Anda di halaman 1dari 6

SECTIO CAESARIA

NO. DOKUMEN
RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN

222.04.2010

NO. REVISI
00

1/6

DITETAPKAN
Direktur

TANGGAL TERBIT
PROSEDUR
TETAP

HALAMAN

8 NOVEMBER 2010
drg. YUSRO
Pembina Tingkat I
NIP. 19610226 198911 2 001

Pengertian

Suatu tindakan untuk melahirkan bayi dengan berat di atas


500 gr, melalui sayatan pada dinding uterus yang masi utuh

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

( intact)
Untuk menyelamatkan Ibu dan Bayi
- Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang
Praktik Kedokteran
- Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2008
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang
Kesehatan
- Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit
Persiapan pasien.
1. Puasa 6 jam seblum tindakan, bagi Pasien yang
tidak dapat puasa harus dipasang pipa lambung
2.

Premedikasi

yang

harus

apakah

sudah

diberikan adalah atropin


3.

Periksa

ulang

lengkap pemeriksaan yang diperlukan seperti darah


lengkap, fungsi hati, fungsi ginal dan gula darah
4.

Ganti baju pasien dengan baju


khusus untuk dipakai ke ruang tunggu kamar
operasi

5.

Pasang infus RR atau PZ

6.

Sebelum Masuk kamar opersasi


ganti baju / tutup badan untuk di kamar operasi

7.

Baringkan pasien pada posisi


tidur (pasang tensi meter/tetoskop)

8.

Pasang poli kateter

SECTIO CAESARIA
NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN

222.04.2010

00

2/6

PROSEDUR

TANGGAL TERBIT

TETAP

8 NOVEMBER 2010
Penolong
Memakai baju khusus kamar operasi lengkap dengan
topi, masker dan sandal.
1. Mempersiapkan alat-alat / instrumen operasi termasuk
alat penghisap darah/cairan, alat resusitasi bayi, oksigen
dsb.

Prosedur

2. Menyiapkan obat-obatan yang diperlukan durante


operasionum.
3. Periksa ulang persediaan darah bila diperlukan
4. Penolong cuci tangan.
5. Memakai baju/jas operasi dan sarung tangan
6. Pasien pada posisi telentang.
7. Pasiean pada posisi telentang keadaan sudah dinarkose
dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik.
8. Pasang kain penutup 4 sampai 5 buah yang sesuai
dengan tindakan.
Tindakan pembiusan
1. Induksi

Berikan oksigen melalui masker 3 liter per menit.

Induksi dapat dilakukan dengan tetamin 0,5 mg/kg


yang dilarutkan dalam PZ 0,9 % dalam kadar 10
mg/mr yang disuntikkan IV pelan.

Jika dalam 5 menit belum lahir dosisi ketamin yang


sama dapat diberikan sekali lagi.

Segera setelah bola mata bergerak tanpa sadar


pembedahan dapat dimulai.

SECTIO CAESARIA
NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN

222.04.2010

00

3/6

PROSEDUR

TANGGAL TERBIT

TETAP

8 NOVEMBER 2010
2. Anaestesi
Berikan eter dengan cara tetes terbuka/masker dengan
E.M.O
Jika seandainya dengan 2 dosis bayi belum juga
lahir eter dapat juga dimulai tetapi juga jangan
ditatih

Prosedur

Dengan cara open drop teteskan dipercepat hingga


pembiusan mencapai tahap yang diinginkan

3. Pemantauan

Awasi pupil pasien jangan sampai melebar

Pelebaran melebihi 3 ml menunjukkan stadium


yang sudah terlalu dalam

4. Tindakan operasi

Lakukan insisi mediana/planenstil dengan pisau


secara benar

Perdalam saratan pada dinding abdomen sampai


menembus peritonium dan perlebar hingga sekitar
12cm

kondisi ataupun kelainan pada uterus, adnedsa dan


paramedtrium dengan jalan menarik dnding
abdomen ke kiri dan ke kanan

Angkat dinding perut dengan retraktor, selipkan


kasa lebar basah melingkupi sisi uterus grafidus
untuk menampilkan dinding depan uterus dan
menyisihkan usus, ovarium, tuba dan organ intra
abdominal lainnya

