Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MAKALAH

STATISTIK MATEMATIKA
BAB 6 PEUBAH ACAK DISK

DISUSUN OLEH :
FERIDIA

F1041131007

MAISAROH

F1041131019

NURAINI

F1041131040

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2016
BAB 6

PEUBAH ACAK DISKRIT


Tujuan Pembelajaran :
Mahasiswa dapat menjelaskan dengan baik dan benar
1. Distribusi peubah acak diskrit
2. Membuktikan teorema yang berkaitan dengan peubah acak diskrit
3. Menyelesaikan soal yang berkaitan dengan peubah acak diskrit

A. Distribusi Diskrit Seragam


Distribusi Diskrit Seragam adalah suatu distribusi di mana setiap variabel acak
x diasumsikan memiliki peluang yang sama.
Definisi Distribusi Seragam :
Jika peubah acak X mendapat nilai

X 1 , X 2 , , X k , dengan asumsi

peluang yang sama, maka distribusi dari X disebut sebagai distribusi seragam yang
dinyatakan sebagai
1
f ( x , k )= , x=x 1 , x 2 , x 3 , , x k
k
Secara umum :
k =CnN
Nilai k dapat dianggap sebagai kombinasi N dan n
N = banyaknya titik contoh dalam ruang contoh/populasi
n = ukuran sampel acak = banyaknya unsur peubah acak X
Lambang

f ( x , k ) dipakai sebagai pengganti

f (x)

untuk menunjukkan bahwa

distribusi seragam tersebut bergantung pada parameter k.


Teorema 1 Rataan dan variasi distribusi seragam
Rataan dan variasi distribusi seragam diskret f ( x , k ) dirumuskan oleh:

1
1
= xi 2 = ( x i ) 2
k i=1
k i=1
Bukti:
Dengan definisi:

Contoh :
Sebuah dadu seimbang dilemparkan satu kali, maka tiap unsur dalam ruang sampel
S={1, 2, 3, 4, 5, 6}. Muncul dengan probabilitas

1
6 . Jadi jika X menyatakan mata

dadu yang muncul, maka X terdistribusi peluang seragam (uniform) yakni ;


1
f ( x ; 6 )= , x=1,2,3,4,5,6.
6
Tabel Distribusi probabilitas X

1
f ( x ; k )=f ( x)

2
1
6

3
1
6

4
1
6

5
1
6

6
1
6

1
6

Untuk rataan ;
1
1
x i= ( 1+2+3+ 4+5+6 )= ( 21 )=3.5
6
6
k
1
=
k i=1
Variasi ;
k

1
2
= ( x i )
k i=1
2

1
( 13.5 )2+ ( 23.5 )2 ++ ( 63.5 )2 ]=2.92
[
6

B. Distribusi Binomial
Perhatikan eksperimen-eksperimen berupa melantunkan koin atau dadu,
mengambil kartu dari satu set Bridge semuanya secara berulang. Setiap lantunan dan
pengambilan disebut usaha (trial). Kemungkinan hasil dari eksperimen yang demikian
dapat berupa sukses atau gagal. Suatu usaha berulang, tiap usaha dengan dua
kemungkinan hasil tersebut disebut percobaan binomial.
Suatu percobaan binomial ialah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Percobaan terdiri ata n usaha yang berulang
2. Tiap usaha memberi hasil yang dapat ditentukan dengan sukses atau gagal
3. Peluang sukses, dinyatakan dengan p, tidak berubah dari usaha yang satu ke yang
berikutnya
4. Tiap usaha bebas dengan usaha lainnya
Dalam eksperimen binomial, peluang sukses dinotasikan dengan p dan gagal
dengan q=1 - p atau p + q = 1.
Contoh:
Sebuah koin seimbang dilantunkan sebanyak 7 kali, berapa peluang
mendapatkan:
i)Tepat 3 belakang
ii)
Sekurang-kurangnya 5 belakang
iii) Paling banyak 3 belakang
iv) Antara 3 sampai 5 belakang
v)
3 muka dan 4 belakang

Solusi:
Misalkan M = muka dan B = belakang
Sebuah koin yang seimbang dilantunkan 7 kali merupakan suatu percobaan
binomial. Dengan jumlah usaha yang saling bebas sama dengan n = 7.
Peluang mendapatkan belakang dalam tiap usaha = p =

1
2

Peluang tidak mendapatkan belakang dalam tiap usaha = q = 1- p =

1
2

Misalkan X menunjukkan banyaknya muncul belakang dalam 7 kali pelemparan.


