Anda di halaman 1dari 41

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA An .B DENGAN GASTROENTERISTIS


DI RUANGAN ANAK RSUD DR.M.HAULUSSY AMBON

A. Landasan Teori Medis


1. Pengertian
Gastroenteritis adalah Kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang
terjadi karena frekwensi satu kali atau lebih beuang air besar dengan bentuk tinja
yang encer.
Gastroenteritis adalah defekasi encer lebih dari tiga kali sehari dengan/tanpa
darah dan/ atau lender dalam tinja.
Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berelangsung
kurang dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.
2. Etiologi
a.

Faktor infeksi

1. Bakteri : Enteropathogenic escherichia coli,Salmonela,Shigella,Yersinia


enterocolika
2. Virus : Enterovirus,Echoviruses,Adenovirus,Human retrovirua seperi
agent,Rotavirus
3. Jamur : Candidaenteritis
4. Parasit : Giardia clamblia,Crytosporidium
5. Protozoa
b.

Bukan faktor infeksi

1. Alergi makanan,susu formula


2. Gangguan metabolik atau malabsorbsi,penyakit fibrosis pada pangkreas
3. Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan
4. Obat-obatan terutama Antibiotik pemakaian yang lama
5. Emosional dan stress

3. Manifestasi klinis
Manifestasi dari diare antara lain :
a. Sering Buang air besar dengan kosistensi tinja cair
b. Terdapat tanda-tanda dehidrasi : turgor kulit jelek,ubun-ubun dan mata
cekung,membran mukosa kering
c. Kram abdominal
d. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dan asam basa
e. Demam
f. Mual-muntah
g. Anoreksia
h. Lemah
i. Pucat
j. Perubahan tanda-tanda vital:
k. Pandangan mata anak nampak sayu

4. Patofisiologi
Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus,
Adenovirus enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter,
Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia,
Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi
pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel,
atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut.
Penularan Gastroenteritis bias melalui fekal-oral dari satu penderita ke
yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan
dan minuman yang terkontaminasi.
Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic
(makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam
rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam
rongga usus,isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Selain itu

menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air
dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan multilitas usus yang
mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiri
adalah kehilangan air dan elektrolit (Dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan
asam basa (Asidosis Metabolik dan Hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang,
output berlebih), hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.

5. Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemeriksaan Tinja:
Makroskopis dan mikriskopis PH dan kadar gula jika di duga ada inteloransi
gula(sugar intelorantcec) iaakan kuman untuk menceri kuman penyebab dan uji
resisten terhada antibiotika(pada diare persisten).penetapan pH urine tidak berarti
dalam periksaa penyaring bermanfaat pada:
a. Keadaan gangguan keseimbangan asam basa
b. Infeksi saluran kencing.untuk mendapat petunjuk kearah etiologi infeksi
oleh E.coli biasanya menghasilkan urine asam sedangkan produksi ol
oleh prokas yang merubah urine menjadi amoniak menyebabkan urine
menjadi lender. Nilai normal (4,5-7,5 dewasa), (5-7 bayi), (4,5-8 anak).
2. Pemeriksaan Darah :
Darah perifer lengkap analisis gas darah dan elektrolit (Na, K, Ca dan P serum
pada diare yang disertai kejang).

6. Komplikasi
a. Dehidrasi
Dari komplikasi Gastroentritis,tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :

1.

Dehidrasi ringan

Kehilangan cairan 2 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor


kulit kurang elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok.
2.

Dehidrasi Sedang
Kehilangan cairan 5 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor
kulit jelek, suara serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.

3.

Dehidrasi Berat
Kehilangan cairan 8 - 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik
seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun,
apatis sampai koma, otot-otot kaku sampai sianosis.

Tabel 1.1 Penilaian Derajat Dehidrasi


Penilaian

A
1. Baik, sadar

B
1. Gelisa, rewel

C
1. Lesu, lunglai,
atau tidak sadar

1.

Lihat
keadaan umum

2.

Mata

2. Normal

2. Cekung

2. Sangat Cekumg
dan kering

3.

Air

3. Ada

3. Tidak ada

3. Tidak ada

4. Basah

4. Kering

4. Sangat kering

5. Minum biasa
(Tidak haus)

5. Haus ingin
minum
banyak

5. Malam minum
atau tidak
minum

6. Kembali cepat

6. Kembali
lambat

6. Lebih sangat
lambat

7. Tanpa
dihidrasi

7. Dihidrasi
ringan atau
sedang

7. Dihidrasi berat

mata
4.

Mulut
dan lidah

5.

Rasa
haus

6.

Periksa
: turgor kulit

7.

Hasil
pemeriksaan
Tabel .1.2 Kehilangan cairan menurut derajat dihidrasi pada anak dibawah
dua tahun.

Derajat Dihidrasi
Ringan

Pwl
50

Nwl
100

Cwl
25

Jumlah
175

Sedang

75

100

25

200

Berat

125

200

25

350

Tabel.1.3 Kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak berumur 2-5
tahun
Derajat Dihidrasi
Ringan

Pwl
30

nwl
80

Cwl
25

Jumlah
135

Sedang

50

80

25

155

Berat

80

80

25

185

Tabel. 1.4 Kehilangan cairan pada dehidrasi berat menurut berat badan pasien
dan umur
Derajat Dihidrasi
Ringan

pwl
50

nwl
100

Cwl
25

Jumlah
175

Sedang

75

100

25

200

Berat

125

200

25

350

b. Renjatan hipovolemik
c. Kejang
d. Bakterimia
e. Mal nutrisi
f. Hipoglikemia
g. Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.
7. Penatalaksanaan Dan Pencegahan
a. Pemberian cairan.

b. Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita dengan


tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu
diperhatikan :
1. Memberikan asi.
2. Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin,
mineral dan makanan yang bersih.
c. Obat-obatan
Keterangan :
a.

