Anda di halaman 1dari 21

RANGKUMAN LESI-LESI INTRAORAL

Lesi primer / sekunder, Bentuk,Ukuran,Warna,Konsistensi,Lokasi, Keterangan Lain (seperti: Tekstur, Kedalaman,Mobilitas, dapat
dikerok/tidak...)
WHITE LESSION
No.

Diagnosa Lesi

Ciri Utama

Deskripsi Lesi

variasi normal
Warna putih hilang saat
peregangan/tekanan mukosa
Idiopatik,pemicu:rokok,nyirih,
alkohol, bakteri, saliva
Di mukosa bukal/bilateral

Lesi berupa bercak2 plak


berwarna putih atau abu2
menyebar bilateral. pada
permukaan mukosa bukal

Treatment

HEREDITARY CONDITIONS
1.

Leukoedema

2.

White Sponge Nevus

perlu karena tidak berbahaya


dan tidak berpotensi menjadi
keganasan.

Terdapat peninggian, Mukosa


tampak tebal, berlipat, bisa
dikerok,jinak
Warna tetap putih meski
diregangkan
Kelainan kongenital autosom
dominan (genetik)

Lesi berupa plak dan fisur


berukuran lebih dari 1 mm
berwarna putih, bilateral
pada mukosa tertekstur
irregular,
tidak
dapat
dikerok.

perlu, selama asymtomatik dan


jinak

Lesi
yang
berhubungan
dengan
traumakronis
(tekan,gigitan,gesekan)
Daerah keratinisasi : pipi,
bibir, ridge, mukosa bukal,
lateral lidah.

Lesi bercak, irreguler.

perlu,
buruk

variasi normal
Hiperkeratotik
karena
gesekan
sepanjang
garis
oklusal.
Garis bergelombang putih,
horizontal, terdapat
peninggian permukaan,
sepanjang M2-C.

Lesi berupa plak


dengan
lebar 1-2 mm berwarna
putih bilateral di sepanjang
M2-C bergelombang pada
garis oklusi di mukosa
bukal, tidak dapat dikerok.

perlu,

REACTIVE LESIONS
3.

Focal Hyperkeratosis

4.

Linea Alba

hilangkan

kebiasaan

5.

Nicotine Stomatitis

Smokers keratosis
Area:palatum
Ada noda nikotin pada gigi
Etio: Panas dan bahan
karsinogenik tembakau

Lesi keratosis
berwarna
putih
menyebar
dg
nodulus/titik
merah(red
dots) di palatum durum dan
terdapat noda nikotin pada
gigi.

Menghentikan
merokok

kebiasaan

6.

Smokeles Tobacco-Assosiated Lession

Lesi putih pada area mukosa


vestibulum/mukobukofold RB
Kebiasaan nginang
pH 8,2-9,3 mungkin menjadi
faktor penyebab perubahan
pada mukosa

Lesi putih berukuran <1


mm
pada
vestibulum/
mukobukofold
rahang
bawah tidak sakit.

Menghentikan
nginang

kebiasaan

Infeksi Epstenin-Barr virus


(EBV)
Berhubungan
dg
pasien
immunosupresi (ex: pasien
HIV-AIDS, transplantasi
Lesi seperti rambut.
HPA:CD4 &lim T rendah
Asimtomatik

Lesi berupa plak/bercak


berwarna putih irregular
bilateral/unilateral
pada
daerah
lateral
tepi
lidah/mukosa
bukal/ventral/dorsal lidah.

perawatan
hanya
(antivirus&antiretroviral):
aciclovir atau valaclovir

Pembesaran papila filiformis


dan
deskuamasi
papilla
filiformis serta peningkatan
keratinisasi papila white
hairy tongue.
Pemanjangan papila filiformis
1/3 pjg lidah&kehitaman
black hairy tongue karena
pengaruh makanan
Etio: perokok berat

Asimto
Lesi berupa desquamasi
pada dorsum lidah.

