Anda di halaman 1dari 4

Nama

NIM
Prodi
Rombel

: Muntaufiqoh
: 4311413058
: Kimia
:2
Review Jurnal Sintesis Organik
Reaksi Kemoselektivitas dari Sitral : Green Sintesis dari Natural Parfum untuk sarjana
di Laboratorium Organik

Pendahuluan
Citral, sitronelal, geraniol, dan nerol adalah produk fragran alami yang ditemukan
dalam berbagai minyak esensial, seperti serai dapur, sitronela, geranium, dan mawar. Ilustrasi
kemoselektivitas pada konversi sitral menjadi sitronelal, geraniol, nerol, atau epoksitral
(Perencanaan 1). Produk memiliki wewangian khas dan berguna sebagai penolak serangga
dan parfum. Epoxycitral mungkin kurang familiar dari yang lain, tetapi merupakan feromon
tungau dengan aktivitas antikanker yang signifikan.
Sitral adalah contoh yang sangat baik dari molekul polifungsional sederhana,
memiliki dua alkena terdiferensiasi, salah satunya adalah konjugasi aldehida. Reduksi
kemoselektivitas dari alkena elektrofilik ini dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah
organokatalis dan Hantzsch ester, hasil yang diperoleh dalam sitronelal. Alkena yang sama
tersebut dapat dioksidasi secara selektif untuk memberikan epoxycitral pada perlakuan
dengan alkali hidrogen peroksida. Reduksi kemoselektivitas dari aldehida dengan natrium
borohidrida pada keberadaan katalis guanidinium yang menghasilkan campuran dari isomer
geometri geraniol dan nerol (8) karena sitral secara alami merupakan campuran dari E isomer
geranial dan Z isomer neral.
Hantzsch ester lebih sederhana dan lebih murah dianalogikan dari zat pereduksi
biologi NADH. Organokatalisis iminium dan guanidinium analog dengan mekanisme reaksi
enzimatik, dan penambahan konjugat secara luas digunakan dalam sistem biologi. Masingmasing reaksi menggunakan reagen yang ringan, murah, katalis sederhana, dan kondisi yang
aman (tidak bertekanan gas hidrogen atau suhu ekstrim, misalnya).
Ikhtisar eksperimental
Reaksi reduksi konjugasi kontras dengan dua reaksi lainnya, yang melibatkan reduksi
karbonil di satu sisi dan epoksidasi di sisi lain pada lokasi ynag sama dari reduksi konjugasi.
Untuk reaksi reduksi konjugasi, secara sederhana dicampurkan sitral, ester Hantzsch,
dibenzilamonium trifloroasetat, dan tetrahidrofuran dalam botol kecil an dibiarkan
komponen-komponen bereaksi pada temperatur ruang, denagna atau tanpa pengadukan.
Untuk reduksi karbonil, sitral dipanaskan dan guanidinium klorida dimasukkan ke dalam
tetrahidrofuran/air (2:1) sebelum penambahan natrium borohidrat. Untuk epoksidasi, natrium
hidroksida ditambahkan ke larutan dingin-es dari sitral dan hidrogen peroksida dalam
metanol.
Pada masing-masing tempat, reaksi campuran dengan mudah dibandingkan dengan
referen sampel sitral, sitronelal, geraniol, dan nerol dengan kromatografi lapis tipis
(epoksisitral coelute dengan sitral, tetapi hanya sitral yang mengabsorbsi sinar pada 254 nm).

