Anda di halaman 1dari 8

PROFIL KABUPATEN NATUNA

A. GAMBARAN UMUM

Secara Geografis Kabupaten Natuna memiliki luas wilayah


264.786.5997 km, Terletak pada posisi 1 16 - 1 19 Lintang Utara dan 105
00- 110 00 Bujur Timur. dan berbatasan dengan Negara Vietnam di sebelah
utara dan Kabupaten Anambas di sebelah selatan, dan sebelah barat dan
timur masing-masing adalah Semenanjung Malaysia, Kabupaten Bintan, dan
Malaysia Timur serta provinsi Kalimantan Barat.Kabupaten Natuna beriklim
tropis, dilalui musim penghujan selama 4 5 bulan dan kemarau selama 7 8
bulan. Suhu rata-rata setiap bulan 21,55C- 32,71C.
Jumlah penduduk Kabupaten Natuna mencapai 97.463 jiwa terdiri dari
51.914 laki-laki dan 45.549 perempuan.
Secara administratif, Kabupaten Natuna terdiri dari 67 desa dan 6 kelurahan
yang tersebar di 12 kecamatan.
Kabupaten Natuna ditetapkan di bawah Undang-Undang Otonomi
Tahun 1999. Satu dari misi Kabupaten Natuna adalah untuk mengembangkan
daerahnya sebagai pusat tujuan penanaman modal.Pada tahap awal
pembangunannya, pembangunan Insfrastruktur dan sumber daya manusia
adalah perhatian utama.
Berlokasi strategis di laut cina selatan dengan hubungan langsung
dengan negara-negara ASEAN, Natuna menjadi tempat untuk investor dan
bisnis.
Lingkungan yang aman dan nyaman serta pelayanan yang unggul
adalah kebijakan dari Kabupaten Natuna untuk menarik dan mempercepat
aliran investasi di masa yang akan datang. Pelayanan one-stop service di
rancang untuk mempercepat proses pengurusan ijin investasi.

B. POTENSI / PELUANG INVESTASI

SEKTOR INDUSTRI
Pengembangan Industri yang berkembang di Kabupaten Natuna terdiri

dari Industri makanan dan minuman, Perkayuan dan produk kayu, dalam hal
kerajinan tangan terdapat pernak pernik anyaman seperti tapis, nyiru, tikar
yang terbuat dari bahan rotan, bambu, daun pandan, dan juga daun sagu.
yang mana sebagian besar merupakan industri berskala kecil, sedangkan
disektor industri garmen masih merupakan industri rumahan.

SEKTOR PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN


Sama dengan daerah lain yang memiliki dasar budaya Islam Melayu,

terdapat beragam kesenian tradisional di kabupaten Natuna seperti Zapin,


Hadrah, Kesenian Mendu yang dimainkan selama tujuh hari tujuh malam,
Berzanji, Silat, Gambus,

Ayam sudul, Awan mendung, dan lain-lain

lagi.Permainan tradisional juga banyak ragamnya. antara lain ; pangkak


gasing, lomba perahu kolek, permainan lu lu cina buta, Sedangkan untuk
pariwisata Kabupaten Natuna cukup banyak memiliki tempat tujuan wisata
yang sangat menarik sebut saja, Pantai Tanjung di Bunguran Timur Laut,
Pantai Sisi, Pantai Pasir Sepandok, Pantai Bungin, Pantai Bungin, Pantai
Sepadi, di Kecamatan Serasan. Di Midai ada pantai Suak Besar, Pantai
Tanjung Kapal, Pantai Air Putih dan Pantai Tanjung Manjin.Di Bunguran Barat
ada Pantai Pasir Marus, Pantai Tanjung Paku Dan Lain-lain lagi.Disamping itu
juga terdapat juga Bebatuan indah yang terdapat Di sepanjang Pantai, Batu
Sindu, dan batu Kasah adalah salah satu bebatuan yang selain indah, juga
memiliki sejarah tersendiri bagi masyarakat Natuna.Wisata Pulau juga cukup
banyak terdapat di Natuna, Terdiri dari pulau-pulau yang sangat indah dan
menarik diantaranya ada Pulau Senoa, Pulau Sahi, Pulau Kemudi dan juga
pulau Timau di Kecamatan Midai.

SEKTOR PERIKANAN DAN KELAUTAN


Produksi perikanan laut menurut jenis ikan tangkapan di Natuna pada

tahun 2007 mencapai 75.916,2 ton. Sedangkan jumlah produksi budidaya


perikanan adalah sebesar 502,5302 ton. Hasil ikan unggulan masyarakat
Natuna adalah teri, tongkol, tengiri, kerapu, kembung.
Sebagian besar masyarakat Natuna masih menggantungkan hidup
dari hasil laut, yang mana masih mengunakan cara tradisional.