Pemberian cairan,pada klien Diare dengasn memperhatikan


derajat dehidrasinya dan keadaan umum.
1. cairan per oral.
Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang,cairan diberikan peroral berupa
cairan yang berisikan NaCl dan Na,Hco,Kal dan Glukosa,untuk Diare akut diatas
umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan,atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/I
dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang
diberi gula dengan garam. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah
sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.
2. Cairan parentral.
Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat
badan atau ringannya dehidrasi,yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai
dengan umur dan berat badannya.

a) Dehidrasi ringan.

1 jam pertama 25 50 ml / Kg BB / hari


Kemudian 125 ml / Kg BB / oral

b) Dehidrasi sedang.

1 jam pertama 50 100 ml / Kg BB / oral

Kemudian 125 ml / kg BB / hari.

c) Dehidrasi berat.
1) Untuk anak umur 1 bulan 2 tahun dengan berat badan 3 10 kg

1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1


ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit.

7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set 1


ml = 20 tetes ).

16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau


minum,teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes /
kg BB / menit.

2) Untuk anak lebih dari 2 5 tahun dengan berat badan 10 15 kg.

1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kg BB / menit ( infus set


1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ).

7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral,bila anak tidak mau minum
dapat diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes /
kg BB / menit.

3) Untuk anak lebih dari 5 10 tahun dengan berat badan 15 25 kg.

1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB / menit ( infus set


1 ml = 20 tetes ).

16 jam berikutnya 105 ml / kg BB oralit per oral.

b.

Diatetik ( pemberian makanan )


Terafi diatetik adalah pemberian makan dan minum khusus kepada penderita dengan
tujuan meringankan,menyembuhkan serta menjaga kesehatan penderita.Hal hal
yang perlu diperhatikan :
1) Memberikan Asi.
2) Memberikan bahan makanan yang mengandung cukup kalori,protein,mineral dan
vitamin,makanan harus bersih

c.

Obat-obatan.
1) Obat anti sekresi.
2) Obat anti spasmolitik.
3) Obat antibiotik.

B. Landasan Teori Keperawatan

1. Pengkajian data dasar pasien


Aktivitas / istirahat
Gejala : Kelemahan, kelelahan, malaise, cepat lelah
Merasa gelisah dan atau ansietas.
Pembatasan aktivitas/kerja sehubungan dengan proses penyakit.
Sirkulasi
Gejala : Takikardia (respon terhadap demam, dehidrasi, proses inflamasi dan
nyeri).
Kemerahan, area eksimosis (kekurangan vitamin K).
TD: Hipotensi termaksud postural.
Kulit/membran mukosa: Turgor buruk, kering, lidah pecah-pecah
(dehidrasi/malnutrisi)
Makanan / cairan
Gejala : Anoreksia, mual/muntah.
Penurunan berat badan.
Tidak toleran terhadap terhadap diet/sensitif.
Tanda : Penurunan lemak subkutan/masaa otot.
Kelemahan, tonus otot dan turgor kulit buruk.
Membran mukosa pucat; luka, inflamasi rongga mulut .
Eliminasi
Gejala : Tekstur feses bervariasi dari bentuk lunak sampai bau atau berair.
Tanda : Menurunnya bising usus, tak ada peristaltik atau adanya peristaltik
yang dapat dilihat
Intergitas ego
Gejala : Ansietas, ketakutan, emosi, kesal, mis., perasaan tidak berdaya/tak ada
harapan.
Tanda : Menolak perhatian, depresi, perhatian menyempit.
Nyeri / ketidaknyamanan
Gejala : Nyeri tekan pada kuadran kiri bawah.
Titik nyeri berpindah, nyeri tekan.
Tanda : Nyeri tekan abdomen/distensi.
Higiene
Tanda : Ketidakmampuan mempertahankan perawatan diri.
Bau badan
2

Diagnosa keperawatan & investasi tindakan keperawatan


a. Devisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan diare
1. Batasan karakteristik

Mayor ( harus terdapat,satu atau lebih )


1. Ketidakcukupan masukan cairan oral
2. Keseimbangan negatif antara masukan dan haluran

3. Penurunan berat badan


4. Kulit/membran mukosa kering

Minor ( Mungkin terdapat )


1. Peningkatan natrium serum
2. Penurunan haluran urine atau haluran urine berlebihan
3. Urine memekat atau sering berkemih
4. Penurunan turgor kulit
5. Haus/mual/anoreksia

Faktor-faktor yang berhubungan


-

Situasional :

Berhubungan dengan mual muntah


-

Maturasional :

Bayi/Anak
Berhubungan dengan peningkatan kerentanan sekunder akibat
penurunan penerimaan cairan dan penurunan kemampuan memekatkan
urine.
2. Hasil yang diharapkan
a. Mempertahankan

atau

menunjukan

perubahan

perubahan

keseimbangan cairan dibuktikan dengan

Tanda vital stabil

Membran mukosa lembab

Turgor kulit baik

b. Melaporkan penurunan efek defekasi, konsistensi kembali normal


3. Intervensi dan Rasional
Intervensi
Tindakan mandiri
1. Observasi dan catat frekuensi dan
karakteristik defekasi
2. Kaji tanda-tanda vital (TD, suhu
nadi pernapasan)
3. Observasi kulit kering berlebihan
dan membran mukosa, pemurunan

Rasional
1. Membantu membedakan penyakit
individu dan mengkaji beratnya
episode
2. Hipotensi takikardi demam dapat
menunjukan respons terhadat dan atau
efek kehilangan cairan.
3. Menunjukan kehilangan cairan

turgor kulit
4. Ukur BB tiap hari

berlebihan atau dehidrasi


4. Indikator dalam menilai status cairan
dan gizi seseorang

Tindakan Kolaborasi
1.
1. Kolaborasi dalam peberian IVFD
2. Berikan obat sesuai dengan indikasi
(antidiare antibiotik)
2.

