Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH ILMU KIMIA PANGAN

MINERAL

DISUSUN OLEH :
Amelia Hidayatullah
Felin Septia Novalia (142210733 )
Minati Chairunisa R
Popi Afrianti ( 142210750 )
Rama Fitriani ( 142210753)
Rani Syara
Reza Maretta
Dosen pembimbing :
Azizah,SKM
Yonaniko Dephinto,M.Si
PROGRAM D IV JURUSAN GIZI
POLITEKNIK KESEHATAN PADANG KEMENTERIAN KESEHATAN RI
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan nikmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang Mineral, Selain
itu makalah ini juga ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kimia
Pangan.
Dalam penulisan makalah ini , kami banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai sumber. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih dan semoga bantuan
yang diberikan mendapatkan pahala dari Allah SWT , amin.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini belum bisa dikatakan
sempurna . Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan
pada masa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan
penulis .

Padang, 18 Maret 2015

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang.............
Rumusan Masalah
Tujuan..............
Manfaat....

1
1
1
2

BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Pengertian mineral..........................
Komposisi mineral .....................................
Struktur mineral...................
Jenis dan klasifikasi mineral.............................................
Metode penentuan jenis mineral............................
Kelebihan dan kekurangan mengkonsumsi mineral ...............

3
4
7
9
11
18

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan..............................................
DAFTAR KEPUSTAKAAN

23

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan
oleh makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga
dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu. Sebagai contoh, bila bahan biologis
dibakar, semua senyawa organik akan rusak; sebagian besar karbon berubah
menjadi gas karbon dioksida (CO) hidrogen menjadi uap air, dan Nitrogen
menjadi uap Nitrogen (N) Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk
abu dalam bentuk senyawa anorganik sederhana, serta akan terjadi penggabungan
antar individu atau dengan oksigen sehingga terbentuk garam anorganik.
Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi
tidak atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral
esensial dan non esensial. Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan
dalam proses fisiologis makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau
pembentukan organ. Unsur-unsur mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua
golongan, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan
untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh. Mineral mikro yaitu mineral
yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam
jaringan dengan konsentrasi sangat kecil. Mineral non esensial adalah logam yang
perannya dalam tubuh makhluk hidup belum diketahui dan kandungannya dalam
jaringan sangat kecil. Bila kandungannya tinggi dapat merusak organ tubuh
makhluk hidup yang bersangkutan.
B.
1.
2.
3.
4.
5.

Rumusan Masalah
Apa pengertian dari mineral ?
Apa sajakah komposisi dari mineral ?
Bagaimana struktur dan sifat mineral?
Mendiskripsikan klasifikasi dan jenis mineral ?
Apakah metode dalam penentuan mineral ?

6. Keleniham dan kekurangan mengkonsumsi mineral ?


C. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain :
1. Mengetahui Mineral Mikro dan makro.
2. Berusaha membuka wawasan mengenai konsep Mineral Mikro dan makro.
3. Mengetahui bagaimana cara dalam penentuan mineral dalam suatu
makanan
D. Manfaat
Hasil pembelajaran ini diharapkan dapat mempumyai manfaat bagi penulis
dan pembaca.
1. Manfaat bagi penulis, pengkajian ini memberikan pengetahuan tentang
fungsi-fungsi dari mineral.
2. Manfaat dari pembaca, pengkajian ini dapat digunakan sebagai bahan
kajian atau referensi tambahan bagi dunia ilmu kesehatan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian mineral

