Anda di halaman 1dari 4

SEJARAH PURBAKALA DAN PERMUSIUMAN

KECAMATAN JEMAJA
I. IDENTITAS DAERAH
Kecamatan Jemaja beribukotakan Letung. Memiliki jumlah penduduk sebanyak 6.585 jiwa,
yang terdiri dari 8 buah desa, 53 RT dan 17 RW. Bermata pencaharian terbesar adalah nelayan dan
bercocok tanam.
Kecamatan Jemaja terdiri dari :
- Kelurahan Letung
- Desa Kuala Maras
- Desa Ulu Maras
- Desa Mapok
- Desa Riwak
- Desa Lupol
- Desa Bukit Padi
- Desa Kramut
II. OBJEK BERSEJARAH
A. KERAMAT
NO

NAMA
KERAMAT

JARAK
TEMPUH

SARANA
TRANSPORTASI

LOKASI

KET

B. PENINGGALAN BENDA BERSEJARAH


NO
1

JENIS
Meriam Tua

LOKASI

PENINGGALAN PEMEGANG

JUMLAH

KET

Belanda

Disbudpar Kabupaten Natuna, ....Juni 2007


-1-

C. TEMPAT BERSEJARAH
NO
1
2

NAMA
TEMPAT
Pulau Ayam
Gunung Datuk

JARAK
TEMPUH
30 menit
-

SARANA
TRANSPORTASI
Pompong
-

LOKASI

KET

Jemaja
-

III. LAGENDA/ DONGENG/ HIKAYAT/ CERITA RAKYAT


- Tokong Damar
- Kisah Pulau Jemaja
- Dongeng Sri Nayang
- Sejarah Gobang
SEJARAH KESENIAN GOBANG
Kesenian Gobang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kecamatan Jemaja. Kesenian
Gobang ini sering dimainkan pada waktu pesta pernikahan masyarakat setempat. Kesenian Gobang
ini sangat menghibur sekali terutama bagi orang-orang yang sedang membuat rempah-rempah dan
menyiapkan segala sesuatu untuk pesta pernikahan. Kesenian ini dapat dimainkan semalam suntuk.
Lamanya permainan ini kira-kira dari pukul 21.00 05.00 pagi.
Seperti kesenian lainnya kesenian Gobang ini juga mempunyai sejarah singkatnya. Menurut
ceritanya kesenian Gobang ini berasal dari orang-orang Bunian. Orang Bunian ini biasa disebut
dengan mahluk halus, yang bisa menampakkan dirinya jika ia menghendakinya.
Pada zaman dahulu ada seorang penduduk desa yang sedang berjalan di dalam hutan dan
hendak mencari kayu. Setelah sekian lama berjalan, orang tersebut mendengar suara bunyian yang
aneh. Dicarinyalah sumber bunyian tersebut. Ternyata berasal dari suara sekelompok orang Bunian.
Orang-orang tersebut kelihatan sangat aneh dan unik. Mereka menari, bernyanyi dan berpantun
dengan menggunakan alat musik gendang. Dan anehnya lagi mereka menggunakan topeng, sehingga
kelihatan sangat mengerikan. Karena topeng-topeng tersebut berbentuk seperti hantu dan mahlukmahluk yang sangat menyeramkan. Sambil menari mereka berteriak-teriak Pangka . Sebutan
Pangka tersebut adalah untuk topeng yang mereka pergunakan.
Setelah puas memperhatikan gerak-gerik penari tersebut, orang tadi lalu pulang kerumahnya.
Sesampainya dirumah, dia lalu menirukan gerak-gerik dan lagu orang Bunian tersebut, dan membuat
peralatan seperti yang dilihatnya pada orang-orang Bunian tersebut. Dan diajaknyalah masyarakat
setempat untuk memainkan permainan seperti yang dilihatnya tadi. Mereka juga menggunakan
topeng yang mirip dengan hantu dan diberi nama Pangka .
Disbudpar Kabupaten Natuna, ....Juni 2007
-2-