Untuk membantu dalam memperbaiki


gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit
Menurunkan mobilitasi usus bila diare
terjadi dan untuk mengobati infeksi

b. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


intake nutrisi tak adekuat
1. Batasan karakteristik

Mayor dan Minor


a. Berat badan 10% -20% di bawah standar ideal
b. Melaporkan kurang tertarik pada makanan
c. Tonus otot buruk dan nyeri tekan
d. Penurunan lipatan kulit trisep,lingkar lengantengah,dan lingkar
otot pertengahan lengan kurangdari 60%standart pengukuran
e. Penurunan albumin serum
f. Penurunan tranferin serum atau penurunan kapasitas ikatan
besi

2. Faktor-faktor yang berhubungan


-

Situasional :
Berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang atau
komitmen dari pemberi asuhan ( pemberi makan) terhadap
kebutuhan-kebutuhan atau aturan spesial

Matursional:
Berhubungan dengan Keadekuatan masukan sekunder

Hasil yang diharapkan


a. Menunjukan peningkatan berat badan

b. Tidak mengalami tanda mal nutrisi


c. Rasional dan prosedur untuk pengobatan
3. Intervensi dan Rasional
Intervensi
Tindakan mandiri
1. Catat stasus nutisi pasien pada
penerimaan, catat turgor kulit,
integritas mukosa oral
2. Dorong makan dan sering dengan
makanan tinggi protein dan
kiarbohidrat
3. Kaji riwayat nutrisi, termasuk
makanan yang disukai.
4. Timbangan dengan ahli gizi dalam
pemberian diet
Tindakan Kolaborasi
1. Kolaborasi dengan ahli g8izi
dalam pemberian diet

Rasional
1. Berguna dalam mendefinisikan derajat
atau luasnya masalah dan pilihan
intervensi yang tepat.
2. Maksimalkan masukan nutrisi dan
menurunkan kelemahan
3. Mengidentifikasi defisiensi, menduga
kemungkinan intervensi.
4. Mengawasi penurunan BB atau
efektifitas intervensi nutrisi.
1. Membantu dalam membuat rencana
diet untuk memenuhi kebutuhan
individual

c. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan status metabolic


1

Batas karakteristik

Mayor :
Gangguan jarinagan epidermis dan dermis

Minor :
Lesi kulit, ulserasi, forasi ulkus dekubitus
Kulit kering atau berbisik dengan turgor kulit buruk
Rambut rapuh atau kering

2. Faktor-faktor yang berhubungan

Situasional:
Berhubungan dengan kerusakan mobilitas sekunder

Maturasional:
Berhubungan dengan status metabolik

3. Hasil yang diharapkan

Kulit Tak kering/bersisk

Elastisitas kembali normal

4. Intervensi dan Rasional


Intervensi
Tindakan mandiri;
1. Kaji kulit tiap hari (catat warna dan
turgor kulit)
2. Pertahankan instruksi dalam hygiene
kulit
misalnya;
nmembasuh
kemudian mengeringkannya dengan
hati-hati.
3. Pertahankan sprei bersih, kering dan
tidak berkerut.
4. Balikkan atau ubah posisi dengan
sering ukur
5. Anjurkan menggunakan pakaian
yang lembut dan longgar tiap hari

Rasional
1 Menentukan garis dasar dimana
perubahan pada status dapat di
bandingkan dengan melakukan
intervensi yang tepat
2 Mempertahankan
kebersihan,
karena kulit yang kering dapat
terjadi barier kulit
3 Menurunkan
kemungkinan
terjadinya infeksi kulit.
4 Mencegah sirkulasi dan mencegah
tekanan pada kulit atau jaringan
yang tidak perlu.
5 Mencegah terjadinya infeksi kulit.

d. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan


melemahnya kemampuan fisik
1. Batas karakteristik

Mayor :
Perubahan pertumbuhan fisik

Minor
Belum bisa berbicara / berbahasa dengan baik
Aktifitas motorik tidak sesuai umur atau usianya
Adanya kelemahan fisik

Faktor;faktor yang berhubungan


Situasional
Berhubungan dengan orang tua kurang pengetahuan
Maturasional
Berhubungan dengan keterbatasan kesempatan untuk memenuhi
kebutuhan

2. Hasil yang diharapkan


a. Menunjukan perkembangan motorik sesuai dengan usianya.

b. Terjadi peningkatan perilaku personal dan bahasa


c. Tidak terjadi kelemahan fisik
3. Intervensi rasional
Intervensi
Tindakan mandiri :
1 Berikan kesempatan bagi anak yang
sakit untuk memenuhi tugas
perkembangan
2 Berikan mainan sesuai usia anak
3 Anjurkan pada orang tua tentang
tugas perkembangan yang sesuai
dengan kelompok usia

Rasional
1.

Membantu anak untuk


berkembang sesuai usianya

2.

Membantu anak untuk


mengekspresikan perasaannya
Membantu anak untuk memahami
tugas perkembangannya

3.

e. Ansietas atau kecemasan orang tua berhubungan dengan kurangnya


informasi
1. Batasan karakteristik

Mayor:
Perasan takut yang tidak jelas ,takut yang tiba-tiba,kekhawatir

Minor:

a. Peningkatan rasa tegang atau tidak ada harapan


b. Ketakutan, khawatir resah
c. Perasaan mau pingsan
d. Rangsangan simpatik atau gelisah

Faktor-faktor yang dihubungkan

a. Situasional
Berhubungan dengan Kurang pengetahuan
b. Maturasional:

Hasil yang diharapkan

a. Menyatakan kesadaran terhadap perasaan dan cara yang sehat untuk


menghadapi masalah
b. Melaporkan ansietas menurun sampai tingkat dapat ditangangi
3. intervensi rasional
Intervensi

Rasional

Tindakan mandiri;
1 Catat petunjuk perilaku, mis.....,
gelisah
2 Dorong
pasien
menyatakan
perasaan, berikan umpan balik.
3 Berikan informasi yang akurat
tentang kondisi pasien
4 Anjurkan untuk relaksasi

1. Sebagai indikator derajat ansietas


2. Membina hubungan trapeutik
3. Membantu menurunkan ansietas
4. Membantu mengurangi ansietas

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK B.