7.

Hairy Leukoplakia

8.

Hairy Tongue

PRE/NEOPLASTIC LESIONS
9.

Actinic /Soalr Cheilitis

10.

Idiopatic Leukoplakia,
leukoplakia

speckled

leukoplakia,

veruccous

Solar cheilitis
Paparan sinar UV
Area:vermilion bibir bawah

11.

OTHER WHITE LESIONS


Geographic Tongue

12.

Lichen Planus

Lesi berupa makula/ulceratif


(jk sdah parah) ireguler
berwarna
pucat
perak
keabu-abuan,
mengkilap
pada bibir bawah.

Biopsi pada pada ulser yang


persisten dan lesi indurasi
sun screen/sun block
Vermilionectomy
Eksisi atau reseksi-rekontruksi
jika terjadi perubahan menjadi
keganasan

Suatu lesi putih pada mukosa


mulut yang tidak dapat
diangkat
Lesi praganas. Human papillo
ma virus (HPV) mungkin ber
hubungan dengan patogenesis
nya.
(speckled & verrucous
leukoplakia)

bercak/ plak putih dengan


permukaan lesi tampak licin,
tebal dan berfisur pada
daerah
vertibulum,
bukal>palatal, alveolar ridge,
bibir > lidah, dan dasar mulut.
Speckled:
Granular,
bernodul
merah dan
putih,
arahnya
ke
keganasan.
Verrucous
Leukoplakia
Lesi
putih
padat,
permukaan berkeratin.

Biopsi, histopatologi
Hilangkan faktor iritasi &
penyebab
Pemantuan yang cermat

erythema migrans/ benign


migratory glositis.
Rekurens
Lesi membentuk pulau-pulau
pada dorsum lidah

Lesi berupa eritema, multiple


dikelilingi dengan peninggian
tipis berwarna putih sebagai
batasnya pada dorsum lidah.
Tampak pada area tertentu,
kemudian menghilang dan
berpindah tempat (patern
changes with time/ migratory
glositis)

Self limiting
Apabila terasa sakit
dapat diberikan antijamur
atau topikal kortikosteroid

Lesi disertai di tangan&kaki.


Lesi oral dari lichen planus
cenderung untuk lebih
menetap daripada yang ada di

Lesi berupa lapisan putih


berupa anyaman homogen/ tdk
homogen yg tdk terkelupas.
Garis

halus,

berwarna

Istirahat,
terapi
immunosupresan

steroid/

Biopsy dari bentuk atrofik dan


erosive harus dilakukan pada tepi

NON-EPITHELIAL WHITE YELLOW LESIONS


13.
Oral Candidiasis

14.

RED LESSION
No.

Fordyces Granules

Diagnosa Lesi

kulit.
Ada 2 tipe, erosi dan non
Kelainan
imunologik,
kemungkinan suatu penyakit
autoimun

keputihan
yang
saling
bersilangan disebut sebagai
striae Wickham terkadang
dapat terlihat pada permukaan
atau bagian tepi papula dan
plak dengan bagian atas yang
rata.
Sering ada di mukosa pipi.
Lidah, bibir, palatum, gusi dan
dasar mulut juga dapat terkena.

lesinya.

C. Albicans C. Tropicalis, C.
Glabrata.
Dapat dikerok
Klasif:
Akut
Pseudomembranous (white
colonies) trush
Athropic/ Erythematous (red
mucosa) antibiotic
stomatitis
Kronik
Athropic/ Erythematous (red
mucosa) denture sore
mouth, angular cheilitis,
Hyperplastic (white keratotic
plaque) Candida
leukoplakia, median rhomboid
glossitis.

Lesi berupa Plak putih/


krem, difus, kasar pada
mukosa bukal, lidah, dan
palatum lunak.

