengaruhi bentuk dan kualitas dari beton tersebut. bekisting juga
tidak perlu menggunakan kayu yang mahal atau kayu yang kualitas bagus,
cukup dengan kayu yang biasa saja ataupun dengan kayu yang murah seperti
kayu/papan albasiah bekisting sudah bisa dibuat.