DENGAN GASTROENTERISTIS
DI RUANGAN ANAK RSUD DR.M.HAULUSSY, AMBON

A. PENGKAJIAN
Tgl / jam Pengkajian

28 07 2016/ 11:00 wit

Tgl / jam masuk RS

28 07 2016 /10:00 wit

Ruangan

Ruangan Anak

No Register

10 27 76

Dx Medis

Gastroenteritis

1. Data Biografi
a. Identitas Klien
-

Nama

An. B

Nama panggilan

Bikrun

Tanggal lahir / umur

23 10 2016 / 9 bulan

Jenis kelamin

Perempuan

Agama

Islam

Suku / Bangsa

Buton/ Indonesia

Pendidikan

Bahasa yang digunakan :

b. Identitas Orang Tua


Ibu

Ayah

Nama

Ny. S.

Tn. D.T

Usia

27 Thn

28 Thn

Pendidikan

S1

S1

Pekerjaan

PNS/WARTAWAN

IRT

Agama

Islam

Islam

Suku / Bangsa

Buton/ Indonesia

Buton / Indonesia

Alamat rumah

Kebun Cengkeh

Kebun Cengkeh

Sumber biaya

didapat dari penghasilan ayah

2. Riwayat Kesehatan Sekarang


a. Keluhan Utama

BAB Mencret ( 4x / hari)

b. Keluhan Yang Menyertai

Muntah ( 3x/hari), batuk (+), Badan


lemas,anak rewel,panas.

c. Riwayat Kesehatan Utama

Faktor pencetus

Intensitas keluhan

Lokasi penyebaran

Akibat makan pisang raja

Tidak ada

Hal-hal yang memberatkan

Ketika beraktivitas (pada saat

bermain)

Hal-hal yang meringankan

Ketika beristirahat (tidur)

d. Catatan Kronologis
Tanggal 27-07-2016 pukul 21.00 wit ibu pasien mengatakan sempat
memberikan pisang raja yang sudah matang ke pasien tanpa diolah
terlebih dahulu dan pasien mengambil dan memakannya, pada pukul 22.00
wit ibu pasien mengatakan perut pasien

kembung dan ibu pasien

memberikan minyak kayu putih. Pada pukul 22.25 wit pasien BAB
mencret 2 kali,muntah 3x, batuk, panas dan rewel, pada pukul 23.15 wit
pasien kembali mencret 2 kali,badan lemas.Selanjutnya pada tanggal 2807-2016 pukul 06.40 wit orang tua pasien segera membawanya Ke UGD
RSUD Haulussy Ambon dan pasien mendapatkan terapi :
-

IVFD KaEN 28 tts/m (Mikro)

Cefotaxim 3 x 200 mg IV/Skintest

Pirexin Supp 80 mg (per rectal)

Dexa 3 x 2mg/IV

3. Riwayat Keehatan Masa Lalu


a. Riwayat Kehamilan
Antenatal
1. Kesehatan ibu pada waktu hamil
-

Hiperemis gravidarum

tidak ada

Pendarahan pervagina

tidak ada

Anemia

tidak ada

Penyakit infeksi

tidak ada

Preeklamsia / eklamsia

tidak ada

Gangguan kesehatan

tidak ada

2. Pemerikasaan Kehamilan
-

Teratur

Teratur 4 x

Diperikasa oleh

Bidan

Tempat pemeriksaan

Puskesmas

Hasil pemerikasaan

Bayi dalam keadaan baik

Imunisasi TT

Lengkap

3. Riwayat pengobatan selama kehamilan :

Tidak ada

Masa natal
1. Usia kehamilan saat kelahiran

9 Bulan

2. Cara persalinan

Normal

3. Ditolong oleh

Bidan

4. Keadaan bayi saat lahir


-

BB

2,8 Kg

PB

49 Cm

LD

--------

LK

--------

LLA

---------

Tidak ada

1. Catatan congenital

Tidak ada

2. Ikterus

Tidak ada

3. Kejang

Tidak ada

4. Paralysis

Tidak ada

5. Pendarahan

Tidak ada

6. Trauma Persalinan

Tidak ada

7. Penurunan BB

Tidak ada

5. Pengobatan yang didapat

Neonatal

8. Pemberian minum ASI

Ya

b. Riwayat Perkembangan Dan Pertumbuhan


1. -

BB lahir

BB usia 9 bulan

2,8 Kg

Sebelum Sakit
6,2 kg

Saat Sakit
6 kg

Panjang Badan

60 cm

IMT

8,5 kg

Status gizi

Sedang

2. Pertumbuhan gigi
-

Jumlah

Tidak ada

masalah gigi

Tidak ada

3. Perkembangan bahasa
-

Perkembangan bahasa anak belum sempurna/baik


(anak belum bisa bicara)

4. Perkembangan motorik kasar dan halus


-

Perkembangan motorik kasar dan halus anak mulai berkembang


dengan baik (mis..., anak mulai mengangkat kepala,pantatnya, dan
miringkan badan)

5. Tingkat sekolah saat ini dan penilaian di sekolah : --6. Interaksi dengan teman sebaya dan orang dewasa
-

interaksi anak dengan orang tua baik

7. Partisipasi dalam aktivitas pengorganisasian : --c. Penyakit-penyakit yang pernah diderita :

Demam,Batuk

d. pernah Dirawat di RS

Belum pernah

e. Riwayat Penggunaan Obat

Tidak ada

f. Tindakan (misalnya ; operasi)