Trush
Hilangkan faktor penyebab.
Anti
jamur:
nystatin,
clotrimazole
(topikal)
mikonazole,
fluconazole,
ketokonazole (sitemik

variasi normal saat pubertas


berupa kelenjar sebasea
ektopik pada oral (secara
embrionik terperangkap
selama penggabungan
prosesus maksilaris &
mandibularis).

Lesi berupa papula putih/ krem


kekuningan,Multiple,
berkelompok, Kasar pada
di mukosa bukal,
bibir, mukosa bibir,
retromolar
pad,
gingica
cekat,
lidah, frenulum

Ciri Utama

Pseudomembranous type
Trush. Plak putih, akut dapat
dikerok
Erythematous type
Denture
sore
mouth
Kemerahan, akut.
Hyperplastic type
Median rhomboid glositis
Oval pd daerah dorsum

Deskripsi Lesi

perlu,

Treatment

1.

Congenital Hemangioma

Terjadi proliferasi pembuluh


darah
Jika ditekan kemerahan hilang
Ada 2 jenis cavilary dan
cavernosus

2.

Thalangiectasia

displasia dari kapiler


mudah
berdarah
epistaksis
genetik

Eksisi atau cryotherapy/ laser


therapy.

Terapi supportif

disertai

Lesi berupa Papula


merah
yang
multipel,
ukuran 1-2mm

3.

Pyogenic Granuloma

Lesi proliferasi jar.ikat


Etio:trauma
Masa jaringan ikat gingiva
Tidak menghasilkan pus

Lesi berupa nodul


Pada gingiva, bibir
bawah, mukosa bukal,
lidah.

Eksisi

4.

Giant Cell Granuloma

Lesi hiperplasi jaringan ikat


akibat respon injuri
multinucleated
giant
cell
(HPA).

Lesi berupa nodul


merah
diameter 1 cm.
Pada gingiva daerah
anterior sampai M1

Eksisi

5.

Erytroplakia

Suatu lesi premaligna, berwarna


merah
Idiopatik berhubungan dgn
tembakau
Asymtomatic

Lesi berupa bercak/


plak merah, permukaan
halus dan licin.

Eksisi

6.

Vitamin B Deficiency

Cheilitis & glositis


Sakit dan Seperti terbakar

Lesi kasar berfisur


pada permukaan bibir dan

Vit B kompleks

sudut mulut.
Atropi
erytema

7.

Pernicious Anemia

Atropi
erytema

sakit dan Seperti terbakar

VESICULO-BULLOUS
No.
Diagnosa Lesi
1.
Infeksi Herpes Simplex 1

Ciri Utama
Primmary herpetic ginngivous

papilla

dan

papilla

dan

Diet vitamin
parenteral

Deskripsi Lesi

B12

secara

Treatment

Acyclovir

2.

Infeksi Varicella Zoster

Infeksinya unilateral
Area: lidah dan mukosa

Acycovir

3.

Infeksi Coxsackie

Foot, hand and mouth disease

Lesi berupa vesikula

4.

Infeksi Measles

Muncul

Lesi berupa bercak

Asiklovir per oral atau topikal

bercak

di

mukosa

(Copliks Spot) sebelum muncul


bercak di tubuh

Jumlah multiple

5.

Phempigus Vulgaris

Dapat terjadi di kulit, mata, oral


Ada di mukosa bibir, pipi,
gingiva, palatum
Lesi bulla mudah pecah dan
meninggalkan erosi
Lesi kambuhan dan dapat
menyebar

Lesi primer berupa bulla


Lesi sekunder berupa erosi
Jumlah multiple

Steroid oral atau topikal atau


kombinasi

6.

Mucous Membrane Pemphigoid (MMP)

Lesi primer berupa bulla


Lesi sekunder bisa berupa
ulkus atau cicatrix

Steroid oral atau topikal atau


kombinasi

7.