X dapat bernilai 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
1
P ( Xx )= 7
x 2

1
2

7x

( )( ) ( )

1
7
x 2

x+7 x

1
7
x 2

, x=1, 2, 3, ,7

( )( )
( )( )

7
(
x)
ffffffffff =
, x =1,2, 3, ,7
128

i. P(tepat 3 belakang) = P(X = 3)


7
x
35
P ( x=3 )=
=
128 128

()

ii.

P(sekurang-kurangnya 5 belakang)
P ( lebih dari sama dengan 5 )=P ( X 5 )
P ( X=5 ) + P ( X =6 ) + P ( X=7 )

7
7
7
(
5 ) ( 6) (7 ) 29

+
+
=
128 128 128

iii.

128

P(paling banyak 3 belakang) = P(kurang dari sama dengan 3)


P ( X 3 )=P ( X =0 ) + P ( X =1 )+ P ( X =2 ) + P ( X=3 )
7
7
7
7
(
)
(
)
(
)
(
0
1
2
23 ) 1

+
+
+
=
128 128 128

iv.

128

P(antara 3 sampai 5 belakang) =

2
3 x 5
P

P ( X=3 ) + P ( X =4 ) + P ( X=5 )
7
7
7
(
)
(
)
(
3
4
5 ) 91

+
+
=
128 128 128

v.

128

P(3 muka dan 4 belakang)


Karena kejadian sukses adalah munculnya belakang pada pelantunan koin, maka
saat kita menghitung peluang munculnya 3 muka dan 4 belakang sama saja dengan
menghitung peluang munculnya 4 belakag. Jadi ;
7
4
35
P ( X=4 ) =
=
128 128

()

Definisi Distribusi Normal


Percobaan binomial adalah suatu percobaan yang terdiri atas beberapa usaha di mana tiap
usaha mempunyai dua kemungkinan hasil yang dapat diberi nama sukses atau gagal.
Banyaknya sukses X dalam n usaha suatu percobaan binomial disebut suatu peubah
acak binomial. Distribusi peluang peubah acak binomial X disebut distribusi Binomial dan
dinyatakan dengan b (x;n,p), karena nilainya tergantung pada banyaknya usaha (n) dan
peluang sukses dalam suatu usaha (p). Tiap sukses terjadi dengan peluang p dan kegagalan
dengan peluang q = 1 p. Dalam percobaan tersebut yang menghasilkan x sukses dan n x
yang gagal.
Banyaknya ini sama dengan banyaknya cara memisahkan n hasil menjadi dua
kelompok sehingga x hasil berada pada kelompok pertama dan sisanya n x hasil pada
kelompok kedua, jumlah ini dapat dinyatakan dengan:

(nx )
Bila suatu usaha binomial dapat menghasilkan sukses dengan peluang p dan gagal peluang
q=1-p, maka distribusi peluang peubah acak binomial X yaitu banyaknya sukses dalam n
usaha bebas, ialah

()

b ( x , n , p )= n p x q nx
x
x=1,2,3, .. , n

Distribusi di atas disebut binomial, sebab

( q+ p )n berpadanan dengan nilai


( q+ p )n=

b(x ; n ; p) untuk

(n0) q +(n1) pq +(n2) p q


n

n1

n+1 buah suku dalam penguraian binomial

n2

x=0,1,2, .., n

yaitu

()

+ + n pn
n

b ( 0 ; n , p )+ b ( 1; n , p ) +b ( 2 ; n , p )+ ..+ b(n ; n , p)
n

Karena

p+q=1

maka jelas bahwa

b ( x ; n , p )=1
x=0

suatu syarat yang harus dipenuhi

setiap distribusi peluang.