Tidak ada

g. Alergi

Tidak ada

h. Kecelakaan

Tidak ada

i. Riwayat imunisasi

No

Jenis

1
2

BCG
DPT

Polio

4
5

Campak
Hepatitis

Usia
pemberian

Pemberian
keberapa

0 bulan
I
: 2 bulan
II
: 3 bulan
III : 4 bulan
I
: 0 bulan
II
: 1 bulan
III : 2 bulan
IV : 3 bulan
Belum diberikan
0 bulan

Ke 1
Ke 2
Ke 2
Ke 3
Ke 1
Ke 2
Ke 3
Ke 4
-------Ke 1

1 bulan
2 bulan

Ke -2
Ke -3

Keterangan

BCG , Polio, dan


Hepatitis
B,
diberikan setelah
bayi lahir di RS

4. Riwayat kesehatan keluarga


a. Susunan Keluarga (Genogram 3 Generasi)
55

49

5
0

28

25

2
2

2
7

4
5

21

9 bulan

Keterangan
Laki-laki

Perempuan

Menikah

Pasien

Tinggal serumah :
Meninggal

Hidup dan sehat

H&S

b. Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat Penyakit

Orang Tua

Saudara Kandung

Anggoata

Penyakit

yang

Maag, malaria

Tidak ada

Keluarga Lain
Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

pernah diderita

Penyakit

yang

sedang diderita
c. Koping Keluarga

d. Sistem Nilai Kepercayaan :

Koping keluarga baik


Keluarga percaya karena dengan bantuan
Tuhan Yang Maha Esa dan tim medis anaknya
dapat sembuh.

5. Riwayat Kesehatan Lingkungan


a. Resiko Bahaya Kecelakaan

Rumah

Tidak ada

Lingkungan Rumah

Ada (karena rumah dekat jalan raya)

b. Polusi

Ada (asap rokok dan asap kendaraan)

c. Tempat bermain

Dalam rumah

1. Keadaan umum

Lemah

2. Tingkat kesadaran

Compos mentis

6. Pengkajian Fisik
a. Penampilan Umum

3. BB/TB, LK, LD, LLA :

BB :

6 kg

TB :

59 cm

LK :

38 cm

LD :

----

LLA :

14 cm

b. Kepala
1. Bentuk

Simetris

2. Besar / kecil

Tidak ada

3. Tulang tengkorak

c. Muka

Sutura

: menutup

1. Bentuk

Simetris

2. Paralysis

Tidak ada

3. Oedema

Tidak ada

d. Mata
1. Bola mata

Exopthalmus

Tidak ada

Enopthalmus

Tidak ada

Normal (tidak strabismus)

2. Gerakan bola mata


3. Kelopak mata

Cekung

Ya

Ptosis

Tidak ada

Oedema

Tidak ada

Tanda radang

Tidak ada

Pendarahan

Tidak ada

4. Konjungtiva

Warna

pucat

Secret

Tidak ada

Keluar air mata

Ya (saat menangis)

Tidak ada

Tidak ada

7. Pupil

Isokor

8. Sclera

Icterus tidak ada

9. Visus

Tidak dikaji

Warna

Tidak ada

Kelembaban

Kering

Lessi

Tidak ada

5. Kornea
Keruh
6. Lensa
Keruh

e. Mulut
1. Bibir

Ulkus

Tidak ada

Masa

Tidak ada

Kelainan

Bibir kering

2. Membran mukosa

Warna

Pucat

Kelembaban

Kering

Luka

Tidak ada

Lessi

Tidak ada1

Masa

Tidak ada

3. Gigi

Warna

Tidak ada

Jumlah

Tidak ada

Jarak

Tidak ada

Caries

Tidak ada

Karang gigi

Tidak ada

Bengkaka

Tidak ada

Pendarahan

Tidak ada

4. Lidah

Bentuk

Simetris

Warna

Pink

Pergerakan

Normal, baik

Kelainan

Tidak ada

5. Palatum

Warna

Pucat

Lessi

Tidak ada

Masa

Tidak ada

Kelainan

Tidak ada

6. Ovula

Bentuk / kesimetrisan

Simetris

7. Oropharing

Warna

Merah mudah

Lessi

Tidak ada

8. Tonsil

Warna

Merah muda

Pembengkakan

Tidak ada

Lessi

Tidak ada

Eksudasi

Tidak ada

Simetris, normal

f. Hidung

Bentuk

Gerakan cuping hidung :

Tidak ada

Septum

Berada di garis tengah

Dinding dalam

Normal, tidak ada odema

Pembauan

Tidak dikaji

Pendarahan

Tidak ada

Kelainan congenital :

Tidak ada

Oedema

Tidak ada

g. Telinga
1. Daun telinga

2. Liang telinga

Serumen

Tidak ada

Corpus alieneum

Tidak ada

Furunkel

Tidak ada

3. Membran timpani

Warna

Putih

Perforasi

Tidak ada

Ruptur

Tiidak ada

g. Leher

Bentuk

Normal (tidak ada kelainan)

Kaku kuduk

Tidak ada

Pembengkakan

Tidak ada

Kelenjar limfe

Tidak ada pembesaran

Kelenjar tiroid

Tidak ada pembesaran

Arteri carotis

Teraba

Vena jugularis

Tekanan normal, tidak ada pembesaran.