Mineral adalah substansi anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam


jumlah yang sedikit untuk berbagai fungsi tubuh. Berbeda dengan vitamin yang
merupakan senyawa yang terdiri dari banyak unsur (misalnya, karbon, oksigen,
dan hidrogen), mineral adalah unsur kimia individu. Mereka tidak dapat rusak
atau terdegradasi. Kandungan mineral dari makanan kadang-kadang disebut abu
karena mineral merupakan produk yang tersisa setelah seluruh makanan telah
dihancurkan pada suhu tinggi atau didegradasi bahan kimia. Pada manusia,
mineral membentuk sekitar 4% dari berat badan orang dewasa
Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh
manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok
yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan
jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah
<100 mg per hari. Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi
khas-nya masing-masing seperti kalsium yang berperan dalam pembentukan
struktur tulang & gigi, natrium berfungsi dalam menjaga kesimbangan cairan
tubuh atau juga kalsium yang berfungsi untuk memperlancar peredaran darah.
B. Komposisi mineral
Menurut walkert T.Huang (1962), komposisi mineral dikelompokkan
menjadi tigakelompom, yaitu:
1. Mineral utama
Mineral berbentuk langsung dari kristalisasi magma dan kehadiran
sangat menentukkan dalam penentuan batuan. Berdasarakan warna dan
densitas dikelomppokakan menjadi dua yaitu :
a. Mineral felsik (SiO2)
Kuarsa (SiO2)
Kelompok feldspar terdiri dari feldapar alkali (K,Na )
AlSi3O8dan seri plagioklas.feldsapar alkali terdiri dari
sanidin,bwonit dan anortit
b. Mineral mafik 9(Warna gelap, densitas 3-3,6), yaitu :
Kelompom olivine terdiri dari fayatic

Kelompok piroksen terdiri dari enstite


Kelompok mika terdiri dari biotitic
Kelompok amphiboic terdiri dari anthofilit
2. Mineral sekunder
Merupakan mineral ubahan dari mineral utama, dapat dari hasil
pelapukkan atau methamorfisme dan hydrofermalterhadap mineral
utama. Mineral sekunder terdiri atas :
Kelompok kalsit :umumnya berbentuk ubahan dari mineral
utama plagioklas
Kelompok kaolin : umumnya adalah hasil pelapukan batuan
beku
C. Struktur dan sifat mineral
Sifat-sifat fisik yang dimaksudkan adalah:
1. Kilap
Merupakan kenampakan atau cahaya yang dipantulkan oleh permukaan
mineral saat terkena cahaya (Sapiie, 2006).
Kilap ini secara garis besar dapat dibedakan menjadi jenis:
a. Kilap Logam (metallic luster)
Bila mineral tersebut mempunyai kilap atau kilapan seperti logam. Contoh
mineral yang mempunyai kilap logam: Gelena, Pirit, Magnetit, Kalkopirit,
Grafit, Hematit
b. Kilap Bukan Logam (non metallic luster), terbagi atas:

Kilap Intan (adamantin luster), cemerlang seperti intan.

Kilap kaca (viteorus luster), misalnya pada kuarsa dan kalsit.

Kilap Sutera (silky luster), kilat yang menyeruai sutera pada umumnya
terdapat pada mineral yang mempunyai struktur serat, misalnya pada
asbes, alkanolit, dan gips.

Kilap Damar (resinous luster), memberi kesan seperti damar misalnya


pada spharelit.

Kilap mutiara (pearly luster), kilat seperti lemak atau sabun, misalnya
pada serpentin,opal dan nepelin.

Kilap tanah, kilat suram seperti tanah lempung misalnya pada kaolin,
bouxit dan limonit.

2. Warna
Warna mineral merupakan kenampakan langsung yang dapat dilihat, akan
tetapi tidak dapat diandalkan dalam pemerian mineral karena suatu mineral
dapat berwarna lebih dari satu warna, tergantung keanekaragaman
komposisi kimia dan pengotoran padanya. Sebagai contoh, kuarsa dapat
berwarna putih susu, ungu, coklat kehitaman atau tidak berwarna. Walau
demikian ada beberapa mineral yang mempunyai warna khas, seperti:

Putih

: Kaolin (Al2O3.2SiO2.2H2O), Gypsum (CaSO4.H2O),

Milky Kwartz (Kuarsa Susu) (SiO2)