Bullous Pemphigoid

Terbatas hanya di mukosa mata


dan oral
Ada di palatum, gingiva, dan
mukosa bukal
Lesi bulla lebih tebal dan dapat
bertahan
lama
dibanding
pemphigus vulgaris
Lesi meninggalkan cicatrix
Lebih banyak terjadi di kulit
dibanding mukosa oral
Di kulit terjadi di lipatan ketiak,
paha, dan perut paling sering
Lesi oral serupa dengan MMP,
pembeda dari tes Nikolsky (-)
sedang MMP (+)

Lesi primer berupa bulla


Lesi sekunder bisa berupa
ulkus atau cicatrix

Steroid sistemik
Antibiotik (tetrasiklin
erytromycin)

Ciri Utama
Akibat infeksi HPV
Sering pada pasien HIV/AIDS
Permukaan seperti kembang kol
Ukuran < 1 cm; jumlah single
Lokasi: lidah, dasar mulut,
palatum, uvula, vermilion
Lesi berbentuk menonjol dan

Deskripsi Lesi
Lesi primer berbentuk
verukal
Berwarna pink- putih

Treatment
Bedah eksisi
Pada orang HIV rekurensi
sering terjadi

Lesi

Pemeliharaan oral hygiene

VERRUCAL PAPILLARY
No.
Diagnosa Lesi
1.
Squamous Papiloma (Oral Wart)

2.

Papillary Hyperplasi (Palato Papiloma)

berbentuk

papula,

dan

multipel
Mengalami
kemerahan
(erytematous) dan edematous
(pembengkakan)
Seperti cobble stone atau
kumpulan batu
Akibat gigi tiruan lepas
Banyak di palatum durum
Akibat sifilis sekunder
Kebanyakan di kulit, bila di oral
tampak massa seperti jamur,
merah, lobuler
Lesi papiler dan rapuh

mayoritas bulat dan tumpul


Terikat
kuat
dengan
bangunan normalnya (tidak
mudah digerakan)

Terapi antifungal
Surgical removement

Lesi menonjol

Antibiotik untuk mengobati


Treponema

3.

Condyluma Latum

4.

Condyluma Acuminatum

Akibat HPV dan insidensi


meningkat pada HIV AIDS
Berbentuk papila lembut (tidak
begitu menonjol)
Sifat sesil (menyatu dengan
jaringan sekitar)

Lesi berupa nodul


Berwarna pink
Jumlah multiple

Surgical eksisi

5.

Focal Epithelial Hyperplasia (Hecks Disease)

Akibat iritasi lokal, HPV,


defisiensi vitamin
Massa nodul jaringan lunak
tersebar dan berkelompok
Terdapat di mukosa bukal,
labial, lidah, dan gingiva

Lesi berupa nodul


Jumlah multipel
Berwarna pink hingga putih

perawatan (terutama lesi yg


menyebar)
Surgical untuk lesi sedikit

6.

Keratoachantoma

Akibat sinar matahari, virus,


bahan kimia
Pada kulit atau bibir bawah
Lesi bisa single/ multipel

Lesi
awalnya
makula
merah> papula padat> 4-8
minggu>
nodul
padat,
menonjol, asimptomatik

Dapat regesi spontan


Surgical eksisi

7.

Verrucous Carcinoma

Akibat penggunaan tembakau

Lesi awal seperti verucal

Surgical

ORAL ULCERATION
No.
1.
Traumatic Ulcer

Diagnosa Lesi

dalam berbagai bentuk, virus


HPV
Pada mukosa bukal dan gingiva
Pada ginggiva lesi cekat
Banyak pada laki-laki >50 thn
Tidak metastase