Contoh:
Seorang pasien sakit darah yang jarang terjadi mempunyai peluang 0,4 untuk sembuh. Bila
diketahui ada 15 pasien yang telah mengidap penyakit tersebut. Berapakah peluangnya:
1. Paling sedikit 10 akan sembuh
2. Antara 3 sampai 8 yang sembuh
3. Tepat 5 yang sembuh
Solusi:
Dengan jumlah usaha yang saling bebas sama dengan n=15

Peluang sembuh

p=0,4

Peluang tidak sembuh

q=1 p=0,6

Misalkan X menyatakan jumlah pasien yang sembuh


i . P ( X 10 ) =1P ( X <10 )
9

1 b ( x ; 15 ; 0,4 )
x0

15 ( )0 ( )150 15 ( )1 ( )151
15 ( )2 ( )152 15 ( )3 ( )153
15 ( )4 ( )154
0,4 + 0,6
+
0,4 0,6
+
0,4 + 0,6
+
0,4 0,6
+
0,4 + 0,6
+
0
1
2
3
4
1

( )

( )

( )

( )

10,9662

0,0338
ii P ( 3 x 8 )=
8

x=3

x=0

x=0

b ( x ; 15 ; 0,4 )= b ( x ; 15 ; 0,4 ) b ( x ; 15 ; 0,4 )


0,90500,0271=0,8779

iii P ( x=5 )=b ( 5 ; 15 ; 0,4 )=


5

x=0

x=0

b ( x ; 15 ; 0,4 ) b ( x ; 15 ; 0,4 )
0,40320,2173=0,1859
Teorema Rataan dan Varian distribusi binomial
Distribusi binomial b(x,n,p) mempunyai rataan dan variansi berturutturut sebagai

=np dan

2=npq

( )

Bukti :
Misalkan hasil pada usaha ke-j dinyatakan oleh peubah acak

I j , yang mendapat nilai 0

atau 1, masing-masing dengan peluang q dan p. sehingga banyaknya sukses dalam suatu
n

percobaan binomial dapat dituliskan sebagai jumlah n peubah bebas, yaitu

setiap

I j mempunyai

E ( I j )= ( 0 )( q ) + ( 1 ) ( p )= p

Jadi diperoleh rataan distribusi binomial


n

E ( X )=E

( )
j=1

I j =E ( I 1 ) + E ( I 2 ) + E ( I 3 ) ++ E ( I n)

p+ p++ p=np

p
I j
E( I j ) diberikan
2
I =E [ 2 ] =E ( I 2j ) p2

Variansi setiap

2
( o) q+
2

p p

p ( 1p )
pq

X = I j
j =1

Hal ini dapat diperluas kedalam kasus n peubah bebas maka diperoleh variansi distribusi
binomial
n

2X 2I = pq+ pq+ pq + pq ++ pq=npq


j

j=1

C. Percobaan Multinomial
Seandainya dalam percobaan binomial tersebut setiap ulangan menghasilkan lebih
dari dua kemungkinan hasil, maka percobaan itu kita sebut Percobaan Multinomial. Misalnya
dalam percobaan pelemparan dua dadu kita mengamati apakah dari kedua dadu muncul
bilangan yang sama, total kedua bilangan sama dengan 7 atau 11, atau bukan keduanya. Bila
ini yang kita amati maka percobaan ini merupakan percobaan multinomial.
Umumnya, bila suatu usaha dapat menghasilkan k hasil yang mungkin
E 1 , E 2 , , Ek

dengan peluang

memberikan peluang bahwa

E1

p1 , p2 , , p k ,

maka distribusi multinomial akan

terjadi sebanyak

x 1+ x 2 + x k =n . Distribusi peluang

seperti ini dinyatakan dengan f ( x1 , x2 , x n ; p1 , p2 , , p k ,n)