SEKTOR PERTAMBANGAN
Sektor Pertambangan adalah potensi utama Kabupaten Natuna yaitu

Dari Minyak Bumi

dan Gas alam.Terhitung 3 perusahaan besar

pertambangan Minyak lepas pantai yaitu: Conocophilips, Star Energy, dan


Primer Oil.
Sub sektor pertambangan meliputi komoditi timah, granit. Sedangkan
untuk sub sektor penggalian meliputi batu gunung, batu kali, batu kapur, batu
koral, batu kerikil, batu karang, pasir untuk bahan bangunan, tanah liat dan
sebagainya.

SEKTOR PERTANIAN DAN PERKEBUNAN


Komoditas hasil ladang yang paling banyak ditanami di Kabupaten

Natuna

adalah

ubi

kayu,

jagung,

pisang

dan

jenis

kacang-

kacangan.Sedangkan di sektor perkebunan, Kabupaten Natuna memilikii


perkebunan karet, yang menghasilkan produksi sebesar 6.927,5 ton, kelapa
mampu memproduksi sebanyak 7.894,8 ton dan cengkeh sebanyak 2.327,6
ton pertahun.Perkebunan ini tersebar diseluruh Kecamatan yang ada di
Kabupaten Natuna.

C. SARANA DAN PRASARANA


Infrastruktur

Untuk mendukung kelancaran arus barang dan penumpang,


pemerintah Kabupaten Natuna terus membangun sistem transportasi yang
efektif. Di darat, Natuna memiliki jalan kabupaten sepanjang 739,145 km dan
dilintasi jalan provinsi sepanjang 267,453 km. Panjang jalan Kabupaten terus
bertambah untuk mempercepat akses antar desa dan antar kecamatan.
Transportasi laut terdiri dari kapal PELNI KM Bukit Raya, yang mampu
menampung penumpang sebanyak 970 orang Penumpang, yang melayari
Natuna 2 minggu sekali, selain itu ada 3 buah kapal perintis dengan rute antar
pulau dan antar kabupaten.Transportasi udara ada Maskapai Penerbangan
RIAU

AIRLINES

Pekanbaru

dan

(RAL)

dengan

Jakarta.Jadwal

rute

Natuna-Tanjung-Pinang-Batam-

penerbangan

setiap

hari,

dengan

mengunakan pesawat jenis RJ 100 buatan Inggris dengan 100 tempat duduk
kelas ekonomi dan 6 tempat duduk kelas bisnis. Pesawat TNI AU juga dapat
membantu akses penerbangan dari dan tujuan Natuna di Pertengahan bulan
dan diakhir bulan.Bandara LANUD Ranai memiliki landasan pacu sepanjang
2.250 M, Letak Bandara dari Kota Ranai hanya berjarak 0,5 KM.
BANDAR UDARA
Nama Bandara
: Lanud Ranai
Lokasi
: Kota Ranai
Panjang landasan
: 2.250 M
Jarak dari Bandara ke
: 0,5 Km
Ibukota
Jenis Pesawat
: Boeing,F-100,F-27,F-50
PELABUHAN LAUT/SUNGAI
Nama Pelabuhan
: Pelabuhan Penagi
Lokasi
: Kota Ranai
Jumlah Dermaga
: 2 Dermaga
Luas Dermaga
: 50 M x 8 M
Kapasitas kapal yang dapat : 6.000 DWT
bersandar
Kapasitas Bongkar Muat
: Bongkar8.881
Barang
ton/tahun,muat 795 ton /
tahun
Luas gudang
600 M2

Energi listrik.
Kabupaten Natuna mempunyai persediaan pasokan listrik dari PLN
sebesar 19.269.765 Kwh. Guna memenuhi kebutuhan rumah tangga,
perkantoran, sekolah, dan pertokoan.Terdapat sedikitnya 20 pembangkit
tenaga listrik yang tersebar di Kabupaten Natuna.Mengatasi kekurangan
pasokan listrik, Pemerintah Daerah melalui Perusahaan Daerah (PERUSDA)
telah membantu PLN dalam penyediaan pasokan listrik di Kabupaten Natuna.
Telekomunikasi
Sementara itu, sistem komunikasi tak menjadi persolan karena adanya
layanan PT TELEKOM dan Layanan telekomunikasi seluler dari operator
seluler telah masuk ke Natuna, hingga

hampir kesemua

kecamatan,

demikian juga dengan akses internet melalui TELEKOM SPEEDY dan


jaringan wireless Internet di kawasan perkantoran Pemerintah Daerah
Kabupaten Natuna.
Air Bersih
Sedangkan layanan air bersih ada PDAM yang bersumber dari mata air
pegunungan Ranai yang menghasilkan air bersih sebanyak 20.000 m
-40.000 m, selain itu ada juga perusahaan swasta, guna memenuhi
kebutuhan air bersih di Kabupaten Natuna.