Normal

i. Dada

Bentuk

Pertumbuhan buah dada:

Belum ada

Pembengkakan

Tidak ada

Retraksi dinding dada :

Tidak ada

j. Paru paru

Bunyi napas

Bronkhial

Batuk

Batuk (+)

Sputum

ada

Sesak napas

Tidak ada

Respirasi
-

Frekuensi

48 x / menit

Ritme

Ireguler

k. Abdomen

Bentuk

Simetris tidak ada pembesaran

Bising usus

Terdengar bunyi bising usus 7x/menit

Gambaran
-

Strie

Tidak ada

Pembuluh darah

Tidak ada

Kembung

Ada

Tegang / kaku

Tidak ada

Lingkaran perut

Tidak ada

Hernia

Tidak ada

Nyeri tekan dan nyeri lepas : Tidak ada

Pembesaran hepar

Tidak ada

Pembesaran limfe

Tidak ada

Pembesaran ginjal

Tidak ada

Distensi kandung kemih:

Tidak ada

l. Ekstremitas atas dan bawah

Ekstremitas atas

Terpasang IVFD KaEN 28 tts/m (Mikro) pada


tangan kanan

Bentuk

Keseimbangan berjalan :

Kekuatan menggenggam

Normal
Tidak dikaji

Tangan kiri

Lemah

Tangan kanan

Lemah

Rentang gerak

Terbatas

Kekuatan otot

Lemah

Normal

Tidak dikaji

m. Tulang belakang
n. Genetalia

Labia

Orifisium uretra eksterna

: Normal

Secret

Tidak ada

Lessi

Tidak ada

Kelainan congenital

Tidak ada

o. Anus

Paten

Ya

Hemoroid / prolaps

Tidak ada

Lessi

Tidak ada

Kelainan

Tidak ada

Warna

Kemerahan

p. Kulit

Warna

Pucat

Turgor

Turgor Jelek

Suhu

3 7,7 0 C

Luka

Tidak ada

Lessi

Tidak ada

Kelembaban

Kering

q. Kuku

Warna

Pucat

Bentuk

Lancip (sesuai jari)

7. Pola kebiasaan sehari - hari


No

Pola hidup

Sebelum Sakit

Saat Sakit

Pola Nutrisi
ASI
- Lama pemberian
- frekwensi
Makanan Padat
Kapan mulai diberikan
Jenis makanan
Cara pemberian
Vitamin
Pola makanan
Frekuensi makanan
Jenis makanan
- Makanan yang disenangi
- Kebiasaan makan

Pola tidur
Waktu tidur siang
Waktu tidur malam
Kelainan waktu tidur
Kebiasaan menjelang tidur
- Kebiasaan yang membuat anak
merasa nyaman saat tidur
- Kualitas
3

Pola bermain

Pola kebersihan diri


Mandi
Frekuensi
- Sabun
- Bantuan
Oral hygiene
- Frekuensi
- Waktu
- Cara
- Menggunakan pasta gigi
Cuci rambut
- Frekuensi
- Sampo
- Keluhan
Berpakaian

ASI diberikan paling lama


1 jam (sampai bayi
kenyang)
Sering
Belum diberikan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Ada
3x1
Bubur sum
Tidak ada
Makan disuapi
2jam
11 jam
Tidak ada

ASI (sampai bayi


kenyang)
Sering
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
ada
1x
Bubur (tidak dihabiskan)
Tidak ada
Makan disuapi

Digendong
Punggung di usap usap

1 jam
7 jam
Sering terbangun akibat
penyakit
Digendong
Pungung diusap usap

Nyenyak

Tidak Nyenyak

Ada (bermain boneka)

Tidak ada

2x sehari
Pakai sabun
Ada dari ibu (aktivitas
masih ke ibu )

2 x sehari (dilap)
Tidak ada
Ada dari ibu (aktivitas
masih ke ibu )

Belum tumbuh gigi

2 x sehari
Ya
Tidak ada
Dibantu

Belum tumbuh gigi

Tidak pernah saat sakit


Tidak
Tidak ada
Dibantu

Pola eliminasi
BAB
- Frekuensi
- Waktu
- Warna
- Bau
- Konsistensi
- Cara
- Keluhan
- Penggunaan laxatif
- Kebiasaan waktu BAB
BAK
- Frekuensi
- Warna
- Bau
- Keluhan

2/ hari
Tidak menentu
Kuning
Khas
Lunak
Manual
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

4x per /hari
Tidak menentu
Kuning
Khas
Cair
Manual
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

5x / hari
Kuning
Amoniak/pesing
Tidak ada

5x / hari
Kuning
Amoniak/pesing
Tidak ada

Kebiasaan lain
- Mengisap jari
- Mengigit kuku
- Mempermainkan genital
- Mudah marah

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

8. Keadaan psikologis
a. Keadaan emosional

: Tidak dikaji

b. Pola adaptasi

: Baik

c. Sifat dasar (karakter)

: Tidak dikaji

d. Keadaan emosional keluarga

: Keluarga pasrah dengan keadaan anak


mereka

9. Keadaan sosial
a. Interaksi dalam keluarga

: Baik

b. Hubungan dengan orang yang paling dekat : Baik dengan orang tua
c. Rekreasi

: Kadang kadang

d. Pola konsep diri keluarga

: Baik

10. Aspek spiritual

11.

a. Agama

: Islam

b. Kegiatan agama

: Tidak ada

Penilaian Tingkat Dehidrasi


DATA

PENILAIAN

1. Keadaan umum

Lemah

2. Mata

Cekung

3. Air mata

Ada

4. Mulut dan lidah

12.

HASIL
PEMERIKSAAN
Dehidrasi sedang

Kering

5. Rasa haus

Haus

6. tugor kulit

Jelek

Pemeriksaan Penunjang
1. RBC

: 4,11 108/mm3

2. HGB : 9,2 L g/Dl


3. HCT

: 29,3 L %

4. MCV : 71 m3
5. MCH : 22,3 L pg
6. PLT

: 546 h 103/mm3

7. MPV : 7,4 m3
8. PCT

: 0,405 %

9. PDW : 10,51 %
10. WBC : 18,2 H 103/mm3
13.

Penatalaksanaan Medis
1. IVFD KaEN 3B 36 tts/m (Mikro)
2. Cefotaxim 3 x 200 mg IV/Skintest hasil (-) negatif
3. Pirexin Supp 80 mg (per rectal)
4. Dexa 3 x 2mg/IV

KLASIFIKASI DATA
Data Subyektif

Ibu pasien mengatakan :