Jelas

p1+ p + p k =1

karena hasil tip usaha haruslah salah satu dari k hasil yang

mungkin.
Distribusi Multinomial
Jika suatu usaha tertentu dapat menghasilkan k macam hasil
peluang

p1 , p2 , , p k ,

X 1 , X 2 , , X k ,

maka distribusi peluang acak

menyatakan banyaknya kejadian

E 1 , E 2 , , Ek

E 1 , E 2 , , Ek

dengan

yang

dalam n usaha bebas adalah

x
f ( 1+ x2 + x k ) dalam n usaha bebas adalah:

f ( x 1 , x 2 , x n ; p 1 , p2 , , pk , n ) =
k

n
x
x
P1 P2
x1 , x2 , xk
1

xk
k

dengan

x i=n
t =1

dan

Karena tiap bagian saling terpisah dan terjadi dengan peluang yang sama, maka distribusi
multinomial dapat diperoleh dengan mengalikan peluang untuk tiap urutan tertentu dengan
banyaknya sekatan.
Contoh:
Bila dua dadu dilantunkan 6 kali, berapakah peluang mendapat jumlah 7 atau 11 muncul 2
kali, sepasang bilangan yang sama 1 kali dan pasangan lainnya 3 kali?
Jawab:
Misalkan kejadian berikut menyatakan
E1 : jumlah 7 atau 11 muncul
E2 : jumlah bilangan yang sama muncul
E3 : baik pasangan yang sama maupun jumlah 7 atau 11 ang tidak muncul
Peluang masing-masing kejadian di atas adalah

(1,1)

(1,2)

(1,3)

(1,4)

(1,5)

(1,6)

(2,1)

(2,2)

(2,3)

(2,4)

(2,5)

(2,6)

(3,1)

(3,2)

(3,3)

(3,4)

(3,5)

(3,6)

(4,1)

(4,2)

(4,3)

(4,4)

(4,5)

(4,6)

(5,1)

(5,2)

(5,3)

(5,4)

(5,5)

(5,6)

(6,1)

(6,2)

(6,3)

(6,4)

(6,5)

(6,6)

Koin
Koin 2
1
1

E1= { (1,6 ) , ( 2,5 ) , ( 3,4 ) , ( 4,3 ) , ( 5,2 ) , ( 6,1 ) , (5,6 ) ,(6,5) }

E2= { (1,1 ) , ( 2,2 ) , ( 3,3 ) , ( 4,4 ) , ( 5,5 ) ,(6,6) }

E3 = {(1,2),(1,3),(1,4),(1,5),(2,1),(2,3),(2,4),(2,6),(3,1),(3,2),(3,5),(3,6),(4,1), (4,2),(4,5),(4,6),
(5,1),(5,3),(5,4),(6,2),(6,3),(6,4)}

p1 =

8
36

2
9

p2 =

6
36

1
6

p3 =

22
36

11
18

Nilai ini tidak berubah selama keenam usaha dilakukan.


Dengan menggunakan distribusi multinomial dengan x1 = 2, x2 = 1, dan x3 = 3, maka
diperoleh peluang yang dinyatakan
f

2 1 11
2,1,3 ; , , , 6
9 6 18

2
6
2,1,3 9

6!
2 ! 1 ! 3!

1
6

11
18

( )( ) ( ) ( )

= 0,1127

2
9

1
6

11
18

( ) ( )( )

LATIHAN SOAL

1.

Jika Farah dan Fida berpeluang sama untuk menjadi juara 1 lomba membaca puisi.
Hitunglah berapa distribusi peluang seragamannya ?

Penyelesaian :
Distribusi peluang seragamnya adalah :
f(x;2) =

1
2

untuk x = Farah dan Fida

Jadi, distribusi peluang seragamnya adalah

atau x = 1,2,3 (peserta dinomori)


1
2

2. Jika dalam satu kotak terdiri dari 5 bola, maka bagaimana distribusi peluang seragam
cara menyusun bola untuk 10 bola ?
Penyelesaian :
N
k=C n

10
=C 5 =

f(x;k) = f(x;242) =

1
242

10 !
5 !5!

= 242 ada 245 cara

untuk x = 1,2,3,...,242

3. Misalnya kita mengundi sebuah dadu yang seimbang sebanyak 8 kali. Hitung peluang
bahwa munculnya mata dadu 5 paling sedikit 6 kali ?
Penyelesaian :
Misalnya X menyatakan banyak mata dadu 5 yang muncul
1
Dalam hal ini, n=8 dan p= 6 .