Perbankan.
Perbankan yang ada di Kabupaten Natuna untuk mendukung kegiatan
investasi baik dalam transaksi dalam negeri maupun luar negeri meliputi :
BRI, Bank Mandiri, dan Bank Riau.

D. SDM

Natuna terus berupaya meningkatkan SDM dengan kualitas tinggi


yang mampu menghasilkan SDM bertaraf internasional. Pemerintah Daerah
terus berupaya meningkatkan SDM melalui pendirian lembaga-lembaga
pendidikan, penambahan jumlah SMK, diantaranya ada SMKN Kelautan dan
Perikanan Kabupaten Natuna yang telah memiliki fasilitas yang cukup
memadai.Serta peningkatan kualitas perguruan tinggi dengan membangun
gedung yang berstandart Peguruan Tinggi, diantaranya pembangunan
gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna di kawasan

Natuna

GERBANG UTARAKU. Demikian juga dengan Balai Latihan Kerja (BLK) yang
dikelola oleh Pemerintah Daerah melalui

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten

Natuna, yang meningkatkan SDM Masyarakat Natuna.


E. KEBIJAKAN PRO INVESTASI
Penyelenggaraan kegiatan investasi di Kabupaten Natuna
berpedoman

pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang

Penanaman Modal, Peraturan Pemerintah No. 111 Tahun 2007 Tentang


Daftar Bidang Usaha yang tertutup dan bidang Usaha yang terbuka dengan
persyaratan di bidang Penanaman Modal.
Untuk

melakukan

investasi

di

Kabupaten

Natuna,

Investor

cukup

mengajukan permohonan Aplikasi Penanaman Modal Kepada Badan


Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sesuai dengan Pasal 26 UndangUndang Nomor 25 Tahun 2007. Untuk mendapatkan surat Persetujuan
Penanaman Modal, investor melakukan pengurusan perizinan daerah melalui
Badan

Perencanaan

Pembangunan

Daerah

dan

Penanaman

Modal

Kabupaten Natuna.
Selain itu juga Pemerintah kabupaten Natuna juga memberi
pembinaan dan pemasaran Produk dengan berpartisipasi mengikuti Pameran
di dalam dan luar Negeri.

PROFIL KEPALA DAERAH


DRS. H.DAENG RUSNADI, MSi BUPATI KABUPATEN NATUNA
TERWUJUDNYA NATUNA MAS (MAKMUR ADIL SEJAHTERA)
TAHUN 2020
Drs.H.Daeng Rusnadi,M Si adalah putra kelahiran Ranai, menjadi Bupati
Kabupaten Natuna dengan visi Terwujudnya Natuna Mas (makmur Adil
Sejahtera) Tahun 2020, Untuk mewujudkan visinya tersebut, pria Muslim yang
taat beribadah tersebut mencanangkan misi-misi sebagai berikut:
Pertama, Ia bersama jajarannya bertekad mewujudkan Sumber Daya
Manusia (SDM) Natuna yang berkualitas, kokoh imannnya, sehat badannya,
menguasai IPTEK dan maju perekonomiannya dengan pengembangan dan
pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) secara benar dan berhasi guna
Kedua, Menyediakan Infrasruktur Dasar yang siap dipakai sampai ke
tingkat Desa dan pemukiman terpencil.
Ketiga, Melaksanakan pelayanan secara prima oleh aparatur pemerintah
terhadap seluruh kepentingan rakyat.
Selanjutnya beliau juga mencanangkan lima pilar pembangunan
Kabupaten Natuna yaitu ;
1.

Iman dan Taqwa

2.

Kesehatan

3.

Pendidikan

4.

Ekonomi

5.

Penegakan dan taat hukum


Selain lima pilar, terdapat lima modal Pembangunan Kabupaten Natuna
yaitu :

1.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

2.

Sumber Daya Alam (SDA) yang lestari dan berhasil guna.

3.

Terpenuhi Infrastruktur dasar yang merata

4.

Institusi / Kelembagaan yang kuat dan mengakar, baik Pemerintah


maupun swasta

5.

Investor yang berpihak kepada rakyat dan peduli terhadap lingkungan


hidup