Didalam kesenian Gobang terdapat 18 buah lagu antara lain terdiri dari :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Lagu abang I
Lagu abang II
Lagu Diding ( nama tempat barang )
Lagu Yakyun ( lagu memanjakan )
Lagu Alang I ( merupakan lagu halangan )
Lagu Alang II
Lagu Minat ( lagu keinginan untuk bercinta )
Lagu Anak Burung
Lagu Ganjo ( lagu buah )
Lagu Timang Burung ( lagu kesedihan )
Lagu Orang Padang
Lagu Dalung ( sejenis talam tembaga )
Lagu Dinau ( lagu meninjau )
Lagu Gindung ( lagu menggendong )
Lagu Cama ( lagu burung Camar )
Lagu Limbok ( sejenis kue )
Lagu Anak Malang ( mengisahkan penderitaan seorang anak )
Lagu Lanang ( Lagu Penghabisan )

Dalam kesenian ini, disetiap lagu dan gendangnya mempunyai arti tersendiri. Kesenian
Gobang ini tidak mempunyai jalan cerita seperti Mendu ataupun Ramayana. Kesenian Gobang ini
hanya bersipat menghibur saja. Dalam pertunjukannya para pelaku bisa tidak sadarkan diri seperti
halnya permainan Kuda Lumping, yang bisa memakan kaca atau sejenisnya. Kesenian ini pertama
kali lahir di desa Mapok. Inilah kesenian khas Kecamatan Jemaja yang sekarang ini tidak pernah kita
lihat lagi penampilannya.
SEJARAH PULAU JEMAJA
Pada zaman dahulu terdapat sebuah kerajaan yang mana kerajaan tersebut berdekatan
dengan suatu pulau. Kerajaan tersebut sangant terkenal dengan kesibukan dalam pemerintahannya
maupun dalam mengurus rakyatnya. Untuk menghilang rasa jenuhnya dalam mengurus rakyatnya,
Raja tersebut seringkali berkunjung ke pulau tersebut sampai menjelang sore hari. Dan ini sering kali
dilakukan oleh Raja tersebut dikala ia mengalami rasa jenuh. Karna seringnya bolak-balik ke pulau
tersebut, suatu hari Raja merasa kehilangan sesuatu yaitu sebuah jam.
Maka dikerahkanlah seluruh anak buahnya untuk mencari jam di pulau tersebut. Tetapi Raja
tetap saja tidak berhasil menemukan jam tersebut. Berita ini tersebar diseluruh penjuru desa, bahwa
jam Raja hilang. Karna seringnya disebut jam Raja hilang, akhirnya pulau tersebut dinamakan atau
disebut Jemaja dengan ibukota Letung, salah satu Kecamatan di Kabupaten Natuna.
Jemaja adalah termasuk salah satu kepulauan Anambas selain Kecamatan Siantan dan
Kecamatan Palmatak.
Disbudpar Kabupaten Natuna, ....Juni 2007
-3-

DONGENG SRI NAYANG


Di suatu desa yang terdiri dari beberapa orang penduduk dengan jumlah yang tidak terlalu
ramai, yang mana di desa tersebut ada seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang biasa disebut
dengan kembang desa yang bernama Sri Nayang. Karna kecantikan Sri Nayang, tidak heran kalau
banyak orang yang menyukainya apalagi pemuda-pemuda setempat. Biarpun Sri Nayang sendiri
sudah bersuami. Sri Nayang sendiri senang sekali menghadiri permainan Gobang yang diadakan
oleh penduduk setempat. Karna dalam kesenian Gobang tersebut ada satu buah lagu yang memuji
Sri Nayang yang sangat disukainya. Kadang-kadang saking asyiknya nonton kesenian Gobang
tersebut, Sri Nayang hampir lupa akan dirinya yang telah bersuami karna alunan lagu tersebut.
Sehingga suami Sri Nayang merasa kesal dan cemburu berat. Karna suaminya sangat kesal sekali,
hingga Sri Nayang dibunuh oleh suaminya sendiri dan dikebumikan di pulau Keramut. Begitulah
kisah Sri Nayang yang meninggal di tangan suaminya sendiri.
Sampai sekarang kita masih bisa melihat nissan Sri Mayang yang oleh masyarakat setempat
disebut sebagai makam Sri Nayang. Nissan tersebut terbuat dari batu yang sangat kokoh.

Disbudpar Kabupaten Natuna, ....Juni 2007


-4-