Data Obyektif
a. Kondisi umum Lemah

a. BAB Mencret ( 4 x / hari)

b. BAB Cair

b. Muntah ( 3X/hari)

c. Kulit

Warna :

Pucat

d. Badan lemas

Turgor :

Turgor Jelek

e. Anak rewel

Kelembaban : Kering

c. Batuk (+)

d. Bibir dan Mukosa

f. Panas
g. Tidak napsu makan

Warna :Pucat

Kelembaban:Kering

e. Konjungtiva pucat
f. Kekuatan otot lemah
g. Hiperpristaltik Usus
h. Anus Kemerahan
i. Penurunan BB : 200 ons
j. IVFD KaEN 3B

28 tts/m (Mikro)
k. Kekuatan menggenggam

Tangan kiri

:Lemah

Tangan kanan :Lemah

l. Tanda-Tanda Vital
Suhu:37,70C
RR : 48x/menit
Nadi : 124x/menit

ANALISIS DATA
No

DATA

ETI OLO GI

M AS ALAH

DS : Ibu pasien mengatakan :


a. BAB Mencret ( 4 x / hari)

Output cairan yang


berlebihan

Devisit volume cairan

Intake nutrisi yang


tidak adekuat

Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh

dan elektrolit

b. Muntah ( 3x/hari)
c. Anak rewel dan sering
menangis
DO :
a. K/U : Lemah
b. BAB Cair
c. Kulit

Warna :Pucat

Turgor :Turgor Jelek

Kelembaban : Kering

d. Bibir dan Mukosa

Warna
:Pucat

Kelembaban:Kering

e. Konjungtiva : pucat
f.

Tanda-Tanda Vital

Suhu:37,70C
RR : 48x/menit
Nadi : 124x/menit

2
DS : Ibu pasien mengatakan
a. Badan lemas
b. Tidak napsu makan
DO :
a. K/u lemah
b. Mengalami Penurunan
BB : 200 ons

c. Terdengar bunyi bising usus


7x/menit
d. Kekuatan otot lemah

e. Kekuatan menggenggam

Tangan kiri

:Lemah

Tangan kanan :Lemah

RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Devisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan diare ditandai dengan :
DS : Ibu pasien mengatakan :
a. BAB Mencret ( 4 x / hari)
b. Muntah ( 3x/hari)
c. Anak rewel dan sering menangis
DO :
a. K/U : Lemah
b. BAB Cair
c. Kulit

Warna :Pucat
Turgor :Turgor Jelek
Kelembaban :Kering
d. Bibir dan Mukosa

Warna :Pucat
Kelembaban:Kering
e. Konjungtiva : pucat
f.

Tanda-Tanda Vital
Suhu:37,70C
RR : 48x/menit
Nadi : 124x/menit

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Intake nutrisi
yang tidak adekuat Ditandai dengan :
DS : Ibu pasien mengatakan
a. Badan lemas
b. Tidak napsu makan

DO :
a. K/u lemah
b. Mengalami Penurunan BB : 200 ons
c. Terdengar bunyi bising usus 7x/menit
d. Kekuatan otot lemah

e. Kekuatan menggenggam
Tangan kiri :Lemah

Tangan kanan :Lemah

PRIORITAS MASALAH
1. Devisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan diare
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Intake nutrisi
yang tidak adekuat.

Daftar pustaka
Departemen kesehatanRI.2001 Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita sakit
(MTBS).Jakarta:Departemen Kesehatan RI.

Dedeh Sri Rahayu.2009 Buku saku Asuhan keperawatan Anak dan


Neonatus.Jakarta:Salemba Medika
Ridwan Arief,dkk .2000.Ilmu Kesehatan Anak.Bandung:FK Unpad/RS
Hasan Sadikin
Soetjininggsih.2000.Tumbuh Kembang Anak.Jakarta: EGC
Suriadi,Skep,MSN &Rita Yulianni,Skp,M.Psi.2008 Buku Pegangan Praktek
Klinik Asuhan Keperawatan Pada Anak Edisi 2.Jakarta:Sagung Seto

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Nama

An. B.

RS

RSUD Haulussy

Umur

9 bulan

Ruangan

Anak

Jenis Kelamin

Perempuan

NO. Register :

No

Dx. Keperawatan
Tujuan

Devisit volume cairan dan elektrolit b/d diare


ditandai dengan :

DS : Ibu pasien mengatakan :


a. BAB Mencret ( 4 x / hari)
b. Muntah ( 3x/hari)
c. Anak rewel dan sering menangis

Setelah dilakukan tindakan


Keperawatan 1 x 8 jam
diharapkan Devisit volume
cairan
dan
elektrolit
Seimbang dengan kriteria :
BAB Mencret hilang
Muntah Hilang

P E R E N C AN AAN
Intervensi

102776
Rasional

1. Observasi dan catat


frekuensi dan
karakteristik defekasi

1.

Membantu membedakan
penyakit individu dan
mengkaji beratnya
episode

2. Kaji tanda-tanda vital


(TD, suhu nadi
pernapasan)

2.

Hipotensi takikardi
demam dapat menunjukan
respons terhadat dan atau
efek kehilangan cairan.

3. Kolaborasi dalam

3.

Untuk membantu dalam


memperbaiki gangguan
keseimbangan cairan dan
elektrolit dan
Menurunkan mobilitasi
usus bila diare terjadi dan
untuk mengobati infeksi

Anak tidak rewel

DO :
a. K/U : Lemah

Kulit dan membran

b. BAB Cair

mukosa tidak kering

c. Kulit

dan pucat

Warna :Pucat
Turgor :Turgor Jelek
Kelembaban :Kering
d. Bibir dan Mukosa

Warna :Pucat
Kelembaban:Kering

pemberian IVFD dan


berikan obat sesuai
dengan indikasi
(antidiare antibiotik)

e. Konjungtiva : pucat
f.