Ciri Utama
Bentuk
ulcer
menyerupai
bentuk penyebab
Sembuh dalam 10 hari

a. Traumatic Ulcer Akut

Ulcer terasa nyeri


Berwarna kekuningan dengan
tepi merah
Sembuh dalam 7-10 hari
Sembuh membentuk epitel
normal kembali

b. Traumatic Ulcer Kronik

Ulcer tidak begitu nyeri


Berwarna kekuningan dengan
tepi ada scar atau cicatrix
Sembuh
membentuk
pengerasan epitel penggantinya

c. Traumatic Granuloma

Ulcer kronis
Lokasi biasanya di lidah
Dapat mencapai permukaan
mukosa yg dalam sampai otot
skelet

d. Riga Fede

Ulcer trauma akibat natal teeth

hyperplasi (superfisial dan


putih) > leukoplakia (batas
ireguler) > lesi menyebar
jaringan sekitar, bila tidak
dirawat bisa menembus
tulang

Deskripsi Lesi
-

Lesi berukuran 1-2 cm


Berwarna kecoklatan
Berjumlah single

Radioterapi
Kombinasi

Treatment
Hilangkan penyebab trauma

Hilangkan penyebab trauma

Hilangkan penyebab trauma

perawatan, self limiting


dalam beberapa minggu

Biasanya di ujung lidah

e. Necrotizing Sialometaplasia

2.

Infeksi Bakteri Sifilis


a. Fase primer (Lesi Chancre)

b. Fase sekunder (Condyluma Latum)


c. Fase tersier (Gumma)

Ulcer kronis
Lokasi biasanya di palatum
Akibat nekrosis iskemik gl.
saliva

Ulcer
tidak
nyeri
dan
mengalami indurasi
Berwarna kuning dengan tepi
membulat kemerahan
Tidak ada eksudat

Ulcer destruktif
Menyebabkan perforasi
Biasanya di palatum
Tidak nyeri

3.

Infeksi Gonorrhea

Ulcer multiple
Berbentuk erythema
Bisa terjadi di oral ataupun
faring

4.

Infeksi TB

Ulcer kronis

Lesi berjumlah
multipel

single/

perawatan, self limiting

Antibiotik
(penicilin,
ampisilin, ciprofloxacin)

Lesi berbentuk ireguler

Antituberculosis (Rifampicin,

Biasanya dilapisi eksudat abu


kekuningan
Sulit sembuh dan nyeri
Biasanya di dorsal lidah,
mukosa bukal, palatum
5.

Necrotizing Ulcerative Gingivitis (NUG)

6.

Fungal Infection
a. Deep Fungal Infection

b. Opportunistic Fungal Infection

7.

Reccurent Aphthous Ulcer (RAS)


a. Minor Aphthous Ulcers

b. Mayor Aphthous Ulcers

Berbatas tidak tegas

ethambutol)

Infeksi gingiva pada papila


interdental dan margin gingiva
Nyeri
Membentuk
pseudomembran
keabuan
Lesi dapat meluas menjadi
necrotizing ulcerative stomatitis

Antibiotik (metronidazole)
Perawatan gingiva

Antifungal
(Ketoconazole,
Fluconazole, Amphotericin
B)

Ulcer kronik
Susah sembuh
Ada indurasi
Nyeri
Jumlah single/ multipel

Infeksi oportunis pada pasien


DM
tidak
terkontrol,
HIV/AIDS, transplantasi organ,
dan dalam perawatan radiasi/
steroid
Ulcer sakit dan bengkak
Menyebabkan nekrosis
Invasif ke dinding arteri
Bentuk oval
Ukuran <5mm
Lokasi di bibir, mukosa bukal,
tongue
Jumlah 1-5
Sembuh dalam 7-14 hari
Bentuk oval

Lesi berwarna kehitaman

Amphotericin B

Kortikosteroid topikal
Antiseptic gargle

Kortikosteroid topikal

Ukuran >5mm
Lokasi di bibir, mukosa bukal,
tongue, palatum, faring
Jumlah 1-10
Sembuh dalam >30 hari

Antiseptic gargle

c. Herpetic Ulcers

Bentuk oval
Ukuran 1-2 mm
Lokasi di bibir, mukosa bukal,
tongue, palatum, dasar mulut,
faring, gingiva
Sembuh dalam 2-3 minggu

Kortikosteroid topikal
Antiseptic gargle

8.