Kuning

: Belerang (S)

Emas

: Pirit (FeS2), Kalkopirit (CuFeS2), Ema (Au)

Hijau

: Klorit ((Mg.Fe)5 Al(AlSiO3O10) (OH)), Malasit (Cu

CO3Cu(OH)2)

Biru

: Azurit (2CuCO3Cu(OH)2), Beril (Be3Al2 (Si6O18))

Merah

: Jasper, Hematit (Fe2O3)

Coklat

: Garnet, Limonite (Fe2O3)

Abu-abu

: Galena (PbS)

Hitam

: Biotit (K2(MgFe)2(OH)2(AlSi3O10)), Grafit (C), Augit

3. Kekerasan

Adalah ketahanan mineral terhadap suatu goresan. Kekerasan nisbi suatu


mineral dapat membandingkan suatu mineral tertentu yang dipakai sebagai
kekerasan yang standard.. Standar kekerasan yang biasa dipakai adalah
skala kekerasan yang dibuat oleh Friedrich Mohs dari Jeman dan dikenal
sebagai skala Mohs. Skala Mohs mempunyai 10 skala, dimulai dari skala 1
untuk mineral terlunak sampai skala 10 untuk mineral terkeras .
Skala kekerasan dari alat penguji standar :
Alat Penguji

Derajat

Kekerasan

Mohs
2,5
3
5,5
5,5 6
5,5 6
6,5 7
7

Kuku manusia
Kawat Tembaga
Paku
Pecahan Kaca
Pisau Baja
Kikir Baja
Kuarsa
4. Serat
Adalah warna mineral dalam bentuk hancuran (serbuk). Hal ini dapat
dapat diperoleh apabila mineral digoreskan pada bagian kasar suatu keping
porselin atau membubuk suatu mineral kemudian dilihat warna dari
bubukan tersebut. Contohnya :

Pirit : Berwarna keemasan namun jika digoreskan pada plat porselin akan
meninggalkan jejak berwarna hitam.

Hematit : Berwarna merah namun bila digoreskan pada plat porselin akan
meninggalkan jejak berwarna merah kecoklatan.

Augite : Ceratnya abu-abu kehijauan

Biotite : Ceratnya tidak berwarna

Orthoklase : Ceratnya putih

Warna serbuk, lebih khas dibandingkan dengan warna mineral secara


keseluruhan, sehingga dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi mineral
(Sapiie, 2006).
5. Belahan
Balahan merupakan kecenderungan mineral untuk membelah diri pada
satu atau lebih arah tertentu.
Contoh mineral yang mudah membelah adalah kalsit yang mempunyai tiga
arah belahan sedang kuarsa tidak mempunyai belahan. Berikut contoh
mineralnya:
a. Belahan satu arah, contoh : muscovite.
b. Belahan dua arah, contoh : feldspar.
c. Belahan tiga arah, contoh

: halit dan kalsit.

6. pecahan
Pecahan adalah kecenderungan mineral untuk terpisah-pisah dalam arah
yang tidak teratur apabila mineral dikenai gaya. Perbedaan pecahan
dengan belahan dapat dilihat dari sifat permukaan mineral apabila
memantulkan sinar. Permukaan bidang belah akan nampak halus dan dapat
memantulkan sinar seperti cermin datar, sedang bidang pecahan
memantulkan sinar ke segala arah dengan tidak teratur (Danisworo, 1994).
Pecahan mineral ada beberapa macam, yaitu:

Concoidal: bila memperhatikan gelombang yang melengkung di


permukaan pecahan, seperti kenampakan kulit kerang atau pecahan botol.
Contoh Kuarsa.

Splintery/fibrous: Bila menunjukkan gejala seperti serat, misalnya


asbestos, augit, hipersten

Even: Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan bidang pecahan


halus, contoh pada kelompok mineral lempung. Contoh Limonit.

