Anda di halaman 1dari 6

BAGAIMANA MENGALAMI

KASIH DAN PENGAMPUNAN ALLAH


PENDAHULUAN
Apakah pengalaman terbesar dalam hidup saudara secara pribadi?
I.

Mengenal Yesus Kristus secara pribadi adalah kesempatan dan


pengalaman terbesar dalam hidup manusia.

Mengapa?
Karena saat kita boleh mengenal dan mengalami Yesus secara pribadi, kita
pasti akan merasakan hidup yang sangat berbeda daripada sebelumnya. Kita
akan merasakan kasih, sukacita, damai sejahtera dan banyak buah lainnya
seperti yang tercantum dalam buah-buah Roh (Galatia 5 : 22-23 a). Dan
anugerah yang jauh lebih luarbiasa lagi adalah kita diberi kuasa dalam Roh
Kudus sebab kita adalah anak-anak Allah, kita mampu mengerti Firman-Nya
dan kemudian mampu mengajarkannya kembali kepada oranglain, serta
mampu untuk taat kepada Tuhan dan melakukan bagaimana yang benar
bagi-Nya.
Siapa yang tidak ingin mengalami semuanya ini?
Semua orang pasti rindu sekalipun mereka tidak menyadari hal ini
Jika demikian, siapakah Yesus ini sesungguhnya? Mengapa mengenal-Nya
disebut sebagai pengalaman terbesar?
A. Yesus dari Nazaret merupakan tokoh yang sangat menonjol, berkuasa
dan menarik di sepanjang abad.
Beratus-ratus tahun sebelum kelahiran-Nya, nabi-nabi Israel sudah
menubuatkan kedatangan-Nya. Kemudian nubuat itu juga diceritakan
hingga bagian paling detailnya. Termasuk mulai dari kelahiran-Nya
yang ajaib, kehidupan-Nya, pengajaran-Nya, mujizat-Nya, kematian-

Nya di kayu salib bagi dosa-dosa manusia (Yesaya 53:4-6 ;2 Kor 5 : 21),
dan kebangkitan-Nya (Mazmur 16 : 9-10 ;Lukas 24 : 46).
Kenyataan-Nya di masa-masa ini pun bisa dibuktikan. Kita dapat
melihat pada kalender yang ada saat ini. Penentuan penanggalan
tersebut didasarkan

pada tahun SM atau yang kita kenal dengan

istilah Sebelum Masehi. Masehi artinya Mesias. Wow! Betapa


menonjolnya pribadi ini mempengaruhi kehidupan manusia.
B. Lalu apa yang kemudian terjadi selanjutnya? Mari kita buka Yohanes 10
: 10 b. Baca secara tegas dan serentak!
Yesus berkata Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan
mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Yesus

mengkehendaki

supaya

setiap

orang

yang

percaya

kepada-Nya mempunyai hidup, DAN mempunyai hidup itu dalam


segala kelimpahan. Ada kata dan artinya kita tidak hanya dianugrahi
sampai mempunyai hidup saja, akan tetapi kita juga memilikinya
dengan hidup yang penuh kebahagiaan, hidup yang penuh kedamaian
dan sukacita, tak pernah kekurangan. Siapa yang tidak merindukan
kehidupan yang penuh dengan buah Roh seperti ini?
BERHASIL
BERKELIMPAHAN

C. Sayang, kenyataannya banyak orang Kristen yang tidak mengalami


kehidupan yang penuh kebahagiaan dan berkelimpahan seperti yang
diajarkan Yesus dan Paulus ini ( Yohanes 15 : 8 ; Roma 5 : 3 ; I Tes 5 :
18 ).
1. Kebanyakan orang Kristen tidak menghasilkan buah

2. Ada perbedaan besar antara orang-orang Kristen di


Perjanjian Baru dengan kekristenan yang terdapat
dalam hidup banyak orang Kristen masa kini.
D. Gereja abad pertama membuat suatu goncangan yang hebat bersama
dengan Allah kepada dunia ( Kisah Para Rasul 17 : 6 ).
1. Mereka mengerti arti dari kenyataan dipenuhi oleh
Roh Kudus
2. Mereka telah memenuhi tuntutan Allah yang ajaib
dalam menyucikan dosa-dosa mereka (Mazmur 51 :
4, 5, 10, 12, 13)

II.

Pada masa ini terdapat tantangan yang begitu kuat karena kita sedang
menghadapi saat-saat yang paling menyedihkan di sepanjang sejarah
umat manusia.
A. Seluruh dunia saat ini dipenuhi oleh rasa gelisah, takut dan kegagalan
Sekarang ini kita hidup dalam saat yang paling menyedihkan dalam
sepanjang sejarah manusia. Seluruh dunia dalam keadaan krisis dan
kacau.

Tak

ada

satu

perkataanpun

yang

dapat

lebih

tepat

menunjukkan keadaan dan zaman kita ini selain dari kata revolusirevolusi di dalam setiap segi kehidupan masyarakat di setiap Negara
di dunia- di bidang politik , sosial, ekonomi, bahkan di bidang
keagamaan.