Behcets Disease

Adanya RAS minor biasanya


Lesi bisa terjadi di mata,
genital, kulit

Kortikosteroid topikal

9.

Erythema Multiforme

Adanya lesi target di kulit


ekstrimitas

a. EM Minor

Ulcer oral multipel


Bentuk ireguler
Kadang diawali vesikel/ bulla
Di mukosa bukal, lidah, bibir,
palatum

perawatan, self limiting


Obat kumur

b. EM Mayor

12.

Squamous Cell Carcinoma

ORAL PIGMENTATION
No.
1.
Ferckle (Ephelis)

Diagnosa Lesi

2.

Oral/ Labial Melanotik Makula

3.

Melanositik Nevus (Tahi Lalat)

Melibatkan mulut, mata, kulit,


genital
Lesi awal bulla
Ulcer pada vermilion border
disertai nyeri
Faktor predisposisi: alkohol,
tembakau, sinar UV, infeksi
candida
Ulkus kronik, dapat diawali lesi
putih/ merah
Indurasi
dengan
margin
meninggi
Tidak
sembuh
dengan
pengobatan biasa
Di lidah, dasar mulut, bibir, pipi

Kortikosteroid topikal
Antifungal
Terapi suportif

Bedah eksisi
Radioterapi
kemoterapi

Ciri Utama
Lesi berbentuk makula coklat
muda hingga tua
Makin gelap akibat paparan
matahari
Ukuran tetap (1-3mm)
Terjadi di bibir dan kulit

Deskripsi Lesi
-

Diskolorisasi tunggal, rata,


berbatas tegas
Akibat pasca trauma/ radang
Ukuran < 1 cm
Berwarna biru, abu, coklat,
hitam
Di bibir bawah dekat midline,
gusi, mukosa bukal, palatum
mole
Umumnya di kulit, jarang di
oral
Ukuran < 5 mm
Di palatum durum, gingiva,
mukosa bukal

Lesi berupa makula

Lesi berupa makula atau


papula simetris berbentuk
kubah

Treatment
perawatan
Bedah untuk estetik

Biopsi
Pengamatan periodik

4.

a. Nevus Junctional

Umumnya di kulit, jarang di


mukosa
Ukuran <1 cm
Warna: coklat-hitam
Di palatum durum, gingiva, dan
mukosa bukal

Lesi berupa makula

Eksisi

b. Nevus Majemuk

Melanosit yang berproliferasi


ke jaringan ikat
Di palatum durum/ gingiva

Lesi berupa makula atau


papula

Eksisi

c. Nevus Intramukosa

Umum di oral
Berwarna coklat-hitam
Ukuran < 1 cm
Pada palatum durum/ gingiva

Lesi berupa papula sedikit


terangkat atau makula

Eksisi

d. Nevus Biru

Berwarna biru, makin pucat


seiring bertambah usia
Pada palatum durum

Lesi berbentuk papula


berbentuk
kubah
atau
makula datar
Ukuran < 1 cm

Eksisi

Melanoma

Neoplasma ganas
Lesi berupa bercak atau sedikit
timbul menjadi nodul
Tidak dapat digerakkan
Tepi ireguler
Warna coklat, abu, biru, atau
hitam

Bedah
Kemoterapi
Radioterapi
Immunoterapi

5.

Physiologic Pigmentation

Perubahan
warna
menjadi
kecoklatan
Pada gingiva
Simetris dan persisten

Lesi berupa makula atau


bercak

6.

Smokers Melanosis

Lesi berupa bercak


Tepi ireguler

Kurangi rokok

7.

Peutz-Jeghers Syndrome

Lesi
berupa
makula,
multipel
Mirip ephelis ukuran < 0,5
mm

pperawatan
Evaluasi GI dan konseling
genetik

8.