7. Bentuk
Mineral ada yang berbentuk kristal, mempunyai bentuk teratur yang
dikendalikan oleh system kristalnya, dan ada pula yang tidak.
Mineral kristalin sering mempunyai bangun yang khas, misalnya:
a.

Bangun kubus

: galena, pirit.

b.

Bangun pimatik

: piroksen, ampibole.

c.

Bangun doecahedon

: garnet

8. Berat Jenis
Adalah perbandingan antara berat mineral dengan volume mineral. Cara yang
umum untuk menentukan berat jenis yaitu dengan menimbang mineral
tersebut terlebih dahulu, misalnya beratnya x gram. Kemudian mineral
ditimbang lagi dalam keadaan di dalam air, misalnya beratnya y gram. Berat
terhitung dalam keadaan di dalam air adalah berat mineral dikurangi dengan
berat air yang volumenya sama dengan volume butir mineral tersebut.
9. Sifat Dalam
Adalah sifat mineral apabila kita berusaha untuk mematahkan, memotong,
menghancurkan, membengkokkan atau mengiris. Yang termasuk sifat ini
adalah

Rapuh (brittle): mudah hancur tapi bias dipotong-potong, contoh kwarsa,


orthoklas, kalsit, pirit.

Mudah ditempa (malleable): dapat ditempa menjadi lapisan tipis, seperti


emas, tembaga.

Dapat diiris (secitile): dapat diiris dengan pisau, hasil irisan rapuh, contoh
gypsum.

Fleksible: mineral berupa lapisan tipis, dapat dibengkokkan tanpa patah


Contohnya:talk, selenit.

10. Kemagnitan
Adalah sifat mineral terhadap gaya magnet. ut dengan garis vertical.
11. Kelistrikan
Adalah sifat listrik mineral dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu pengantar
arus atau londuktor dan idak menghantarkan arus disebut non konduktor.
Dan ada lagi istilah semikonduktor yaitu mineral yang bersifat sebagai
konduktor dalam batas-batas tertentu.
12. Daya lebur mineral
Yaitu meleburnya mineral apabila dipanaskan, penyelidikannya dilakukan
dengan membakar bubuk mineral dalam api. Daya leburnya dinyatakan
dalam derajat keleburan.
D. Jenis dan klasifikasi mineral
Menurut jenisnya, klasifikasi mineral dibedakan atas:
1. Mineral Organik
Adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh kita, yang dapat
kita peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti nasi,
ayam, ikan, telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin
tambahan.
2. Mineral Anorganik
Adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh kita.
Contohnya:Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi Teroksidasi), Mercuri,
Arsenik, Magnesium, Aluminium atau bahan-bahan kimia hasil dari
resapan tanah dan lain.
Menurut bentuknya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Mineral Makro
Contohnya: Kalsium, Fosfor, Magnesium, Natrium, Klorida, Kalium.
2. Mineral Mikro