Fungsi peluang dari X adalah :


8
p ( x )=
x

1
6

5
6

8x

( )( ) ( )

; x=0,1, 2, 3, ,8

P ( X 6 )=P ( X=6, 7, 8 )

Jadi,

P ( X=6 )+ P ( X =7 ) + P ( X =8 )
8
6

1
6

5 2 8
+
6
7

1
6

5
8
+
6
8

1
6

5
6

( )( ) ( ) ( )( ) ( ) ( )( ) ( )

700
40
1
+
+
1.679 .616 1.679 .616 1.679 .616

P ( X 6 )=

714
=0,00044
1.679 .616

4. Sebuah dadu dilemparkan sebanyak 5 kali. Berapa peluang muncul mata dadu 4
sebanyak 2 kali ?
Diketahui :
n=5
x=2
p=

1
6

q=1-

1
6

5
6

Ditanya :peluang muncul mata dadu 4 sebanyak 2 kali


Jawab :
1
6
)
P ( X=2 ) =b
2 ; 5;

5 C2 p q

52

5!
1 2 5

21 3 ! 6
6

5 4 1 125

2 1 36 216

625
3888

() ()

5. Sebuah mata uang logam dilemparkan sebanyak 8 kali. Berapa peluang muncul
gambar sebanyak 5 kali ?
Diketahui :
n=8
x= 5
p=

1
2
1 1
=
2 2

q=1p=1-

Ditanya : peluang muncul gambar sebanyak 5 kali


Jawab :
1
2
)
(
)
P X=5 =b
5;8;

5
85
= 8 C 5 p q

8!
1
1

5 ! 3! 2
2

8 7 6 1 1

3 2 1 32 8

() ()

56

1 1

32 8

7
32

Jadi, peluang muncul gambar sebanyak 5 kali adalah

7
32

6. Sebuah hasil survei mengungkapkan bahwa 60% top eksekutif perusahaan-perusahaan


disebuah kota metropolitan merasa yakin bahwa saham dari perusahaannya
mengalami undervalued di pasar modal. Anggaplah ada 15 orang ekskutif dipilih
secara random. Berapakah probabilitas bahwa paling banyak tiga (3) eksekutif akan
merasa yakin bahwa saham-saham perusahaannya undervalued?
Penyelesaian :
Diketahui:

p=0,60
n=15

Ditanya:

P ( X 3 ) =?

Dijawab:

P ( X 3 ) =1F ( nX 1 )
1F ( 1531 )
1F (11)

Perhatikan bahwa tabel binomial tidak memuat


p=10,60=0,40

Jadi

F ( 11 ) =0,9981

P ( X 3 ) =10,9981=0,0019

p=0,60. O leh karena itu dianggap:

7. Bila dua dadu dilantunkan 6 kali, berapakah peluang mendapat sepasang bilangan
yang sama 1 kali , mata dadu pertama 1 dan mata dadu kedua tidak boleh 1 muncul 2
kali dan pasangan lainnya 3 kali?
Penyelesaian :
Misalkan kejadian berikut menyatakan
E1 : sepasang bilangan yang sama muncul
E2 : mata dadu pertama 1 dan mata dadu kedua tidak boleh 1 muncul
E3

: baik sepasang bilangan yang muncul maupun mata dadu pertama 1 dan mata dadu

kedua tidak boleh 1 yang tidak muncul


Peluang masing-masing kejadian di atas adalah

E1= { (1,1 ) , ( 2,2 ) , ( 3,3 ) , ( 4,4 ) , ( 5,5 ) ,(6,6) }


E2= { (1,2 ) , ( 1,3 ) , ( 1,4 ) , ( 1,5 ) ,(1,6) }

E3=

( 2,1 ) , ( 2,3 ) , ( 2,4 ) , ( 2,5 ) , ( 2,6 ) , (3,1 ) , ( 3,2 ) , ( 3,4 ) , ( 3,5 ) ,


( 3,6 ) , ( 4,1 ) , ( 4,2 ) , ( 4,3 ) , ( 4,5 ) , ( 4,6 ) , ( 5,1 ) , ( 5,2 ) , ( 5,3 ) , ( 5,4 ) , ( 5,6 ) , ( 6,1 ) , ( 6,2 ) , ( 6,3 ) , ( 6,4 ) ,(6,5)

p1 =

6
36

1
6

p2 =

5
36

p3 =

25
36

Nilai ini tidak berubah selama keenam usaha dilakukan.