Dengan pisau sayat segmen uterus pecahkan


ketuban dan hisap cairan ketuban yang keluar

Luksir keluar kepala janin kemudian lahirkan

SECTIO CAESARIA
RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN
NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

222.04.2010

00

4/6

PROSEDUR

TANGGAL TERBIT

TETAP

8 NOVEMBER 2010
seluruh tubuh dengan cara yang sesuai
Tali pusar dijepit pada anak 10 sampai 15 cm dari
umbilikus dan digunting, bayi diserahkan pada dokter
anak untuk perawatan lanjutan
Plasenta dilahirkan dengan melepasnya secara manual
dari tempat implantasi, kemudian tarik tali pusar dan
sedikit menekan fundus
Tepi luka insisi pada segmen bawah uterus dijepit dengan
klemvenster/volster, terutama pada kedua ujung luka
sayatan
Lakukan eksplorasi kedalam kavum uteri dengan kasa
yang diepitkan pada klepvenster/dengan menggunakan
2 sampai 3 jari tangan operator yang dibalut dengan
kasa.
Pastikan tidak ada bagian plasenta yang tertinggal.
Lakukan jahitan hemostatis dengan simpul 8 pada
kedua ujung robekan uterus dengan menggunakan
benang Polyglycolic/kromickeggut nomer 0/1/0
dilanjutkan dengan penjahitan segmen bawah secara
jelujur terkunci
Pastikan tidak adanya pendarahan melalui evaluasi
ulang luka jahitan
Keluarkan kasa basah, bersihkan rogga abdomen dan
lakukan periksa ulang untuk meyakinkan tidak adanya
pendarahan dari tempat jahitan/di tempat lain.

SECTIO CAESARIA
RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN
NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

222.04.2010

00

5/6

PROSEDUR

TANGGAL TERBIT

TETAP

8 NOVEMBER 2010
Fascia abdominalis pada ujung proksimal dan distal
sayatan dijepit dengan kocher dan dijahit hingga
supkutis dengan Polyglycolic asit (misalnya dexon
nomer 1)
Kulit dijahit dengan nilon/ Polyglycolic asit secara
supkutikuler.
Lika operasi ditutup dengan kasa dan povidon iodin
Kain penutup abdomen dilepas hati-hati tanpa
menyentuh kasa penutup luka operasi
Vagina dibersihkan dari sisa darah dan bekuan dengan
mengunakan kasa yang dijepit pada venster/fuster klem
Luksir keluar kepala janin kemudian lahirkan seluruh
tubuh dengan cara yang sesuai
Tali pusar dijepit pada anak 10 sampai 15 cm dari
umbilikus dan digunting, bayi diserahkan pada dokter
anak untuk perawatan lanjutan
Plasenta dilahirkan dengan melepasnya secara manual
dari tempat implantasi, kemudian tarik tali pusar dan
sedikit menekan fundus
Tepi luka insisi pada segmen bawah uterus dijepit
dengan klemvenster/volster, terutama pada kedua ujung
luka sayatan

SECTIO CAESARIA
RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu
BANGKALAN
NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

222.04.2010

00

6/6

PROSEDUR

TANGGAL TERBIT

TETAP

8 NOVEMBER 2010

Lakukan eksplorasi kedalam kavum uteri dengan


kasa yang diepitkan pada klepvenster/dengan
menggunakan 2 sampai 3 jari tangan operator yang
dibalut dengan kasa.

Kulit dijahit dengan nilon/ Polyglycolic asit secara


supkutikuler.

Lika operasi ditutup dengan kasa dan povidon iodin

Kain penutup abdomen dilepas hati-hati tanpa


menyentuh kasa penutup luka operasi

Vagina dibersihkan dari sisa darah dan bekuan


dengan mengunakan kasa yang dijepit pada
venster/fuster klem
Daerah vulva sampa paha dibersikan dari sisa
darah/cairan tubuh.

Unit terkait

Cuci tangan paska tindakan


Unit kebidanan
Kebidanan Rawat Inap