Contohnya: Besi, Seng, Iodium, Selenium, Tembaga, Mangan, Kromium,


Fluor.
a. Besi
Zat besi merupakan salah satu mineral yang dapat membuat tubuh
sehat Tubuh manusia mengandung lebih kurang 3,5 - 4,5 gram zat besi,
di mana dua per tiganya ditemukan di dalam darah, sementara sisanya
ditemukan di dalam hati, sumsum tulang, otot. Peranannya dalam
produksi sel darah merah sudah sangat terkenal, terutama untuk kaum
wanita.
Beberapa gejala kekurangan zat besi adalah: kesulitan bernafas
(nafas terengah-engah), jantung yang berdetak lebih cepat, kelelahan,
kesulitan memusatkan perhatian, tidur yang tidak pulas, sakit saat
menstruasi, ujung bibir yang pecah-pecah, iritasi mata, dan bahkan
kerontokan rambut.
Sumber-sumber alami za besi adalah: daging sapi, daging ayam,
dan sayur-sayuran berwarna hijau tua.
E. Metode penentuan jenis mineral
Metode penentuan jenis mineral
1. Penentuan kadar abu
Prinsip : bahan-bahan organic akan hilang dalam pembakaran suhu tinggi .
residu yang tertinggal adalah dalam bentuk abu putih
2. Penentusn iyodium dalam garam beriodium
Prinsip :iodium dalam KIO3 akan dibebaskan oleh H2SO4 . I2 yang
dibebaskan akan dititrasi dengan Na-thiosulfat
3. Penentuan kadar zat besi (Fe)
Prinsip ; zat besi atau Fe bereaksi dengan KSCN yang ditambakan
membentuk warna merah darah. Warna tersebut akan diukur intensitasny
dengan spektofotometer, denganpanjang gelombang 500 nm
4. Penentuan kadar kalsium
Prinsip : kalsium diendapkan sebagai Ca oksalat dengan penambahan NH4
oksalat penuh. Asam oksalat akan terbentuk setelah penambahan H2SO4.
Banyaknya Ca ditentukan dengan mentiter asam oksalat yang terbentuk
dengan KMNO4.

F. Kekurangan dan kelebihan mineral


Kekurangan klor terjadi pada muntah-muntah, diare kronis, dan
keringat berlebihan. Dan jika kelebihan juga bisa membuat muntah. Jadi AKG
minimum klor sehari sebesar 750 mg.
1. Kalium (K)
Kalium merupakan ion yang bermuatan positif dan terdapat di dalam
sel dan cairan intraseluler.Kalium berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.
Sumber utama adalah makanan segar/ mentah, terutama buah, sayuran dan
kacang-kacangan

Fungsi

1. berperan dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta


keseimbangan asam dan basa bersama natrium.
2. Bersama kalsium, kalium berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi
otot.
3. Di dalam sel, kalium berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi
biologic, terutama metabolisme energi dan sintesis glikogen dan protein.
4. Berperan dalam pertumbuhan sel.
Kekurangan

Kekurangan klor terjadi pada muntah-muntah, diare kronis, dan keringat


berlebihan.
Kelebihan

Kelebihan juga bisa membuat muntah.

Kalsium (Ca)
Kalisum merupakan mineral yang paling banyak dalam tubuh yang berada

dalam jaringan keras yaitu tulang dan gigi. Di dalam cairan ekstraseluler dan

intraseluler, kalsium berperan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk
transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permebialitas
membrane sel. Kalsium mengatur kerja hormone dan factor pertumbuhan.
Sumber kalsium terutama pada susu dan hasilnya, seperti keju. Ikan
dimakan dengan tulang, termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang
baik, udang, kerang, kepiting, kacang-kacangan dan hasil olahanannya, daun
singkong, daun lamtoro.

Fungsi

1. Pembentukan tulang dan gigi


2. Kalsium dalam tulang berguna sebagai bagian integral dari struktur tulang
dan sebagai tempat menyimpan kalsium.
3. Mengatur pembekuan darah
4. Katalisator reaksi biologic, seperti absorpsi vitamin b12, tindakan enzim
pemecah lemak, lipase pancreas, eksresi insulin oleh pancreas,
pembentukan dan pemecahan asetilkolin.
5. Relaksasi dan kontraksi otot, dengan interaksi protein yaitu aktin dan
myosin.
6. Berperan dalam fungsi saraf, tekanan darah dan fungsi kekebalan.
7. Meningkatkan fungsi transport membran sel, stabilisator membrane, dan
transmisi ion melalui membrane organel sel.
Akibat kekurangan Kalsium :
Gangguan pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh, disebut
juga ricketsia atau rachitis;
Akibat kelebihan Kalsium

Tetani atau kejang otot, misalnya pada kaki.