Dengan menggunakan distribusi multinomial dengan x1 = 2, x2 = 1, dan x3 = 1, maka
diperoleh peluang yang dinyatakan
f

1 5 25
2,1,1 ; , , , 6
6 36 36

1
6
2,1,1 6

5
36

25
36

( )( ) ( ) ( )
=

6!
2 ! 1 ! 1!

1
6

5
36

25
36

( ) ( )( )

= 0.1929
8. Sebuah airport memiliki 3 buah landas pacu (runway), dan probabilitas sebuah
runway dipilih oleh pesawat yang akan mendarat adalah :
Runway-1 :

2
9

Runway-2 :

1
6

Runway-3 :

11
18

Berapa probabilitas 6 pesawat yang dating secara acak di distribusikan ke dalam runwayrunway tersebut seperti berikut :
Runway-1 : 2 pesawat
Runway-2 : 1 pesawat
Runway-3 : 3 pesawat
Penyelesaian :

Pemilihan runway acak dan independen, dengan p1 =

2
9 , p2 =

1
6

11
18 .

dan p3 =

Probabilitas untuk x1 = 2, x2 = 1 dan x3 = 3 adalah :


2
1
11
f(2,1,3; 9 , 6 , 18 ,6) =

6!
2 ! 1 ! 3!

2
9

2
6
2,1,3 9

1
6

11
18

( )( ) ( ) ( )
2

1
6

11
18

( ) ( )( )

= 0,1127
9. Berdasarkan teori genetika, perbandingan seekor hamster betina akan melahirkan
anak dengan warna bulu merah, hitam dan putih adalah 8 : 4 : 4. Hitung peluang akan
lahir anak dengan warna merah 5 ekor, hitam 2 ekor, putih 1 ekor dari kelahiran 8
ekor.
Penyelesaian :
8
4
4
f(5,2,1; 16 , 16 , 16 ,8) =

8!
5 ! 2 ! 1!

8
16

8
8
5,2,1 16

4
16

4
16

( )( ) ( ) ( )
4
16

4
16

( ) ( )( )

= 0,0823
10. Seorang manager kedai kopi menemukan bahwa probabilitas pengunjung membeli
0,1,2, atau 3 cangkir kopi masing-masing adalah 0,3 , 0,5 , 0,15 dan 0,05. Jika ada 8
pengunjung yang masuk kedai, maka tentukan probabilitas bahwa 2 pengunjung akan
memesan minuman lain, 4 pengunjung akan memesan 1 cangkir kopi, 1 pengunjung
akan memesan 2 cangkir kopi dan 1 pengunjung akan memesan 3 cangkir kopi.
Penyelesaian :
Misalkan X adalah banyaknya pengunjung yang memesan cangkir kopi dengan x1 = 2, x2 = 4,
x3 = 1 dan x4 = 1 dengan p1 = 0,3 , p2 = 0,5 , p3 = 0,15 dan p4 = 0,05 serta n = 8, maka
probabilitas bahwa 2 pengunjung akan memesan minuman lain, 4 pengunjung akan memesan

1 cangkir kopi, 1 pengunjung akan memesan 2 cangkir kopi dan 1 pengunjung akan memesan
3 cangkir kopi adalah :
f(2,4,1,1; 0,3 , 0,5 , 0,15, 0,05 , 8 ) =

2
8
( 0,3 )
2,4,1,1

( 0,5 )4 ( 0,15 )1 ( 0,05 )1

8!
2 ! 4 ! 1! 1 !
= 0,0354

( 0,3 )2

( 0,5 )4 ( 0,15 )1 ( 0,05 )1