Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH

TEORI PORTOFOLIO & MANAJEMEN INVESTASI

PENGUJIAN EFISIENSI PASAR

Kelompok 5
Erna Kurniawati 10.2.01.13.0172
Miftahul Fannani 10.2.01.13.0185

DOSEN :
Drs. Maswar Patuh Priyadi, MM., Ak.

PROGRAM PASCA SARJANA


MAGITER SAINS AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA
(STIESIA) SURABAYA
2010
PENGUJIAN EFISIENSI PASAR

Ide dari pengujian pasar yang efisien dituangkan dalam hipotesis pasar efisen (HPE)
atau efficient market hypothesis (EMH). Fama (1970) membagi pengujian efisiensi pasar
menjadi tiga kategori menurut bentuk-bentuk efisiensi pasarnya, yaitu:
1. Pengujian-pengujian bentuk lemah (weak-form tests), yaitu seberapa kuat informasi
masa lalu dapat memprediksi return masa depan.
2. Pengujian-pengujian bentuk setengah kuat (semi-strong-form tests, yaitu seberapa
cepat harga sekuritas merefleksikan informasi yang dipublikasikan.
3. Pengujian-pengujian bentuk kuat (strong-form test), yaitu untuk menjawab pertanyaan
apakah investor mempunyai informasi privat yang tidak terefleksi di harga sekuritas.
Selanjutnya, Fama (1991) merubah nama ketiga macam kategori pengujian efisiensi
pasar tersebut sebagai berikut:
1. Pengujian-pengujian efisiensi pasar bentuk lemah diganti menjadi pengujian-pengujian
terhadap pendugaan return (test for return predictability).
2. Pengujian-pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat dirubah menjadi studi-studi
peristiwa (event studies).
3. Pengujian-pengujian efisiensi pasar bentuk kuat diusulkan menjadi pengujian-pengujian
terhadap informasi privat (test for private information).

A. Pengujian-pengujian Pendugaan Return


Pengujian ini dapat dilakukan dengan cara pengujian statistik atau dengan cara
pengujian menggunakan aturan-aturan perdagangan teknis (technical trading rules).
1) Pengujian Secara Statistik
Pengujian ini dapat dilakukan dengan menguji independensi dari perubahan-
perubahan harga sekuritas. Pengujian statistik yang banyak dilakukan untuk
pengujian independensi adalah pengujian hubungan variabel dengan menggunakan
korelasi serial atau regresi linier dan pengujian run (run test).
a) Pengujian Menggunakan Korelasi dan Regresi Linier
Studi yang sudah pernah dilakukan menggunakan perubahan harga periode
kemarin untuk memprediksi perubahan harga periode sekarang dengan model
sebagai berikut:
(1)
Notasi:
Di dalam penerapannya, beberapa peneliti menggunakan pengukuran
perubahan harga yang bervariasi. Beberapa peneliti juga menggunakan return
dan juga memasukkan nilai deviden ke dalamnya sebagai berikut:

Peneliti lainnya juga menggunakan pengukuran logaritma dari return relatip


sebagai berikut:

b) Pengujian Run
Runtun (run) adalah urutan tanda yang sama dari perubahan-perubahan nilai.
Misalnya perubahan-perubahan harga sekuritas yang meningkat diberi tanda
positip (+), perubahan harga yang menurun diberi tanda negatip (-) dan harga
sekuritas yang tidak berubah diberi tanda nol (0).
Jika perubahan runtun sifatnya adalah acak, maka jumlah runtun yang
diharapkan adalah sebesar:

