Anda di halaman 1dari 5

ALAT MUSIK TRADISIONAL

1. SALUANG

Suling adalah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu atau terbuat dari bambu.
Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik.
Suling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak,emas atau campuran
keduanya. Sedangkan suling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak, atau logam
yang dilapisi perak.
Suling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai
dari middle C. Akan tetapi, pada beberapa suling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk
mencapai nada B di bawah middle C. Ini berarti suling merupakan salah satu alat musik orkes
yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari suling. Piccolo adalah suling kecil yang
ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari suling konser standar. Piccolo juga umumnya digunakan
dalam orkes.
Suling konser modern memiliki banyak pilihan. Thumb key B-flat (diciptakan dan
dirintis oleh Briccialdi) standar. B foot joint, akan tetapi, adalah pilihan ekstra untuk model
menengah ke atas dan profesional.
Suling open-holed, juga biasa disebut French Flute (di mana beberapa kunci memiliki
lubang di tengahnya sehingga pemain harus menutupnya dengan jarinya) umum pada pemain
tingkat konser. Namun beberapa pemain suling (terutama para pelajar, dan bahkan beberapa
para ahli) memilih closed-hole plateau key. Para pelajar umumnya menggunakan penutup
sementara untuk menutup lubang tersebut sampai mereka berhasil menguasai penempatan
jari yang sangat tepat.

2. ANGKLUNG

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional
berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik
ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh
benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan
nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat
musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

3. KECAPI

Alat Musik Tradisional kecapi merupakan alat musik kelasik yang selalu mewarnai
beberapa kesenian di tanah Sunda ini. Membuat kecapi bukanlah hal gampang. Meski sekilas
tampak kecapi seperti alat musik sederhana, tetapi membuatnya tidaklah gampang. Untuk
bahan bakunya saja terbuat dari kayu Kenanga yang terlebih dahulu direndam selama tiga
bulan. Sedangkan senarnya, kalau ingin menghasilkan nada yang bagus, harus dari kawat
suasa (logam campuran emas dan tembaga), seperti kecapi yang dibuat tempo dulu.
Berhubung suasa saat ini harganya mahal, senar Kecapi sekarang lebih menggunakan kawat
baja.
Nada dalam kecapi sunda memiliki 5 ( pentatonis ) tangga nada yaitu Da, Mi, Na, Ti, La,
. Pasangan alat musik kecapi sunda ini biasanya adalah suling sunda yang terbuat dari
bambu. Alunan musik yang mengalir akan terasa mempesona pada telinga kita jika di
mainkan keduanya. Kalau saya sendiri suka rindu akan kampung halaman.

4. KENDANG

Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan
(kambing). Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di daerah
Jawa Barat kendang mempunyai peranan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah,
Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik
untuk mengiringi tarian, wayang dan ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang
dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis alat musik yang
biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. rebana dapat dijumpai hampir di
sebagian wilayah Indonesia.

5. TIFA

Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku dan
Papua. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi
tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa
Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.
Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik
ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi
ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan
untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Bentuknyapun biasanya dibuat dengan
ukiran. Setiap suku di Maluku dan Papua memiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing.
Tifa biasanya digunakan untuk mengiringi tarian perang dan beberapa tarian daerah
lainnya seperti tari Lenso dari Maluku yang diiringi juga dengan alat musik totobuang,
tarian tradisional suku Asmat dan tari Gatsi.
Alat musik tifa dari Maluku memiliki nama lain, seperti tahito atau tihal yang digunakan
di wilayah-wilayah Maluku Tengah. Sedangkan, di pulau Aru, tifa memiliki nama lain yaitu
titir. Jenisnya ada yang berbentuk seperti drum dengan tongkat seperti yang digunakan di
Masjid . Badan kerangkanya terbuat dari kayu dilapisi rotan sebagai pengikatnya dan
bentuknya berbeda-beda berdasarkan daerah asalnya.