Fosfor (P)
Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak dalam tubuh, sekitar 1 % dari

berat badan. Fosfor terdapat pada tulang dan gigi serta dalam sel yaitu otot dan
cairan ekstraseluler. Fosfor merupakan bagian dari asam nukleat DNA dan RNA.
Sebagai fosfolipid, fosfor merupakan komponen structural dinding sel. Sebagai
fosfat organic, fosfor berperan dalam reaksi yang berkaitan dengan penyimpanan
atau pelepasan energi dalam bentuk Adenin Trifosfat (ATP).
Fosfor terdapat pada semua sel mahluk hidup, terutama makanan kaya protein,
seperti daging, ayam, ikan, telur, susu dan hasilnya, kacang-kacangan serta
serealia.

Fungsi

1. Kalsifikasi tulang dan gigi melalui pengendapan fosfor pada matriks


tulang.
2. Mengatur peralihan energi pada metabolisme karbohidrat, protein dan
lemak melalui proses fosforilasi fosfor dengan mengaktifkan berbagai
enzim dan vitamin b.
3. Absorpsi dan transportasi zat gizi serta system buffer.
4. Bagian dari ikatan tubuh esensial yaitu rna dan dna serta atp dan
fosfolipid.
5. Mengatur keseimbangan asam basa.
Akibat kekurangan fosfor (P) ;

Menyebabkan kerusakan pada tulang, dengan gejala rasa lelah dan kurang nafsu
makan. Menyebabkan terjadi nya proses kalsifikasi (pengerasan) pada organorgan tubuh yang tidak seharusnya seperti ginjal

Magnesium (Mg)

Magnesium adalah kation terbanyak setelah natrium di dalam cairan


interselular. Magnesium merupakan bagian dari klorofil daun. Peranan
magnesium dalam tumbuh-tumbuhan sama dengan peranan zat besi dalam ikatan
hemoglobin dalam darah manusia yaitu untuk pernafasan. Magnesium terlibat
dalam berbagai proses metabolisme.
Magnesium terdapat dalam tulang dan gigi, otot, jaringan lunak dan cairan
tubuh lainnya.Sumber utama magnesium adalah sayur hijau, serealia tumbuk,
biji-bijian dn kacang-kacangan. Daging, susu dan hasilnya serta cokelat
merupakan sumber magnesium yang baik.

Fungsi

Magnesium berperan penting dalam system enzim dalam tubuh. Magnesium


berperan sebagai katalisator dalam reaksi biologic termasuk metabolisme energi,
karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat, serta dalam sintesis, degradasi, dan
stabilitas bahan gen DNA di dalam semua sel jaringan lunak.
Di dalam sel ekstraselular, magnesium berperan dalam transmisi saraf,
kontraksi otot dan pembekuan darah. Dalam hal ini magnesium berlawanan
dengan kalsium. Magnesium mencegah kerusakan gigi dengan cara menahan
kalsium dalam email gigi.
Akibat kekurangan Magnesium.
Terjadi pada komplikasi penyakit yang menyebabkan gangguan absorpsi

Sulfur (S)

Sulfur merupakan bagian dari zat-zat gizi esensial, seperti vitamin


tiamnin dan biotin serta asam amino metionin dan sistein.Rantai samping
molekul sistein yang mengandung sulfur berkaitan satu sama lain sehingga
membentuk jembatan disulfide yang berperan dalam menstabilkan molekul
protein.Sulfur terdapat dalam tulang rawan, kulit, rambut dan kuku yang
banyak mengandung jaringan ikat yang bersifat kaku. Sumber sulfur adalah
makanan yang mengandung berprotein.

Fungsi Sulfur
Sulfur berasal dari makanan yang terikat pada asam amino yang

mengandung sulfur yang diperlukan untuk sintesis zat-zat penting. Berperan


dalam reaksi oksidasi-reduksi, bagian dari tiamin, biotin dan hormone insuline
serta membantu detoksifikasi. Sulfur juga berperan melarutkan sisa
metabolisme sehingga bias dikeluarkan melalui urin, dalam bentuk teroksidasi
dan dihubungkan dengan mukopolisakarida.
Dampak
-

Dampak

Kelebihan

dan

kekurangan

sulfur

Kekurangan
bisa

terjadi

Sulfur

sebagai

berikut:

jika

kekurangan

protein.