Addison Disease

Penyakit dominan autosom


Berwarna coklat
Pada bibir, mukosa bukal, lidah
anterior, gingiva, kulit sekitar
mata, hidung, telapak dan
punggung tangan serta kaki
Makula
dermal
memucat
seiring bertambah usia
Bercak oral menetap sampai
dewasa
Lesi berupa bercak atau makula
Berwarna biru hitam
Jumlah
multiple
dan
menyeluruh
Pada lidah dan bibir, lutut, siku,
lipatan telapak tangan

Pigmentasi akibat perokok berat


Pigemntasi diffuse dan asimetri
Warna kecoklatan
Pada anterior attached gingiva,
mukosa bukal, lateral lidah,
palatum, dasar mulut

Kortikosteroid sistemik

9.

Heavy Metal Pigmentation

Akibat deposit timah, merkuri,


bismut, perak pada jaringan oral
yang tertelan dalam jumlah
besar dan waktu lama
Ada kelainan neurologik, nyeri
intestine, sialorhae

Hentikan pemajanan logam


berat

a. Bismuth (pada Obat diare)

Diskolorisasi sepanjang sulcus


gingiva
Rasa logam dan terbakar
Warna biru hingga hitam
Makula pada mukosa bukal,
tepi gingiva dan lidah
Garis timah keabu-hitaman
Garis merkuri gelap pada
gingiva
Ulser oral
Rasa logam
Kerusakan periodontal dan
mulut rasa terbakar
Pigmentasi biru keabuan
Di mukosa mulut
Makula biru keabuan hingga
hitam
Bentuk ireguler
Pada gingiva, mukosa alveolar,
bukal, palatum, dan dasar mulut

Hentikan pemajanan logam berat

Hentikan pemajanan logam berat

Hentikan pemajanan logam berat

Hentikan pemajanan logam berat

Ciri Utama

Deskripsi Lesi

Treatment

b. Timah (pada cat dan pipa air)

c. Merkuri

d. Perak
10.

Amalgam Tatto

ORAL MANIFESTATION OF HIV/AIDS


No.
Diagnosa Lesi
1.
Oral Candidiasis
a. Erythematous Candidiasis

muncul pd angka CD4+ sel T

lesi patches merah, datar,

antifungal topikal (4x/hari)

b. Pseudomembranous candidiasis

2.

yg masih tinggi (400 sel/ml)


mengeluhkan sensasi terbakar
makanan asin/ pedas atau
minuman

multiple
asimptomatik
lokasi : dorsal lidah,
palatum durum, palatum
molle

Plak putih halus


Lokasi : mukosa bukal,
lidah, serta permukaan
mukosa oral lainnya

antifungal topikal (4x/hari)

fisur eritematus pd sudut


mulut.

antifungal topikal (4x/hari)

putih, hiperplasi,

antifungal topikal (4x/hari)

pita merah (lebar 2-3 mm)


sepanjang margin gingival
lokasi : paling sering di
sekitar gigi2 anterior
memanjang
ke
gigi2
posterior

debridement
0.12%
chlorhexidine
gluconate
suspension 2x sehari selama 2
minggu

Plak mudah hilang saat diusap

c. Angular cheilitis

Dpt muncul bersama atau tanpa


erythematous/
pseudomembranous candidiasis

d. hyperplastic candidiasis

tidak bisa dikerok

Periodontal Disease
a. Linear Gingival Erythema

dpt disertai maupun


bleeding
spontan
discomfort

b. Necrotizing Ulcerative Periodontitis

tanpa
dan

NUP merupakan tanda immune

Lesi ulserasi papila gingiva, gargle,


antisimptomatik

antibiotik,

suppression parah.
rasa sakit >> deep jaw
pain

c. Necrotizing Stomatitis

Mrpk lesi lanjutan dr NUP yg


tidak diobati

lesi ulceronekrotik

3.