Ekstraksi cair-cair yang sederhana dilakukan, pelarut dihilangkan, dan produk mentah secara
langsung dikarakterisasi dengan bau, GC-MS, dan H 1 NMR dan spektroskopi IR. Perbedaan
pada bau paling mudah dikenali saat geraniol dan nerol (mawar) kontras dengan sitral,
sitronelal, dan epoksisitral (lemon).
Bahaya
Sitral, dibenzilamin, diklorometana, guanidinium klorida, sitronelal, geraniol, nerol,
dan 4-metoksibenzaldehida merupakan iritan. Asam trifloroasetat, natrium hidroksida dan
asam sulfat adalah korosif. Asam aseta mudah terbakar dan korosif. Tetrahidrofuran dan
dietileter mudah terbakar, mengiritasi, dan dapat membentuk ledakan peroksida. Natrium
borohidrat dan metanol mudah terbakar dan beracun jika terhirup, kontak dengan kulit,tau
tertelan. Etanol mudah terbakar. Kloroform deuterasi dicurigai menyebabkan kanker dan
mutagen. Sarung tangan dan pelindung mata harus dikenakan pada saat percobaan.
Peringatan harus diperhatikan ketika bau parfum pekat (hembuskan uap dengan tangan
menuju hidung daripada menempatkan hidung secara langsung di atas wadah- dalam banyak
kasus, fragran cukup kuat untuk dideteksi bahkan saat wadah ditangkap).
Diskusi
Perencanaan 1. Reaksi kemoselektivitas dari sitral, untuk menyediakan sitronelal, geraniol,
nerol, dan epoksisitral

Perencanaan 2. Mekanisme dari Pembebasan Hidrida untuk Dua Organokatalitik, Reduksi


Kemoselektivitas dari Sitral (hanya isomer E yang ditunjukkan)

Perencanaan 3. Mekanisme untuk Epoksidasi Nukleofilik dari Sitral Menggunakan Hidrogen


Peroksida dan Katalitik Natrium Hidroksida (hanya isomer E yang ditunjukkan, melalui
kedua reaksi isomer E dan Z untuk menghasikan campuran diastreomer epoksida)

Walaupun percobaan tidak sepenuhnya ramah, tetapi masih termasuk dalam green
chemistry. Sebagai contoh, reaksi tidak berlangsung pada suhu atau tekanan ekstrim dan tidak
membutuhkan atmosfer inert atau peralatan yang rumit. Regen relatif murah dan reaksi tidak
membutuhkan pemurnian yang terlalu sulit yaitu dengan ekstraksi sederhana. Tiap reaksi
menggunakan katalis untuk menaikkan reaksi dari reduktan atau oksidan stoikiometrik.
Hanya reduksi konjugasi yang memiliki ekonomi atom rendah. Ini karena ester Hantzsch
dan ilustrasi kebutuhan unutk mengembangkan analogi NADH yang
murah, praktis, dan dapat didaur ulang.
Katalis guanidinium mengaktifkan aldehid untuk hidrida nukleofilik menyerang
melalui ikatan hidrogen (Perencanaan 2). Dibenzilamin mengalami kondensasi dengan sitral
untuk membentuk suatu ion iminium yang menyumbangkan alkena konjugasi yang lebih
elektrofilik, hasil enamin kemudian dihidrolisis untuk meregenerasi dibenzilamin untuk
katalisis yang lebih jauh. Pengendalian yang lebih banyak menghindari pembebasan hidrida
dari ester Hantzsch yang merupakan generasi dari suatu cincin piridin
aromatik. Reaksi reduksi ini melibatkan katalis yang mengaktifkan sitral
untuk membuatnya lebih elektrofilik. Secara kontras, reaksi oksidasi yang
diringkas dalam Perencanaan 3. tidak melibatkan aktivasi sitral, terlebih
lagi segi katalis tersebut (Natrium hidroksida) yang mengalami

deprotonasi hidrogen peroksida untuk meningkatkan nukleofilitasnya.


Enolat intermediet kemudian membentuk eposida melalui pemutusan
ikatan O-O lemah dan regenerasi dari katalis natrium hidroksida.
Simpulan
Percobaan
ini
secara
efektif
mengkombinasi
bau
yang
menyenangkan, reaksi kemoselektivitas, mekanisme biomimetik, produk
alam, dan green chemistry. Reaksinya bersih, mudah dilakukan, dan
secara langsung melibatkan senyawa-senyawa.