Tanda-Tanda Vital
Suhu:37,70C
RR : 48x/menit
Nadi : 124x/menit

2
Perubahan nutrisi kurang dari kebuuhan tubuh
b/d intake nutrisi yang tidak adekuat
ditandai dengan:
DS :Ibu pasien mengatakan

a. Badan lemas
b. Tidak napsu makan
DO :
a.K/u lemah

1.
Setelah dilakukan tindakan
Keperawatan 1x 8 jam
diharapkan Kebutuhan
nutrisi terpenuhi dengan
K/U Pasien Baik

c.Terdengar bunyi bising usus 7x/menit

Pasien Tidak lemas

d.Kekuatan otot lemah

e.Kekuatan menggenggam
Tangan kiri :Lemah
Tangan kanan :Lemah

2.

Ukur
BB tiap hari

kriteria:

b.Mengalami Penurunan BB : 200 ons

Catat
status nutrisi pasien pada
penerimaan, catat turgor
kulit, integritas mukosa
oral

3.

Kolabor
asi dengan ahli gizi dalam
pemberian diet TKTP
sesuai dengan diet RS

1. Berguna dalam
mendefinisikan derajat
atau luasnya masalah dan
pilihan intervensi yang
tepat.
2. Indikator dalam menilai
status cairan dan gizi
seseorang
3. Membantu dalam membuat
rencana diet untuk
memenuhi kebutuhan
induvidual

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN


Nama

An. B.

RS

RSUD Haulussy

Umur

9 bulan

Ruangan

Anak

Jenis Kelamin

Perempuan

NO. Register :

No
1

Hari/tanggal
Senin, 28-07-2016

Diagnosa
Keperawatan
Devisit volume

Jam
11:15 wit

cairan dan elektrolit


berhubungan
dengan diare
11:25 wit

Implementasi dan hasil


1.

102776
Evaluasi

Mengobservasi dan
mencatat ulang frekuensi dan
karakteristik defekasi

Tanggal 28-07-2016
Jam 14:00 wit
S : Ibu pasien mengatakan:
Hasil : BAB Masih
pasien Masih BAB
mencret,Frekwensi 4/hari,
mencret,Frekwensi4x/hari,
Karakteristik mencret
O:

KU lemah
2. Mengkaji tanda-tanda vital (TD,
BB:6 Kg
suhu nadi pernapasan)
Membran mukosa, dan
Hasil : Suhu:37,70C, RR : 48x/menit,
konjungtiva pucat
Nadi : 124x/menit
TTV : Suhu:37,70C,
48x/menit,
Nadi : 124x/menit

12.00 wit

3.

Mengkolaborasi
dengan dokter dalam pemberian
cairan dan obat sesuai indikasi
Hasil : cairan IVFD KaEN 3B
28 tts/menit sudah diberikan
dan pemberian Obat injeksi
cefotaxime 3x200mg/IV, dan
injeksi Dexa 3x2 mg/IVsudah
diberikan

A : Masalah Devisit volume


cairan dan elektrolit berhubungan
dengan diare Belum Teratasi
P : Intervensi
1.

Observasi dan catat


ulang frekuensi dan karakteristik
defekasi
2.
Kaji TTV

RR

Kolaborasi dengan
dokter dalam pemberian cairan
dan obat sesuai indikasi
dilanjutkan
Tanggal 28-07-2016
Jam 14:00 wit
S : Ibu pasien mengatakan:
Badan Lemas
ASI tetap diberikan
O:
membran mukosa pucat
dan kering ,Konjungtiva
Pucat
A : Masalah Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan intake
nutrisi yang tidak adekuat
belum teratasi
P : Intervensi
1. Catat status nutrisi pasien
2. Ukur BB ulang
3. kolaborasi dengan ahli gizi
3.

Senin, 28-07-2016

Perubahan nutrisi
kurang dari
kebutuhan tubuh
berhubungan
dengan intake
nutrisi yang tidak
adekuat

12:20 wit

1. Mencatat status nutrisi dengan


menanyakan kebiasaan makan
serta melihat intensitas
membran mukosa.
Hasil : ASI tetap
diberikan,membran mukosa
pucat dan kering ,Konjungtiva
Pucat.

12:35 wit

2. Mengukur BB ulang

13:00 wit

Hasil : BB:6 Kg
3. Mengkolaborasi dengan ahli gizi
dalam pemberian diet TKTP
sesuai dengan diet RS
Hasil: Sudah diberikan diet TKTP
(makanan tidak dihabiskan)

dalam pemberian diet TKTP


sesuai dengan diet RS

dilanjutkan

ALUR PATOFISIOLOGI DAN PENYIMPANGAN KDM


GASTROENTRITIS
Mikroorganisme pathogen
(toksin)
Zat- zat sulit diserap
Infeksi usus
Tekanan osmotik me
Peningkatan sekresi cairan

Gangguan mobilitas usus

Hipoperistaltik

Hiperperstaltik

Kuman berkenbang biak


dalam rongga usus

Menarik air

& garam
Asidosis
Peningkatan isi lumen usus
usus
metabolisme
Distensi abdomen
Produksi sisa

ke dalam lumen
Stimulasi usus

Isi lumen usus me

untuk mengeluarkan
tidak dapat
Stimulasi saraf perifer
dikeluarkan

Mobilitas usus meningkat

Iritasi kulit

perianal
Peristaltik usus me
Corteks cerebri

Oliguria

Radang meluas ke
gaster

Gangguan

GFR me
Nyeri
intergitas kulit
Gangguan asam basa

Diare

Sirkulasi

darah
Reaksi imunologik
(antigen/antibody)

dan elektrolit

Volume darah
menurun

menurun

Mual / muntah
Stimulasi hypothalamus
sedang/
(Fremoregulator)
berat

Dehidrasi

Perubahan Nutrisi
Suhu badan meningkat

Syok hipovolemia
Devisit
Volume

Perubahan suhu tubuh

Hipertermia

cairan & elektrolit

Anda mungkin juga menyukai