Karposis Sarcoma

Kaposis
sarcoma
mrpkn
malignansi oral terkait HIV yg
paling sering terjadi.

lesi makula, nodula, atau injeksi lokal agen kemoterapetik


peninggian dan ulserasi
(vinblastine sulfate)
warna merah hingga ungu. surgical removal
Lokasi:palatal

4.

Parotid Enlargement dan Xerostomia

muncul pd tahap akhir infeksi


HIV

pembengkakan
unilateral/bilateral
disertai penurunan salivary
flow xerostomia

ORAL MANIFESTATION TO DRUG


No.
1.
Xerostomia

Diagnosa Lesi

Ciri Utama
ada penurunan sekresi
saliva atau penurunan
flow rate
ex
obat:
diuretic,
antispasm, antikolinergik,
antidepresan, dan anti
parkinson.

Parah:
analgesik sistemik,
antiinflamasi, antibiotik, dan/
atau steroid.

Deskripsi Lesi
-

Treatment
-

2.

Oral Burn

3.

Apthous Like Ulcer

4.

Lichenoid

disebabkan
oleh
penggunaan
obatobatankena mukosa
ex obat: aspirin, tablet
potassium.

Pertama muncul lesi putih,


namun lama kelamaan bias
menjadi ulcer

Muncul tiba-tiba
Ex
obat:
beta
bloker(captopril,
labetalol), NSAIDs, dan
sulfonamid.

Stomatitis tapi lebih regular


ada area erytema

Etiologic:
- hipersensitivitas obat Ex obat:
antimalarial, NSAID, captopril,
beta blokir.
-hipersensitivitas kontak
-idiopayik

white
striae
atau
papula seperti liken
planus -> ulceratif
di area mukosa bukal
dan attach gingiva

5.

Oral Pigmentation

Disebabkan
obat
seperti
Chloroquine dan Mepacrine
(Antimalaria) serta Minocycline
(Obat Jerawat)
Minocycline
akan
kelat
terhadap iron

Lesi
berupa
bercak
berwarna biru keabuan

6.

Angioedema

Disebabkan
obat
seperti
captopril,
carbamazepin,
cephalosporin, penicilin
Obat-obatan akan melepaskan
vasoaktin perbesaran ruang
intra sel edema

7.

Trigeminal Paraesthesia

Akibat obat acetazolamine

Kurangi konsumsi obat

8.

Involuntary Facial Movement

9.

Orofacial Pain (Oral Dysesthesia)

MUCOSAL INJURY
1.
Peripheral Giant Cell Granuloma

2.

Irritation Fibroma

(meningkatkan potasium
memperngaruhi saraf
kesemutan/ paraesthasia)
Akibat
butyrophenones,
phenothiazine,
tricyclic
antidepresan
Obat akan memblok dopamin
gerakan tidak teratur
kedutan
Disebut juga Burning Mouth
Syndrome
Akibat penicilin, griseofulvin

Epulis Fissuratum

Terjadi hanya pada rahang


(gingiva, pros.alv, biasanya
anterior molar)
40-60th

Lesi berupa nodul

Bedah

Akibat trauma seperti tergigit

Lokasi gingiva, mukosa


bukal,
lidah,
bibir,
palatum.
Nodul

Bedah

3.

Elongasi vestibulum

Lesi ulcer

Bedah

4.

Gingival Enlargement

Perubahan
Hormonal
(hamil/puber)
Dapat diakibatkan obat
a. Phenytoin (meningkatkan
proliferasi gingiva)
b. Nefedipine (menyebabkan
hiperplasi epitel gingiva)

6.

Oral Mucositis

Pada pasien yang radioterapi


pada leher dan kepala.
Obat radioterapi (menyebabkan
atrofi sel mukosa mukosa
lebih tipis rentan dengan
inflamasi)

Erythema
Ulceration
Pain

Anda mungkin juga menyukai