Notasi:
E(NR) = jumlah runtun ekspektasi
N1 = jumlah perubahan “+”
N2 = jumlah perubahan “-”
N = jumlah dari perubahan atau sebesar N1 + N2
c) Pengujiian Cyclical
Pola lain yang mungkin dapat terjadi dari pengujian menggunakan bentuk linier
adalah pola siklikal. Misalnya French (1980) menunjukkan bahwa return pada
hari senin lebih rendah dibandingkan dengan return-return di hari lainnya dalam
satu minggu. Hasil ini menunjukkan bahwa return sekuritas mempunyai pola
siklikal dengan return terendah di hari senin.
2) Pengujian Secara Aturan Perdagangan Teknis
Salah satu strategi perdagangan yang memanfaatkan pola perubahan sekuritas baik
linier maupun siklikal adalah strategi aturan saringan (filter rule)
Stretegi aturan saringan ini merupakan strategi waktu (timing strategy), yaitu strategi
tentang kapan investor harus membeli atau menjual suatu sekuritas. Dengan
strategi ini, investor akan menujual sekuritas jika harga sekuritas meningkat
melebihi batas atas yang sudah ditentukan dan membelinya jika harganya turun
lebih rendah dari batas bawah yang sudah ditentukan.
B. Studi Peristiwa
Studi peristiwa merupakan studi yang mempelajari rekasi pasar terhadap suatu
peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Pengujian
pasar bentuk setengah kuat dapat ditinjau dari dua hal:
1) Pengujian pasar setengah kuat secara informasi (informationally efficient market),
yaitu pengujian efisiensi pasar setengah kuat atas seberapa cepat pasar bereaksi
atas kandungan informasi.
2) Pengujian pasar setengah kuat secara keputusan (decisionally efficient market),
yaitu pengujian efisiensi pasar setengah kuat atas kecanggihan dari pelaku pasar di
dalam menginterpretasikan dan menganalisis informasi lebih lanjut supaya mereka
dapat mengambil keputusan yang tepat sehingga tidak dibodohi oleh pasar.
Beberapa hasil empiris dari studi peristiwa yang pernah dilakukan diantaranya adalah
studi tentang:
1) Pemecahan saham (stock split)
2) Penawaran perdana (initial public offering)
3) Pengumuman deviden (devidend announcement)
4) Informasi akuntansi (accounting information).

C. Pengujian Informasi Privat


Pengujian informasi privat merupakan pengujian pasar efisien bentuk kuat. Terdapat
permasalahan dalam pengujian efisiensi pasar bentuk kuat, yaitu informasi privat yang
akan diuji merupakan informasi yang tidak dapat diobservasi secara langsung. Oleh
karena itu, pengujian ini harus dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan
proksi. Proksi yang digunakan adalah return yang diperoleh oleh corporate insider dan
return yang diperoleh oleh portofolio reksadana. Alasannya adalah corporate insider
dan reksadana mempunyai informasi privat di dalam perdagangan sekuritas.
1) Insider Trading
Pendekatan yang umum dilakukan untuk menguji kegiatan insider trading adalah
dengan membuat portofolio bulanan berdasarkan sekuritas-sekuritas yang
diperdagangkan oleh insider tersebut.
2) Return dari Reksadana
Reksadana merupakan portofolio yang dibentuk oleh perusahaan reksadana dan
dijual kembali kepada masyarakat dalam bentuk unit penyertaan. Salah satu
tujuannya adalah unutk meminimumkan risiko tidak sistematik (dengan membentuk
portofolio) dan untuk menghasilkan return yang lebih tinggi. Jika reksa dana dapat
menghasilkan return yang tinggi yang tidak normal, hal ini bertentangan dengan
hipotesis pasar efisien. Jika memang hal ini terjadi, yaitu reksadana dapat
memperoleh abnormal return yang berlebihan, kemungkinan manajer reksadana
mendapat informasi privat yang tidak dipublikasikan.

Anomali Pasar
Anomali pasar didefinisikan oleh Jones (1996) sebagai teknik atau strategi yang
tampaknya bertentangan dengan pasar efisien. Bebrapa anomali yang banyak mendapat
perhatian adalah anomali karena strategi PER rendah (low P/E ratios) dan anomali efek
ukuran perusahaan (size effect).