Kelebihan sulfur bisa terjadi jika konsumsi asam amino berlebih


yang akan menghambat pertumbuhan.
b.

Mineral mikro
Secara garis besar, mineral esensial dapat dikelompokkan menurut

fungsi metaboliknya atau fungsinya dalam proses metabolisme zat


makanan. Dalam tubuh, mineral ada yang bergabung dengan zat organik,
ada pula yang berbentuk ion-ion bebas.Tiap unsur esensial mempunyai
fungsi yang berbeda-beda bergantung pada bentuk atau senyawa kimia
serta tempatnya dalam cairan dan jaringan tubuh.

Mineral mikro yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat


sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat
kecil.
Mineral

mikro

sangatlah

penting

untuk

menopang

hidup

kita,walaupun jumlah yang dibutuhkan sedikit.Tapi,jika kita mengalami


kekurangan mineral mikro ini,akibatnya bisa mempengaruhi kesehatan
kita seluruhnya.
Yang termasuk dalam mineral mikro antara lain : Besi, (Fe) Seng,
(Zn) Iodium, (I) Selenium, (Se) Tembaga, Mangan, Flour, Kobal,
Kromium, Timah, Nikel, Vanadium dan Silikon. Berikut penjelasan
mengenai mineral mikro. Jangan abaikan betapa pentingnya mineral mikro
bagi tubuh kita. Sebelum membahas lebih jauh lagi, ada baiknya anda
mengetahui terlebih dahulu,perbedaan antara mineral organik dan mineral
an-organik.
Macam-macam Mineral Mikro
1. Besi
Zat besi merupakan salah satu mineral yang dapat membuat tubuh
sehat Tubuh manusia mengandung lebih kurang 3,5 4,5 gram zat besi, di
mana dua per tiganya ditemukan di dalam darah, sementara sisanya ditemukan
di dalam hati, sumsum tulang, otot. Peranannya dalam produksi sel darah
merah sudah sangat terkenal, terutama untuk kaum wanita.
Sel darah merah mengandung protein yang bernama hemoglobin, dan
setiap hemoglobin memiliki 4 atom zat besi. Zat besi dalam hemoglobin inilah
yang mengikat oksigen dalam darah pada paru-paru untuk bisa disebarkan ke
seluruh tubuh. Setelah melepas oksigen, hemoglobin kemudian mengikat
karbondioksida (C02) untuk dilepaskan oleh paru-paru. Jadi bisa dibayangkan

pentingnya zat besi untuk individu yang ingin suplai oksigen dan energi yang
tinggi.
Sumber-sumber alami zat besi adalah: daging sapi, daging ayam, telur,
beberapa jenis buah, dan sayur-sayuran berwarna hijau tua.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian pengendalian
komposisi cairan tubuh 65%. Untuk pemeliharaan fungsi tubuh, manusia
memerlukan mineral dalam jumlah tertentu. Mineral yang dibutuhkan tubuh
hingga saat ini dikenal dengan nama mineral makro dan mineral mikro.Intake
(asupan) makanan sehari-hari, membantu manusia mendapatkan zat yang
diperlukan tubuh. Dinamakan mineral mikro, karena tubuh hanya memerlukan
dalam jumlah kurang dari 100 mg saja. Jumlah yang memang sangat kecil, tapi
sudah mencukupi bagi tubuh.
Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis
makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Unsurunsur mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua golongan, yaitu mineral makro
dan mineral mikro.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
http://id.wikipedia.org/wiki/daftar_mineral (Diakses 26 Mei 2013)

Suharjdo. 1886. Pangan, Gizi, dan Pertanian. Jakarta : Universitas Indonesia


Winanrno,F.G.2004.kimia pangan dan gizi.Jakarta . gramedia pustaka utama