Seluruh

dunia

diliputi

ketakutan,

kegelisahan,

dan

frustasi. Pemecahan-pemecahan secara manusia telah banyak sekali


disarankan, namun ternyata krisis makin memburuk. Begitulah,
melalui proses kehancuran ini manusia mulai kembali kepada Allah.
B. Di dalam catatan sejarah, belum pernah ada sesuatu kesempatan yang
begitu terbuka untuk memperkenalkan janji-janji Kristus kepada dunia.
Karena itu maka kesempatan untuk memperkenalkan Kristus pada
masa kita sekarang ini jauh lebih banyak daripada waktu yang lampau.
Roh Allah telah menciptakan suatu kehausan, yang belum pernah
terjadi di dalam hati banyak orang di dunia. Adalah suatu saat yang
membahagiakan untuk hidup melayani Raja di atas segala raja, dan

Tuhan di atas segala tuhan. Mahasiswa maupun orang-orang dewasa


sedang kembali kepada Kristus dalam jumlah yang bertambah lama
bertambah banyak. Meskipun demikian, hasil panen yang besar ini
hanya dicapai oleh beberapa orang Kristen saja.
C. Trouble maker not Problem Solving
1. Mereka tidak hidup dalam kondisi supaya orang
tertarik mengenal Yesus Kristus.
2. Mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakan
kuasa

dan

kekayaan

Allah

yang

mampu

menggoncangkan dunia.

III.

Kenyataan bahwa banyak orang Kristen menjadi penyebab persoalan


dan bukan pemecahnya. Hal ini dapat kita ketahui jika kita menyadari
bahwa ternyata ada tiga macam orang di dalam dunia ini menurut
Paulus.
A. Ada orang duniawi, orang yang bukan Kristen ( I Korintus 2 : 14 )
B. Ada orang Kristen Rohani, orang Kristen yang dipimpin dan
dikuasai oleh Roh Kudus (I Korintus 2 : 15 )
C. Ada orang Kristen yang hidup dalam tabiat duniawi (cerita
ilustrasi dari hal. 24 alinea terakhir s/d hal. 26 alinea 1) , yaitu
orang yang walaupun ia adalah Kristen, ia berusaha hidup
menurut kekuatannya sendiri ( I Korintus 3 : 1-3)
(gambar ilustrasi lingkaran)

IV.

Namun, Tuhan Allah telah menyediakan jalan keluar bagi orang Kristen
yang

bertabiat

duniawi

melalui

kuasa

Roh

Kudus

yang

dapat

membebaskan dia dari kuasa dosa dan maut (Roma 7 : 25 - 8 : 3).


A. Disiplin -disiplin agama yang dipaksakan hanya akan
menghasilkan kekalahan dan kekecewaan.

B. Hanya dengan iman kita dapat mengalami kuasa kebangkitan


Kristus hidup di dalam dan melalui kita ( Kolose 3 : 10; Petrus 1 :
7; Ibrani 11 : 6 ).
1. Iman merupakan keyakinan atau percaya, tetapi percaya
harus mempunyai objek iman yang benar.
2. Objek dari iman Kristen ialah Tuhan dan Firman-Nya (Yohanes
14 : 14).
3. Menyedihkan sekali bahwa kebanyakan orang Kristen hidup
seperti orang atheis praktis. Mereka mengaku percaya kepada
Allah namun bertindak seolah tidak ada Allah, atau berpikir
Allah tidak nyata untuk menolong dia.
V.

Bagaimana Saudara dapat memiliki jawaban ini secara pribadi?


Orang-orang yang bertabiat duniawi dapat menerima jawaban dari
Allah yang mengubah kehidupan rohaninya yang terombang-ambing
itu menjadi orang Kristen rohani yaitu dengan melakukan Pernapasan
Rohani.
A. Mengeluarkan udara kotor artinya mengakui semua dosa-dosa
kita (1 Yohanes 1 : 9 )
1. Kita mengakui bahwa dosa-dosa kita adalah salah dan
mendukacitakan Tuhan
2. Kita mengakui bahwa Tuhan telah mengampuni dosa-dosa
kita dari masa lampau, sekarang, sampai masa yang akan
datang melalui kematian Kristus di kayu salib bagi dosadosa kita.
3. Kita mengakui bahwa kita setuju merubah kelakuan kita
melalui

kuasa Roh Kudus yang menghasilkan buah

pertobatan dalam sikap hidup kita.


(Ilustrasi lingkaran)
B. Mengaku dosa adalah syarat mutlak dalam menghirup udara
segar atau menerima kuasa Roh Allah dengan iman.
C. Dasar pengampunan dosa kita adalah Kematian Kristus di kayu
salib sebagai pengganti dosa-dosa kita ( Ibrani 10 : 1-7, 11, 12,
14 ).

1. Dosa-dosa orang Kristen pada waktu yang lalu, sekarang


dan yang akan datang telah diampuni.
2. Kita tidak dapat menambahkan usaha apapun pada apa
yang telah diperbuat Kristus bagi kita orang berdosa di
atas kayu salib.
3. Kita hanya dapat menerima pengampunan dan penyucian
Allah dengan iman ( 1 Yohanes 1 : 9; Efesus 2 : 8-9 )
D. Mengapa kita harus mengaku dosa kita?
1. Pengakuan
tidak
mengakibatkan
pengampunan

lebih

banyak

karena

kita

mendapat

Kristus

telah

mengampuni kita sekali dan selamanya.


2. Tetapi pengakuan ialah suatu pernyataan iman dari suatu
tindakan ketaatan yang mengakibatkan Allah menyatakan
kasih-Nya di dalam pengalaman kita melalui kematian
Anak-Nya.
3. Jika kita tidak mau mengakui dosa kita, kita menjadi orang
bertabiat duniawi dan berjalan di dalam kegelapan, bukan
di dalam terang dari kasih dan pengampunan Allah ( 1
Yohanes 1 : 7 ).
E. Praktek mengaku dosa pada selembar kertas